Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Kecewa


__ADS_3

"Tapi kenapa Mel..? Bukannya sudah kita sepakati dari awal perjodohan anak kita, kenapa sekarang di batalkan..?" tanya Risma dengan nada kecewa, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Melati tentang perjodohan Pelangi dan Reon yang harus di batalkan.


"Aku minta maaf yaa Ris, tadi aku sudah menjelaskan semuanya. Aku harap kamu bisa mengerti, aku tidak bisa memaksa Pelangi untuk menerima perjodohan ini. Walaupun awalnya aku pikir dia akan setuju, tapi ternyata aku salah.." ujar Melati dengan raut wajah yang bersalah.


"Aku kecewa sama kamu, Mel.. Aku pikir semua bisa berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan kita,mmmh.. Yaa sudah kalau begitu, sepertinya tidak ada lagi yang harus di bicarakan. Aku mau pergi dulu, Mel.." ucap Risma yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu beranjak pergi meninggalkan Melati.


"Tunggu dulu, Risma..!" seru Melati pada Risma yang tetap saja melangkah pergi, tanpa menoleh dan menanggapi panggilan darinya.


Tdak lama setelah itu, Melati pun memutuskan untuk pergi dari cafe itu dan segera kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Ia langsung masuk ke dalam kamar tanpa menemui Awan dan Pelangi lebih dulu.


"Mamii kemana Wan, dari tadi sore kok gak kelihatan yaa..?" tanya Pelangi pada adiknya.


"Mungkin di kamar Kak, atau di rumah Bik Ira. Kakak cek aja sendiri.." sahut Awan yang terlihat sibuk dengan ponselnya, sambil sesekali tersenyum.


"Iyaa mungkin juga, terus kamu ngapain senyum-senyum sendiri gitu..?" tanya Pelangi yang sejak tadi melihat Awan asyik tersenyum sambil menatap ponsel yang Ia pegang.


"Ehh,, gak apa-apa kok Kak, lagi seneng aja,hee.." sahut Awan seraya tertawa kecil.


"Pasti ada hubungannya sama Rena, iyaa kan..? Ayo ngaku kamu..!" seru Pelangi sambil menatap tajam ke arah Awan.


"Nah itu Kakak tau.." balas Awan.


"Dasar kamu ini, kalau udah soal cewek aja dunia seolah milik sendiri.." ucap Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Kakak seperti gak pernah jatuh cinta aja sih..! Ohh iyaa, Kakak mau kemana..?" tanya Awan yang melihat Pelangi berjalan menuju pintu depan.


"Mau keluar jalan-jalan sebentar, nanti bilang ke Mamii yaa, Wan..!" seru Pelangi sambil tersenyum.


Pelangi pun segera melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah Bintang, karena meski setiap harinya bertemu di toko. Namum tetap saja, Pelangi masih ingin bertemu dengan Bintang di malam harinya. Hingga kadang membuat Bintang berpikir dan bertanya-tanya, mengapa Pelangi bisa seperti itu padanya.


"Udah lama nungguin yaa, Biyang..?" tanya Pelangi saat melihat Bintang yang sedang duduk di kursi teras.


"Gak lama kok, baru duduk juga. Yaa udah ayo kita jalan sekarang.." seru Bintang sambil berjalan menuju ke arah mobil.


"Gak pamit dulu sama Ibu..?" tanya Pelangi yang mengikuti langkah Bintang dari belakang.


"Gak usah, tadi aku udah ngomong kok sama Ibu. Lagi pula sekarang Ibu lagi istirahat di kamarnya.." ujar Bintang.


"Oh gitu, iyaa deh Biyang.." balas Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang.


"Kamu kenapa sih seharian ini senyum-senyum gitu terus..? Lagi stres yaa..?" tanya Bintang seraya meledeknya.


"Sembarangan kalau ngomong..!" seru Pelangi yang langsung mencubit pinggang Bintang.


"Auww,, sakit tauuu..! Lagian kamu sih, dari tadi siang aku tanya kenapa, tapi gak di jawab juga.." gerutu Bintang yang merasa kesal.

__ADS_1


"Sengaja, biar kamu penasaran,hehee.." sahut Pelangi sambil tertawa kecil, Ia memang suka sekali saat melihat Bintang yang merasa kesal karenanya.


"Yaa udah terserah, aku gak pengen tau lagi.." ucap Bintang.


"Jangan ngambek gitu dong Biyang, nanti manisnya hilang lho.. Terus kalau udah hilang, aku mau cari kemana coba.." ujar Pelangi pada Bintang yang hanya diam saja.


"Iyaa iyaa, nanti aku pasti cerita kok. Cuma yang pasti, aku ngerasa seneng banget dan lega.." ucap Pelangi dengan raut wajah bahagianya.


Tidak butuh waktu lama, kini mereka telah tiba di sebuah taman tempat yang biasa mereka datangi. Di sana Pelangi segera mengajak Bintang untuk duduk di salah satu kursi, yang berada tidak jauh dari tempat Ia memarkirkan mobilnya.


"Kamu tau gak Biyang, aku tuh seneeng banget..!" seru Pelangi sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bintang.


"Gak tau..!" balas Bintang.


"Kok jawabnya sewot gitu sih, Biyang..?" tanya Pelangi yang kini menatap Bintang yang terlihat kesal.


"Gak sewot kok, biasa aja.." ucap Bintang dengan senyum yang di paksakan.


"Terus kenapa kamu gak tanya, aku seneng karena apa..?" tanya Pelangi lagi.


"Yaa ampun,, dari tadi siang juga aku udah tanya. Tapi kamu jawabnya nanti malam aja ceritanya dan sekarang udah malam, tapi kamu belum cerita juga.." ujar Bintang mengingatkan Pelangi.


"Ohh iyaa, aku lupa sayang,hee.. Maaf yaa Biyang, yaa udah sekarang aku ceritain deh.." sahut Pelangi.


"Kok sekarang kamu yang senyum-senyum sih, Biyang..?" tanya Pelangi sambil menatap wajah Bintang.


"Aku seneng, karena kamu menolak perjodohan itu, El.." jawab Bintang jujur, dan kini Ia bisa bernafas lega karena masih bisa menjalin hubungan dengan Pelangi tanpa adanya orang lain.


"Iyaa Biyang, karena aku maunya cuma sama kamu. Aku gak mau memikirkan soal menikah, apa lagi dengan orang yang sama sekali gak aku kenal.." ucap Pelangi.


"Jadi maksudnya kalau sama orang yang kamu kenal, kamu mau menikah..?" tanya Bintang.


"Yaa gak gitu juga.." jawab Pelangi.


"Nah tadi kamu ngomongnya gitu kan,mmmh.." sahut Bintang yang tidak puas dengan jawaban dari Pelangi.


"Iyaa maaf, tapi bukan itu maksud ucapan aku tadi, Biyang.." balas Pelangi sambil menarik nafasnya.


"Gak apa-apa, yaa udah lupain aja. Ayo kita pulang, kasian Ibu sendirian di rumah.." ajak Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke tempat parkiran.


"Biyang..! Tunggu..! Baru juga duduk, udah mau pulang aja,mmmh.." gerutu Pelangi yang membuat orang-orang di sekitar mereka menoleh ke arah Pelangi.


"Kamu ini, ngapain sih teriak-teriak gitu. Di lihatin orang kan tuh.." seru Bintang yang langsung menghentikan langkahnya.


"Yaa habis kamu, main pergi gitu aja gak nungguin aku.." ucap Pelangi dengan raut wajah yang cemberut, lalu segera masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Bintang.

__ADS_1


🌠


🌠


Pelangi yang baru saja tiba di rumah, segera mencari keberadaan Ibu dan adiknya. Namun tidak menemukannya, meski telah menyusuri setiap ruang yang ada.


"Apa mungkin Mamii dan Awan udah pada tidur..?" tanya Pelangi dalam hati, lalu memilih untuk masuk ke dalam kamar. Namun tidak berselang lama, terdengar suara Awan yang memanggil namanya dengan di iringi ketukan pintu.


"Masuk aja, Wan..!" teriak Pelangi dari dalam kamar.


"Gimana mau masuk, pintunya Kakak kunci..!" sahut Awan dari luar kamar.


"Ohh iyaa, aku lupa.." gumam Pelangi dalam hati seraya tersenyum, lalu bangkit dari tempat tidurnya untuk membuka pintu kamarnya.


"Ngapain sih pakai di kunci segala Kak, biasa juga gak di kunci kan.." ucap Awan yang langsung berbaring di atas tempat tidur Pelangi.


"Karena Kakak mau istirahat aja di kamar terus tidur, tadi Kakak pikir kamu udah tidur atau pergi ngumpul bareng teman-teman gitu. Mamii juga gak ada di ruang tengah, mungkin udah tidur kali yaa, Wan..?" ujar Pelangi.


"Tadi aku lagi di kamar Mamii, karena kata Bik Ira dari sore Mamii gak ada keluar kamar. Aku kan takut Mamii kenapa-kenapa, jadi aku periksa ke kamarnya.." jelas Awan.


"Terus Mamii gak kenapa-kenapa kan..? Pantes Kakak juga gak ada lihat Mamii dari tadi.." sahut Pelangi.


"Mamii sepertinya kurang baik, Kak.." balas Awan.


"Maksud kamu kurang baik gimana, Wan..? Ngomong yang jelas dong, jangan bikin Kakak cemas.." ucap Pelangi.


"Tadi Mamii ada cerita Kak, kalau Tante Risma kecewa sama Mamii. Karena Mamii membatalkan perjodohan antara Kakak dan Kak Reon, mungkin Tante Risma gak bisa terima, Kak.." jelas Awan.


"Jadi maksud kamu, Mamii kepikiran gitu..?" tanya Pelangi yang mulai mengerti dengan ucapan Awan padanya.


"Yaa gitulah Kak, takutnya Mamii jadi sakit nanti karena kepikiran.." ucap Awan.


"Mmmm,, semoga aja Mamii gak kepikiran terus, besok deh Kakak ngomong sama Mamii. Kalau perlu Kakak juga ngomong dan jelasin ke Tante Risma, soal hati kok mau di paksa-paksa sih.." sahut Pelangi sambil menghela nafasnya dengan berat.


"Yaa udah Kak, aku mau ke kamar dulu. Kakak juga jangan ikut banyak pikiran, nanti pada sakit semua lagi. Lagian kenapa sih Kakak gak mau di jodohin sama Kak Reon..? Padahal kan Kak Reon itu ganteng, mapan dan baik.." tanya Awan penasaran.


"Udah sana keluar, anak kecil gak boleh tanya-tanya urusan orang dewasa.." sahut Pelangi seraya mendorong tubuh Awan untuk segera keluar dari kamarnya.


"Wahh,, Kakak parah nih, orang aku udah dewasa gini di bilang anak kecil,mmmh.." balas Awan yang kini telah berada di luar, dan Pelangi pun segera menutup pintu kamarnya.


"Apa aku udah buat Mamii kecewa banget yaa..? Maafin aku yaa, Mii.." ucap Pelangi dalam hati, seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mengambil ponsel yang masih ada di dalam tasnya, lalu menghubungi Bintang untuk meminta menemaninya tidur seperti malam-malam sebelumnya...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2