Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Makan Malam


__ADS_3

Pelangi yang baru saja pulang dari toko yang lainnya, kini telah tiba di toko tempat Bintang bekerja. Dengan wajah yang terlihat datar dan sikapnya yang dingin, Pelangi masuk ke dalam dan duduk di kursi yang biasa Ia duduki. Bagas yang melihatnya pun segera menghampiri, berbeda dengan Bintang yang tetap diam dan tidak peduli dengan kedatangan Pelangi.


"Kak Pelangi udah datang, gimana di toko yang lain lancar kan, Kak..?" tanya Bagas.


"Lancar kok, di sini gimana..?" ucap Pelangi yang balik bertanya.


"Pasti lancar dong Kak, aman deh semuanya,hee.." jawab Bagas sambil tersenyum.


"Yaa udah siap-siap pulang, udah sore.." seru Pelangi sambil melihat jam tangan yang Ia kenakan.


"Iyaa Kak, siap laksanakan..!" sahut Bagas yang kini langsung menghampiri Bintang.


"Ayo Kak Bintang, kita beres-beres habis itu pulang.." ucap Bagas pada Bintang yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun sibuk membereskan barang-barang, lalu bersiap-siap untuk pulang. Pelangi yang sejak tadi sudah berada di dalam mobil, menunggu Bagas yang masih terlihat mengobrol dengan Bintang.


"Ayo pulang Bagas..! Aku tinggal nih.." seru Pelangi dengan raut wajah yang kesal.


"Iyaa Kak, tunggu..!" sahut Bagas sambil berpamitan pada Bintang yang baru saja menyalakan sepeda motornya.


"Hati-hati di jalan yaa Kak Bintang, kalau jatuh langsung telepon aku yaa nanti aku bangunin,hehee.." seru Bagas dengan tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya pada Bintang.


"Dasar nih anak satu, genit banget sih jadi orang..!" seru Pelangi saat mendengar ucapan Bagas barusan.


"Bilang aja Kak Pelangi iri kan, karena gak ada yang deketin.." ucap Bagas.


"Enak aja kalau ngomong, yang deketin aku tuh banyak banget tau..! Saking banyaknya, aku sampai bingung buat milihnya.." bohong Pelangi yang tidak ingin di ejek oleh Bagas.


"Masa sih Kak, kok aku gak pernah lihat Kak Pelangi jalan bareng sama cowok mana pun..?" tanya Bagas yang tidak mau percaya begitu saja dengan ucapan Pelangi.


"Yaa masa aku harus laporan dulu sih, kalau mau jalan sama cowok.." sahut Pelangi yang tidak mau kalah.


"Iyaa deh, aku percaya. Terus kenapa Kak Pelangi masih jomblo sampai sekarang..? Apa karena Kakak nungguin aku yaa,hehee.." ucap Bagas sambil tertawa kecil.


Pletak..


Mendengar ucapan Bagas itupun, Pelangi langsung menjitak kepalanya. Hingga membuat Bagas langsung merasa kesakitan, dan mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.


"Sakit tau Kak, padahal aku kan cuma bercanda.." ujar Bagas.


"Tapi bercanda kamu gak lucu, bukannya buat ketawa. Yang ada malah buat orang kesel tau..!" seru Pelangi.


"Iyaa iyaa Kak, maafin Bagas.." ucap Bagas.


Dan tidak butuh waktu lama, kini Pelangi dan Bagas pun telah tiba di rumah. Pelangi yang merasakan gerah, langsung masuk ke kamarnya untuk mandi. Sedangkan Bagas bergegas pulang ke rumahnya, yang tidak jauh dari rumah Pelangi.


"Kamu udah pulang Bagas, buruan mandi dulu sana.." seru Ira pada putranya.


"Iyaa Bu, sebentar lagi. Aku masih capek, mau istirahat dulu.." ujar Bagas.


"Memang sibuk banget yaa hari ini, Gas..?" tanya Ira lagi.


"Lumayan sih Bu, cuma itu Kak Pelangi akhir-akhir ini ngomel-ngomel mulu.." jelas Bagas.


"Ohh, mungkin ada pekerjaan kamu yang kurang beres, atau mungkin Kak Pelangi sedang banyak pikiran. Kamu maklumi aja yaa, Gas.." ujar Ibunya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iyaa Bu, gak apa-apa kok. Mungkin efek dari jomblo kali yaa,hehee.." sahut Bagas sambil tertawa kecil.


"Hustt,, gak boleh ngomong gitu, gak baik. Kamu ini Bagas,mmmh.. Yaa udah, sekarang kamu mandi sana..! Ibu mau ke rumah Bu Melati dulu, masih ada yang mau di kerjain.." ujar Ira yang berjalan meninggalkan Bagas yang kini juga bergegas untuk mandi.


🌠


🌠


"Ohh iyaa Kak, nanti malam kamu jemput Bintang dan Ibunya untuk datang ke rumah yaa, Mamii mau ajak mereka makan malam bersama kita.." ucap Melati pada Pelangi yang sedang duduk berbincang-bincang dengan Awan.


"Biar Awan aja yang jemput yaa, Mii.." seru Awan dengan semangat.


"Biar Kakak kamu yang jemput, Wan.." sahut Melati.


"Yaa udah kalau gitu, aku ikut Kak Pelangi jemput.." ucap Awan.


"Gak usah, biar Kakak sendiri aja.." balas Pelangi.


"Yaa udah deh kalau gak boleh,mmmh.." sahut Awan yang merasa kesal karena tidak di izinkan oleh Ibu dan Kakaknya.


"Memang ada acara apa sih, Mii..? Kok tumben Mamii ngajak Bintang dan Ibunya makan malam bareng kita.." tanya Pelangi yang merasa penasaran.


"Tidak ada acara apa-apa Kak, Mamii cuma mau meluangkan banyak waktu untuk ngobrol dengan Ibunya Bintang.." ujar Melati.


"Ohh, kirain aku ada apa, Mii.." balas Pelangi.


"Yaa sudah kalau begitu, Mamii mau ke dapur dulu. Mau bantuin Bik Ira menyiapkan semuanya.." ucap Melati yang berjalan menuju ke dapur.


"Oh iyaa Wan, gimana hubungan kamu sama pacar kamu itu..?" tanya Pelangi pada adiknya.


"Baik Kak, kapan-kapan deh aku bawa ke rumah biar Kakak dan Mamii bisa kenalan sama dia.." ujar Awan.


"Terus Kakak kapan..?" tanya Awan.


"Kapan apanya, Wan..?" sahut Pelangi yang balik bertanya pada Awan.


"Kapan Kakak punya pacar juga..? Betah banget jomblo lama-lama, apa perlu aku bantu cariin pacar buat Kakak,hehee.." ujar Awan sambil tertawa kecil.


"Gak perlu, Kakak bisa cari sendiri. Lagi pula Kakak juga belum mau pacaran, yaa udah kalau gitu Kakak mau siap-siap dulu.." seru Pelangi yang sengaja menghindar dari Awan, karena tidak ingin membahas masalah pacar atau percintaan.


Pelangi yang sudah tiba di rumah Bintang, kini sedang duduk bersama Ibu sambil berbincang-bincang. Namun tidak lama kemudian, mereka pun berangkat menuju ke rumah Pelangi. Dan sesampainya di sana, Bintang dan Ibunya langsung di sambut oleh Melati dan juga Awan.


Melati pun mempersilahkan mereka masuk, dan mengajaknya untuk segera makan malam bersama. Selama makan malam itu berlangsung, Pelangi dan Bintang hanya terdiam. Berbeda dengan Awan dan Ibu mereka yang menyantap makanannya, sambil asyik mengobrol.


"Akhirnya kita bisa punya banyak waktu untuk cerita-cerita yaa, Mel.." ucap Nury pada teman sekolahnya itu.


"Iyaa Nury, selama ini aku sibuk dengan toko dan perkebunan. Tapi untunglah sekarang ada Pelangi yang mengurus semua toko, dan juga Awan yang mengurus perkebunan.." ujar Melati.


"Iyaa Mel, kita yang sudah tua ini sudah waktunya beristirahat dan menikmati hidup dengan tenang.." sahut Nury.


Pelangi yang melihat Ibunya dan Ibu Bintang asyik berbincang, memilih untuk mencari tempat lain untuk berbincang-bincang bersama Bintang dan Awan. Namun Awan terus saja mengajak Bintang ngobrol, seolah-olah menganggap dirinya tidak ada.


"Ayo Bin, kita ngobrol di kamar aja.." seru Pelangi sambil menarik tangan Bintang.


"Aku ikut, Kak..!" ucap Awan yang juga masih ingin bergabung bersama Bintang dan Kakaknya.

__ADS_1


"Kamu jangan ikut, Kakak sama Bintang mau ngobrol masalah cewek. Jadi kamu di sini aja.." sahut Pelangi yang kembali menarik tangan Bintang, lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar.


"Yaahh,, aku sendiri deh,mmmh.." ucap Awan sembari menarik nafasnya.


Sementara itu di dalam kamar, Pelangi hanya duduk diam sambil menatap Bintang yang juga menatapnya. Pelangi yang tadinya merasa kesal dan ingin marah pada Bintang, karena Bintang asyik mengobrol dengan Awan kini bingung harus berkata apa.


"Kok diem aja..? Tadi katanya mau ngobrol tentang masalah cewek.." ucap Bintang yang memulai pembicaraan.


"Gak jadi.." jawab Pelangi.


"Yaa udah kalau gak jadi, aku mau keluar aja.." sahut Bintang yang ingin bangkit dari tempat tidur, namun gerakannya terhenti saat Pelangi menarik lengannya.


"Jangan pergi.." pinta Pelangi pada Bintang.


"Memang kenapa..?" tanya Bintang.


"Emmm,,gak kenapa-kenapa, yaa udah kalau kamu pergi.." ucap Pelangi yang kini melepaskan tangannya dari lengan Bintang.


"Kamu kenapa..?" tanya Bintang sambil menatap Pelangi dengan intens.


"Aku gak kenapa-kenapa kok, memang kenapa..?" sahut Pelangi yang balik bertanya.


"Aku tau berapa minggu ini kamu sengaja menghindar dari aku, kamu sengaja bersikap acuh dan dingin sama aku.." ujar Bintang.


"Gak kok, itu cuma perasaan kamu aja.." balas Pelangi yang kini terlihat jadi salah tingkah karena di tatap oleh Bintang.


"Jadi kamu tetap gak mau ngomong kenapa..?" tanya Bintang lagi yang kini mendekatkan wajahnya pada wajah Pelangi.


"Gak ada yang mau aku omongin.." sahut Pelangi seraya mendongakkan kepalanya, lalu membalas tatapan mata Bintang.


Degg..


Kini Pelangi merasakan jantungnya berdegup dengan kencang, namun Ia tetap berusaha untuk bersikap biasa saja. Begitu juga dengan Bintang, yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kok dia gak merem yaa..? Biasanya kan kalau aku deketin langsung merem.." tanya Bintang hanya dalam hati.


"Tapi aku mau kamu ngomong, apa alasan kamu menghindar dari aku.." seru Bintang.


"Kenapa aku harus ngomong, sedangkan kamu udah tau alasannya kenapa.." sahut Pelangi.


"Kenapa..?!" tanya Bintang.


"Karena aku gak mau, apa yang aku rasain ke kamu itu semakin dalam.." jawab Pelangi.


"Terus berhasil..?" tanya Bintang sambil masih menatap Pelangi.


"Aku gak tau, yang aku tau justru hati aku semakin merasa tersiksa.." sahut Pelangi.


"Kalau tersiksa, jangan seperti itu lagi.." ucap Bintang pada Pelangi.


"Maksud kaa--" belum sempat Pelangi melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Bintang menyentuh pipi Pelangi dan mengelusnya dengan lembut.


Pelangi yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Bintang, hanya bisa terdiam sambil merasakan detak jantungnya yang semakin kencang.


"Aku harus merem gak yaa, kalau Bintang gak cium aku gimana..?" tanya Pelangi dalam hati, sambil menunggu apa yang selanjutnya akan Bintang lakukan padanya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2