Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Teman Ngobrol


__ADS_3

Sudah beberapa minggu berlalu, Bintang merasa senang dan nyaman bisa bekerja di toko milik keluarga Pelangi. Begitu juga dengan Pelangi, yang menurutnya Bintang bisa di percaya dan di andalkan dalam bekerja. Namun komunikasi di antara mereka masih belum begitu lancar, di karenakan sikap Bintang yang terkesan acuh dan pendiam.


Namun hal ini tak lantas membuat Pelangi kehabisan akal atau bosan, Ia terus mencoba untuk mengajak Bintang berbicara. Meski terkadang tak banyak yang di respon oleh Bintang, Ia berpikir mungkin memang Bintang se'orang yang pendiam.


"Oh yaa Bin, kamu udah punya pacar belum..?" tanya Pelangi di sela kesibukan mereka.


"Iyaa udah.." jawab Bintang.


"Ohh, jadi udah punya pacar, terus orang mana pacarnya..?" tanya Pelangi lagi.


"Orang sawah.." balas Bintang sambil menahan tawa.


"Aku serius tau..!" seru Pelangi yang kini terlihat manyun mendengar ucapan Bintang.


"Orang jauh.." ucap Bintang singkat.


"Oh gitu, memang jauh dimana..?" tanya Pelangi penasaran.


"Jauh di mata dekat di hati.." sahut Bintang ketus, seraya tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Kamu ini yaa, di tanya serius juga.." seru Pelangi sambil mencubit perut Bintang.


"Auww,, sakit tau..!" rengek Bintang sambil melepaskan cubitan Pelangi.


"Siapa suruh buat aku kesal..!" balas Pelangi yang tak mau di salahkan.


"Lagian tanya udah seperti wartawan aja.." ucap Bintang.


"Yaa udah sana kerja lagi, males aku jadinya. Jawab serius kek, atau tanya aku balik kek atau apa gitu. Ini gak, udah jawabnya singkat padat dan gak serius lagi.." ujar Pelangi yang mulai mengomel.


Bintang yang mendengar omelan Pelangi hanya diam, tanpa menanggapinya. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya, dan membiarkan Pelangi terus saja mengomel tentang sesuatu yang menurutnya tidak jelas.


"Aneh banget sih tuh cewek, ngomel-ngomel sendiri. Salahku dimana coba,mmmh.." gumam Bintang dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Saat jam istirahat dan makan siang, seperti biasanya Pelangi pulang ke rumah dan meninggalkan Bintang sendiri di toko. Namun tak berapa lama, Ia pun segera kembali.


"Sekarang kamu makan dulu yaa, nih aku udah bawain makanan buat kamu. Tadi Bik Ira masak, kamu pasti suka.." ucap Pelangi sembari memberikan kotak makanan pada Bintang.


"Iyaa, terimakasih.." sahut Bintang sambil berjalan menuju ruang istirahat yang telah tersedia di toko.


"Cuma gitu doang,hmmm.." celetuk Pelangi yang merasa agak kesal, karena sejak Bintang bekerja Ia jarang sekali menanggapi perkataan Pelangi dengan berbicara panjang lebar.

__ADS_1


"Kak..! Bengong aja sih.." seru Awan yang setengah berteriak, membuat Pelangi terkejut bukan main.


"Ehh,, dasar nih anak, nongol tiba-tiba. Bikin kaget aja, untung Kakak gak punya sakit jantung, hadeeeeuh.." sahut Pelangi seraya mengelus dadanya.


"Yaa lagian Kakak ngapain pakai bengong segala, pasti mikirin mantan yaa,hehee.." ucap Awan asal.


"Enak aja, ngapain juga Kakak mikirin mantan. Gak penting banget.." balas Pelangi.


"Ohh iyaa, terus ngapain kamu ke sini..? Tumben banget, biasanya kan malas banget tuh kalau di suruh ke toko.." tanya Pelangi yang menatap wajah Awan dengan curiga.


"Yaa cuma pengen aja sih, Kak.. Sekalian gitu,hee.." jawab Awan dengan tersenyum tipis.


"Sekalian apaan coba..?" selidik Pelangi.


"Sekalian kenalan sama karyawan baru Kakak,hee.. Mana orangnya..? Kok gak ada kelihatan dari tadi.." ujar Awan sambil melihat ke sekeliling, namun tidak melihat adanya Bintang.


"Ohh, pantesan aja, Bintang lagi makan siang, tuh di belakang.." sahut Pelangi.


"Yaa udah kalau gitu, aku tungguin aja dulu.." ucap Awan yang merasa penasaran dengan sosok Bintang yang bekerja bersama Kakaknya.


Dan tak lama kemudian, yang di tunggu pun telah keluar dari ruang istirahat. Ia berjalan menghampiri Pelangi dan juga Awan yang duduk di sebelahnya.


"Oh iyaa Bin, kenalin ini-"


"Aku Awan, adiknya Kak Pelangi yang paling ganteng di perumahan sini,hee.." ucap Awan yang langsung memperkenalkan dirinya pada Bintang.


"Ohh, aku Bintang.." balas Bintang sambil membalas uluran tangan dari Awan dan segera melepaskannya.


"Aku mau lanjut kerja lagi yaa.." ucap Bintang sambil berjalan ke arah depan, lalu merapikan barang-barang yang ada di rak toko.


"Ehh, tapi aku masih..." sahut Awan yang tidak meneruskan perkataannya, karena melihat Bintang yang sudah tidak mempedulikannya.


"Cuek banget, tapi baguslah. Karena semakin cuek, semakin seru,hehee.." ucap Awan yang kini sedang memperhatikan Bintang yang terlihat tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"Seru-seru, memang apanya yang seru..?! Jangan bilang kalau mau kamu deketin, dia itu udah punya pacar.." ujar Pelangi memperingatkan adiknya, agar tidak mendekati Bintang.


"Gak apa-apa Kak, justru itu lebih menantang.." sahut Awan dengan seringai tipisnya.


"Apanya yang menantang, yang ada juga nanti kamu bakal sakit hati.." balas Pelangi.


"Kita lihat aja nanti Kak, dia pasti akan tertarik sama aku. Siapa sih cewek yang bisa nolak se'orang Awan, yang ganteng, keren, udah gitu mem-"

__ADS_1


"Udah berhenti, gak usah di teruskan. Kakak mual dengernya, mending sekarang kamu pergi deh. Kamu berisik aja di sini, sana buruan pergi.." seru Pelangi, seraya mendorong tubuh Awan.


"Kakak gak asyik ihh, aku belum selesai ngomong juga. Tapi memang benaran aku ganteng, keren, mempesona kan, Kak.." ucap Awan yang akhirnya pergi meninggalkan Pelangi dan Bintang yang sejak tadi melihatnya.


~*************~


Bintang yang sedang istirahat di dalam kamar, kini bergegas keluar kamarnya. Setelah Ibu memanggilnya, karena ada sese'orang yang datang untuk menemuinya.


"Siapa sih Bu yang datang..?" tanya Bintang pada Ibunya.


Namun belum sempat Ibu menjawabnya, terdengar suara se'orang wanita yang menyapa Bintang.


"Hai Bin, maaf yaa datang gak bilang-bilang dulu,hee.." ucap wanita itu sambil tersenyum menatap Bintang.


"Kamu..! Ngapain kamu ke sini, ada yang penting kah..?" tanya Bintang dengan raut wajah yang agak terkejut, karena sese'orang yang datang menemuinya ternyata adalah Pelangi.


"Gak ada yang penting sih, cuma pengen main aja sekalian ngobrol gitu.." sahut Pelangi.


"Yaa udah Nak Pelangi, kalau gitu Ibu tinggal dulu yaa.. Kalian ngobrol aja dulu, Ibu mau masuk ke kamar.." ucap Ibu sambil tersenyum.


"Oh iyaa Bu, silahkan.." balas Pelangi.


"Memang mau ngobrol apa sih..?" tanya Bintang.


"Yaa apa aja gitu, aku bosan di rumah terus. Pengen ada temen ngobrol gitu.." jawab Pelangi yang sebenarnya Ia sendiri juga tidak tau, kenapa memilih untuk datang ke rumah Bintang. Sedangkan Ia sendiri tau, bahwa Bintang itu menurutnya cuek dan tidak banyak bicara padanya.


"Ohh, yaa udah ngobrol aja. Aku dengerin.." balas Bintang sambil menarik nafasnya.


"Iyaa aku pikir-pikir dulu mau ngobrol apa,mmmm.. Memang kamu gak mau buatin minum gitu buat aku..?" tanya Pelangi dengan tersenyum.


"Ohh, yaa udah sebentar.." balas Bintang yang langsung berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Pelangi.


Tak butuh waktu lama, Bintang pun telah kembali dengan membawa segelas air teh hangat dan juga sepiring kue.


"Ini teh dan kuenya, silahkan di minum.." ucap Bintang pada Pelangi.


"Iyaa Bin, terimakasih yaa.." balas Pelangi.


"Sama-sama.." ucap Bintang.


"Kalau bukan karena bos tempat aku kerja, malas banget deh rasanya nemuin,mmmh.." gumam Bintang dalam hati, karena dari dulu Ia memang tidak suka menerima tamu...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2