
Saat malam hari tiba, dan semua orang telah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Bintang dan Pelangi masih asyik berbincang-bincang, karena keduanya masih tidak percaya jika saat ini mereka berdua telah tinggal di satu atap yang sama. Kebahagiaan pun menyelimuti keduanya, hal ini terlihat dari senyuman yang selalu terukir pada bibir keduanya.
"Maaf yaa El, sekarang kamu tidur di kamar yang gak sebesar dan sebagus kamar kamu di rumah.." ucap Bintang seraya membelai rambut panjang Pelangi dengan lembut.
"Gak apa-apa kok Biyang, kamu gak perlu ngomong seperti itu. Mau gimanapun keadaan kamarnya, kalau tidurnya bareng sama kamu pasti aku senang dan nyaman.." sahut Pelangi yang mempererat pelukannya pada tubuh Bintang.
"Syukurlah kalau gitu El, aku takut kamu merasa gak nyaman dan gak betah tinggal di sini.." balas Bintang yang tahu, bahwa selama ini Pelangi selalu mendapatkan fasilitas yang terbaik dari Ibunya. Dan itu sempat membuatnya berpikir, bahwa Pelangi mungkin akan sulit beradaptasi dengan keadaan di rumahnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Pelangi bisa menerima semuanya dengan baik dan membuat Bintang akhirnya merasa lega.
"Kamu jangan mikir yang bukan-bukan yaa, Biyang.. Dimana pun aku tinggal, selama itu bersama kamu. Aku pasti akan merasa nyaman dan betah, karena aku sayang sama kamu dan ingin selalu bersama kamu, Biyang.." ujar Pelangi yang mencintai Bintang dengan tulus dan apa adanya.
"Terimakasih yaa El, aku juga sayang sama kamu.." sahut Bintang sembari mengecup lembut kening Pelangi, membuat Pelangi merasa begitu tenang dan nyaman bersamanya.
"Biyang,, kapan mantan dan teman-teman kamu itu akan pulang..? Mereka gak lama-lama kan berada di sini..?" tanya Pelangi yang merasa tidak nyaman dan tidak bebas saat ada orang lain di rumah itu, apa lagi mereka perempuan semua.
"Besok pagi juga mereka pulang kok El, lagi pula mereka juga gak bisa lama-lama di sini karena harus kembali bekerja.." jelas Bintang yang langsung membuat Pelangi merasa senang, karena Ia tidak mau kebersamaannya bersama Bintang sampai terganggu.
"Yaa udah El, ayo kita tidur. Sekarang udah larut malam, semua orang juga sepertinya udah pada tidur.." seru Bintang seraya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Tapi aku belum ngantuk Biyang, lagi pula ini kan malam pertama kita tidur bareng setelah hubungan kita mendapat persetujuan dari Mamii.. Memang kamu lupa dengan omongan kamu waktu itu..?" ucap Pelangi yang mengingatkan Bintang tentang apa yang dulu pernah Ia katakan pada Pelangi.
"Iyaa El, aku masih ingat kok. Memang kamu udah siap..?" sahut Bintang yang kini balik bertanya pada Pelangi, membuat wajah Pelangi tampak memerah karena merasa malu namun juga sangat ingin merasakan sesuatu yang belum pernah Ia rasakan selama ini.
"Iy-iyaa aku siap kok, Biyang..!" sahut Pelangi dengan tegas, tapi di dalam hati Ia merasa cemas menanti apa yang akan Bintang lakukan padanya. Karena saat ini Bintang sudah mulai beraksi, Ia perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Pelangi dan menyentuh lembut wajah Pelangi dengan tangannya. Semakin dekat, hingga akhirnya kedua bibir mereka pun bersentuhan dan saling ******* dengan lembut.
__ADS_1
Sementara itu, tangan Bintang mulai membuka kancing baju milik Pelangi hingga terbuka. Lalu menyentuh dan meremas dua gundukan kenyal yang masih tertutup rapat, Bintang pun segera melepas pengait bra yang Pelangi kenakan dan langsung menyesap nya dengan penuh gairah namun tetap lembut. Pelangi yang mendapat sentuhan lembut dari bibir Bintang, membuat Ia mendesah merasakan sensasi geli namun nikmxx.
"Terus Biyang, ahhhh.." lenguh Pelangi seraya meremas rambut Bintang yang ada di depannya.
Bintang yang masih belum puas, terus bermain di area sekitar itu. Namun kini tangannya telah berpindah ke arah bawah sana mencari sesuatu yang lebih membuatnya bergaixxx. Perlahan namun pasti, sebuah kain yang menutupi area sensitif itu kini akhirnya terlepas. Hanya menyisakan kain segitiga yang sepertinya juga akan terbuka, dan tanpa menunggu lama Bintang mulai memasukkan tangannya.
"Basah banget,hee.." goda Bintang pada Pelangi yang langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Yaa kan kamu yang buat basah, Biyang.." sahut Pelangi dengan malu-malu.
"Yaa udah kalau gitu, aku buat semakin basah yaa,hee.." balas Bintang yang langsung *******-***** bagian sensitif milik Pelangi, lalu memainkan jemarinya dengan sangat lembut.
Suara erangan penuh gairah pun kini semakin terdengar dan memenuhi ruangan di dalam kamar, Pelangi yang sangat menikmati setiap sentuhan dari Bintang hanya pasrah namun juga menginginkan sesuatu yang lebih dari itu. Namun tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari kamar sebelah.
"Ada apa, Mer..? Tadi aku dengar suara orang teriak.." tanya Bintang pada Mery.
"Itu si Yumie habis lihat kecoa tadi, ehh dia langsung teriak. Aku juga kaget banget.." jawab Mery, dan semua mata pun tertuju pada Yumie.
"Aku minta maaf yaa, gara-gara aku kalian jadi kebangun semua.." ucap Yumie yang merasa bersalah.
"Yaa udah gak apa-apa, lebih baik sekarang kita tidur lagi aja yaa.. Udah larut malam juga, mungkin kecoa nya udah pergi jauh.." ujar Bintang sambil mengajak Pelangi untuk keluar dari kamar yang di tempati oleh teman-temannya.
🐝
__ADS_1
"Ganggu aja sih, orang lagi sibuk main juga..!" seru Pelangi yang masih merasa kesal.
"Udah yaa El, jangan cemberut gitu. Kan masih bisa lain waktu, anggap aja yang tadi itu baru cicip sedikit,hee.." ujar Bintang yang berusaha menghibur Pelangi.
"Cicip sedikit, memang aku makanan..?!" seru Pelangi dengan nada kesal.
"Yaa kan sekarang kamu jadi menu makan malam aku.." sahut Bintang sembari mencium pipi Pelangi kiri dan kanan.
"Kamu nakal Biyang..!" seru Pelangi mencubit lengan Bintang. "Nanti aku pengen seperti yang tadi gimana coba..?!" tanya Pelangi menatap wajah Bintang.
"Yaa udah kalau gitu, kita tidur sekarang.." jawab Bintang sambil memeluk tubuh Pelangi dengan erat, lalu memejamkan matanya.
"Ihh,, Biyang..!"
"Besok lagi kita lanjutkan yaa cantiikk..! Gak enak juga kalau ada orang lain di rumah, nanti kamu gak bebas mendesahnya,hee.." goda Bintang yang membuat Pelangi malu dan memilih mengikuti apa yang di katakan oleh Bintang untuk segera tidur.
"Tapi besok gak boleh gagal lagi yaa, Biyang.. Gak enak tau setengah-setengah,mmmh.." gerutu Pelangi.
"Siap cantik..! Besok kita sukseskan permainannya yaa.." sahut Bintang sembari mengecup kening Pelangi. "Met bobok yaa sayang.." ucap Bintang sambil tersenyum menatap wajah Pelangi yang membuat hatinya terasa sangat hangat dan nyaman...
Bersambung...
🙏😊 A59🌠
__ADS_1