
"Gimana dengan perkembangan kedekatan Om Hilman dan Mamaa kamu, Ren..? Apa ada kemajuan..?" tanya Pelangi pada Rena yang selama ini membantu Om Hilman untuk bisa mengenal lebih dekat dengan Ibunya.
"Ada Kak, malah yang aku dengar dari Mamaa waktu itu kalau ternyata Om Hilman udah mencoba melamar Mamaa.. Tapi Mamaa belum bisa kasi jawaban.." ujar Rena.
"Ohh, kenapa Tante Risma belum kasi jawaban, Ren..?" tanya Pelangi lagi.
"Mamaa bilang, mau musyawarah dulu sama anak-anak dan menantunya. Terus mau minta pendapat sama Mamii juga katanya, karena kan Om Hilman itu adiknya Mamii.." jelas Rena.
"Baguslah kalau gitu, berarti Tante Risma gak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan. Memang baiknya di musyawarahkan lebih dulu.." sahut Pelangi.
"Tapi Kak, rencananya nanti malam aku sama Awan pengen nginep di rumah Mamaa.. Karena aku kangen sama Mamaa dan juga Bunga, tapi nanti Mamii sendirian di rumah.." ucap Rena yang merasa bingung.
"Yaa udah Ren, kamu gak usah bingung yaa.. Kakak punya ide bagus nih, ayo sini..!" seru Pelangi yang menyuruh Rena untuk mendekat, lalu Ia pun membisikkan sesuatu pada Rena yang terlihat hanya menganggukkan kepala.
"Gimana ide Kakak, bagus kan..?!" ucap Pelangi sambil tersenyum menatap Rena yang juga ikut tersenyum.
"Bagus Kak, Kak Pelangi memang pinter banget..!" sahut Rena sembari mengacungkan jari jempolnya.
"Iyaa dong..! Siapa dulu, Pelangi..!" balas Pelangi sambil membusungkan dadanya.
"Kalian lagi ngomongin apa sih..? Seru banget sepertinya.." ucap Bintang yang menghampiri mereka berdua, lalu duduk bersebelahan dengan Pelangi.
"Nanti juga kamu tau Biyang,hee.." jawab Pelangi sambil mengedipkan matanya.
"Kamu dan Rena gak lagi merencanakan sesuatu yang aneh-aneh kan, El..?" tanya Bintang.
"Gak aneh-aneh kok Bin, yang ada malah buat senang semua orang. Terutama kalian berdua,hehee.." sahut Rena sambil tertawa kecil.
"Tuh kan mencurigakan,mmmh.." balas Bintang sambil menarik nafasnya.
"Kamu tenang aja Biyang, aku gak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh kok. Udah yaa jangan mikir yang bukan-bukan gitu, percaya deh sama pasangan kamu yang cantik dan seksi ini.." ucap Pelangi dengan bangga, membuat Rena yang mendengar itu langsung tercengang. Karena tidak menyangka, bahwa Kakak iparnya itu memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi.
"Iyaa iyaa, aku percaya sama kamu, cantik.." balas Bintang sambil mencubit pipi dan hidung Pelangi dengan gemas.
"Mmmmm,, jadi pengen gitu juga.." seru Rena yang melihat Bintang dan Pelangi bersikap hangat dan mesra di depannya.
"Yaa udah sana gih, ajak Awan main.." sahut Pelangi yang kini menggandeng tangan Bintang dengan manja.
"Memang ajak main apa, Kak..?" tanya Rena yang merasa bingung dengan perkataan Pelangi padanya.
"Yaa main tatih tayang, tiyum-tiyuman terus eyuk-eyukan. Benarkan Biyang..?! Hehehee.." seru Pelangi sambil menatap Bintang dengan tatapan penuh cinta.
"Kakak apaan sih, seperti anak kecil aja ngomongnya.." seru Rena yang kini bangkit dari tempat duduknya dan memilih untuk pergi, dari pada harus melihat adegan mesra antara Bintang dan Pelangi.
"Tuh lihat, Rena jadi ngambek kan. Kamu harus bisa jaga sikap El, jangan berbicara tentang masalah yang bersifat pribadi di depan banyak orang.." ujar Bintang mengingatkan.
"Hehee,,iyaa Biyang maaf, habis kadang aku gak sadar dan keceplosan.." sahut Pelangi yang kadang merasa bersalah atas sikap cerobohnya itu.
"Mulai sekarang kamu harus belajar menjaga omongan yaa, El.."
__ADS_1
"Iyaa Biyang, kamu jangan lelah buat tegur dan ingatkan aku yaa.. Aku pengen bisa jadi lebih baik dan terbaik untuk kamu.." ucap Pelangi dengan senyuman manisnya.
"Iyaa sayang, terimakasih yaa.." balas Bintang yang langsung merangkul tubuh Pelangi.
🐝
🐝
Di sebuah kamar yang berukuran cukup besar, terlihat Pelangi dan Bintang yang sejak tadi sedang asyik mengobrol dan bercanda. Kini keduanya menginap di rumah Melati, sedangkan Melati sendiri menginap di rumah Nury. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah Pelangi rencanakan, agar Rena dan Awan tetap bisa menginap di rumah Ibunya.
"Jadi ini rencana yang kamu sama Rena omongin tadi siang, El..?" tanya Bintang pada Pelangi, yang Ia akui memang sangat pintar dan memiliki ide-ide cemerlang untuk mewujudkan keinginannya selama ini.
"Iyaa Biyang, jadi sekarang kita bisa berduaan deh.." sahut Pelangi sambil mempererat pelukannya pada tubuh Bintang.
"Kamu memang pinter banget El, aku semakin saaaayang banget sama kamu..!" seru Bintang seraya mengecup kening Pelangi.
"Iyaa dong Biyang, harus pinter. Kalau aku gak pinter, pasti kamu gak suka dan gak mau sama aku,hee.." ujar Pelangi dengan tertawa kecil.
"Tapi El, apa Mamii tau kalau ini semua rencana kamu..?" tanya Bintang.
"Mungkin gak tau Biyang, karena tadi yang ngomong sama Mamii kan Rena. Tapi kalau Ibu mungkin tau.." jelas Pelangi yang bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju lemari pakaian.
Tidak lama kemudian, Pelangi telah selesai mengenakan baju tidurnya yang terlihat agak transparan dan seksi. Membuat Bintang yang melihatnya pun menjadi tergoda, hingga menatapnya tanpa mengedipkan mata.
"Bintang pasti suka dan tergoda, lihat aku berpakaian seksi seperti ini,hee.. Kali ini harus sukses..!" ucap Pelangi dalam hati dengan tersenyum penuh arti.
"Apa kamu sengaja mau buat aku tergoda..?" tanya Bintang yang mendekati Pelangi, lalu melingkarkan tangan pada pinggangnya.
Bintang yang merasa tertantang pun langsung melakukan sentuhan-sentuhan lembut dengan jemarinya, sembari mencium dan ******* bibir Pelangi yang membuatnya ingin berlama-lama merasakannya. Pelangi yang terlihat sangat menikmati sentuhan dari Bintang, hanya pasrah dan menunggu permainan selanjutnya. Karena saat ini, Ia merasa tubuhnya semakin panas terbakar api gairah.
"Sayang,, ayo lakukan sekarang apapun yang kamu mau, aku pasti akan sangat menikmatinya.." ucap Pelangi yang sudah tidak sabar lagi ingin merasakan sesuatu yang belum pernah Ia rasakan selama ini.
Bintang pun hanya tersenyum, lalu mengangkat tubuh Pelangi dan membawanya ke atas tempat tidur. Tidak menunggu lama, Bintang melucuti satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Pelangi tanpa tersisa satu helai pun.
"Jangan lihatin aku terus Biyang, aku malu.." ucap Pelangi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, karena sejak tadi Bintang terus saja memandangi dirinya dari atas rambut sampai ujung kaki.
"Gak apa-apa Sayang, aku kan lagi lihat pemandangan yang sangat indah.." goda Bintang yang membuat Pelangi semakin merasa malu.
"Ihh,, Biyang..! Kamu nakal banget sih, aku malu tau..!" seru Pelangi.
"Semakin kamu malu, aku semakin suka Sayang.." sahut Bintang yang kini telah berada di atas tubuh Pelangi, lalu menatap wajah Pelangi dan tersenyum.
"Matiin lampu dulu yaa, Biyang.. Biar aku gak terlalu merasa malu seperti ini.." pinta Pelangi dengan raut wajah yang memerah.
"Gak usah di matiin, nanti aku gak bisa lihat kecantikan dan keindahan yang ada pada diri kamu, Sayang.."
Ucap Bintang seraya mengecup kening Pelangi, kedua pipi dan berakhir di bibirnya. Setelah cukup lama, Bintang pun menyusuri leher jenjang milik Pelangi. Lalu menyusup ke belahan dada, dan menikmati gundukan daging kenyal yang membuat Bintang tidak tahan untuk segera menyesapnya.
"Terus Sayang.." seru Pelangi dengan desahannya yang semakin menjadi-jadi, membuat Bintang semakin bersemangat untuk menikmati setiap lekuk tubuh Pelangi yang terlihat bersih, putih dan mulus itu.
__ADS_1
Hingga permainan Bintang pun berakhir di bagian paling sensitif milik Pelangi, di bawah sana Bintang bermain dengan sangat lama. Hingga membuat Pelangi mendapatkan pelepasannya berulang kali, karena setiap permainan dan sentuhan dari Bintang memberikan sensasi yang berbeda pada tubuh Pelangi.
"Udah Sayang, cukup.. Aku udah gak kuat, lemes banget.." ucap Pelangi sambil menahan gerakan Bintang yang ada di bawah sana.
Bintang yang mendengar itupun langsung menghentikan kegiatannya, lalu menghampiri Pelangi dan duduk di sebelahnya. Ia mengusap wajah Pelangi yang tampak berkeringat dan mengecup keningnya dengan sangat lembut.
"Terimakasih yaa Sayang, aku sayang banget sama kamu, El.." ucap Bintang sambil merangkul tubuh Pelangi yang kini tertutup dengan selimut.
"Aku lebih lebih dan lebih sayang banget sama kamu, Biyang.. Terimakasih juga yaa Biyang, aku benar-benar bahagia banget malam ini. Ternyata kamu hebat dan kuat,hee.." bisik Pelangi di telinga Bintang, yang membuat Bintang langsung tertawa kecil.
"Ohh iyaa Sayaang,, apa ada yang sakit atau lecet gitu..?" tanya Bintang yang merasa cemas kalau sentuhannya pada tubuh Pelangi sampai menyakitinya, hingga Ia pun mulai memeriksa bagian tubuh Pelangi yang tadi Ia nikmati.
Pelangi yang melihat Bintang bersikap seperti itu, membuat Ia merasa terharu. Karena Ia bisa merasakan, bagaimana Bintang sangat menyayanginya dan tidak ingin menyakiti tubuhnya meski saat sedang bercinta sekalipun.
"Gak ada yang sakit kok Biyang, karena aku merasakan setiap sentuhan dari kamu itu sangat lembut, penuh cinta dan kasih sayang bukan sekedar nafsu semata.." ujar Pelangi sambil tersenyum dan memeluk Bintang dengan erat.
"Syukurlah kalau gitu Sayang, karena aku melakukannya dengan hati dan gak mau buat kamu sakit.." sahut Bintang.
"Cuma sakit sedikit aja Biyang, habis itu enak dan nikxxx banget,hehee.." seru Pelangi yang membuat keduanya tertawa terkekeh-kekeh.
"Sebentar yaa Sayang, aku ambil air minum dan cemilan dulu. Kamu pasti capek, habis kerja keras sama aku,hee.." ucap Bintang yang bangkit dari tempat tidur, lalu mengambil air minum dan cemilan yang sebelumnya telah Ia sediakan untuk mereka berdua.
"Iyaa Biyang, aku memang haus dan laper juga. Kamu ngerti banget sih Biyang, apa karena udah pengalaman yaa..?!" seru Pelangi.
"Ini pengalaman pertama aku sama kamu, El.." balas Bintang. "Sini minum dulu..!" perintah Bintang sambil memegangi gelas air minumnya.
"Kamu bohong aja, Biyang.. Pasti sama yang--"
"Udah nih makan dulu, jangan ngomong yang aneh-aneh.." potong Bintang sambil menyuapi Pelangi makanan ringan.
"Biyang,, apa sama yang sebelumnya kamu juga bersikap seperti ini ke mereka..?" tanya Pelangi tiba-tiba, karena Ia merasa tidak rela kalau ada perempuan lain yang juga merasakan perhatian dan kasih sayang dari Bintang yang begitu besar.
"Yang pasti sekarang cuma kamu yang ada di hati aku, dan tempat aku mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang. Kamu makan yang banyak yaa, habis itu kita main lagi.." ujar Bintang.
"Memang main apa lagi, Biyang?!"
"Main kuda-kudaan,hee.." jawab Bintang yang langsung memeluk erat tubuh Pelangi yang masih polos tanpa busana.
"Ihh,, Biyang..! Aku kan masih lemas, tunggu beberapa jam lagi yaa.." ucap Pelangi.
"Sini Sayang,, aku kasih kekuatan.." ucap Bintang yang kembali mengecup bibir Pelangi dengan lembut, namun semakin lama semakin menuntut untuk sesuatu yang lebih. Membuat Pelangi pun terhanyut dan terbawa arus gairah, yang kini tidak bisa terbendung lagi.
Malam itu, menjadi malam yang sangat panjang bagi keduanya dalam menikmati indahnya cinta. Terbukti dari setiap suara yang terdengar, memenuhi seisi ruangan. Meski Pelangi berucap lelah, namun sentuhan Bintang mampu membuat gairahnya bangkit kembali. Hingga akhirnya Ia menyerah dengan rasa lelah dan kantuk yang datang.
"Met bobok yaa cintaa, I Love You cantikku Sayaang.." ucap Bintang sambil mengecup lembut kening Pelangi.
"I Love You too, Bintang Sayang.." balas Pelangi dengan mata yang sudah tertutup, Bintang lalu memeluk erat Pelangi dari belakang sambil sesekali Ia menciumi tengkuk leher milik Pelangi.
"Sayang,, udahh.. Geli.." ucap Pelangi yang tidak lama setelah itu tertidur dengan pulas, di ikuti oleh Bintang yang masih memeluknya dengan erat...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠