
"Kamu masih marah sama aku yaa, Bin..?" tanya Pelangi pada Bintang yang sejak tadi pagi banyak diam dan juga mengacuhkannya.
"Hmmm.." Bintang hanya berdeham sambil terus melakukan pekerjaannya.
"Iyaa aku memang salah, tapi aku kan udah minta maaf. Masa iyaa kamu gak mau maafin aku sih, Bin.." ucap Pelangi seraya memasang raut wajah sedih.
Bintang tetap saja diam dan tidak menanggapi perkataan Pelangi, Ia merasa marah dan kesal. Bisa-bisanya Pelangi mengawasi dan mencari tahu tentang kebenaran, soal Ia punya pacar atau tidak dan se'orang lesxx atau tidak.
Pelangi terus saja mengikuti Bintang, sambil membantu Bintang melakukan pekerjaannya. Hingga Bintang pun merasa risih, dan semakin kesal.
"Kamu gak bisa duduk diam aja di sana..?!" seru Bintang seraya menatap ke arah meja kasir, tempat dimana Pelangi biasa banyak menghabiskan waktunya.
"Gak bisa, kalau kamu masih marah sama aku.." sahut Pelangi pada Bintang yang hanya menghela nafasnya dengan berat, lalu menatap Pelangi.
"Aku maafin, puas..?! Sekarang lebih baik kamu jauh-jauh dari aku, kamu buat aku risih tau gak.." ucap Bintang.
"Iyaa iyaa, aku gak ngikutin kamu terus. Terimakasih yaa udah maafin aku, Bin.." sahut Pelangi seraya tersenyum senang, karena sudah mendapatkan maaf dari Bintang.
"Sama-sama.." balas Bintang singkat padat.
Meski sudah memaafkan Pelangi, namun Bintang masih saja tidak banyak bicara pada Pelangi. Sikapnya masih dingin dan acuh, tapi Pelangi bisa memaklumi itu. Karena Ia percaya, nanti lama-lama Bintang pasti akan kembali bersikap seperti biasanya.
"Aku pulang dulu.." seru Bintang pada Pelangi, sambil menyalakan sepeda motornya.
"Iyaa Bin, kamu hati-hati yaa.. Sampai ketemu besok,hee.." sahut Pelangi seraya melambaikan tangannya, saat melihat Bintang sudah melajukan motornya, tak lama setelah itu Pelangi juga bergegas pulang.
"Kamu sudah pulang, El..?" tanya Melati saat melihat Pelangi baru saja masuk ke dalam rumah.
"Iyaa Mii.." jawab Pelangi yang kini langsung duduk di sofa dekat Ibunya.
"Kamu mandi dulu sana, setelah itu istirahat. Jangan suka mandi magrib, tidak baik buat kesehatan.." ujar Melati yang sudah tahu betul kebiasaan putrinya itu, yang seringkali mandi di saat waktu magrib.
"Sebentar lagi yaa Mii, aku masih capek nih pengen istirahat dulu.." balas Pelangi.
"Yaa sudah istirahat dulu, tapi setelah itu langsung mandi yaa.." seru Mamii.
"Iyaa Mamii, aku mau langsung ke kamar aja, Mii.." ucap Pelangi yang segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
Di dalam kamarnya, Pelangi langsung merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Belum lagi memikirkan pekerjaannya besok, yang harus mendatangi semua toko untuk Ia periksa seperti tiap bulannya.
__ADS_1
"Besok aku minta temenin Bintang aja deh.." gumam Pelangi seraya mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
🌠
Saat malam tiba, Pelangi dan Awan sedang duduk bercengkrama di ruang keluarga. Pelangi mendengarkan cerita adiknya sejak tadi, tentang wanita yang sekarang sedang Awan dekati. Namun Awan yang merasa Pelangi sudah tidak fokus mendengarkannya, segera menghentikan ceritanya.
"Kakak mikir apa sih..? Kok seperti bengong gitu..?" tanya Awan.
"Gak bengong, cuma dari tadi Mamii kok belum juga keluar dari kamar yaa.." sahut Pelangi pada Awan.
"Mungkin Mamii lagi beresin pakaian, Kak.. Karena besok kan mau pergi.." ucap Awan.
"Memang Mamii mau pergi kemana..?" tanya Pelangi.
"Jadi Kakak lupa..?! Bukannya Mamii udah bilang yaa, kalau aku dan Mamii besok mau ke kota J. Lihat perkebunan yang ada di sana, pasti Kakak banyak pikiran nih. Jadinya lupa.." ujar Awan.
"Ohh iyaa, Kakak baru ingat. Jadi besok perginya..? Yaa ampun, kok bisa lupa banget sih.." seru Pelangi sambil menepuk jidatnya.
"Kakak sih kebanyakan mikir mantan,hahaa.." ledek Awan yang langsung mendapat cubitan dari Pelangi, karena sudah meledeknya.
"Kalian kenapa, berantem lagi..?" tanya Melati yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua.
"Ini Mii, masa Kak Pelangi lupa kalau besok kita mau pergi ke kota J. Banyak mikirin mantannya sih, Mii.." seru Awan yang menggoda Pelangi yang kini menatapnya tajam.
"Jadi kamu lupa Kak, padahal kan waktu itu Mamii sudah bilang,mmmh.." ujar Melati.
"Hee,,iyaa Mii, aku lupa. Mungkin karena sibuk sama kerjaan.." balas Pelangi.
"Tapi kamu tidak apa-apa kan Kak, Mamii tinggal di rumah sama Bik Ira..? Nanti kalau perlu, Mamii akan menyuruh sepupu-sepupu kamu datang menginap untuk menemani kamu.." ujar Melati yang merasa cemas jika harus meninggalkan Pelangi di rumah.
"Gak usah Mii, Pelangi gak apa-apa kok. Lagi pula kan ada Bik Ira dan anak-anaknya yang juga sering main ke sini. Nanti tinggal Mamii bilang aja ke Bik Ira, biar anak-anaknya mau nginap di rumah.." ucap Pelangi.
"Yaa sudah kalau begitu, Mamii bisa tenang sekarang. Selama Mamii pergi, jangan lupa nyalakan semua kamera cctv yang ada di rumah kita yaa, Kak.." ujar Melati.
"Iyaa Mii, tenang aja. Aku akan baik-baik aja kok di rumah.." sahut Pelangi seraya tersenyum, dalam hati Ia merasa senang karena Ibunya mengkhawatirkan dirinya.
"Kalau begitu Mamii mau istirahat dulu yaa, kamu juga Awan. Jangan tidur larut malam, karena besok pagi-pagi sekali kita harus pergi.."
"Iyaa iyaa Mii, kenapa harus pergi pagi-pagi sih, Mii..?!" tanya Awan.
__ADS_1
"Agar kita bisa secepatnya tiba di sana Wan, yaa sudah Mamii mau ke kamar dulu.." seru Melati sambil berjalan menuju ke kamar meninggalkan kedua anaknya.
Pelangi dan Awan pun memilih untuk masuk ke dalam kamar masing-masing, Awan ingin menyiapkan pakaian yang akan Ia bawa besok pagi. Sedangkan Pelangi asyik mendengar musik, sambil mengerjakan tugasnya mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap toko milik keluarganya.
Karena sudah merasa cukup lelah, Pelangi pun segera menghentikan pekerjaannya. Ia kini menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu mengambil ponsel yang berada di sampingnya. Namun tiba-tiba ponselnya berdering, ada panggilan masuk dari nomor yang tidak Ia kenali.
"Nomor siapa yaa..? Angkat gak nih..?" gumam Pelangi yang merasa ragu untuk menjawabnya.
Pelangi akhirnya tidak menjawab panggilan telepon itu, karena Ia ragu dan tidak mengenal siapa pemilik nomor itu. Namun tidak lama kemudian, nomor itu kembali menghubunginya dan Pelangi juga tidak ingin menjawab. Hingga saat yang ke tiga kalinya, barulah Pelangi menjawabnya.
Pelangi : "Hallo.."
Penelepon : "Hallo Pelangi, ini aku Bimo. Kamu masih ingatkan..? Maaf telepon kamu malam-malam gini.."
Pelangi : "Ohh, ternyata kamu, kirain siapa.."
Penelepon : "Kamu apa kabar, El..? Baik-baik ajakan..?"
Pelangi : "Baik kok.."
Penelepon : "Ohh yaa, sekarang kamu udah punya pacar belum atau masih jomblo..?"
Pelangi : "Belum punya, aku mau fokus menjalankan usaha keluarga aku.."
Penelepon : "Ohh, kirain karena belum bisa lupain aku,hehee.. Bercanda kok.."
Pelangi : "Gak lucu, kalau gak ada yang penting mau di omongin, yaa udah aku matiin aja teleponnya.."
Penelepon : "Ehh,, tunggu dulu sebentar El, sebenarnya aku mau ngajak kamu makan di luar besok malam. Kamu mau kan..?"
Pelangi : "Gak..!!"
Tuutt,, tuutt,, tuuuttt...
Pelangi pun segera memutuskan sambungan teleponnya, dengan raut wajah yang kesal Ia melemparkan ponselnya di sudut tempat tidur.
"Dasar ganjen..! Udah punya pacar juga, masih aja mau ngajak aku keluar makan. Dia pikir aku cewek apaan,mmmh.." seru Pelangi sambil menarik nafasnya dan memejamkan mata.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠