
"Ayo buruan Wan, Kakak udah laper banget nih.." seru Pelangi pada Awan yang baru saja datang membawakannya makanan dan minuman.
"Iyaa Kak, sabar dulu sebentar. Nih makanan yang Kakak pesan, sama cemilan dan minumannya.." sahut Awan yang hampir seminggu ini menyiapkan makanan dan minuman untuk Pelangi secara diam-diam, sedangkan Rena di tugaskan untuk mengawasi dari luar kamar.
"Memang Mamii pergi kemana, Wan..? Ke rumah Bik Ira yaa..?" tanya Pelangi sambil menikmati makanannya dengan semangat.
"Awan juga kurang tau Kak, karena Mamii pergi agak terburu-buru tadi. Mungkin ada janji ketemu dengan sese'orang.." ucap Awan menerka-nerka.
"Apa mungkin Mamii ketemu sama Bintang..? Atau sama Ibunya yaa, Wan..? Kakak jadi cemas nih.." seru Pelangi yang langsung menghentikan kegiatan makannya.
"Yaa udah Kak, coba aja Kakak hubungi Bintang sekarang.." sahut Awan pada Pelangi yang segera mengambil ponselnya, lalu menghubungi Bintang dan bertanya tentang Ibunya.
"Aman Wan, kemungkinan Mamii ketemu sama Ibunya Bintang. Pasti Mamii lagi curhat.." ucap Pelangi sambil memikirkan tentang apa yang sedang di bicarakan oleh Melati dan Nury.
"Ohh, mungkin Mamii lagi ngomongin soal Kakak sama Bintang, terus Kakak mau sampai kapan pura-pura mogok makan..? Kasian Mamii tau Kak, jadi sedih gitu.." ujar Awan.
"Sampai Mamii setuju dan menerima hubungan Kakak sama Bintang, Kakak gak mau setengah-setengah dalam memperjuangkan apa yang Kakak inginkan.." sahut Pelangi yang percaya, bahwa pada akhirnya nanti Ibunya akan menyetujui hubungannya dengan Bintang.
"Kak Pelangi memang keras kepala,mmmh.. Gak kasian yaa sama Mamii..?" tanya Awan yang sudah beberapa hari ini melihat Ibunya tampak bersedih, hingga membuat hatinya tidak tega. Namun di sisi lain, Ia juga ingin Kakaknya mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang di sayang.
"Kakak gak keras kepala, tapi Kakak lagi berusaha keras memperjuangkan cinta dan kebahagiaan Kakak. Memang salah yaa, Wan..?" tanya Pelangi dengan raut wajah yang di tekuk.
"Gak salah sih Kak, cuma--"
"Udah yaa Wan, pokoknya kamu dan Rena harus bantuin Kakak sampai rencana Kakak berhasil.." seru Pelangi pada Awan yang hanya terdiam, lalu menganggukkan kepalanya.
"Tapi Awan masih gak habis pikir Kak, kok bisa Kakak dan Bintang punya hubungan..? Pantesan aja dulu Bintang nolak aku, jadi karena dia sukanya sama perempuan.." ucap Awan.
"Yaa namanya juga cinta Wan, bisa tumbuh di hati siapa aja dan kadang gak memandang apapun. Jangan kan kamu, Kakak sendiri aja juga heran. Kenapa Kakak bisa mencintai Bintang dengan begitu besarnya, ternyata benar yaa kalau cinta itu memang aneh, Wan.." ujar Pelangi.
"Bukan cintanya yang aneh, tapi Kakak yang aneh. Tapi yaa udahlah gak apa-apa, yang penting Kakak bahagia.." balas Awan yang lebih memilih untuk mendukung keinginan Kakaknya, dari pada harus melihat Kakaknya itu bersedih.
__ADS_1
"Kakak udah selesai makannya, sekarang buruan kamu bawa keluar. Tapi kamu harus hati-hati, jangan sampai Bik Ira lihat.." perintah Pelangi pada adiknya.
"Iyaa iyaa Kak, tenang aja.." sahut Awan yang mengambil piring dan bungkusan bekas makanan, lalu segera membawanya keluar dari kamar.
"Ehh, tunggu Wan..!" seru Pelangi saat melihat Awan yang akan membuka pintu kamarnya.
"Apa lagi Kak..?"
"Tolong kamu sampaikan ke Rena, jangan lupa untuk mencari cara agar Ibunya mau menerima Om Hilman yaa, Wan.." ucap Pelangi mengingatkan.
"Ohh, iyaa Kak nanti aku bilang ke Rena, aku keluar dulu Kak nanti takutnya Mamii keburu pulang.." sahut Awan yang bergegas keluar dari kamar.
Setelah kepergian Awan, Pelangi segera memasukkan semua cemilan dan minuman yang tadi di belikan oleh Awan untuknya ke dalam lemari pakaian.
🐝
"Mamii belum pulang, Sayang..?" tanya Awan pada Rena yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Ya udah kalau gitu, ayo kita makan. Aku udah laper nih.." ajak Awan sambil menggenggam tangan Rena yang tersenyum malu padanya.
Kini keduanya mulai menikmati makan siangnya, yang sejak tadi telah di siapkan oleh Bik Ira di meja makan.
"Bibik mau nganterin makanan buat Non Pelangi dulu yaa, Mas Awan.." seru Bik Ira pada Awan yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Non Pelangi, ini Bik Ira nganterin makanan buat Non.. Ayo di makan dulu, sudah siang Non.." ucap Bik Ira yang menatap Pelangi terbaring dengan selimut menutup tubuhnya.
"Aku gak laper Bik, bawa aja lagi makanannya ke dapur. Aku mau istirahat aja.." balas Pelangi dengan suara lirih.
"Tapi Non harus makan, itu Non udah lemes banget seperti itu.." sahut Bik Ira, namun tidak mendapat jawaban lagi dari Pelangi. Hingga membuat Bik Ira pun memilih untuk segera keluar dari kamar dan meninggalkan nampan yang berisi makanan dan minuman.
🐝
__ADS_1
🐝
Melati yang baru saja tiba di rumah, kini menghampiri Awan dan Rena yang sedang mengobrol di ruang keluarga bersama Bik Ira.
"Apa Pelangi sudah mau makan, Bik..?" tanya Melati pada Bik Ira.
"Belum mau Bu, tadi udah Bibik bujuk tapi Non Pelangi tetap gak mau makan. Bibik jadi sedih lihatnya.." ucap Bik Ira.
"Pastilah gak mau makan, Kak Pelangi kan udah kenyang.." ucap Awan dalam hati sembari menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
"Mmmh,, anak itu benar-benar keras kepala sekali.." sahut Melati yang kini berjalan menuju ke kamar Pelangi untuk melihat bagaimana keadaannya.
"Tolong jangan seperti ini terus yaa, Sayang.. Mamii jadi sedih, Pelangi makan yaa, Nak.." bujuk Melati sembari membelai rambutnya.
"Pelangi mau tidur, Mii.." balas Pelangi sambil menarik selimutnya hingga menutupi kepala. Mendengar itu, Melati pun hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
"Yaa sudah kalau begitu, Mamii keluar dulu. Kamu istirahat yaa.." ucap Melati yang berjalan menuju pintu, lalu memalingkan wajahnya ke arah sebuah meja. Di sana Ia melihat sepiring nasi yang masih lengkap dengan lauk dan sayur, beserta segelas air putih di sampingnya yang semuanya masih terlihat utuh.
"Gimana Mii, apa Kak Pelangi udah mau makan..?" tanya Awan saat melihat Melati baru saja keluar dari dalam kamar Pelangi.
"Kakak kamu belum juga mau makan Wan, Mamii bingung. Mamii tidak mau kalau sampai Kak Pelangi harus di infus.." ujar Melati yang tertunduk sedih.
"Apa Mamii gak mau menerima hubungan antara Kak Pelangi dan Bintang..?" tanya Awan pada Melati yang kemarin sudah menceritakan semua padanya.
"Apa tidak ada cara yang lain, untuk bisa membuat Kakak kamu kembali seperti sediakala, Wan..?" tanya Melati.
"Gak ada cara lain Mii, cuma itu caranya. Mamii tau sendiri kan gimana Kak Pelangi, sebelum mendapatkan apa yang di mau Kakak akan seperti itu terus, Mii.." ujar Awan pada Melati yang kini hanya diam, sambil memikirkan apa yang baru saja Awan katakan.
"Nury menyarankan seperti itu, Awan juga sama. Apa mungkin aku harus menerima hubungan Pelangi dan Bintang yaa..?" tanya Melati dalam hati...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠