Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Serba Salah


__ADS_3

Meski Pelangi sudah di larang oleh Melati berulang kali untuk tidak bertemu dengan Bintang, namun Pelangi masih saja menemuinya. Dan hal ini pun membuat Melati sangat marah, Ia memutuskan untuk datang ke rumah Bintang dan berbicara dengannya. Pelangi yang mengetahui hal itu, segera bergegas untuk menyusul Ibunya.


"Bagaimana cara kamu mendidik anakmu, Nury..? Dia sudah memberikan pengaruh buruk terhadap Pelangi, lihat saja Pelangi sekarang. Dia menjadi anak yang melawan Ibunya, bahkan sudah berani bicara dengan nada tinggi. Itu semua pasti karena anak kamu, Bintang..!" seru Melati pada Nury.


"Itu semua tidak benar, Bintang tidak seperti itu, Mel.." sahut Nury.


"Aku tidak percaya, kamu didik anak kamu dengan benar dan jangan pernah biarkan dia menemui Pelangi lagi. Kalau tidak--"


"Cukup Tante..! Jangan membentak Ibu aku, apa lagi berniat untuk mengancamnya. Ibu gak salah, tapi aku yang salah. Kalau memang Tante tetap melarang aku untuk ketemu Pelangi, aku akan turuti. Tapi itu gak akan bisa merubah perasaan aku sama Pelangi, Tante.." ucap Bintang dengan tegas.


"Kamu--"


"Hentikan, Mii..!!" teriak Pelangi yang datang tepat waktu, saat Ia melihat Melati mengayunkan tangannya untuk menampar Bintang.


"Kalau Mamii sampai menyakiti Bintang, aku akan pergi dari rumah..!" ancam Pelangi dengan tubuh yang gemetar, lalu sebuah bulir bening jatuh ke pipinya.


"Pelangi, kamu.." ucap Melati yang sangat terkejut mendengar ucapan Pelangi padanya. "Sebesar itu kah rasa cinta kamu terhadap Bintang..? Sampai kamu bersikap seperti ini sama Mamii.." tanya Melati.


"Maafin aku, Mii.. Aku cuma pengen bahagia, bersama orang yang aku cintai. Terserah Mamii mau suka atau gak, aku tetap memilih untuk bersama Bintang. Dan satu hal yang harus Mamii tau, kalau Mamii sampai menyakiti Bintang itu sama aja Mamii menyakiti aku.." ujar Pelangi seraya mengusap air matanya, dan berlalu pergi meninggalkan semua orang yang masih diam terpaku menatap kepergiannya. Lalu Melati pun segera mengikuti kemana Pelangi akan pergi, karena Ia tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk pada putri satu-satunya itu.


"Maafin Bintang yaa, Bu.. Gara-gara Bintang, Ibu jadi di marahin sama Tante Risma.." ucap Bintang lirih, sambil menggenggam tangan Ibunya.


"Tidak apa-apa Bin, ini semua pasti akan terjadi. Dan kita harus menghadapinya, kamu juga harus yakin dengan pilihan yang sudah kamu ambil. Jangan berniat untuk mundur, kamu harus berjuang hingga akhir.." ujar Ibu memberi semangat dan dukungan pada Bintang, membuat Bintang yang mendengar itu pun menjadi bersemangat dan semakin yakin untuk memperjuangkan Pelangi.

__ADS_1


"Terimakasih yaa Bu, Ibu memang yang terbaik. Ibu selalu bisa ngertiin aku.." sahut Bintang yang merasa terharu dengan sikap Ibunya selama ini.


"Karena kamu putri Ibu, sesuatu yang paling berharga yang telah Ayah kamu tinggalkan untuk Ibu jaga.." balas Ibu sembari memeluk Bintang dengan erat, dan tanpa terasa keduanya pun menangis merasakan haru.


🐝


Beberapa hari setelah kejadian itu, Pelangi tidak lagi bertemu dengan Bintang. Ia terus saja mengurung dirinya di dalam kamar, bahkan makanan dan minuman yang selalu Bik Ira bawakan untuknya tidak tersentuh sama sekali. Hingga membuat Melati menjadi sangat khawatir, karena melihat kondisi Pelangi yang semakin lemah. Ia bahkan tidak mau bicara dengan siapapun, dan hanya menyebut nama Bintang di dalam tidurnya.


"Kalau seperti ini terus, keadaan Kak Pelangi akan semakin parah, Mii.." seru Awan yang beberapa hari yang lalu telah kembali pulang bersama Rena.


"Iyaa Mamii tau, karena itu Mamii meminta Om Hilman untuk segera datang dan memeriksa keadaan Kakak kamu, Wan.." sahut Melati yang kini terlihat cemas memikirkan keadaan Pelangi yang sudah beberapa hari ini tidak makan dan minum.


Setelah menunggu cukup lama, Om Hilman pun telah tiba di rumah dan langsung memeriksa keadaan Pelangi. Sedangkan Melati, Awan dan Rena hanya menunggu di ruang keluarga.


"Keadaannya kurang baik, karena Pelangi tidak menerima asupan makanan dan minuman jadi tubuhnya lemah. Kalau seperti ini terus, Pelangi terpaksa harus di infus, Kak.." ujar Hilman menjelaskan keadaan ponakannya itu, namun Melati hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Kak..? Kenapa Pelangi sampai tidak mau makan dan minum seperti itu..?" tanya Hilman, karena yang Ia tahu selama ini Pelangi selalu ceria dan semangat, tidak pernah bersikap seperti yang terjadi saat ini.


"Kakak tidak tau harus bagaimana menjelaskannya, tapi satu yang Kakak minta sama kamu, Hilman.. Lakukan yang terbaik untuk Pelangi, buat dia kembali sehat seperti semula.." pinta Melati.


"Tapi aku rasa ini akan sulit, Kak.." sahut Hilman.


"Sulit bagaimana maksud kamu, Hilman..? Coba bicara yang jelas.." balas Melati yang tidak mengerti maksud dari ucapan Hilman padanya.

__ADS_1


"Pelangi jadi seperti ini akibat dari tekanan perasaan dan pikirannya, jika kita mau Pelangi sembuh seperti sediakala. Kita harus tau apa penyebabnya, lalu menyelesaikannya. Dengan begitu, Pelangi akan benar-benar sembuh. Karena sakit yang berasal dari dalam hati serta pikiran, itu juga sangat membahayakan.." ucap Hilman menjelaskan apa yang seharusnya Ia beritahukan pada Melati.


Mendengar apa yang di katakan Hilman, membuat Melati semakin cemas dan sedih. Ia ingin menceritakannya pada Hilman tentang masalah yang telah terjadi pada Pelangi, tapi Melati mengurungkan niatnya itu.


"Yaa sudah kalau begitu, aku pamit pulang dulu yaa, Kak.. Ini obat dan vitamin yang harus di minum Pelangi.." seru Hilman meletakkan beberapa bungkusan di atas meja, lalu berjalan pergi meninggalkan Melati yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Terimakasih yaa Om, hati-hati di jalan..!" ucap Awan yang saat itu mengantarkan Hilman hingga ke depan pintu keluar.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi sama Kak Pelangi, Mii..? Kenapa Mamii gak mau cerita apa-apa..?" tanya Awan.


"Iyaa Mii, kalau memang ada masalah. Mamii cerita aja, nanti Awan dan Rena akan berusaha untuk bantuin kok.." ucap Rena yang ikut menimpali.


"Maafkan Mamii yaa, untuk sekarang Mamii belum bisa cerita apa-apa. Tapi nanti pasti akan Mamii ceritakan sama kalian berdua, sekarang Mamii mau melihat keadaan Kak Pelangi dulu.." ujar Melati seraya berjalan menuju ke kamar Pelangi.


"Aku jadi sedih lihat Mamii, Sayang.. Apa akan tetap kita lanjutkan..?" tanya Rena sambil menarik nafasnya, karena tidak tega melihat Ibu mertuanya yang merasa sedih melihat keadaan Kakak iparnya saat ini.


"Harus dong Sayang, kalau gak di lanjut nanti bakal ada yang ngamuk,hehee.." sahut Awan sambil tertawa kecil.


"Iyaa juga sih, semoga semua bisa berjalan lancar yaa, Sayang.. Tapi kita harus tetap hati-hati, jangan sampai ada yang tau.." seru Rena mengingatkan suaminya.


"Aamiin, semoga Sayang.. Aku pasti akan hati-hati.." balas Awan sambil tersenyum, lalu mengajak Rena untuk melihat bagaimana keadaan Kakaknya saat ini...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2