Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Tamu Dari Masa Lalu


__ADS_3

Setelah acara makan malam bersama selesai, kini Bintang dan Ibunya pun berpamitan untuk pulang. Pelangi yang awalnya berniat ingin ikut bersama, di larang oleh Bintang dan Ibunya. Hingga akhirnya, Pelangi tetap berada di rumah.


"Kamu kenapa El, sekarang jadi bersikap seperti itu..? Mamii kan jadi malu di depan Tante Nury dan juga Bintang, kamu anak perempuan harusnya bisa lebih menjaga harga diri.." seru Melati yang meluapkan amarahnya yang sejak tadi Ia tahan, karena saat ini hanya ada dirinya dan Pelangi yang berada di ruangan itu.


"Iyaa Mii, aku minta maaf. Aku juga gak tau kenapa aku jadi seperti ini, rasanya pengen dekat dan bersama Bintang terus gitu.." sahut Pelangi yang Ia sendiri tidak mengerti dengan perubahan yang terjadi pada dirinya, terlebih sejak saat Melati telah menyetujui hubungannya dengan Bintang. Apa yang di rasakannya pada Bintang semakin menggebu-gebu.


"Yaa sudah kalau begitu, mungkin kamu harus secepatnya tinggal bersama Bintang.. Biar pikiran kamu itu bisa kembali normal seperti awal,mmmh.." tegas Melati yang tidak ingin berlama-lama merasa pusing, karena melihat sikap Pelangi yang semakin aneh itu.


"Kok Mamii gak bilang dari tadi sih..?! Yaa udah kalau gitu Mii, sekarang juga aku mau siap-siap.." balas Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah kamar.


"Ehh, tunggu dulu, El..! Memang kamu mau siap-siap buat apa..?" tanya Melati dengan perasaan yang kembali tidak enak.


"Yaa siap-siap buat tinggal sama Bintang, Mii.. Kan tadi Mamii sendiri yang bilang, kalau aku harus secepatnya tinggal di rumah Bintang.." sahut Pelangi.


"Tapi tidak harus malam ini juga, El.. Yaa ampun anak ini, benar-benar membuatku pusing dan kesal saja..!" seru Melati sembari memijit keningnya.


"Terus kapan dong, Mii..?"


"Besok saja El, tapi kamu harus bilang dulu sama Tante Nury dan Bintang.. Yaa sudah, Mamii mau masuk kamar dulu.." ujar Melati sambil melangkah pergi.


"Iyaa deh Mii.." sahut Pelangi yang merasa sangat senang, dan tidak sabar menunggu hari esok.


Sementara di tempat yang lain, Bintang dan Ibunya yang baru saja tiba di rumah kini memilih untuk segera beristirahat di kamar. Namun saat Bintang hendak masuk ke dalam kamar, Ibu memanggil dirinya.


"Bintang.."


"Iyaa Bu, ada apa..?" tanya Bintang seraya menoleh ke arah Ibunya yang masih berdiri tidak jauh dari kamarnya.


"Apa kamu yakin, ingin tetap bersama Pelangi..?" tanya Ibu.


"Iyaa Bu, Bintang yakin. Kenapa Ibu tanya seperti itu..?" sahut Bintang yang balik bertanya pada Ibunya.


"Tidak kenapa-kenapa Bin, Ibu hanya ingin memastikan saja dan tidak ingin kamu merasa ragu dengan pilihan yang sudah kamu ambil.." ujar Ibu. "Yaa sudah, sekarang kamu masuk ke kamar dan istirahat. Ibu juga mau masuk ke kamar.." ucap Ibu meninggalkan Bintang yang masih diam terpaku, memikirkan ucapan Ibunya.


🐝

__ADS_1


Keesokan paginya,


Pelangi yang telah selesai membereskan pakaian dan barang-barang miliknya. Kini segera menghubungi Bintang untuk memberitahu, bahwa hari ini Ia akan tinggal di sana. Namun Bintang memintanya untuk tidak terburu-buru, dan menunggu kabar darinya.


"Kok tumben gak semangat gitu, Kak..? Biasanya ceria dan semangat banget.." tanya Awan saat melihat Pelangi yang baru saja bergabung bersama mereka di meja makan, untuk menikmati sarapan.


Namun bukannya menjawab pertanyaan dari Awan, Pelangi justru sibuk menikmati roti bakar yang telah di siapkan oleh Bik Ira. Membuat Awan dan Rena pun merasa heran, begitu juga dengan Melati.


"Ada apa, El..? Apa terjadi masalah antara kamu dan Bintang..?" tanya Melati yang merasa penasaran, karena melihat Pelangi yang kini terlihat tidak ceria seperti sebelumnya.


"Gak ada masalah Mii, cuma Bintang--"


"Kenapa dengan Bintang, Kak..?" tanya Rena yang ikut penasaran.


"Dari tadi aku mau ke rumah Bintang untuk tinggal di sana, tapi Bintang bilang nanti aja. Karena katanya, dia mau membereskan kamarnya dulu.." jelas Pelangi dengan raut wajah yang cemberut.


"Yaa ampun, jadi hanya karena itu yang membuat Pelangi tidak bersemangat,mmmh.." gumam Melati dalam hati sembari menarik nafasnya, dan tidak ingin lagi bertanya apa-apa pada Pelangi yang akhirnya akan membuatnya kesal.


"Jadi cuma karena itu, Kak..?! Kirain ada apa tadi.." balas Awan yang kini melanjutkan menikmati makanannya.


🐝


🐝


"Itu kan--"


"Siapa Bin..? Kenapa tidak di buka pintunya..?" tanya Ibu yang sontak membuat Bintang merasa sangat terkejut.


"Ibu ngagetin Bintang aja,mmmh.." seru Bintang sambil mengusap dadanya.


"Lagi pula kamu, ada tamu bukannya di bukain pintu kok malah ngintip di situ.." sahut Ibu yang kini ikut mengintip dari balik jendela kaca.


"Siapa perempuan-perempuan itu, Bin..?" tanya Ibu pada Bintang.


"Mantan Bintang, Bu.." jawab Bintang.

__ADS_1


"Sebanyak itu..?!" tanya Ibu lagi dengan ekspresi wajah yang terkejut.


"Bu-bukan Bu, gak semuanya. Cuma satu aja kok.." sahut Bintang.


"Ohh, yaa sudah Bin, sekarang kamu buka pintunya.." perintah Ibu pada Bintang.


Terlihat ada tiga orang perempuan yang masuk ke dalam rumah, setelah bersalaman dan bertanya kabar. Kini se'orang wanita yang berstatus sebagai mantan Bintang itupun mulai berbicara, Ia mengatakan apa tujuannya datang menemui Bintang saat ini.


"Kedatangan aku ke sini sengaja untuk menemui kamu, Bin.. Aku mau minta maaf sama kamu, tolong maafin aku.." ucap wanita itu yang tidak lain adalah Yumie, wanita yang dulu pernah bersama Bintang dan mengkhianatinya.


"Sekarang aku udah dapat karmanya, usaha yang aku bangun selama ini mengalami kebangkrutan. Aku juga udah rujuk lagi sama mantan suami, tapi ternyata dia cuma mau mengambil harta dan anak aku aja. Dan sekarang dia ninggalin aku. Tolong maafin semua kesalahan aku yaa, Bin.." pinta Yumie seraya berlutut di depan Bintang.


"Jangan seperti ini, aku udah maafin kamu, Yumie.." sahut Bintang seraya menyuruh Yumie untuk bangkit dan kembali duduk.


"Terimakasih yaa, Bin.." balas Yumie yang kini merasa senang dan lega, karena sudah mendapatkan maaf dari Bintang.


"Aku juga minta maaf sama kamu, Bin.. Karena dulu aku sudah menjadi perusak hubungan kamu sama Yumie, aku sangat menyesal.." ucap Gemy yang kini meminta maaf pada Bintang, atas kesalahan yang dulu telah Ia perbuat.


"Iyaa Gemy, aku juga udah maafin kamu kok.." sahut Bintang sambil tersenyum.


"Akhirnya,, sekarang semua udah saling maaf memaafkan.." seru Mery yang saat itu juga ikut serta menemani Yumie dan Gemy untuk menemui Bintang.


"Iyaa Mer, aku gak nyangka kita bakal ketemu lagi.." sahut Bintang pada Mery, teman yang sudah lama tidak Ia temui.


"Iyaa Bin, kalau bukan karena Yumie dan Gemy yang minta untuk di temenin ke sini juga aku gak bakal ketemu kamu.." balas Mery.


"Yaa sudah, sekarang di minum dulu teh nya mumpung masih hangat.." seru Ibu yang sejak tadi hanya mendengar percakapan mereka semua.


"Iyaa Bu.." sahut semuanya sambil menikmati teh hangat buatan Ibu.


Kini semua orang pun kembali berbincang-bincang, dan tidak lama setelah itu Ibu menyuruh mereka untuk beristirahat di kamar Tya dan Nia yang sudah lama ini kosong. Dan tanpa Bintang sadari, Ia terlupa untuk mengabari Pelangi kapan harus datang ke rumahnya...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2