
"Kamu kenapa, El..? Dari tadi Mamii perhatikan kamu diam saja, apa kamu ada masalah atau sedang memikirkan sesuatu..?" tanya Melati sembari meneguk secangkir teh hangat buatan Bik Ira.
"Gak kenapa-kenapa kok Mii, gak mikir apa-apa juga. Cuma itu Mii, anu--"
"Cuma itu, anu apa El..? Kalau ngomong itu yang jelas, jangan sepotong-sepotong seperti itu.." ujar Melati yang kini mulai yakin bahwa putrinya itu memang ingin mengatakan sesuatu.
"Iyaa Mii, aku cuma mau tanya. Menurut pendapat Mamii, Bintang itu anaknya gimana..?" tanya Pelangi dengan hati-hati.
"Ohh, jadi dari tadi kamu mau tanya itu toh, kirain Mamii mau ngomong apa. Menurut Mamii yaa, Bintang itu anak yang baik, ramah dan sopan santun.." jawab Melati.
"Jadi gitu yaa Mii, terus kalau seandainya aku suka sama Bintang gimana, Mii..?" tanya Pelangi yang kini mulai merasa cemas dengan jawaban yang akan di berikan oleh Ibunya.
"Yaa tidak apa-apa, Mamii juga suka kok dengan Bintang. Siapapun pasti menyukainya, karena dia anak yang baik. Memang ada apa, El..?" ucap Melati yang kini balik bertanya.
"Gak kenapa-kenapa kok Mii, aku cuma mau tau jawaban Mamii aja.." sahut Pelangi yang menghela nafasnya dengan berat, karena ternyata Ibunya tidak berpikir bahwa rasa suka yang dirinya maksud adalah rasa suka ingin memiliki dan bersama.
"Kalau gitu Pelangi mau main ke rumah Bintang dulu yaa Mii, gak apa-apa kan Mamii di rumah sendiri..?" tanya Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Iyaa tidak apa-apa kok El, kamu hati-hati di jalan dan jangan pulang kemalaman.." seru Melati pada Pelangi.
"Okey Mii, siapp..!" balas Pelangi yang berlalu pergi untuk menemui kekasihnya.
"Anak itu kenapa yaa, dari kemarin pertanyaannya aneh-aneh saja,mmmh.. Tapi yaa sudahlah, yang penting Pelangi senang.." ucap Melati sambil lanjut menikmati minumannya.
🐝
Setelah kepergian Tya beserta putrinya, kini rumah kembali terasa sepi. Hanya ada Ibu dan juga Bintang, sedangkan Nia sekarang sudah jarang sekali pulang ke rumah. Karena Ia harus mengikuti suaminya yang bertugas di luar kota, selain jarak yang cukup jauh juga sibuknya pekerjaan yang tidak bisa di tinggal menjadi penyebabnya.
"Kak Tya dan Rahma udah pulang, rumah sekarang jadi sepi yaa, Bu.. Apa Ibu gak ada niat untuk menikah lagi..? Ibu kan masih muda dan masih terlihat cantik juga, pasti banyak laki-laki yang mau sama Ibu,hee.." ujar Bintang pada Ibunya, sembari tertawa kecil.
"Kamu ini memuji atau meledek Ibu sih, Bin..?! Ibu sudah tua dan keriput begini, di bilang masih muda dan cantik.." sahut Ibu.
"Tapi beneran lho Bu, kalau Ibu gak percaya coba aja tanya sama cermin.." seru Bintang yang sontak membuat Ibunya tertawa.
__ADS_1
"Kamu ini ada-ada saja Bin, itu sih cuma ada di dalam dongeng. Walaupun ada laki-laki yang mau sama Ibu, Ibu juga tidak mau. Karena Ibu sangat mencintai Ayah, dan akan tetap setia walaupun Ayah kamu sudah tiada.." ujar Ibu yang membuat Bintang saat itu juga merasa sedih.
"Maafin Bintang yaa Bu, tadi Bintang gak serius kok ngomong seperti itu. Bintang juga gak mau punya Ayah tiri.." ucap Bintang seraya memeluk erat tubuh Ibunya.
"Iyaa Bin tidak apa-apa, jangan sedih lagi yaa.." hibur Ibu sembari mengelus kepala Bintang dengan penuh kasih sayang.
Tokk,, tokkk..
"Itu seperti suara Pelangi, Bu.. Bintang bukain pintu dulu yaa.." ucap Bintang yang mendengar suara ketukan pintu dan suara Pelangi memanggil namanya.
"Iyaa Bintang, ajak Pelangi masuk ke dalam yaa.. Jangan ngobrol berduaan di luar.." sindir Ibu pada Bintang yang hanya tersenyum mendengar ucapan Ibunya.
"Ayo masuk El, kita ngobrol di dalam aja.." ajak Bintang, dan Pelangi pun segera masuk ke dalam rumah lalu menyalami Ibu.
"Ibu tinggal dulu yaa, kalian ngobrol aja berdua.." ucap Ibu sambil berjalan menuju ke arah kamar.
"Tunggu sebentar, Bu..! Ada yang pengen Pelangi tanyain.." seru Pelangi hingga membuat langkah Ibu terhenti, lalu kembali duduk bersama mereka berdua.
"Iyaa Pelangi, memang mau tanya apa..?
"Mamii kamu itu baik, dari dulu dia selalu berusaha untuk membuat orang-orang yang Ia sayangi bahagia.." jawab Ibu sambil mengingat bagaimana sosok Melati yang sejak dulu Ia kenal.
"Ohh, jadi gitu yaa Bu, terus apa lagi yang Ibu ketahui tentang Mamii..?" tanya Pelangi lagi.
"Mamii kamu juga orangnya sangat keras, tapi juga tidak tegaan.." ucap Ibu yang kini mulai penasaran dengan maksud Pelangi yang tiba-tiba bertanya tentang Ibunya.
"Maksudnya gimana yaa, Bu..?"
"Mamii kamu keras terhadap apa yang menjadi keinginannya, tapi dia juga tidak mau melihat orang lain sedih karena dirinya.." jelas Ibu.
"Oh jadi gitu, terus satu lagi nih, Bu.. Gimana sih cara yang tepat buat meluluhkan hati Mamii..? Ibu kan udah kenal lama banget tuh sama Mamii, pasti Ibu tau kan gimana caranya.." ucap Pelangi dengan penuh harap, membuat Ibu pun langsung terdiam sejenak.
"Caranya,mmmm.. Gunakan cara yang sama seperti yang Mamii lakukan untuk membuat kamu luluh, El.." jawab Ibu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Cara yang sama,mmmm.. Ohh iyaa, Pelangi sekarang ngerti. Terimakasih yaa Bu, kalau gitu Pelangi mau pulang dulu,hee.." seru Pelangi sambil tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya.
"Kok buru-buru banget sih, El.. Kan baru aja sampai,mmmh.." ucap Bintang.
"Besok juga kamu masih bisa ketemu lagi sama Pelangi, Bin.. Ada yang masih kangen berat nih sepertinya.." ujar Ibu yang sengaja menggoda Bintang.
"Benar kata Ibu, besok aku ke sini lagi kok. Aku pulang yaa.."
Setelah berpamitan, Pelangi pun bergegas untuk pulang. Ia ingin segera menemui Ibunya, dan menyampaikan apa yang sejak kemarin ingin Ia katakan. Sesampainya di rumah, Pelangi lalu mencari keberadaan Ibunya yang saat itu ternyata ada di dalam kamar.
"Kamu sudah pulang, El..? Tumben tidak langsung masuk ke kamar, malah masuk ke kamar Mamii.." ucap Melati menatap Pelangi yang terlihat gugup.
"Aku pasti bisa..! Semoga berhasil..!" gumam Pelangi dalam hati, seraya menarik nafasnya.
"Iyaa Mii, soalnya ada yang mau Pelangi omongin sama Mamii.." ucap Pelangi dengan hati yang berdebar-debar.
"Ohh begitu, memang kamu mau ngomong apa, El..?"
"Tapi Mamii belum mau tidur kan..?!" tanya Pelangi yang ingin memastikan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan isi hatinya pada Ibunya.
"Mamii masih belum ngantuk kok, yaa sudah kamu mau ngomong apa..? Mamii jadi penasaran nih.." sahut Melati.
"Aku mau ngomong sama Mamii,mmmm.." Pelangi menarik nafasnya dengan dalam, dan memberanikan dirinya. "Sebenarnya selama ini aku mencintai sese'orang Mii, dan aku juga menjalin hubungan dengannya.." ucap Pelangi yang kini merasa dadanya sangat sesak.
"Kamu serius, El..? Kenapa baru sekarang kamu ngomong ke Mamii..? Terus siapa orang yang beruntung, yang bisa mendapatkan cinta kamu itu..? Mamii mau tau.." ujar Melati yang terlihat sangat bersemangat untuk mengetahui, siapa orang yang di cintai oleh putri semata wayangnya itu.
"Kalau aku bilang ke Mamii siapa orangnya, apa Mamii akan merestui hubungan aku sama dia, Mii..?" tanya Pelangi yang sangat berharap Ibunya akan merestui hubungannya.
"Sudah pasti Mamii akan merestui hubungan kalian berdua, sekarang bilang ke Mamii siapa dia, El..?" tanya Melati yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Pelangi.
Untuk ke sekian kalinya Pelangi menarik nafasnya dengan dalam, kali ini Ia merasa benar-benar sangat gugup dan tegang. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang, dan keringat dingin juga mulai bercucuran dari tubuhnya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠