Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Antara Bahagia Dan Cemburu 2


__ADS_3

Sesampainya di kota B, Pelangi segera mengabari Ibu dan adiknya. Tidak lupa juga, Ia mengabari Ibunya Bintang. Setelah itu, Pelangi pun bergegas pergi dengan menggunakan taksi online untuk mencari sebuah hotel. Tidak butuh waktu lama, kini Pelangi telah berada di depan sebuah hotel yang terlihat mewah. Selesai memesan kamar, Pelangi langsung masuk ke kamar hotel dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Merasa sangat lelah seharian di perjalanan, hingga membuat Pelangi akhirnya ketiduran.


"Yaa ampun,, aku ketiduran..! Udah jam berapa ini..?!" seru Pelangi saat terbangun dari tidurnya, lalu segera melihat jam yang Ia kenakan. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.


"Aku harus cepat-cepat mandi nih, terus pergi cari alamatnya si Anya sebelum malam tiba.." ucap Pelangi seraya membongkar pakaian yang ada di dalam koper miliknya.


Selesai membersihkan diri dan makan siang, Pelangi pun bersiap-siap untuk pergi. Namun sebelum itu, Ia mengambil secarik kertas putih yang terlipat rapi dari dalam sebuah tas kecil.


"Akhirnya ketemu juga, kini saatnya melakukan pencarian kekasih yang hilang,hehee.." gumam Pelangi sembari tersenyum, lalu berjalan dengan penuh semangat menuju pintu kamar untuk mencari keberadaan Bintang.


Sementara itu di tempat yang lain, Bintang dan Sarah baru saja menyelesaikan makan siangnya. Setelah sebelumnya keduanya berkeliling, melihat hewan-hewan yang ada di kebun binatang.


"Ke kebun binatang udah, terus kita mau kemana lagi, Bin..?" tanya Sarah yang masih terlihat bersemangat untuk mengajak Bintang berjalan-jalan.


"Kita pulang aja yaa Sarah, gak enak sama Sandra. Aku pikir dia jadi ikut, tapi ternyata gak.." ujar Bintang yang tidak ingin Sandra merasa cemburu dan salah paham padanya.


"Gak apa-apa kok Bin, kebetulan Sandra lagi banyak kerjaan makanya gak jadi ikut. Lagi pula kita kan gak ngapa-ngapain, cuma jalan-jalan aja.." ucap Sarah sambil tersenyum, dalam hati Ia merasa sangat senang sekali. Karena bisa menghabiskan banyak waktu bersama Bintang, orang yang masih sangat Ia sayangi selama ini.


"Iyaa sih, tapi kan--"


"Udah, ayo kita jalan-jalan ke pantai. Selama di sini kamu kan belum ada pergi ke pantai, aku tau kamu pasti suka.." ajak Sarah sambil menarik tangan Bintang.


Keduanya yang kini telah berada di mobil, segera menuju ke sebuah pantai. Dari awal Sarah memang sudah mengaturnya, untuk bisa menghabiskan waktu berdua bersama Bintang dan membawanya ke pantai yang dulu pernah mereka datangi.


Namun di sepanjang perjalanan, Bintang masih merasa tidak enak hati. Ia masih memikirkan tentang Sandra, yang membiarkan dirinya dan Sarah pergi berdua. Meski Sarah telah berusaha untuk meyakinkan, bahwa Sandra tidak keberatan dan mempermasalahkannya. Namun tetap saja, Bintang tidak ingin membuat hubungan kedua teman baiknya itu jadi terusik olehnya.


"Ayo Bin, kita udah sampai.." seru Pelangi, membuat Bintang pun tersadar dari lamunannya.


"Bukannya ini pantai--"


"Iyaa Bin, ini memang pantai yang dulu biasanya kita kunjungi. Karena aku tau kamu suka dengan pantai ini, makanya aku ajak kamu ke sini.." ucap Sarah dengan tersenyum sumringah, Ia tidak menyangka bisa berkunjung ke pantai itu lagi bersama Bintang. Meski status hubungan mereka kini hanya sebatas teman, tapi itu tidak mengurangi kebahagiaan yang saat ini Sarah rasakan.


"Ohh gitu, iyaa Sarah.. Aku memang suka sama pantai ini, dulu kita sering main air dan pasir di sini.." Bintang kembali mengingat kenangan bersama Sarah pada waktu itu, meski itu semua hanya tinggal kenangan.


"Pelangi juga sering mengajak aku ke pantai.." gumam Bintang dalam hati.


"Yaa udah, ayo Bin kita ke sana.." ajak Sarah seraya menarik tangan Bintang untuk mengikuti langkahnya, seketika itu semua kesedihan yang di rasakan oleh Bintang pun terlupakan dalam sekejap.


🌠


🌠


Beberapa jam telah berlalu, Pelangi pun akhirnya bisa menemukan alamat kost-an tempat Bintang tinggal bersama Anya. Ia lalu menghampiri dan memastikannya dengan lebih dekat, dan memang benar bahwa itu sama dengan alamat yang di berikan oleh Ibunya Bintang padanya.


"Akhirnya ketemu juga.." ucap Pelangi yang merasa sangat senang dan lega, karena sebentar lagi Ia akan bertemu dengan Bintang. Kekasih yang seminggu lebih ini sangat Ia rindukan dan sekaligus yang membuatnya sedih, karena selama itu juga Bintang masih belum menghubunginya.


Pelangi yang sudah mengetuk pintu beberapa kali, namun belum juga ada jawaban dari dalam. Lalu Ia memutuskan untuk menghubungi Anya, dan bertanya tentang keberadaan Bintang saat ini.


Pelangi :"Hallo Nya, kamu dimana..?"


Anya :"Yaa aku di tempat kerjaan, El.. Memang kenapa..?"

__ADS_1


Pelangi :"Ohh, terus kamu pulang jam berapa..?"


Anya :"Sebentar lagi aku pulang, memang ada apa, El..? Kamu mau curhat soal Bintang yaa..?"


Pelangi :"Nanti aja ceritanya kalau kamu udah pulang, aku tutup dulu teleponnya yaa.."


Pelangi yang berpikir bahwa Bintang ada bersama Anya, sengaja memilih untuk menunggu mereka pulang. Ia pun duduk di kursi yang terletak di pojokan teras, agar tidak terlalu terlihat oleh orang yang berlalu-lalang di jalanan.


Setengah jam kemudian, terdengar suara motor yang berhenti tepat di depan pintu pagar kost-an. Melihat hal itu, Pelangi yakin bahwa itu adalah Anya.


"Kenapa Anya cuma sendiri..? Terus Bintang dimana..?" tanya Pelangi dalam hati, sambil terus memperhatikan Anya yang saat itu akan masuk ke dalam kost-an.


"Anyaa..!!" teriak Pelangi sambil menepuk pundak Anya.


"Ehh,, setan ada setan..! Yaa ampun nih orang ngagetin aja sih..!!" Anya yang merasa sangat terkejut langsung mengusap dadanya, lalu menatap ke arah Pelangi dan mulai memperhatikannya.


"Kamu siapa..?! Datang-datang main ngagetin, kalau jantungku copot memang situ mau ganti apa..?!" tanya Anya pada Pelangi yang masih tertawa terpingkal-pingkal, sambil memegangi perutnya.


"Iyaa iyaa maaf Anya, tapi lucu banget lihat kamu kaget terus latah gitu. Harusnya tadi aku rekam aja,hahahaa.." ucap Pelangi.


"Seperti pernah dengar suaranya, tapi siapa yaa..?!" Anya pun segera memegang keningnya, sembari memikirkan siapa orang yang ada di depannya ini.


"Kenalin, aku Pelangi. Pacarnya Bintang yang paling cantik di kampung aku,hee.." seru Pelangi seraya mengulurkan tangannya pada Anya untuk berjabat tangan.


"Ohh,, yaa ampun Pelangi..! Kok kamu bisa sampai di sini sih..? Terus kenapa datang gak bilang-bilang dulu..?" tanya Anya yang masih tidak percaya, bahwa perempuan yang ada di depannya adalah Pelangi.


"Aku sengaja gak mau ngasi tau siapapun, karena aku mau ngasi kejutan sama kalian semua. Terutama sama Bintang, tapi kok orangnya gak ada..? Bintang kemana, Nya..? Kok gak pulang bareng kamu..?" ujar Pelangi yang kini balik bertanya.


"Sarah, mantannya Bintang itu maksud kamu..? Memang mereka jalan-jalan kemana, Nya..? Cuma berdua aja..?" tanya Pelangi yang kini mulai merasa tidak enak hati.


"Rencananya sih bertiga sama Sandra, cuma berhubung Sandra lagi banyak kerjaan. Jadi Bintang sama Sarah aja yang pergi jalan-jalan ke kebun binatang, ayo di minum dulu airnya, El.." ucap Anya sambil menyodorkan minuman dan makanan pada Pelangi.


"Pantes aja Bintang betah tinggal di sini lama-lama, ternyata karena ada Sarah yang selalu menemani dia,mmmh.. Awas aja nanti..!" gerutu Pelangi hanya dalam hati, seraya menahan rasa cemburu yang kini tengah Ia rasakan.


"Ayo El, di minum airnya dan di makan cemilannya. Kok malah bengong gitu..? Yaa beginilah keadaan kost-an aku, kecil banget dan berantakan pula,hee.." ujar Anya merendah diri.


"Iyaa Nya, gak apa-apa kok.." sahut Pelangi sambil meneguk minuman yang ada di depannya.


Sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara langkah dan ketukan pintu dari luar. Mendengar itu, Pelangi pun segera bersembunyi di balik pintu karena ingin memberi kejutan pada Bintang.


"Cieee,, yang habis pulang jalan-jalan sama mantan..!" ledek Anya saat melihat Bintang masuk ke dalam kost-an.


"Apaan sih Nya, aku biasa aja kok. Justru aku--"


"Justru apa Bin..?" tanya Anya pada Bintang yang tiba-tiba saja menghentikan ucapannya, lalu duduk dengan wajah yang terlihat sedih.


"Seharian ini justru aku teringat terus sama Pelangi, karena tadi Sarah ngajak ke pantai. Selama ini Pelangi juga sering ngajak aku ke pantai.." ucap Bintang lirih, seraya mengusap air matanya yang menetes.


"Aku kangen banget sama Pelangi, tapi aku juga gak bisa ngubungin dia. Aku takut semakin sedih dan kecewa, dia pasti bisa bahagia tanpa adanya aku, Nya.." ujar Bintang yang kini semakin menangis sejadi-jadinya.


Pelangi yang mendengar perkataan Bintang dari balik pintu pun merasa terharu, Ia tidak menyangka bahwa Bintang juga merasakan hal yang sama seperti yang selama ini Ia rasakan.

__ADS_1


"Dasar boxxx..!! Siapa bilang aku bisa bahagia tanpa kamu..?!" Pelangi yang tiba-tiba keluar dari balik pintu membuat Bintang merasa sangat terkejut.


"Hahh..?! Ka-kamu kok bisa ada di sini, El..?! Apa aku yang salah lihat..?" tanya Bintang seraya mengucek matanya, untuk memastikan bahwa apa yang di lihatnya adalah benar Pelangi.


Pletakk..


"Aku beneran Pelangi, Biyang..!!" seru Pelangi sambil menyentil kening Bintang. "Kamu pikir aku hantu apa..?!" seru Pelangi yang kini memeluk erat tubuh Bintang.


"Jangan pergi lagi, aku gak bisa berjauhan dari kamu, Biyang.." ucap Pelangi sambil menangis karena merasakan rindu pada Bintang.


"Jadi ini beneran kamu, El..? Aku seneng banget, maafin aku yaa.." sahut Bintang seraya membalas pelukan Pelangi.


"Ehemm..! Kalau gitu aku mau mandi dulu yaa, kalian pelukan aja terus.." ucap Anya yang memilih untuk membersihkan diri, dari pada terus melihat pemandangan yang membuatnya jadi merasa seperti obat nyamuk.


"Ehh,, iyaa Anya, maaf lupa kalau ada kamu,hee.. Yaa udah kamu mandi aja sana.." balas Bintang sembari tersenyum dan melepaskan pelukannya pada Pelangi.


"Kamu sama siapa ke sini, El..? Suami kamu mana, gak ikut..?" tanya Bintang yang kembali merasa sedih, mengingat bahwa Pelangi telah menikah.


"Aku sendirian aja, dan aku juga gak jadi menikah. Karena aku maunya menikah sama kamu, Biyang.." ucap Pelangi tersenyum.


"Aku serius El, jangan bercanda.." balas Bintang yang tidak percaya begitu saja dengan apa yang Pelangi katakan padanya, karena jelas-jelas waktu itu Ibunya mengatakan bahwa acara pernikahan Pelangi berjalan dengan lancar.


"Aku juga serius sama kamu, Biyang.. Kalau aku beneran sayang sama kamu,hee.." ucap Pelangi yang sengaja membuat Bintang menjadi kesal.


"Pelangi..!"


"Iyaa iyaa Biyang, jangan marah dong. Aku memang gak jadi menikah, serius..!" ujar Pelangi yang berusaha untuk meyakinkan Bintang.


"Kok bisa gak jadi menikah..? Memang kenapa, El..?" tanya Bintang yang semakin merasa penasaran.


"Nanti aja aku ceritain yaa Biyang, sekarang aku mau istirahat dulu. Rasanya capek banget, karena berjam-jam mencari alamat kost-an Anya.." jelas Pelangi yang kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu menarik tangan Bintang untuk duduk di sampingnya.


"Yaa udah, sekarang kamu istirahat aja dulu.." Bintang membelai lembut rambut Pelangi, sambil mengusap wajahnya dengan penuh kasih sayang. Hingga membuat Pelangi yang merasa lelah, kini menjadi ketiduran.


"Pelangi tidur yaa, Bin..?" tanya Anya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iyaa Nya, dia kecapekan. Aku gak nyangka Pelangi bakal datang ke sini buat nyusul aku, Nya.. Rasanya terharu dan bahagia banget.." ucap Bintang.


"Itu karena Pelangi beneran sayang banget sama kamu, Bintang.." sahut Anya.


"Aku juga sayang banget sama Pelangi, Nya.." balas Bintang.


"Iyaa Bin, aku tau kok. Sekarang kamu jangan sedih lagi yaa.. Aku mau keluar dulu sebentar, kamu juga istirahat aja sama Pelangi.." ujar Anya yang bersiap-siap untuk pergi.


"Iyaa Nya, kamu hati-hati yaa.."


Setelah malam tiba, dan semua telah berkumpul di kost-an. Pelangi pun mulai bercerita tentang alasan kenapa pernikahannya bisa batal, meski dalam hati masih ada rasa cemburu yang Ia rasakan saat melihat Sarah berada di antara mereka. Namun Pelangi berusaha untuk menepisnya, dan bersikap seperti biasa...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2