Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Kesempatan


__ADS_3

Pelangi yang bisa merasakan bahwa nafas Bintang semakin dekat di wajahnya, kini semakin membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Ia berpikir kejadian yang biasa Ia lihat di film-film itu, kini akan segera terjadi padanya. Pelangi pun merasakan ada sesuatu yang perlahan telah menyentuh bibirnya, namun terasa agak dingin dan keras. Merasa ada sesuatu hal yang aneh, Ia lalu membuka matanya.


"Bintang..!!" teriak Pelangi sambil memukul lengan Bintang yang kini sedang tertawa terpingkal-pingkal.


"Kok ini sih..? Pantas aja gak enak, gak ada rasanya.." seru Pelangi yang melihat botol parfum yang tadi sempat di tempelkan di bibirnya oleh Bintang.


"Siapa suruh kamu mesum gitu, cium tuh botol..!" sahut Bintang yang masih saja tertawa, terlebih saat Ia melihat wajah Pelangi yang begitu menggemaskan ketika sedang kesal.


Pelangi pun segera keluar dari kamar sambil membawa botol parfum milik Bintang, lalu Bintang berlari kecil untuk mengejarnya.


"Kamu mau kemana, El..?" tanya Bintang yang melihat Pelangi berjalan dengan terburu-buru.


"Pulang..!" jawab Pelangi dengan nada kesal.


"Terus itu parfum aku, kenapa di bawa segala..?" tanya Bintang.


"Biarin aja, suka-suka aku-lah..!" balas Pelangi yang kini sudah berada di dalam mobilnya, lalu berlalu pergi dengan perasaan yang sangat kesal.


"Hati-hati yaa El, jangan di cium terus itu botol parfum..!" teriak Bintang pada Pelangi sambil tersenyum.


"Orang udah siap-siap juga buat ngerasain ciumannya, ehh malah di kerjain. Tunggu aja kamu, Bin.." gumam Pelangi dalam hati, seraya memikirkan sesuatu untuk membalas mengerjai Bintang.


"Pelangi mana, Bin..? Kok kamu nonton sendirian..?" tanya Ibu yang melihat Bintang hanya sendirian menonton televisi.


"Pelangi udah pulang Bu, tadi mau pamit tapi takut ganggu Ibu istirahat katanya.." ujar Bintang.


"Ohh, jadi begitu, Ibu pikir Pelangi mau menginap lagi, Bin.." ucap Ibu sambil duduk di sebelah Bintang untuk ikut menonton televisi.


"Yaa gaklah Bu, ngapain nginap. Kan ada Ibu dan adiknya di rumah.." balas Bintang.


"Bukannya kamu senang kalau Pelangi menginap di rumah, Bin..?" tanya Ibu sambil tersenyum menatap Bintang.


"Siapa bilang..?! Bintang malah gak bebas Bu, kan Bintang gak biasa tidur sama orang lain.." ujar Bintang yang dari dulu memang lebih suka tidur sendirian, kecuali bersama dengan orang yang Ia sayangi.


"Iyaa Bin, Ibu tau itu. Terus kapan kamu mau hubungi Kakak kamu..? Ibu kangen sama mereka, apa lagi sama cucu Ibu.." ucap Ibu.


"Besok aja yaa Bu, sekarang kan udah malam. Lagian Ibu di suruh pakai handphone yang bagus gak mau, biar bisa video call gitu.." seru Bintang pada Ibunya.


"Kan bisa pakai handphonenya kamu, Bin.. Lagi pula Ibu tidak mengerti pakai handphone yang bagus-bagus begitu, Ibu suka yang biasa saja.." ujar Ibu.


"Yaa udah Bu, gak apa-apa. Besok pulang kerja aku hubungi Kakak.." sahut Bintang.


Ibu dan anak itu pun kini melanjutkan menonton televisi, sambil memakan cemilan yang tersedia di atas meja. Sesekali Bintang melihat ponselnya, untuk membalas pesan dari teman-temannya.


🌠


"Kamu kenapa El, pulang-pulang marah begitu..? Terus kamu habis dari mana..? Pergi tidak ada bilang ke Mamii, terus Bimo di tinggalkan begitu saja.." tanya Melati pada putrinya yang baru saja tiba di rumah.


"Habis dari rumah Bintang, Mii.." jawab Pelangi sambil meneguk air minum dari gelas yang Ia pegang.

__ADS_1


"Ohh, dari rumah Bintang, terus kenapa marah-marah..? Kamu berantem sama Bintang..?" tanya Melati lagi.


"Itu orang Mii, aku maju dia mundur. Giliran aku mundur, dia maju. Giliran aku dan dia maju, ehh malah gak jadi nabrak. Kan nyebelin banget, Mii.." jelas Pelangi yang masih merasa kesal.


"Kamu bicara apa sih, El..? Mamii jadi bingung, maju mundur terus tidak jadi nabrak. Apa itu..?" balas Melati yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Pelangi.


"Mamii gak akan bisa ngerti, aku mau masuk ke kamar dulu yaa, Mii.." seru Pelangi seraya berjalan menuju ke kamarnya, meninggalkan Melati yang masih memikirkan ucapan Pelangi yang menurutnya sulit untuk di mengerti.


Pelangi yang sudah berada di dalam kamar, segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menatap botol parfum yang ada di tangan, lalu perlahan membukanya.


"Gimana sih wangi parfum Bintang..?" tanya Pelangi sambil menyemprotkannya ke tangan.


"Wanginya seperti parfum cowok, tapi enak sih.." gumam Pelangi seraya meletakkan parfum itu di atas meja riasnya, lalu kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Tak lama kemudian, ponsel miliknya berbunyi. Ada pesan masuk yang ternyata dari Bintang, Pelangi pun segera membaca dan membalasnya.


"Kirim pesan cuma minta parfumnya besok di balikin, bukannya minta maaf,mmmh.." gerutu Pelangi sambil memejamkan matanya, Ia yang merasakan lelah kini akhirnya tertidur.


Sementara di sisi yang lain, Bintang terlihat sulit untuk tidur. Ia masih memikirkan tentang Pelangi, yang begitu ingin merasakan ciuman darinya.


"Sebenarnya dia serius atau cuma bercanda sih, tapi kalau bercanda kok bisa sekesal itu yaa.." gumam Bintang dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kasar, dan terus berusaha untuk bisa tidur.


🌠


🌠


"Oh iyaa Bin, kita pulang bareng yaa.." seru Pelangi pada Bintang saat sedang bersiap-siap untuk pulang.


"Pulang bareng ke rumah kamu maksudnya, aku bosen di rumah. Jadi mau main ke rumah kamu.." jelas Pelangi.


"Memang mau main apa di rumah aku..?" tanya Bintang.


"Main cinta-cintaan..!" seru Pelangi.


"Mulai deh kumat mesumnya, nanti kita ke cucian motor aja.." ucap Bintang.


"Mau ngapain..? Bukannya waktu itu motor kamu udah di cuci, Bin..?" tanya Pelangi.


"Bukan mau cuci motor, tapi otak kamu tuh di cuci biar bersih gak mesum terus,hahaa.." sahut Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.


*Plaak*k..


"Sembarangan aja kalau ngomong..!" seru Pelangi seraya memukul pipi Bintang.


"Auuww,, sakit tau El, pas di bekas luka kemarin lagi.." balas Bintang sambil mengusap pipinya.


"Ehh,, iyaa maaf Bin, aku lupa,hee.. Mana yang sakit..?" tanya Pelangi seraya mengusap pipi Bintang, membuat mereka saling bertatapan. Bintang yang tidak ingin kejadian tadi malam terulang kembali, kini segera menjauh dari Pelangi.


"Iyaa gak apa-apa, ayo kita pulang.." ucap Bintang.

__ADS_1


"Iyaa Bin, aku ambil tas dulu yaa.." seru Pelangi yang berusaha untuk bersikap seperti biasa.


"Sekalian tas aku yaa, El.." teriak Bintang.


Bintang dan Pelangi pun segera menyalakan motor mereka masing-masing, dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Tidak butuh waktu lama, mereka pun telah tiba di rumah Bintang. Pelangi masuk ke dalam rumah mengikuti Bintang, lalu mencari Ibu yang sedang duduk santai.


"Lagi santai, Bu..?" tanya Pelangi.


"Iyaa Pelangi, kalian sudah pulang. Sini duduk sambil nonton bareng.." ajak Ibu pada Pelangi dan Bintang.


"Ibu lagi nonton apa..?" Sepertinya seru banget.." ucap Pelangi.


"Iyaa Pelangi, ini acara kesukaan Ibu masak memasak,hee.." sahut Ibu sambil tersenyum.


"Iyaa Bu, Mamii juga suka acara seperti ini.." balas Pelangi.


"Bintang mau ke kamar dulu yaa, Bu.." seru Bintang yang sejak tadi merasa di abaikan oleh Pelangi dan Ibunya.


"Tunggu Bin, kamu jadi kan mau telepon Kakak..?" tanya Ibu.


"Oh iyaa Bu, jadi kok. Bintang lupa, untung Ibu ingetin.." sahut Bintang seraya mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas kecil, lalu menghubungi Kakaknya.


"Ini udah tersambung Bu, ngobrol aja sama Kakak.." ucap Bintang sambil menyerahkan ponselnya pada Ibu.


Ibu dan kedua Kakak Bintang pun kini tengah mengobrol lewat video call, Ibu juga mengenalkan Pelangi pada mereka. Bintang yang tidak ingin ikut bergabung, memilih untuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Akhirnya, kesempatan itu muncul juga,hee.." gumam Pelangi dalam hati.


"Sini Bu, biar Pelangi aja yang pegang handphonenya. Ibu pasti capek megangin terus,hee.." seru Pelangi.


"Iyaa Pelangi, lama-lama tangan Ibu terasa pegal.." balas Ibu sambil memberikan ponsel Bintang pada Pelangi.


Mereka pun melanjutkan obrolannya, namun itu tidak berlangsung lama. Karena jaringan pada saat itu kurang bagus, akhirnya mereka terpaksa menyudahinya video call-nya.


"Handphone Bintang biar Pelangi letakkan di kamar yaa, Bu.." ucap Pelangi.


"Iyaa Pelangi, Ibu juga mau ke belakang dulu.." balas Ibu pada Pelangi yang kini telah berada di dalam kamar Bintang.


Bintang yang telah selesai mandi, segera masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Pelangi yang tengah terbaring di atas tempat tidur, sambil memainkan ponselnya.


"Handphone aku mana..?" tanya Bintang pada Pelangi.


"Itu ada di atas meja.." jawab Pelangi.


"Pasti kamu buka-buka yaa..?!" tanya Bintang lagi.


"Gimana aku bisa bukanya..? Handphone kamu kan pakai kata sandi. Yaa udah, aku mau pulang aja.." balas Pelangi sambil bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan keluar kamar meninggalkan Bintang yang segera mengenakan pakaian.


Setelah pamit pada Ibu, Pelangi pun segera bergegas pulang dengan hati yang merasa senang. Karena Ia mendapatkan sesuatu yang di inginkan, yang menurutnya bisa membuat Ia untuk jadi seperti Bintang...

__ADS_1


Bersambung..


🙏😊 A59🌠


__ADS_2