Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Yang Di Sembunyikan


__ADS_3

Ini kali pertama bagi Pelangi datang berkunjung ke kediaman keluarga Risma, yang nantinya juga akan menjadi tempat tinggalnya. Ia menatap ke sekeliling ruangan untuk waktu yang tidak lama, setelah itu ikut bergabung dengan Ibu dan yang lainnya. Meski sebenarnya Ia tidak ingin berlama-lama ikut serta dalam obrolan itu, karena hanya membuatnya semakin merasa tidak nyaman.


"Ayo kita duduk di luar, di belakang rumah juga ada taman.." ajak Reon pada Pelangi yang terlihat bosan mendengar obrolan orang tua mereka.


Pelangi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu mengikuti langkah Reon. Melati dan Risma yang melihat itupun hanya tersenyum, keduanya berpikir bahwa Pelangi dan Reon sudah mulai mau membuka diri dan saling mengenal satu sama lainnya.


"Aku masih tidak percaya, kalau anak-anak kita sudah bertunangan. Rasanya tidak sabar, melihat mereka segera menikah dan memberikan cucu untuk kita yaa Mel,hee.." seru Risma dengan penuh semangat.


"Sama Ris, aku juga ingin secepatnya bisa punya cucu. Biar di rumah ada anak kecil yang bisa di ajak bermain, karena anak-anak sekarang sudah dewasa dan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.." sahut Melati yang mengiyakan ucapan Risma.


Keduanya pun kini sibuk dengan rencana perjodohan anak mereka yang selanjutnya, tanpa pernah tahu dan memikirkan bagaimana tanggapan Pelangi serta Reon nantinya.


"Sebenarnya apa alasan kamu menerima perjodohan kita..? Padahal kan di awal kamu bilang tidak setuju.." tanya Reon tanpa basa-basi.


"Gak penting juga kamu tau alasannya, karena aku juga gak mau tau apa alasan kamu mau di jodohkan sama aku.." jawab Pelangi.


"Kamu perempuan yang sangat sombong ternyata.." ucap Reon dengan tersenyum sinis.


"Aku sombong atau gak, itu bukan urusan kamu. Yang perlu kamu ingat, aku menerima perjodohan ini karena terpaksa. Jadi jangan pernah berharap atau berpikir, untuk mendapatkan cinta dari aku.." ujar Pelangi sambil menatap tajam ke arah Reon.


"Akhirnya, kamu mulai menunjukkan diri kamu yang asli. Tapi aku suka, karena itu akan jadi lebih mudah.." sahut Reon.


"Apa maksud kamu..? Jangan-jangan kamu punya niat yang jahat sama aku dan keluarga aku..?!" tanya Pelangi yang mulai penasaran dengan ucapan Reon barusan.


"Kamu terlalu berpikir jauh, gak penting juga aku punya niat jahat sama perempuan seperti kamu. Yang bahkan aku sendiri gak tertarik sama sekali.." ujar Reon dengan sombongnya.


"Cih,, ternyata kamu lebih sombong dari yang aku pikirkan, tapi gak apa-apa. Setidaknya aku tau, kamu laki-laki seperti apa.." balas Pelangi sambil tersenyum penuh arti, lalu memilih pergi meninggalkan Reon yang Ia pikir hanya membuatnya kesal jika harus mengobrol lebih lama.

__ADS_1


Reon yang melihat kepergian Pelangi, segera menyusulnya dengan berlari kecil. Entah kenapa, dalam hati ia merasa tertantang untuk bisa menaklukkan Pelangi. Namun setelah itu, Ia tersadar akan sesuatu yang sempat Ia lupakan.


"Putri..! Aku gak boleh menyakitinya lagi.." ucap Reon dalam hati, sambil mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak menaruh hati pada Pelangi.


Meski beberapa hari terakhir ini, sikap Putri senantiasa membuatnya frustasi dan emosi. Bahkan Ia pun sudah lama tidak menyentuhnya, karena Putri selalu saja berusaha menghindar dan bersikap acuh padanya.


🌠


Pelangi yang baru saja tiba di rumah, terlihat terburu-buru ingin masuk ke dalam kamarnya. Namun langkahnya terhenti, saat Awan terus saja memanggil namanya.


"Kakak kenapa sih, pulang-pulang sewot gitu..?! Di panggil bukannya nyahut, malah diam aja. Berantem sama Kak Reon yaa, Kak..?" tanya Awan.


"Lebih baik sekarang kamu buruan ngomong, ada apa manggil Kakak..?" ucap Pelangi yang justru balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


"Gak ada apa-apa sih Kak, cuma pengen tau aja. Gimana perkembangan Kakak sama Kak Reon, semakin-semakin gak,hee..?" tanya Awan sambil tertawa geli.


"Ehh,, Kak tunggu..! Jawab dulu pertanyaan aku. main pergi aja.." gerutu Awan yang melihat Pelangi telah memasuki kamar, namun tidak lama kemudian pintu kamar pun terbuka.


"Ohh yaa Wan, coba kamu selidiki si Reon itu, sepertinya ada yang gak beres sama laki-laki sombong itu.." seru Pelangi yang kembali menutup pintu kamarnya, tanpa menunggu Awan yang ingin mengatakan sesuatu.


"Baru juga mau ngomong, udah main tutup pintu aja,mmmh.. Tapi baiklah, akan aku selidiki gimana sebenarnya Kak Reon itu.." ucap Awan sambil memikirkan cara untuk mengetahui sosok dari Reon lebih jauh lagi.


Setelah berada di dalam kamar, Pelangi segera bersiap-siap untuk pergi menemui Bintang. Karena sejak berada di rumah Reon, Ia terus saja memikirkan dan merindukan kekasihnya itu. Walaupun sebelumnya, Pelangi telah mengatakan pada Bintang tentang kunjungannya ke rumah Reon.


🌠


🌠

__ADS_1


"Ada apa kamu mengajakku keluar, Wan..? Bukannya besok yaa kita rencana mau ketemu, jangan bilang kalau kamu kangen berat sama aku,hahaa.." seru Rena sembari tertawa kecil.


"Iyaa aku memang kangen berat, karena sangat beratnya aku sampai gak bisa kalau gak ketemu kamu sehari aja.." sahut Awan seraya mengedipkan matanya.


"Alahh,, dasar tukang gombal..! Ayo ngomong, sebenarnya ada apa..?" tanya Rena yang merasa yakin, bahwa ada sesuatu yang ingin Awan katakan padanya.


"Gak ada apa-apa sih, aku cuma pengen ngobrol aja sama kamu. Bukannya bagus sering ketemu, biar hubungan kita bisa semakin dekat.." ujar Awan yang tidak ingin membuat Rena curiga, tentang alasan sebenarnya Ia mengajak Rena bertemu.


"Okey,, alasannya di terima. Yaa udah, kita pesan makanan dulu. Aku udah laper nih.." ucap Rena.


Setelah memesan makanan yang di inginkan, keduanya pun kini kembali berbincang-bincang. Namun perbincangan mereka seketika terhenti, saat Awan bertanya tentang Reon.


"Kok kamu diem, Ren..? Ayo dong jawab, kan aku pengen tau tentang Kak Reon sebelumnya berhubungan dengan siapa aja.." jelas Awan yang tidak ingin Rena tahu, bahwa saat ini Ia sedang menyelidiki Reon.


"Mmmm,,kita makan dulu aja yaa Wan, kapan-kapan aja bahas tentang Kak Reon. Tuh makanannya udah datang.." seru Rena sembari menunjuk pada pelayan yang berjalan menghampiri mereka, dengan membawa makanan yang telah di pesan.


"Kenapa Rena gak mau cerita tentang Kak Reon yaa..? Pasti ada sesuatu yang gak beres nih,mmmh.." gumam Awan dalam hati.


"Awan..! Kok bengong sih..? Ayo makan, kamu lagi mikirin apa sih..?" tanya Rena sembari menepuk lengan Awan.


"Gak mikirin apa-apa kok, yaa udah ayo kita makan. Aku juga udah laper nih,hee.." sahut Awan yang tidak ingin memaksa Rena untuk bercerita saat ini, karena masih ada waktu dan kesempatan untuk mencari tahu tentang Reon.


"Maaf yaa Wan, aku belum bisa cerita apapun. Ini semua gara-gara Kak Reon yang pengecut..!" umpat Rena dalam hati, Ia merasa bersalah pada Awan karena harus terus menyembunyikan hubungan Kak Reon dan Putri...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2