
Awan dan Ibunya sudah selesai bersiap-siap untuk pergi, setelah berpamitan pada Pelangi dan Bik Ira mobil yang membawa mereka pergi pun telah mulai melaju. Meninggalkan Pelangi dan Bik Ira, yang masih berdiri di luar sambil melambaikan tangan. Saat mobil semakin jauh dan tidak terlihat lagi, Pelangi segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Bik Ira yang masih berada di luar.
"Aku masuk ke dalam dulu yaa, Bik.." seru Pelangi.
"Iyaa Non El, Bibik juga mau nyiram tanaman. Kalau nanti butuh apa-apa, panggil aja yaa, Non.." ucap Bik Ira pada Pelangi yang hanya menganggukkan kepalanya.
Pelangi yang kini sudah berada di dalam kamarnya, memilih untuk segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi bekerja. Karena banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan, dan hari ini akan menjadi hari yang sangat menyibukkan dirinya.
"Sarapannya sudah siap, Non El.." ucap Bik Ira yang baru selesai menata makanan di atas meja makan.
"Iyaa Bik, ayo sarapan bareng sama aku.." ajak Pelangi yang kini sudah duduk di kursi.
"Bibik nanti aja sarapannya, Non.." sahut Bik Ira yang tidak terbiasa jika harus makan semeja dengan anak majikannya.
"Gak apa-apa kok Bik, sekalian temenin aku sarapan. Gak enak kalau harus makan sendirian, ayo sini, Bik.." seru Pelangi sambil mempersilahkan Bik Ira untuk duduk di sebelahnya.
"Tapi Bibik gak enak Non, karena Bibik kan biasanya makan di meja makan dapur. Di sinikan meja makan keluarga, Non.." ujar Bik Ira.
"Udah yaa Bik, enakin aja. Ayo buruan sarapan, apa perlu aku ambilin juga makanannya..?" tanya Pelangi.
"Jangan Non, biar Bibik sendiri yang ambil. Non El lanjutkan aja sarapannya.." seru Bik Ira yang langsung mengambil makanan untuk sarapan.
Keduanya pun kini menikmati sarapannya masing-masing, walaupun Bik Ira terlihat canggung karena harus makan semeja dengan Pelangi.
"Ohh iyaa Bik, nanti selama aku kerja Bibik di rumah aja yaa.. Jangan kemana-mana, kalau ada yang mau di beli suruh aja Pak supir atau yang lainnya. Kalau ada apa-apa, langsung kabari aku.." ucap Pelangi.
"Iyaa Non, Bibik gak akan pergi kemana-mana kok. Mungkin cuma pulang ke rumah aja, itu juga sebentar, Non.." ujar Bik Ira.
Orang tua Pelangi memang sengaja memberikan sebuah rumah pada keluarga Bik Ira, yang letaknya berdekatan dengan rumah Pelangi. Itu sebagai tanda terimakasih orang tua Pelangi pada keluarga Bik Ira, yang selama ini telah bekerja pada keluarga Pelangi sudah cukup lama.
"Aku pergi dulu yaa, Bik.." seru Pelangi yang bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju pintu depan.
__ADS_1
"Iyaa Non, hati-hati di jalan.." sahut Bik Ira.
"Okey, Bik..!" balas Pelangi.
Hari ini Pelangi sengaja mengendarai mobilnya untuk pergi ke toko, karena nanti sore sepulang dari toko Ia akan langsung pergi ke toko-toko yang lain untuk memeriksa. Dan tak butuh waktu lama, Pelangi pun telah tiba di depan toko lalu segera memarkirkan mobilnya.
"Tumben gak pakai motor..?" tanya Bintang yang juga belum lama datang.
"Karena nanti sore pulang dari toko, aku langsung ke toko-toko yang lainnya. Kamu ikut aku yaa, anggap aja lembur.." ujar Pelangi sambil tersenyum.
"Iyaa gak apa-apa kok.." balas Bintang seraya membantu Pelangi membuka kunci pintu toko.
Mereka lalu memulai pekerjaannya masing-masing, sambil sesekali Pelangi terlihat menatap ke arah Bintang secara diam-diam. Dalam hati, Ia sebenarnya masih penasaran tentang apa yang waktu itu telah Ia ketahui soal Bintang. Namun Pelangi tidak ingin membuat Bintang kembali marah padanya, karena membahas tentang masalah itu lagi.
"Bengong aja..!" seru Bintang yang sengaja menyenggol lengan Pelangi, membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Siapa yang bengong, orang lagi mikir.." balas Pelangi.
"Enak aja, ngapain juga mikirin mantan. Mending mikirin masa depan bersamamu,, aaciieee..." goda Pelangi pada Bintang yang langsung terdiam.
"Dasar gombel..!" seru Bintang seraya meninggalkan Pelangi.
"Bukannya senang gitu di gombalin, dasar aneh.." balas Pelangi sambil melanjutkan pekerjaannya.
🌠
🌠
Bintang yang baru saja pulang kerja, kini langsung menuju ke meja makan untuk mengambil air minum. Lalu duduk di kursi sambil melihat Ibunya yang tengah menyiapkan makan malam, seraya menatap putrinya yang terlihat kelelahan.
"Kok tumben hari ini lembur, Bin..? Sebelumnya kan tidak pernah.." tanya Ibu.
__ADS_1
"Tadi Pelangi minta aku buat temenin dia pergi ke toko-toko yang lain, Bu.. Untuk memeriksa dan melihat keadaan tokonya, tapi tadi masih belum selesai semua. Jadi besok di lanjut lagi.." ujar Bintang.
"Jadi begitu yaa, pantas saja kamu pulangnya malam. Yaa sudah, sekarang kamu mandi dulu. Setelah itu kita makan bareng.." ucap Ibu.
"Iyaa Bu, Bintang mau mandi dulu yaa.." balas Bintang pada Ibu yang langsung menganggukkan kepalanya.
Selesai mandi dan mengenakan pakaian, Bintang segera menghampiri Ibunya yang sejak tadi sudah menunggunya untuk makan malam. Ibu juga sudah menyiapkan makanan di dalam piring untuknya, lalu Ia pun duduk berhadapan dengan Ibu.
"Ayo Bin, sekarang kita makan.." ajak Ibu.
"Iyaa Bu, kelihatannya enak banget nih masakan Ibu,hehee.." seru Bintang yang terlihat begitu bersemangat untuk menikmati masakan Ibunya.
"Masakan Ibu kan memang selalu enak Bin,hehee.. Ayo makan yang banyak, kamu semakin kurus sekarang.." sahut Ibu pada Bintang yang mulai menyantap makanan di hadapannya.
Di tempat yang lain, Pelangi baru saja menyelesaikan makan malamnya bersama dengan Bik Ira dan anak-anaknya. Lalu Ia bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, sambil mengambil ponselnya di saku celana.
"Sepi banget gak ada Mamii dan Awan,mmmh.. Aku video call aja deh, kangen mereka.." gumam Pelangi seraya menghubungi Ibunya.
Setelah puas video call dengan Ibu dan adiknya, Pelangi pun pamit untuk beristirahat karena merasa sangat lelah. Lalu Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil memeluk boneka beruang yang berukuran besar yang biasa menemaninya tidur.
Namun entah mengapa, malam ini Pelangi sulit sekali untuk memejamkan matanya dan tertidur. Padahal waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Ia mulai membolak-balikkan badannya untuk mencari posisi nyaman. Tapi tetap saja matanya belum ingin tidur, padahal Ia merasa lelah dan mengantuk.
"Aku ajak Bik Ira ngobrol aja deh, tapi pasti Bik Ira jam segini udah tidur. Terus ngajak ngobrol siapa yaa,mmmh.." ucap Pelangi sambil memikirkan siapa yang bisa dia ajak bercerita, sampai Ia bisa tertidur.
"Ohh iyaa, Bintang..!" seru Pelangi.
Lalu Ia segera menghubungi Bintang, tapi setelah mencoba beberapa kali, teleponnya tidak juga di angkat.
"Kemana sih tuh anak, yaa udah deh aku ke rumahnya aja.." gumam Pelangi dalam hati, Ia pun segera menyiapkan apa saja yang harus di bawa ke sana. Selesai menyiapkan semuanya, Pelangi lalu pamit pada Bik Ira dan segera pergi dengan mengendarai mobilnya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠