
Seminggu kemudian,
Awan dan Rena yang telah kembali ke rumah, kini sedang berbincang-bincang bersama Bintang dan Pelangi. Sedangkan di ruangan yang lain, ada Melati dan Nury yang juga mengobrol. Keduanya sengaja memilih untuk duduk di ruangan lain, karena tidak ingin di buat kesal oleh ucapan Pelangi yang sering kali tidak bisa menahan diri.
"Terus kapan rencana pernikahan Om Hilman sama Tante Risma, Wan..?" tanya Pelangi pada Awan yang sudah mengetahui, bahwa Risma telah menerima lamaran dari Om Hilman.
"Mamaa bilang sih setelah Kak Putri habis lahiran Kak, dan untuk acaranya juga nanti cuma di hadiri sama keluarga terdekat aja.." jawab Awan.
"Syukurlah kalau gitu, Kakak seneng banget dengernya akhirnya Om Hilman akan menikah dengan Tante Risma. Karena Om Hilman kan udah lama banget hidup sendiri dengan status duda.." ujar Pelangi sambil tersenyum.
"Iyaa memang benar Kak, kalau gitu Awan dan Rena mau ke kamar dulu. Mau istirahat.." ujar Awan sambil berjalan bersama Rena menuju kamarnya.
Sementara itu, Pelangi yang melihat Bintang yang sejak tadi hanya diam dan lebih asyik menatap ponselnya jadi merasa kesal.
"Kamu lagi apa sih, Biyang..? Dari tadi asyik sendiri aja..!" seru Pelangi seraya melihat apa yang di lakukan Bintang pada ponselnya itu.
"Aku lagi baca novel aja nih El, gak ngapa-ngapain kok. Tuh lihat..!" sahut Bintang yang memperlihatkan ponselnya pada Pelangi.
"Ohh,, jadi kamu lagi baca novel, aku pikir lagi asyik dengan perempuan lain.." ucap Pelangi yang kini memang menjadi sangat posesif, terlebih sejak hubungan keduanya telah sampai pada tahap yang intim. Namun Bintang tidak merasa keberatan dan mempermasalahkannya, karena apa yang di lakukan Pelangi masih bisa di anggap wajar.
"Yaa gaklah Sayang, kan aku udah punya kamu. Jangan mikir yang bukan-bukan yaa.." sahut Bintang sambil membelai lembut rambut Pelangi, dan Pelangi pun langsung menjatuhkan dirinya ke pelukan Bintang.
"Wajar aku mikir yang bukan-bukan Biyang, karena aku sayang dan takut kehilangan kamu. Jadi kamu jangan bosen yaa sama sikap aku ini, yang menurut kamu mungkin terkesan berlebihan dan kekanak-kanakan.."
Jelas Pelangi yang sebelumnya sempat mengira, bahwa setelah hubungan intim mereka malam itu akan membuat Bintang tidak bisa jauh-jauh darinya. Namun yang terjadi malah sebaliknya, justru dirinya lah yang kini tidak ingin jauh-jauh dari Bintang dan merasa semakin takut kehilangan.
"Aku gak mikir seperti itu El, justru aku seneng banget. Karena aku tau, bahwa semua itu adalah wujud dari kasih sayang dan rasa cinta kamu ke aku. Cuma aku minta satu hal sama kamu.." ucap Bintang sembari mengusap wajah Pelangi.
"Apa itu, Biyang..?"
"Aku minta sama kamu, kalau marah, ngambek dan cemburu jangan lama-lama yaa.." pinta Bintang pada Pelangi, karena Ia merasa kewalahan saat harus membujuk Pelangi yang terkadang sulit untuk di tenangkan.
"Hehee,,iyaa Biyang maaf, habis kadang aku keterusan sampai lupa kalau aku juga harus menjaga perasaan kamu. Tapi aku akan berusaha untuk gak gitu lagi, Biyang.." sahut Pelangi, dan Bintang yang mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya. Karena Ia tahu, Pelangi tetap saja akan seperti itu dan tidak bisa menahan perasaannya.
"Kalian berdua masih belum tidur juga..?" tanya Nury sambil menatap Bintang dan Pelangi yang terlihat terkejut dengan kehadirannya.
"Ehh,, Ibu ngagetin aja, ini mau ke kamar kok, Bu.." jawab Bintang sambil mengajak Pelangi untuk masuk ke dalam kamar.
"Kalian harus cepat tidur, jangan begadang terus. Karena besok kita akan kedatangan tamu penting, dan pasti akan sangat sibuk.." seru Melati yang ikut menimpali.
"Iyaa iyaa Mii, gak begadang kok,hee.." sahut Pelangi yang langsung menarik Bintang untuk mengikuti langkahnya. Melati dan Nury yang melihat tingkah keduanya pun hanya menarik nafas, lalu menggelengkan kepala.
"Kenapa anak-anak kita jadi seperti itu yaa, Nury..? Ngidam apa dulu waktu mengandungnya,mmmh..." ujar Melati yang tidak pernah menyangka, bahwa putri semata wayangnya itu akan memilih untuk hidup bersama dengan wanita di bandingkan dengan pria.
__ADS_1
"Jangan terlalu di pikirkan, semua sudah terjadi. Mungkin memang sudah seperti itu jalan hidup mereka Mel, mau bagaimana lagi.." sahut Nury yang bisa mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Melati, karena dulu pun Ia sempat merasakan hal yang sama saat Ia tahu bahwa Bintang menyukai wanita.
"Yaa sudah, ayo kita tidur saja. Memikirkan tentang anak-anak kita itu tidak akan pernah ada habisnya.." seru Melati pada Nury, dan keduanya kini bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
🐝
Keesokan harinya,
Kini di kediaman Melati tampak begitu ramai, karena keluarga dari Risma telah tiba di rumah. Begitu juga dengan Om Hilman yang juga ikut datang bersama mereka, karena Melati sengaja mengundang mereka untuk makan malam bersama.
Melati dan yang lainnya segera menyambut keluarga dari besannya itu, satu persatu dari mereka juga mengucapkan selamat pada Risma dan Om Hilman yang nantinya akan menikah.
"Selamat yaa Om, akhirnya gak tidur sendirian lagi nanti,hehee.." ucap Pelangi yang langsung di sambut tawa oleh Om Hilman.
"Terimakasih yaa El, selamat juga buat kamu yang sekarang udah dapat pasangan yang kamu inginkan.." balas Om Hilman sambil ingin memeluk Pelangi, namun langsung di halangi oleh Bintang.
"Maaf yaa Om, tapi cuma aku yang boleh peluk Pelangi. Jadi biar aku aja yang mewakili.." ucap Bintang sambil memeluk Pelangi yang terlihat terkejut dengan sikap Bintang yang tiba-tiba jadi seperti itu.
"Ohh,, yaa ampun, ternyata Bintang bisa cemburu juga. Seneng banget rasanya,hee.." gumam Pelangi dalam hati.
"Ohh,, iyaa iyaa maaf, Om bisa mengerti kok,hehee.." sahut Om Hilman sambil tertawa kecil.
Sementara yang lainnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saat melihat apa yang terjadi, lalu semua orang kini berbincang-bincang di ruang keluarga sambil menikmati minuman dan makanan yang telah di sediakan.
🐝
"Sudah siap Bu, semua sudah di hidangkan. Tadi juga Bibik di bantuin sama Bu Nury, Non Rena dan Non Putri. Jadi bisa cepat selesai.." ujar Bik Ira.
"Syukurlah kalau begitu, sekarang Bik Ira istirahat saja dulu yaa.." ucap Melati sambil berjalan ke ruang keluarga, menghampiri Nury dan yang lainnya.
"Maaf yaa Mel, tadi aku tidak ikut bantuin masak di dapur. Habis keasyikan main sama Bunga,hee.." ucap Risma pada Melati.
"Iyaa Risma, tidak apa-apa kok. Aku jadi tidak sabar pengen punya cucu juga, biar ada yang bisa di ajak main.." ujar Melati sembari menatap Awan dan Rena.
"Mamii tenang aja yaa, Awan dan Rena nanti akan berikan Mamii cucu yang banyak. Iyaa kan Sayang..!" seru Awan sambil menatap Rena yang tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Yaa sudah kalau begitu, Mamii tunggu kabar baik dari kalian berdua. Sekarang ayo kita makan dulu semuanya, makanan sudah di siapkan sama Bik Ira.." ucap Melati pada semuanya.
"Ayo Mas, kita makan dulu. Bunga biar nanti nyusul sama Mamaa aja.." ajak Putri pada Reon.
"Iyaa ayo Sayang, Mas juga udah laper nih.." sahut Reon sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke ruang makan bersama Putri dan yang lainnya.
"Ayo semuanya, makan yang banyak. Jangan malu-malu buat nambah yaa.." seru Melati.
__ADS_1
"Iyaa Tante, Reon nambah yaa.. Masakannya enak-enak banget,hee.." balas Reon seraya mengambil lauk dan sayur yang Ia suka.
"Iyaa Reon, nambah saja mana yang kamu suka. Jangan sungkan.." sahut Melati sambil tersenyum.
"Kamu tidak nambah makannya, El..? Tante lihat sekarang kamu agak kurusan lho.." ucap Risma sembari menyuapi Bunga yang duduk di sampingnya.
"Iyaa Tante, mungkin karena aku kurang tidur. Habisnya seminggu ini Bintang ngajak main kuda-kudaan terus.." sahut Pelangi yang membuat orang-orang yang mendengarnya pun langsung tersedak.
"Kan tadi sudah aku peringatkan sama kamu Risma, jangan bicara dan bertanya apapun pada Pelangi. Begini kan jadinya..!" seru Melati sambil menghela nafasnya, karena kekacauan di meja makan kini harus terjadi lagi.
"Jadi ternyata ini maksud dari peringatan kamu tadi, Mel..? Aku pikir kenapa,hehehee.." tanya Risma sembari tertawa.
"Tante Pelangi, nanti kalau Tante main kuda-kudaan lagi ajak Bunga yaa.. Karena Bunga juga mau ikut main kuda-kudaan.." ucap Bunga tiba-tiba yang membuat semua orang akhirnya tertawa.
"Iyaa Bunga sayang,, nanti Tante ajak yaa.." sahut Pelangi.
"Pelangi..!!" teriak semua orang sambil menatap tajam ke arahnya.
"Ayolah semuanya,, aku cuma bercanda,hehee.."
Semua orang pun melanjutkan makan malamnya masing-masing, tanpa ada yang bicara dan bertanya lagi. Karena tidak ingin menimbulkan kekacauan seperti yang sebelumnya terjadi.
🐝
"Aku seneng banget semua orang bisa berkumpul seperti sekarang, Biyang.. Dan aku sangat bersyukur, hubungan kita akhirnya bisa di restui oleh Mamii.." ucap Pelangi seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang.
"Iyaa Sayang, aku juga seneng banget. Semoga hubungan kita tetap baik-baik aja untuk ke depannya yaa.."
"Aamiin.." ucap Bintang dan Pelangi bersamaan.
"Tapi kalau suatu saat, kamu menemukan yang lebih baik dari aku. Apa kamu akan ninggalin aku, El..?" tanya Bintang tiba-tiba.
"Aku gak akan ninggalin kamu, Biyang.. Kamu tau kenapa..?" tanya Pelangi pada Bintang yang hanya menggelengkan kepalanya. "Karena Pelangi tercipta hanya untuk Bintang.." ucap Pelangi sambil tersenyum.
"Terimakasih yaa Sayang, aku saaaayang banget sama kamu.." seru Bintang yang langsung memeluk erat tubuh Pelangi.
"Aku lebih saaaayang banget sama kamu, Biyang.." balas Pelangi.
Tanpa mereka sadari, semua mata tertuju pada mereka. Dan Putri langsung menutup mata Bunga, agar tidak melihat apa yang di lakukan oleh Pelangi dan Bintang.
"Lebih baik kirim saja mereka berdua ke pulau D..!" seru Melati pada Nury.
"Itu ide yang bagus..!" sahut Nury seraya tersenyum menatap putri kesayangannya itu, yang akhirnya bisa mendapatkan kebahagiaan di dalam cinta...
__ADS_1
🌠🌈🌠🌈🌠🌈~TAMAT~🌈🌠🌈🌠🌈🌠