Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Uring-uringan


__ADS_3

Melati yang sejak tadi melihat Pelangi sibuk mondar-mandir di teras, kini segera menghampirinya. Karena ada sesuatu hal yang juga ingin Ia tanyakan pada Pelangi, tentang sikapnya yang akhir-akhir ini terlihat berbeda tidak seperti biasanya.


"Kamu kenapa El, dari tadi Mamii lihat mondar-mandir terus. Kamu ada masalah yang sedang di pikirkan..?" tanya Melati yang kini sudah duduk di kursi teras.


"Gak ada masalah kok Mii, cuma olahraga aja,hehee.." jawab Pelangi asal.


"Olahraga kok mondar-mandir begitu, ngarang kamu ini.." seru Melati.


"Yaa udah Mii, aku mau masuk ke kamar dulu yaa.." sahut Pelangi yang bergegas pergi meninggalkan Ibunya, karena Ia tidak ingin di tanya-tanya tentang sesuatu yang Ia tidak mungkin bisa ceritakan.


"Pasti ada yang di sembunyikan sama anak itu, tapi apa yaa..?" tanya Melati dalam hati sembari memikirkan sesuatu.


Melati pun segera menemukan keberadaan Awan, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Pelangi hingga membuat sikapnya berubah akhir-akhir ini. Namun setelah bertanya pada Awan tentang Pelangi, Awan justru balik bertanya pada Ibunya.


"Kamu benar tidak tahu apa-apa tentang perubahan Kakak kamu, Wan..?" tanya Melati untuk yang kesekian kalinya.


"Iyaa beneran Mii, masa aku bohong sih. Aku juga heran dengan sikap Kak Pelangi yang akhir-akhir ini suka marah-marah dan ngomel-ngomel gak jelas.." ujar Awan yang berusaha meyakinkan Ibunya.


"Tapi biasanya Kak Pelangi sering cerita sama kamu kalau ada apa-apa, Wan.." ucap Melati yang masih merasa ragu dengan jawaban putranya itu.


"Itu kan biasanya Mii, kalau sekarang luar biasa. Nanti deh Awan coba tanya Kak Pelangi, mana tau Kakak mau cerita ke aku.." ujar Awan.


"Yaa sudah kalau begitu, Mamii mau masuk ke kamar dulu. Kamu jangan keluyuran terus, Wan.." seru Melati.


"Gak kok Mii, mungkin cuma nongkrong aja di dekat gang sini,hehee.." sahut Awan sambil tersenyum.


🌠


Sementara itu di tempat yang lain, Sarah dan Sandra sedang berada di kost-an Anya yang juga ada Nindy di sana. Mereka yang sebelumnya telah membuat janji untuk jalan-jalan dan makan bersama, kini telah bersiap-siap untuk pergi menuju ke salah satu Mall terbesar di sana.


Setelah melakukan perjalanan yang tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun telah tiba dan segera mencari tempat yang nyaman untuk makan malam.


"Ayo Nya, Nindy.. Kalian pesan aja apa yang kalian mau, kali ini biar aku yang traktir.." seru Sarah dengan senyum lebar.


"Asyik banget tuh, boleh pesan banyak kan, Sarah..?" tanya Anya pada Sarah.


"Boleh dong, asal kamu habisin aja, Nya.." jawab Sarah sambil tersenyum menatap Anya.


"Apaan sih kamu sayang, malu-maluin aja tau. Makan tuh secukupnya aja, jangan banyak-banyak.." seru Nindy sambil menyenggol lengan Anya.


"Gak apa-apa Yank, mumpung di traktir sama Sarah. Momen langka ini, jarang terjadi,hehee.." ujar Anya yang sudah memesan beberapa makanan pada pelayan di sana.

__ADS_1


"Jarang terjadi apanya, udah sering banget tau Sarah traktir kita,mmmh.." sahut Nindy yang merasa kesal dengan sikap Anya.


"Udah-udah, kalian jangan berantem gitu. Gak enak di lihat sama orang di sini, biarin aja Anya pesan makanan yang dia mau, Nin.. Aku gak apa-apa kok, malah seneng. Iyaa kan sayang..?" tanya Sarah sambil melirik ke arah Sandra yang sejak tadi hanya diam dan tersenyum melihat tingkah Anya dan Nindy.


"Iyaa sayangku.." jawab Sandra dengan lirih, sambil tersenyum menatap Sarah.


"Oh iyaa Nya, gimana Bintang sama bos-nya itu..?" tanya Sarah pada Anya.


"Kurang baik Sarah, Pelangi waktu itu cerita kalau dia lagi berusaha untuk menghindar dari Bintang. Karena Pelangi takut gak bisa nahan perasaannya.." ujar Anya.


"Loh, kok gitu sih Nya, memang Bintang gak suka atau gak ada perasaan ke Pelangi..?" tanya Sarah lagi.


"Entahlah, tapi kalau menurut aku yaa, masalahnya bukan tentang perasaan. Tapi tentang Pelangi, karena dia gak seperti kita kan.." jelas Anya.


"Benar apa yang di bilang Anya, mungkin karena itu Bintang juga selalu bersikap biasa aja sama Pelangi.." ucap Nindy yang ikut menimpali.


"Kalau di pikir-pikir ada benarnya juga sih, tapi aku gak nyangka. Kok bisa Pelangi ngubungin kamu dan cerita banyak ke kamu, Nya..?" tanya Sandra pada Anya.


"Aku juga sempat kaget waktu itu, tiba-tiba dia ngubungin aku dan memperkenalkan dirinya. Terus aku tanya, dari mana dia bisa dapat nomor aku gitu. Ehh,, ternyata dia diam-diam ambil dari handphone Bintang, lucu kan yaa.." ujar Anya sambil tertawa kecil.


"Iyaa lucu dan juga berani, sampai segitunya dia pengen tau tentang dunia pelangi. Tapi kira-kira Bintang tau gak yaa soal itu..?" tanya Sarah pada teman-temannya.


"Kalau gitu kita semua diam-diam aja yaa, jangan ada yang cerita ke Bintang. Karena kalau Bintang tau, pasti dia bakal marah ke kita.." ucap Sarah pada semuanya.


Sedang asyik mengobrol, makanan yang di pesan pun kini satu persatu telah datang. Mereka mulai menyantap makanannya masing-masing, sambil sesekali bercerita tentang bagaimana rasa dari makanan yang tengah mereka nikmati.


Selesai makan malam, Sarah mengajak Sandra dan teman-temannya untuk berkeliling sambil mencoba wahana permainan yang ada di sana. Tidak lupa juga mereka saling berfoto bersama, lalu mengirimkannya pada Bintang.


"Coba aja Bintang juga ada di sini bareng kita, pasti lebih seru lagi,mmmh.." ucap Anya sambil menarik nafasnya.


"Suatu saat nanti, Bintang pasti bisa bareng kita lagi kok.." sahut Sarah sambil tersenyum, karena dalam hati Ia percaya. Bahwa suatu hari nanti, Bintang akan berada di tengah-tengah mereka.


"Aamiin.." balas ketiganya serentak.


Mereka pun kembali melanjutkan permainannya, menikmati saat-saat bersama yang jarang mereka rasakan. Di karenakan kesibukan masing-masing, dengan kehidupan dan pekerjaan mereka.


🌠


🌠


Tokk,, tokk,, tokkk..

__ADS_1


"Siapa..?" tanya Pelangi saat mendengar sese'orang mengetuk pintu kamarnya.


"Ini Awan, aku boleh masuk kan, Kak..?" tanya Awan.


"Iyaa sebentar.." sahut Pelangi yang bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju pintu kamarnya.


"Kakak belum mau tidur kan..?" tanya Awan yang kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Memang kenapa, ada masalah lagi..?" ucap Pelangi yang balik bertanya.


"Masalahnya itu, Kakak.." sahut Awan.


"Kok Kakak, memang Kakak kenapa..?" tanya Pelangi yang merasa bingung dengan ucapan adiknya.


"Iyaa Kakak kenapa, akhir-akhir sering marah-marah gak jelas..?" tanya Awan menyelidiki.


"Siapa yang marah-marah, gak ada yang marah-marah kok.." sahut Pelangi.


"Iyaa gak marah-marah, cuma uring-uringan gak jelas.." balas Awan.


"Yaa mungkin karena Kakak banyak yang di pikirkan, jadinya gitu.." jelas Pelangi.


"Memang Kakak mikirin apa sih, mantan..?" tanya Awan penasaran.


"Enak aja, ngapain juga Kakak mikirin mantan. Buang-buang waktu aja,mmmh.." ujar Pelangi.


"Terus kalau gak mantan, apa dong..?" tanya Awan lagi.


"Cuma mikir kerjaan aja kok, yaa udah sekarang kamu keluar. Kakak mau istirahat, capek.." seru Pelangi sambil mendorong tubuh Awan.


"Iyaa iyaa Kak, kalau ada apa-apa Kakak cerita ke aku atau Mamii yaa.. Jangan di pendam sendiri, nanti stres lho.." ledek Awan sambil berjalan menuju pintu kamar.


"Iyaa tau, yaa udah buruan sana keluar.." ucap Pelangi seraya mendorong tubuh Awan hingga keluar kamar, lalu bergegas mengunci pintu kamarnya.


"Ini semua gara-gara Bintang, kenapa sih kepikiran dia terus. Belum tentu juga dia mikirin aku,huuhhh.." gumam Pelangi dalam hati, sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu mengambil parfum yang kini selalu Ia gunakan sebelum tidur, wangi parfum yang membuat Pelangi seolah-olah berada di dekat Bintang.


Sedangkan di tempat yang lain, Bintang berusaha untuk memejamkan matanya sejak tadi. Namun tetap saja tidak membuatnya tertidur juga, karena bayang wajah Pelangi terus saja hadir dalam ingatannya...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2