Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Kembali Bersama


__ADS_3

"Begitulah ceritanya teman-teman, kenapa dan gimana pernikahan aku akhirnya batal.." ujar Pelangi yang baru saja selesai menceritakan tentang acara pernikahannya dengan Reon yang gagal, namun itu tidak membuatnya merasa sedih sama sekali. Justru Ia sangat bahagia, karena kini bisa di pastikan bahwa hubungannya dengan Bintang akan kembali baik-baik saja seperti semula.


"Wahh,, keren kamu Pelangi, rencana kamu memang hebat..! Tapi kenapa kamu gak ngasih tau Bintang soal rencana itu..?" tanya Anya yang membuat semua orang juga jadi bertanya-tanya, terutama Bintang.


"Aku sengaja gak mau ngasih tau Bintang soal rencana itu, dan aku juga ngelarang Ibu dan Kak Tya untuk memberitahunya. Karena aku pengen tau, gimana reaksi Bintang dan apa yang akan dia lakukan. Ehh,, ternyata Bintang malah pergi keluar kota ninggalin aku,mmmh.." Pelangi yang memasang raut wajah yang sedih, menatap Bintang yang sepertinya jadi merasa bersalah karena ucapannya itu.


"Aku gak ninggalin kamu kok, aku cuma mau menenangkan hati dan pikiran aja. Iyaa kan teman-teman..?!" seru Bintang yang berharap teman-temannya akan membela dirinya.


"Iyaa memang benar itu El, walaupun udah di sini juga Bintang tetap aja nangis terus. Pagi, siang dan malam ingat kamu aja,hehee.." ujar Anya yang sengaja meledek Bintang.


"Gak seperti itu juga kali Nya, kamu nih ngapain pakai ngomong seperti itu segala sih,hadehh..!" sahut Bintang yang merasa malu sendiri mendengar penuturan dari Anya, namun lain halnya dengan Pelangi yang justru tersenyum senang.


"Udah Bin, akui aja. Kita semua gak apa-apa kok, gak bakal ngetawain kamu juga.." ucap Nindy yang ikut menimpali, membuat semuanya tertawa terkekeh-kekeh. Saat mengingat bagaimana keadaan Bintang waktu masih baru-baru tiba di kost-an Anya, Ia memang sering kali menangis dan melamun. Membuat teman-temannya sempat kewalahan untuk menghiburnya, namun untung saja tidak sampai membuatnya sakit karena merasakan sedih.


"Yaa udah teman-teman, aku mau balik lagi ke hotel dulu. Aku nginep di sana aja sama Bintang.." seru Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu merapikan dirinya.


"Wihhh,, sepertinya ada yang mau ehemm ehemm malam ini,hahaa.." balas Anya menggoda Pelangi dan Bintang.


"Kamu ngomong apaan sih Nya, mesum aja pikirannya..!" sahut Bintang seraya menyenggol lengan Anya yang masih tertawa kecil.


"Aku dan Sandra juga mau pulang dulu yaa teman-teman.." ucap Sarah pada semuanya, lalu mengajak Sandra untuk keluar dari kost-an dan menuju mobilnya, sedangkan Bintang dan Pelangi masih menunggu taksi online untuk menjemput keduanya menuju hotel.


Dalam perjalanan pulang, Sarah dan Sandra terlihat hanya diam. Mereka tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing, sesekali Sandra melirik ke arah Sarah yang hanya fokus menyetir mobilnya.


"Kamu cemburu yaa sama Pelangi..?" tanya Sandra pada Sarah yang sejak tadi bersikap berbeda, tidak terlihat seperti biasanya.


"Aku gak cemburu.." jawab Sarah singkat dengan tetap menatap ke arah depan, karena Ia sama sekali tidak ingin membahas tentang apa yang di rasakannya saat ini.

__ADS_1


"Jangan bohong, aku tau kok kalau kamu cemburu,mmmh.." ucap Sandra yang selama ini sebenarnya tahu, bahwa Sarah masih mencintai Bintang. Hanya saja Ia tetap bersikap seolah tidak tahu, dan menganggap bahwa itu hanya masa lalu yang tidak akan pernah terulang kembali.


"Aku gak mau membahas soal itu, karena aku tau ujung-ujungnya kita pasti bakal berantem.." ujar Sarah sambil menarik nafasnya, Ia juga tidak tahu kenapa perasaannya pada Bintang sulit untuk di hilangkan meski sudah bertahun-tahun berlalu. Padahal Ia tahu jelas bahwa dirinya dan Bintang telah sama-sama memiliki pasangan, namun tetap saja tidak bisa membuat perasaan itu menghilang.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini..? Apa aku gak ada artinya buat kamu..? Sampai kamu gak bisa melupakan cinta di masa lalu.." ucap Sandra yang mencoba mengungkapkan apa yang Ia rasakan selama ini, Ia berpikir bahwa selama ini Sarah belum bisa sepenuhnya mencintai dirinya.


"Maafin aku, aku juga gak mau seperti ini. Tolong jangan bahas masalah ini sekarang.." pinta Sarah yang tidak ingin kalau dirinya sampai hilang kendali, dan akhirnya akan lebih menyakiti Sandra dengan perkataannya.


🐝


🐝


Di tempat yang lain, Bintang dan Pelangi baru saja tiba di sebuah kamar hotel. Pelangi pun segera merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, di ikuti oleh Bintang yang ikut serta berbaring di sampingnya.


"Akhirnya tinggal kita berdua sekarang, aku kangen banget sama kamu, Biyang..!" seru Pelangi yang langsung memeluk erat tubuh Bintang.


"Tapi kamu jahat Biyang, di sini enak-enakan pergi jalan-jalan berduaan sama Sarah. Pantes aja kamu betah, dan gak ada ngubungin aku sama sekali.." rengek Pelangi yang kembali merasa kesal saat mengingat cerita Anya yang mengatakan, bahwa Bintang sedang berjalan-jalan ke pantai bersama Sarah.


"Iyaa aku memang salah, karena sejak tiba di sini aku gak ada ngabarin kamu. Tapi aku gak enak-enakan kok, justru aku ingat terus sama kamu, El.." ujar Bintang yang tidak ingin Pelangi salah paham padanya.


"Ingat aku terus, tapi malah jalan-jalan sama mantan,mmmh.."


"Cuma jalan-jalan El, gak ngapa-ngapain kok. Jangan marah lagi yaa.." bujuk Bintang.


"Aku gak marah kok..!" sahut Pelangi dengan ketus sembari memalingkan wajahnya, Ia tidak ingin Bintang melihat dirinya yang saat ini sedang cemburu.


"Ohh, gak marah, tapi cemburu yaa,hee.." balas Bintang sambil tersenyum.

__ADS_1


"Udah tau, pakai tanya segala lagi. Dasar ngeselin..!" seru Pelangi sambil mendorong tubuh Bintang dengan keras, hingga membuat Bintang jatuh dari tempat tidur.


"Sebagai hukumannya, kamu tidur di bawah aja..! Walaupun aku kangen banget sama kamu, tapi aku juga masih kesal..!" ujar Pelangi sambil melemparkan bantal serta selimut ke arah Bintang.


"Iyaa sayang, gak apa-apa kok aku tidur di bawah yang penting sekamar sama kamu,hee.. Terimakasih yaa kamu udah cemburu, itu artinya kamu sayang sama aku, El.." ucap Bintang yang membuat raut wajah Pelangi seketika itu memerah karena malu.


"Udah deh Biyang, sekarang kamu tidur. Jangan banyak gombal dan ngomong yang manis-manis lagi. Nanti aku kan bisa luluh,mmmh.." Pelangi pun langsung membalikkan badannya membelakangi Bintang, Ia tidak ingin Bintang lebih banyak berkata-kata padanya yang bisa membuat hatinya luluh dan berharap sesuatu yang lebih.


"Ohh iyaa yaa, nanti kalau sampai kamu berpikir yang mesum kan bahaya.." sahut Bintang yang segera membaringkan tubuhnya, lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya.


"Biyang..!! Kamu ngomong apa barusan..?!" tanya Pelangi yang mendekat pada Bintang.


"Gak ngomong apa-apa kok, cuma bilang met bobok dan mimpi indah Pelangi ku sayang,hehee.." ujar Bintang.


"Tapi perasaan tadi gak seperti itu, Biyang.." sahut Pelangi sambil menarik nafasnya, lalu berusaha untuk memejamkan mata.


Setelah memejamkan mata cukup lama, Pelangi belum juga bisa tidur. Lalu Ia turun dari tempat tidur dan menghampiri Bintang yang sedang berada di bawah, dengan selimut yang masih menutupi wajahnya.


"Nih orang ngapain pakai selimut sampai kepala segala.." ucap Pelangi sembari menarik selimut yang di gunakan oleh Bintang dengan perlahan.


"Ohh iyaa, Bintang kan gak bisa tidur kalau lampu di nyalain.." gumam Pelangi dalam hati, Ia pun segera mematikan lampu dan kembali duduk di samping Bintang. Lalu merebahkan tubuhnya dan mendekap tubuh Bintang dengan erat, hingga akhirnya membuatnya terpejam dan tertidur dengan nyaman.


Bintang yang saat itu sebenarnya belum tidur, hanya tersenyum dalam diam. Perlahan Ia pun membuka mata, lalu mengecup kening Pelangi dengan lembut. Bintang dengan hati-hati mengangkat tubuh Pelangi, dan membaringkannya di atas tempat tidur. Keduanya pun kini terlelap dalam pelukan hangat, dan melewati malam yang berlalu dengan begitu cepat...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2