
"Bintang,, Ibu sudah tau tentang rencana pernikahan Pelangi, kenapa kamu tidak memberitahu Ibu..?" tanya Ibu saat sedang makan malam bersama Bintang.
"Bintang cuma gak mau Ibu kepikiran tentang masalah itu, maaf yaa Bu.." jawab Bintang seraya menarik nafasnya dengan dalam, karena Ia berharap Ibunya jangan sampai tahu dulu tentang masalah itu.
"Ibu cuma kepikiran kamu, Bintang.." balas Ibu dengan raut wajah yang terlihat sedikit kecewa, karena Bintang menutupi soal pernikahan Pelangi darinya.
"Bintang baik-baik aja kok, Ibu gak usah khawatir yaa.." sahut Bintang sambil tersenyum dan tetap melanjutkan makan malamnya.
Mendengar ucapan Bintang, Ibu hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Karena Ia tahu bahwa putri kesayangannya itu sedang tidak baik-baik saja, hal ini terbukti dengan melihat mata Bintang yang setiap paginya sering kali terlihat sembab. Menandakan bahwa malamnya Ia pasti menangis, membuat Ibu pun turut merasa sedih.
"Apa tidak sebaiknya kamu berhenti bekerja saja dari toko Pelangi..? Ibu tidak ingin melihat kamu sedih, karena harus bertemu dengan Pelangi setiap harinya.." ujar Ibu yang bisa mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Bintang.
"Untuk saat ini belum bisa Bu, mungkin nanti setelah mendekati hari pernikahan Pelangi.." sahut Bintang yang sudah merencanakan kapan Ia akan berhenti bekerja.
"Kamu yakin bisa bertahan sampai saat itu tiba, Bintang..?" tanya Ibu lagi yang merasa cemas memikirkan keadaan Bintang yang belakangan ini semakin menurun, karena kini Ia terlihat semakin kurus.
"Bintang juga gak tau Bu, tapi Bintang harus bisa bertahan sampai saat itu tiba. Bintang ingin menemani Pelangi, menghabiskan waktu yang tersisa bersamanya.." ujar Bintang sambil berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Kamu jangan memaksakan diri Bintang, bertahanlah semampunya. Jika tidak sanggup lagi, kamu bisa mundur.." ujar Ibu seraya menggenggam tangan Bintang untuk menguatkannya.
"Iyaa Bu, Bintang ngerti kok. Terimakasih yaa, Bu.." balas Bintang yang merasa sangat terharu, karena selama ini Ibu selalu mendukung dan memberikan semangat padanya. Meski keputusan yang Ia buat, kadang membuat Ibunya sedih dan kecewa.
"Sama-sama Nak, kamu memang anak Ibu yang keras kepala. Tapi Ibu sangat menyayangi kamu.." ucap Ibu sambil tersenyum menatap Bintang yang menuruni sifat keras kepala dari Ayahnya.
"Bintang juga saaaayang banget sama Ibu,hee.." balas Bintang.
"Yaa sudah, sekarang kamu cepat habiskan makanannya. Nanti mau di jemput sama pujaan hati kan,hee.." goda Ibu Bintang yang membuat keduanya pun tertawa bersama.
🌠
__ADS_1
Tidak lama setelah Ibu dan Bintang selesai makan, Pelangi pun telah datang. Seperti biasa, Ia ingin mengajak Bintang untuk keluar jalan-jalan menghabiskan waktu bersama. Ibu yang tahu hal itu merasa tidak keberatan, asal mereka tidak pulang larut malam.
"Kita mau kemana, Biyang..?" tanya Pelangi yang kini telah berada di dalam mobil bersama kekasihnya itu.
"Kemana aja El, yang penting sama kamu.." jawab Bintang yang terlihat tidak bersemangat, namun tetap berusaha untuk tersenyum.
"Uhh,, romantis banget sih Biyang nya aku,hee.. Yaa udah kita ke hotel aja.." ujar Pelangi.
"Hahh,, mau ngapain ke hotel, El..? Kamu jangan yang aneh-aneh deh.." seru Bintang yang mulai berpikir, apa yang sebenarnya ingin Pelangi lakukan dengan mengajaknya ke hotel.
"Yaa kita nginep lah Biyang, masa iyaa mau main bola.." jawab Pelangi sambil tertawa kecil.
"Ngapain pakai nginep di hotel segala El, aku gak mau. Kita pulang aja kalau gitu.." seru Bintang.
"Kamu harus mau Biyang..! Aku pengen sesuatu yang lebih dari kamu.." ucap Pelangi seraya menghentikan kendaraannya, lalu memajukan wajahnya hingga membuat Bintang memundurkan tubuhnya.
"Ayolah Biyang, selama ini kamu gak pernah mau sedikitpun menyentuh aku. Apa karena kamu gak benar-benar sayang sama aku..??" tanya Pelangi sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Kamu ngomong apa sih, El..? Aku itu sayang banget sama kamu, yaa walaupun selama ini aku gak pernah mau menuruti keinginan kamu yang satu itu. Tapi aku beneran sayang kok..!" tegas Bintang yang mencoba meyakinkan tentang perasaannya pada Pelangi.
"Terus kenapa kamu gak pernah mau menyentuh aku, Biyang..? Apa aku kurang cantik, atau kurang menarik..? Atau kurang seksi di mata kamu..?" tanya Pelangi yang sangat ingin tahu jawaban dari Bintang, karena selama ini Bintang memang selalu saja menolak saat Pelangi menginginkan sentuhan yang lebih darinya.
"Aku gak pernah menyentuh kamu dengan lebih, bukan berarti aku gak benar-benar sayang sama kamu, El.. Aku cuma gak mau membawa kamu terlalu jauh dalam hubungan seperti ini, apa lagi nantinya kamu akan menikah.." ujar Bintang.
"Memang kenapa kalau aku masuk terlalu jauh dalam hubungan ini..?" tanya Pelangi yang masih merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Bintang.
"Karena sekali kamu udah masuk terlalu jauh, kamu akan sangat sulit untuk keluar atau menjauh dari hubungan seperti ini, El.. Jadi lebih baik mulai sekarang, kamu jangan mikir yang aneh-aneh. Bersihin tuh pikirannya..!" seru Bintang.
"Aku jadi penasaran dan pengen tau, gimana sih rasanya Biyang..? Enak yaa.." goda Pelangi sembari tersenyum pada Bintang.
__ADS_1
"Rasa apaan..?"
"Yaa rasa itu, kalau kita main ehemm ehemm.." ucap Pelangi memperjelas pertanyaannya.
"Dasar nih anak..! Pikirannya mulai mesum lagi deh..!" seru Bintang seraya menyentil kening Pelangi.
"Ayolah Biyang, dikiiiitt aja. Yaa yaa yaah.." Pelangi pun segera membuka semua kancing baju kemejanya, lalu memejamkan matanya dan menunggu Bintang untuk melakukan sesuatu pada tubuhnya.
Namun Bintang yang melihat itu justru menjadi bingung harus berbuat apa, sambil menahan sesuatu yang bergemuruh di dalam hatinya. Dengan darahnya yang kini terasa berdesir, membuat Ia hanya menghela nafasnya dengan dalam.
"Aduhh,, aku harus gimana ini..?! Aku gak boleh sampai tergoda.." ucap Bintang hanya dalam hati, sembari berusaha untuk tetap tenang karena telah melihat pemandangan indah di depan matanya. Terlihat jelas dua buah gundukan milik Pelangi yang masih tertutup, namun sudah bisa membuat siapapun yang melihatnya tergoda.
Dengan perlahan, Bintang segera merapikan pakaian yang Pelangi kenakan. Karena Ia tidak ingin sampai menyentuh bagian tubuh milik Pelangi, sekalipun hatinya begitu ingin.
"Kenapa di tutup lagi, Biyang..? Kamu gak suka dan gak tertarik yaa..?" tanya Pelangi dengan raut wajah kecewa.
"Gak gitu El, aku sayang sama kamu tulus bukan karena nafsu. Aku harap kamu bisa ngerti itu.." ucap Bintang yang tidak ingin Pelangi salah paham atas sikapnya.
"Iyaa Biyang, gak apa-apa.." sahut Pelangi seraya memalingkan wajahnya, namun tiba-tiba Bintang menarik tubuh Pelangi jatuh ke pelukannya.
"Maafin aku yaa, tapi aku memang beneran sayang banget sama kamu, El.." ucap Bintang dengan sungguh-sungguh.
"Iyaa Biyang, aku percaya kok.." balas Pelangi sambil tersenyum bahagia mendengar ungkapan perasaan dari Bintang.
Meskipun dalam hati Ia sedih, karena Bintang selalu menolak untuk menyentuhnya. Namun di sisi lain Ia juga bahagia, karena itu artinya Bintang menyayanginya dengan tulus bukan karena nafsu. Tapi Ia tetap saja masih merasa penasaran, dan akan berusaha lebih keras lagi dalam menggoda Bintang...
Bersambung...
🙏😊 A59🌠
__ADS_1