Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Tetap Lanjut


__ADS_3

Di kediaman keluarga Risma..


Malam itu, tepatnya di sebuah ruang keluarga terlihat Risma sedang berbincang-bincang bersama kedua anaknya, Reon dan Rena. Sambil sesekali terdengar suara canda dan tawa dari ketiganya, namun kini perbincangan terlihat mulai serius.


"Ohh yaa Reon, kapan kamu ada waktu luang..?" tanya Risma pada putranya.


"Belum tau Maa, memang kenapa..?" ucap Reon yang balik bertanya.


"Mamaa mau ngajak kamu dan Rena ke rumah Tante Melati, sekaligus biar kamu bisa mengenal Pelangi lebih dekat.." jelas Risma seraya tersenyum.


"Ohh,, iyaa Maa, nanti kapan Reon gak sibuk pasti Reon kabarin. Reon mau ke kamar dulu yaa, mau istirahat.." ujar Reon yang langsung bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju ke arah kamar.


"Mamaa yakin mau jodohin Kak Reon sama Kak Pelangi..? Mamaa kan tau sendiri, kalau Kak Reon masih sangat mencintai Kak Putri. Yaa sekalipun mereka udah lama putus.." ucap Rena dengan suara lirih.


"Mamaa yakin, apa lagi kalau Reon sudah mengenal Pelangi lebih dekat. Pasti dia bisa mencintai Pelangi, dan akan melupakan Putri.."


"Tapi Maa--"


"Tidak ada tapi-tapi, Mamaa ingin yang terbaik untuk Kakak kamu, Reon.. Begitu juga dengan kamu, jangan sembarangan pilih calon suami.." ucap Risma yang memotong perkataan Rena.


"Kok jadi aku sih Maa, kan tadi ngomong soal Kak reon,mmmh.." sahut Rena.


"Yaa kamu juga harus mendapatkan yang terbaik, terus bagaimana hubungan kamu dengan Awan..? Reon bilang sekarang kalian berdua sudah cukup dekat dan sering jalan bareng.." tanya Risma yang penasaran dengan hubungan Rena dengan anak dari teman baiknya itu.


"Hubungan aku sama Awan biasa aja kok Maa, kita cuma temenan aja gak lebih.." jawab Rena sambil tersenyum.


"Lebih juga tidak apa-apa, Mamaa setuju-setuju saja kalau kamu sama Awan. Dia itu anak yang baik, jadi Mamaa tidak akan melarang kalau kalian menjalin hubungan.." jelas Risma.


"Ihh,, Mamaa apaan sih, kok ngomongnya sampai ke situ. Yaa udah kalau gitu, Rena mau masuk ke kamar aja.." seru Rena dengan raut wajah yang terlihat malu.


"Anak itu, pasti dia suka sama Awan. Tapi malu untuk mengakuinya.." gumam Risma dalam hati, sambil tersenyum menatap punggung Rena yang kini sudah masuk ke dalam kamarnya. Dan dari arah belakang, tiba-tiba Reon datang menghampirinya.


"Maa,, Reon mau keluar dulu sebentar yaa, teman-teman ngajak nongkrong bareng. Kebetulan ada teman yang ngadain acara ulang tahun juga.." ujar Reon.

__ADS_1


"Ohh,, yaa sudah kamu hati-hati, jangan pulang larut malam.." sahut Risma.


"Iyaa Maa, gak kok.." seru Reon yang langsung berlalu pergi meninggalkan Ibunya.


"Maaf yaa Maa, aku terpaksa bohong sama Mamaa.." ucap Reon dalam hati sambil menarik nafasnya dengan berat.


Reon yang sudah berada di dalam mobil, kini segera melajukan mobilnya. Di dalam perjalanan, Ia terlebih dulu mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa barang yang akan Ia bawa dan berikan pada sese'orang.


🌠


🌠


Di tempat yang lain, Pelangi yang baru saja tiba di rumah Bintang. Kini terlihat duduk di luar teras, karena Bintang melarangnya untuk masuk ke dalam rumah. Ia tidak ingin Pelangi menemui Ibunya yang hanya akan membuat Ibunya semakin berpikir, bahwa mereka memang ada hubungan.


"Kamu ngapain sih datang ke rumah..? Kan udah aku bilang, untuk sementara jangan datang ke rumah dulu. Aku gak mau Ibu semakin curiga dan mikir kalau kita ada hubungan.." ucap Bintang yang sengaja berbicara dengan nada lirih, agar Ibunya tidak sampai mendengarnya.


"Ibu kamu udah tau kok kalau kita ada hubungan.." seru Pelangi dengan santainya.


"Hahh,, apaa..?! Kamu bilang apa barusan, Ibu udah tau..? Kok bisa sih..?!" tanya Bintang yang setengah berteriak, namun Ia segera tersadar dan menutup mulutnya dengan salah satu tangan.


"Memang Ibu ngomong apa sama kamu..? Kenapa kamu gak cerita dari kemarin-kemarin sih..?!" tanya Bintang yang merasa kesal, karena Pelangi menyembunyikan itu semua darinya.


"Maaf yaa Biyang, aku gak mau kamu ikut kepikiran juga. Soal apa yang Ibu kamu omongin ke aku, nanti juga kamu akan tau. Karena aku datang ke rumah, memang mau membahas itu sama Ibu.." jelas Pelangi.


"Ap-apaa..? Kamu serius..? Gak El, kamu jangan lakuin itu. Lagian apa sih yang mau kamu omongin ke Ibu..?" tanya Bintang yang merasa penasaran.


"Makanya kamu biarin aku masuk ke dalam rumah dan ketemu Ibu, biar kamu tau apa yang mau aku omongin ke ibu.." sahut Pelangi seraya bangkit dari tempat duduknya, lalu masuk ke dalam rumah dengan detak jantung yang kini berdetak kencang.


"Tunggu El..! Kamu ngomong dulu ke aku.." pinta Bintang pada Pelangi yang sama sekali tidak peduli.


Pelangi yang telah berada di ruang tengah, kini berjalan ke arah ruang makan yang tidak jauh dari kamar Ibunya Bintang dan saat itu tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Ehh,, ada Pelangi, sudah lama..?" tanya Ibu pada Pelangi yang langsung menyalaminya.

__ADS_1


"Baru aja kok Bu, kirain Ibu udah tidur.." sahut Pelangi sambil tersenyum.


"Tadi Ibu cuma istirahat sebentar, masih belum ngantuk juga.." balas Ibu seraya mengajak Pelangi untuk duduk di ruang tengah.


"Iyaa Bu, sebenarnya ada yang Pelangi mau omongin sama Ibu.." ucap Pelangi dengan menahan rasa cemas di hatinya.


"Iyaa Pelang, mau ngomong apa..? Ngomong saja, jangan sungkan.." sahut Ibu pada Pelangi yang kini sedang menatap ke arah Bintang.


Pelangi yang sejak tadi mendapat tatapan tajam dari Bintang, kini hanya terdiam. Ia kembali memikirkan niatnya, apakah harus mengatakannya pada Ibu atau tidak.


"Bin,, kamu buatkan minuman untuk Pelangi yaa, sekalian bawa kue juga.." perintah Ibu pada Bintang, yang sengaja agar Pelangi bisa leluasa untuk berbicara tanpa adanya Bintang.


"Iyaa Bu.." sahut Bintang dengan menarik nafasnya, lalu berjalan ke arah dapur.


"Sekarang Pelangi ngomong yaa.." ucap Ibu.


"Iyaa Bu, ini soal omongan Ibu waktu malam itu ke Pelangi. Pelangi udah memikirkannya berulang kali, dan Pelangi minta maaf karena gak bisa menuruti keinginan Ibu.." ucap Pelangi sambil tertunduk.


"Kenapa tidak bisa Pelangi..? Bukannya kamu tau, jika kalau kamu meneruskannya itu hanya akan membuat kalian berdua kecewa pada akhirnya. Terutama bagi Bintang, Ibu tidak ingin dia merasakan kecewa untuk yang kesekian kalinya.." ujar Ibu.


"Pelangi tau Bu, tapi kita juga gak pernah tau apa yang akan terjadi nantinya. Aku udah terlanjur sayang sama Bintang, gak mungkin buat aku menjauh dan menghilangkan perasaan aku ini gitu aja, Bu.." jelas Pelangi dengan hati-hati.


"Lalu apa yang mau kamu lakukan sekarang, Pelangi..?" tanya Ibu.


"Pelangi akan tetap melanjutkan hubungan dan perasaan Pelangi ke Bintang. Maafin Pelangi yaa Bu, Pelangi harap Ibu bisa mengerti.." jawab Pelangi sambil menghela nafasnya dengan dalam.


Ibu yang mendengar itu pun hanya terdiam, dan saat itu Bintang telah kembali dengan membawa minuman dan makanan.


"Kalian berdua ngobrol dulu saja, Ibu mau masuk ke dalam kamar. Jangan lupa di minum dan di makan kue nya, Pelangi.." seru Ibu sambil tersenyum menatap Pelangi.


"Iy-iyaa Bu.." sahut Pelangi dengan gugup.


Kini hanya ada mereka berdua di ruangan itu, Bintang pun segera bertanya pada Pelangi. Tentang apa yang telah Ia dan Ibunya bicarakan tadi, Pelangi pun menceritakan semuanya. Bintang mendengarkannya dengan perasaan sedih, karena Ia tahu telah membuat Ibunya kecewa dengan menjalin hubungan bersama Pelangi...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2