Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Mengatur Pertemuan


__ADS_3

Selesai menyantap hidangan makan malam, Melati mengajak anak-anaknya untuk berbincang-bincang di ruang keluarga. Dengan beberapa makanan ringan yang tersedia di atas meja, melengkapi obrolan mereka saat sedang bersantai sambil menonton televisi.


"Oh iyaa Kak, hari sabtu nanti kamu libur kerja yaa.." seru Melati tiba-tiba.


"Memang ada apa Mii, kok nyuruh Kakak buat libur..?" tanya Awan yang terlihat penasaran dengan ucapan Ibunya barusan.


"Karena Mamii mau mengundang Tante Risma dan juga anak-anaknya untuk makan malam bersama di rumah kita.." jelas Melati yang tersenyum dengan penuh semangat.


"Ohh,, jadi gitu yaa, kirain ada apa.." sahut Pelangi yang bersikap biasa saja.


"Wahh,, berarti ada Rena juga dong, Mii.." balas Awan sambil tersenyum senang.


"Memang Rena siapa..?" tanya Pelangi sambil menatap Awan dan juga Ibunya.


"Rena itu--"


"Calon adik ipar Kakak,hehehee.." potong Awan seraya tertawa terbahak-bahak.


"Beneran, Mii..? Kok aku bisa gak tau apa-apa.." tanya Pelangi pada Ibunya.


"Aku bercanda kok, Kak.." sahut Awan dengan tersipu malu.


"Benar juga tidak apa-apa Wan, Mamii setuju kok. Biar sekaligus dapat menantu dua,hee." ucap Melati yang tersenyum menatap Awan.


"Maksud Mamii apa sih, aku jadi bingung deh.." seru Pelangi sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Sebenarnya Mamii itu mau jo--" ucapan Awan pun terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Ibunya.


"Waktu itu Mamii kan sudah datang berkunjung ke rumah Tante Risma, dan sekarang Tante Risma yang ingin datang berkunjung ke rumah kita. Karena itu Mamii minta Kakak untuk libur kerja hari sabtu nanti, bantu Mamii dan Bik Ira siapkan semuanya.." ujar Melati yang belum ingin Pelangi tahu, apa niat sebenarnya Ia mengundang Risma untuk datang ke rumah.


"Ohh, jadi gitu yaa Mii, yaa udah gak apa-apa. Nanti aku libur, sekalian istirahat juga.." sahut Pelangi.


"Iyaa Kak, kamu jangan kerja terus. Harus mikir untuk masa depan juga, cari pacar atau calon suami.." ujar Melati keceplosan.


"Mamii apaan sih, kok jadi ngomongin itu. Yaa udah aku mau ke kamar, mau istirahat dulu, Mii.." ucap Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju ke arah kamar.


"Yahh,, Mamii keceplosan.." ucap Melati seraya menarik nafasnya.


"Mamii mau jodohin Kakak sama Kak Reon yaa..?" tanya Awan penasaran.


"Memang kenapa Wan, kamu setuju kan dengan rencana, Mamii..?" ucap Melati yang balik bertanya pada putranya.


"Awan sih setuju-setuju aja Mii, yang penting Mamii dan Kak Pelangi bahagia.." jawab Awan.


"Syukurlah kalau kamu setuju, Mamii harap Kakak kamu juga setuju. Karena Tante Risma itu teman baik Mamii, dan Mamii juga tahu bagaimana Tante Risma mendidik anak-anaknya selama ini.." ujar Melati.


"Iyaa Mii, semoga aja.." sahut Awan sambil tersenyum.


🌠


Esok harinya saat keadaan toko sedang sepi pembeli, Pelangi menghampiri Bintang yang sedang sibuk merapikan barang-barang yang terlihat agak berserakan.

__ADS_1


"Biyang,, kamu ngapain sih sok sibuk banget gitu, sini temenin aku ngobrol.." ucap Pelangi seraya menarik tangan Bintang untuk duduk di sampingnya.


"Sok sibuk gimana, kan memang aku lagi sibuk.." sahut Bintang.


"Tapi kamu harus lebih sibuk sama aku, Biyang..! Kan kamu pacar aku, bukan pacarnya barang-barang itu.." seru Pelangi sambil menunjuk ke arah barang-barang yang ada di atas rak.


"Kamu ini ada-ada aja, masa nyamain diri sendiri dengan barang-barang jualan, aneh.." ujar Bintang yang berusaha untuk menahan tawanya.


"Iyaalah aku aneh, kan ketularan kamu yang super aneh.." sahut Pelangi yang tidak mau kalah dari Bintang.


"Iyaa iyaa aku aneh, dan kamu lebih aneh lagi karena bisa-bisanya suka sama aku,hee.." ujar Bintang.


"Tapi kamu juga suka kan sama aku, Biyang..?" tanya Pelangi dengan tatapan menggodanya.


"Aku gak pernah suka sama kamu, El.." balas Bintang.


"Kok kamu ngomong gitu sih, Bin..? Jadi selama ini kamu cuma pura-pura aja sama aku..?" tanya Pelangi yang kini langsung terlihat sedih.


"Maafin aku yaa El, aku memang gak suka sama kamu. Tapi aku sayang sama kamu,hehehee.." ucap Bintang sambil mencium kening Pelangi.


"Mmmm,,kamu jahat..!" seru Pelangi sambil memukul lengan Bintang, lalu memeluknya dengan erat.


"Iyaa aku jahat, tapi kamu sayang kan kan kaaaannn.." goda Bintang sambil tersenyum menatap wajah cantik Pelangi.


"Sayang banget sama kamu, Bintang sayaang.." balas Pelangi yang masih berada di pelukan Bintang.


"Yaa udah, aku lanjut beresin barang-barang dulu. Tuh ada pembeli juga.." ucap Bintang sambil menunjuk ke arah pintu, yang terlihat ada pembeli akan masuk ke toko.


Kini telah tiba waktunya untuk pulang, Bintang yang telah selesai membereskan semuanya segera membantu Pelangi untuk mengunci pintu toko. Lalu Pelangi mengajak Bintang masuk ke dalam mobil lebih dulu, seperti yang biasa Ia lakukan.


"Oh yaa Biyang, hari sabtu nanti kita libur dulu yaa.." ucap Pelangi sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Bintang.


"Memang kenapa, kok libur..? Apa ada urusan atau acara di rumah..?" tanya Bintang.


"Gak ada sih, cuma Mamii mau ngundang temannya untuk makan malam di rumah. Jadi yaa aku di suruh bantuin gitu, sekalian istirahat juga.." jelas Pelangi.


"Ohh, iyaa deh gak apa-apa.." balas Bintang.


"Kamu pasti sedih dan berat hati yaa Biyang, karena bakal gak lihat aku nanti,hee.." ucap Pelangi dengan percaya dirinya.


"Yeee,, sok tau banget nih anak, aku biasa aja kok.." sahut Bintang sambil tersenyum.


"Kok biasa aja sih,mmmh.. Kalau aku pasti nanti kangen banget sama kamu, Bin.." seru Pelangi sambil mempererat pegangannya pada tangan Bintang.


"Nanti kan cuma sehari aja gak ketemunya, bukan bertahun-tahun.." balas Bintang.


"Iyaa memang cuma sehari, tapi buat aku sehari itu seperti setahun tau, Biyang..!" seru Pelangi.


"Mmmm,,yaa udah sabar aja, kan hari minggunya kita ketemu lagi.." sahut Bintang yang tidak menyangka, bahwa perasaan Pelangi akan sebegitu besar pada dirinya.


Setelah puas mengobrol dan memeluk Bintang, Pelangi pun membiarkan Bintang untuk pulang. Di ikuti oleh dirinya yang juga bergegas pulang ke rumah, sembari mendengarkan musik yang Ia sukai.

__ADS_1


🌠


🌠


Di kediaman Risma, Reon yang baru saja pulang dari kantor. Kini melangkahkan kakinya menuju ke kamar, lalu Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Risma terlihat sedang duduk santai sambil asyik dengan ponselnya, dan tidak lama kemudian Reon pun datang menghampirinya.


"Sini duduk Reon, Mamaa mau bicara sama kamu sebentar.." ucap Risma pada Reon yang saat ini telah duduk di sampingnya.


"Iyaa Maa, ada apa..?" tanya Reon.


"Hari sabtu nanti, kita akan datang ke rumah Tante Melati. Kamu bisa kan..? Tante Melati mengundang kita untuk makan malam bersama di rumahnya, sekaligus agar kamu juga bisa mengenal Pelangi dengan lebih dekat.." jelas Risma.


"Iyaa bisa kok Maa, Reon juga gak ada kesibukan lain.." sahut Reon.


"Baguslah kalau begitu, Mamaa senang mendengarnya. Jadi Mamaa tinggal bilang saja ke Tante Melati, kalau semua bisa berjalan sesuai rencana.." ujar Risma.


"Kalau gak ada yang mau Mamaa omongin lagi, Reon mau masuk ke kamar dulu yaa, Maa.. Reon capek, mau istirahat.." ucap Reon seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Kamu tidak makan dulu, Reon..?" tanya Risma.


"Tadi sebelum pulang kerja, Reon udah makan bareng sama teman-teman, Maa.." jawab Reon.


"Ohh,, yaa sudah kalau begitu, kamu istirahat dulu.." sahut Risma pada Reon yang berjalan meninggalkannya sendirian.


Saat telah berada di dalam kamar, Reon segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Putri, wanita yang sangat Ia cintai itu.


Putri: "Hallo, assalamu'alaikum, Mas.."


Reon: "Wa'alaikumsalam Putri, kamu masih belum tidur..?"


Putri: "Belum Mas, aku masih nungguin telepon dari kamu. Tadi kan Mas bilang mau telepon.."


Reon: "Iyaa Putri, Mas kangen. Maafn Mas yaa, malam ini Mas gak bisa pulang ke rumah.."


Putri: "Iyaa Mas, gak apa-apa kok. Aku bisa ngerti, tapi hari sabtu nanti Mas jadi kan mau ngajak jalan-jalan aku dan Bunga..?"


Reon: "Ohh itu, mungkin Mas ngajak jalan-jalannya hari minggu aja yaa.. Karena Mas harus nemenin Mamaa pergi ke rumah temannya, ada acara keluarga.."


Putri: "Ohh gitu yaa Mas, yaa udah gak apa-apa. Yang penting jalan-jalannya gak di batalin.."


Reon: "Pasti jadi dong, cuma ganti hari aja kok. Sekarang kamu tidur yaa, Mas juga mau tidur. Hari ini sibuk banget, banyak kerjaan kantor. Jadi capek banget, Putri.."


Putri: "Iyaa Mas, jaga kesehatannya yaa.. Jangan terlalu kecapekan kerja, aku gak mau Mas sampai jatuh sakit.."


Reon: "Iyaa Mas jaga kesehatan kok, kamu dan Bunga baik-baik di sana yaa.. Mas matiin dulu teleponnya, wassalamu'alaikum.."


Putri: "Iyaa Mas, wa'alaikumsalam.."


Setelah memutuskan sambungan telepon, Reon pun segera memejamkan matanya. Namun terasa sulit, saat Ia memikirkan tentang perjodohan yang akan di lakukan oleh Ibunya. Sedangkan Ia telah memiliki Putri, wanita yang selama ini telah mengisi hatinya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2