
Sesampainya di rumah, Pelangi langsung bergegas masuk ke dalam kamar lalu membereskan barang-barangnya. Setelah selesai Pelangi memilih untuk beristirahat, Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seraya memikirkan sesuatu yang sejak tadi Ia rasakan. Dari arah luar, terdengar suara Bik Ira yang mengetuk pintu. Pelangi pun bangkit dari tempat tidur, untuk membuka pintu kamarnya.
"Ada apa, Bik..? Apa Mamii dan Awan udah pulang..?" tanya Pelangi pada Bik Ira, karena sebelumnya Pelangi telah berpesan jika Ibu dan adiknya sudah pulang untuk segera memberitahunya.
"Belum pulang Non, Bibik cuma mau tanya apa Non Pelangi mau makan malam..? Karena makan malamnya sudah Bibik siapkan.." ujar Bik Ira.
"Gak Bik, aku udah makan tadi di rumah Bintang. Bibik makan aja yaa sama yang lainnya, aku mau istirahat dulu.." sahut Pelangi.
"Ohh, baik Non, Bibik mau ke belakang dulu.." balas Bik Ira pada Pelangi yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Pelangi kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Ia memeluk bery boneka kesayangannya itu. Namun entah kenapa rasanya berbeda, tidak senyaman sebelumnya.
"Apa mungkin, karena pelukan Bintang jauh lebih nyaman dari ini.." gumam Pelangi dalam hati sambil menarik nafasnya.
Tidak lama kemudian, Pelangi pun segera keluar dari kamar. Setelah Bik Ira memberitahunya, bahwa Ibu dan adiknya telah tiba di rumah.
"Mamii..! Akhirnya pulang juga, aku kangen tau, Mii.." seru Pelangi seraya memeluk Ibunya.
"Mamii juga kangen kamu sayang, semua baik-baik saja kan..?" tanya Melati pada putrinya.
"Semua baik kok, Mii.. Cuma hati yang gak baik.." ucap Pelangi dengan lirih.
"Hati kamu kenapa, El..?" tanya Melati yang tidak mendengar dengan jelas ucapan Pelangi.
"Maksudnya tadi Pelangi makan sama sambel ati, Mii.." balas Pelangi sambil tersenyum.
"Ohh, Mamii pikir kenapa.." sahut Melati.
"Awan mana, Mii..? Kok gak kelihatan..?" tanya Pelangi saat tidak melihat adiknya sejak tadi.
"Awan masih di luar, kamu bantu dia bawa barang-barang yaa.." perintah Melati.
"Mamii bawa banyak oleh-oleh yaa..? Asyik..!!" seru Pelangi sambil berlari kecil menuju pintu keluar untuk menemui Awan.
Selesai membantu Awan membereskan semua barang yang Ibunya bawa, Pelangi dan Awan pun kini duduk bersama dengan Ibunya. Mereka terlihat sedang asyik mengobrol, sambil sesekali terdengar suara tawa dari ketiganya. Setelah puas mengobrol, mereka segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
🌠
Keesokan paginya..
Awan dan Ibunya telah berada di ruang makan, sementara Bik Ira baru saja selesai menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya. Melati yang sejak tadi belum melihat Pelangi, akhirnya meminta Bik Ira untuk segera memanggilnya.
"Bik,, tolong kamu panggilkan Pelangi untuk segera sarapan yaa, tumben sudah jam segini anak itu belum keluar kamar juga.." perintah Melati pada Bik Ira.
"Baik Bu.." sahut Bik Ira yang langsung berjalan menuju ke kamar Pelangi.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Non Pelangi, waktunya sarapan, Non.. Sudah di tunggu sama Ibu.." seru Bik Ira.
"Iyaa Bik, sebentar lagi aku keluar kok..!" balas Pelangi dari dalam kamar.
Tidak berapa lama, Pelangi pun telah keluar dari kamarnya dan bergegas berjalan menuju ke meja makan. Di sana terlihat Ibu dan adiknya, yang telah lebih dulu menikmati sarapannya.
"Tumben kamu kesiangan Kak, apa tadi malam tidur larut malam..?" tanya Melati yang melihat raut wajah Pelangi agak pucat.
__ADS_1
"Tadi malam susah tidur Mii, udah tengah malam baru bisa tidur. Ini juga rasanya masih ngantuk.." ujar Pelangi sambil menguap.
"Mungkin Kakak lagi kangen mantan pacarnya kali Mii, makanya jadi susah tidur,hehee.." ledek Awan sambil tertawa kecil.
"Sembarangan aja kalau ngomong..!" seru Pelangi sambil memukul pundak Awan dengan tas miliknya.
"Sudah-sudah..! Kalian ini pagi-pagi sudah berantem, Kakak cepat habiskan sarapannya.." perintah Melati pada Pelangi, sedangkan Awan yang telah selesai sarapan memilih untuk pergi.
Pelangi yang sudah menghabiskan sarapannya, segera pamit pada Ibunya. Ia terlihat terburu-buru berjalan keluar, lalu mengambil sepeda motor yang ada di garasi dan menyalakannya.
"Pasti Bintang udah nungguin nih.." gumam Pelangi dalam hati, sambil melajukan sepeda motornya.
Tak butuh waktu lama, Pelangi telah tiba di depan toko. Seperti dugaannya, Bintang telah lebih dulu sampai dan sedang menunggu Ia datang.
"Maaf Bin, aku kesiangan.." seru Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang.
"Iyaa El, gak apa-apa kok.." balas Bintang.
Keduanya pun kini segera masuk ke dalam toko, mereka lalu memulai pekerjaannya masing-masing.
"Gimana tidur kamu tadi malam, Bin..?" tanya Pelangi di sela-sela kesibukan mereka.
"Gak gimana-gimana, biasa aja.." jawab Bintang.
"Ohh, kirain gak bisa tidur, karena aku gak bisa tidur makanya sekarang ngantuk.." ujar Pelangi.
"Kenapa..? Kan ada boneka gajah, ehh maksudnya aku bery.." sahut Bintang.
"Iyaa memang ada bery, boneka kesayangan aku. Tapi gak ada kamu,hehee.." ujar Pelangi sambil tersenyum.
"Beneran lho Bin, kamu kenapa sih gak mau percaya sama aku..? Padahal aku serius.." seru Pelangi.
"Terserah kamu ajalah mau ngomong apa, aku mau ke depan dulu.." balas Bintang sambil berjalan menuju rak depan.
"Dasar,, nyebelin..!" gerutu Pelangi.
Setelah seharian bekerja, kini sudah tiba waktunya untuk pulang. Namun sebelum pulang, Pelangi memberitahu Bintang bahwa nanti malam dia dan Ibunya akan datang berkunjung ke rumah.
Setibanya di rumah, Bintang langsung memberitahu Ibunya tentang Pelangi dan Ibunya yang akan datang berkunjung ke rumah mereka nanti malam. Ibu pun segera sibuk di dapur, untuk memasak dan menyiapkan makan malam.
🌠
🌠
"Ayo Mii, buruan..!" seru Pelangi yang sejak tadi sudah lama menunggu Ibunya.
"Iyaa Kak, ini juga sudah selesai. Kamu benar tidak mau ikut ke rumah Bintang, Wan..?" tanya Melati pada Awan.
"Gak Mii, Kak El dan Mamii aja yang ke sana. Awan nanti mau ngumpul bareng sama teman-teman.." ujar Awan.
"Ohh, yaa sudah Mamii dan Kakak pergi dulu, kamu nanti jangan pulang larut malam yaa.." ucap Melati pada putranya.
"Iyaa Mii, tenang aja.." balas Awan pada Ibunya.
Pelangi dan Ibunya pun kini sudah berada di dalam mobil, saat itu terlihat raut wajah Pelangi yang begitu senang karena akan bertemu dengan Bintang.
__ADS_1
"Kamu kenapa Kak, kok senyum-senyum begitu..?" tanya Melati yang sejak tadi memperhatikan Pelangi.
"Hahh,, gak kenapa-kenapa kok Mii, cuma seneng aja karena bisa ke rumah Bintang sama Mamii. Jadi Mamii bisa ketemu lagi sama Ibunya, kan udah lama banget gak ketemu.." ujar Pelangi yang mencari alasan.
"Ohh,, Mamii pikir tadi kenapa,. tapi memang benar yang kamu bilang itu Kak. Akhirnya sekarang bisa ketemu lagi.." balas Melati.
Kini keduanya pun telah tiba di rumah Bintang, Pelangi langsung mengetuk pintu. Dan tak lama pintu terbuka, terlihat Bintang dan Ibunya yang menyambut mereka dengan hangat.
"Akhirnya kita ketemu lagi..!" seru Melati sambil memeluk erat Ibu Bintang.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang, baik-baik saja kan..?" tanya Ibu Bintang pada Melati.
"Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri bagaimana..?" ucap Melati yang balik bertanya.
"Syukur alhamdullilah, aku juga baik, Mel.. Ayo silahkan duduk, kita ngobrol di dalam saja.." ajak Ibu Bintang pada Melati dan Pelangi.
Mereka semua berkumpul di ruang tamu, sedangkan Bintang berjalan menuju ke meja makan untuk menyiapkan semuanya. Setelah semua siap, Ibu Bintang mengajak Melati dan Pelangi untuk makan bersama.
Selesai makan malam, Ibu Bintang melanjutkan obrolannya bersama Melati. Sementara Bintang dan Pelangi memilih untuk duduk di luar, sambil mengobrol dengan bebas.
"Gimana Bin, kamu mau kan..?" tanya Pelangi tiba-tiba.
"Mau apa nih..?" balas Bintang yang balik bertanya.
"Ajarin aku jadi seperti kamu.." ucap Pelangi sambil menutup keningnya dengan tangan, karena Ia takut Bintang akan menyentil keningnya seperti waktu itu.
"Aku gak mau, lagian buat apa kamu mau jadi seperti itu.." sahut Bintang.
"Karena aku pengen tau, Bin.. Ayolah, mau yaa yaa yaaa.." bujuk Pelangi.
"Terus kalau udah tau, kamu mau apa..?" tanya Bintang yang tidak habis pikir dengan keinginan Pelangi itu.
"Aku mau kamu,hehee.." jawab Pelangi sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Dasar tukang gombal,mmmh.." sahut Bintang sambil menggelengkan kepalanya.
"Pokoknya kamu harus ajarin aku, kalau gak aku minta ajarin sama orang lain aja.." ujar Pelangi.
"Orang lain siapa..? Kamu kan cuma tau aku.." balas Bintang.
"Minta ajarin sama Ibu kamu,hehehee.." seru Pelangi sambil kembali tertawa.
"Dasar stress nih orang..!" seru Bintang yang kini mulai kesal.
"Yaa udah deh kalau kamu gak mau ajarin, aku belajar sendiri aja.." ujar Pelangi seraya memasang raut wajah yang terlihat sedih, karena keinginannya tidak di turuti oleh Bintang.
"Dasar nih anak, pakai pura-pura sedih lagi. Drama banget sih.." gumam Bintang dalam hati sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Tunggu sebentar yaa, aku mau angkat telepon dulu.." ucap Bintang saat melihat ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk.
Pelangi hanya menganggukkan kepalanya, dan saat itu Ia pun mendapatkan sebuah ide bagaimana caranya untuk bisa seperti Bintang.
"Akhirnya,, cara itu pasti bisa berhasil.." ucap Pelangi dalam hati sambil tersenyum penuh arti...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠