
"Kamu harus bisa memberi kesan pertama yang baik sama Pelangi yaa, Reon.." seru Risma pada Reon.
"Iyaa Maa, Reon tau kok harus gimana.." sahut Reon yang kini mengikuti langkah Ibunya untuk masuk ke dalam rumah Melati, di ikuti oleh Rena yang berjalan di sampingnya.
Di sana mereka langsung di sambut oleh Melati, Pelangi dan juga Awan. Setelah berjabat tangan dan berkenalan, Pelangi sengaja berjalan menuju ke arah dapur untuk menghubungi Bintang. Sedangkan Melati dan Awan asyik berbincang-bincang, terutama Awan yang terlihat begitu senang dengan kedatangan Rena.
"Kakak kamu Pelangi kemana yaa, Wan..?" tanya Melati pada Awan dengan setengah berbisik.
"Gak tau Mii, tapi sepertinya tadi ke belakang.." jawab Awan.
Tidak lama kemudian, Melati pun mengajak Risma dan kedua anaknya untuk makan malam. Karena semua makanan telah siap dan terhidang sejak tadi, dan saat itu Pelangi pun kembali dan duduk bersama dengan yang lainnya.
"Kamu kemana saja sih, El..? Ada tamu kok malah menghilang.." tanya Melati pada Pelangi yang kebetulan duduk di sampingnya.
"Iyaa maaf Mii, tadi ada telepon dari toko.." jawab Pelangi yang sengaja berbohong.
"Ohh,, lain kali bilang sama Mamii, jangan main menghilang begitu.." ucap Melati.
"Iyaa iyaa Mii, maaf.." sahut Pelangi.
Dan kini mereka pun menyantap makanannya masing-masing, sambil sesekali Risma memuji masakan Melati yang masih tetap terasa enak seperti dulu.
"Masakan kamu tidak berubah Mel, masih tetap enak seperti dulu.." puji Risma sambil tersenyum.
"Kamu bisa aja Ris, ini juga tadi di bantuin sama Pelangi dan Bik Ira kok.." ujar Melati.
"Ohh,, jadi Pelangi juga ikut memasak juga, persiapan untuk jadi istri idaman yaa,hee.." ucap Risma pada Pelangi yang hanya tersenyum mendengarnya.
"Kalau enak, tambah dong Tante. Rena juga, ayo makan yang banyak biar gak kurus gitu.." seru Awan sambil melirik ke arah Rena.
"Iyaa nih, Tante juga mau nambah kok, Wan.." balas Risma, lalu mengambil makanan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Ayo Nak Reon dan Rena, tambah lagi makannya. Jangan malu dan sungkan, anggap saja di rumah sendiri.." ucap Melati pada Reon dan Rena yang sejak tadi banyak diam.
"Iyaa Tante.." balas Reon dan Rena bersamaan.
Selesai makan malam, Risma sengaja mengajak Melati untuk berbicara berdua dan menyuruh Reon untuk berbincang-bincang bersama Pelangi. Sedangkan Awan, tanpa di minta pun Ia segera mengajak Rena untuk mengobrol di teras samping rumah. Mereka sibuk dengan lawan bicaranya masing-masing, berbeda halnya dengan Pelangi dan Reon yang terlihat hanya diam saja.
"Apa kamu ngerasa gak nyaman duduk di sini sama aku..?" tanya Reon yang memulai percakapan.
"Memang kenapa..?" ucap Pelangi yang justru balik bertanya.
"Habis dari tadi kamu diam dan seperti memikirkan sesuatu atau gak fokus gitu.." ujar Reon.
"Aku memang gak biasa banyak berbicara sama orang asing atau yang baru aku kenal, maaf.." ucap Pelangi yang sebenarnya sejak tadi Ia kepikiran dengan Bintang, karena biasanya malam minggu Ia menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan bersama kekasihnya itu.
"Tapi sebentar lagi aku bukan orang asing lagi buat kamu.." seru Reon yang berpikir bahwa Pelangi tahu tentang perjodohan dengannya.
"Maksud kamu apa bicara seperti itu..?" tanya Pelangi yang merasa tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Reon padanya.
"Kamu pasti udah tau, kalau kita berdua akan di jodohkan.." ucap Reon.
"Iyaa benar, memang kamu gak tau soal itu..?" tanya Reon yang merasa bingung sendiri.
Pelangi hanya diam dan menarik nafasnya dengan dalam, Ia merasa terkejut dengan apa yang Reon katakan. Bagaimana mungkin Ia bisa tidak tahu dan sadar, bahwa Ibunya merencanakan untuk menjodohkan dirinya dengan orang yang sama sekali tidak Ia kenal.
"Kok kamu malah diam sih..? Kamu gak percaya dengan apa yang aku omongin barusan..?" tanya Reon lagi.
"Kamu ini banyak tanya..!" seru Pelangi yang mulai merasa risih setelah mendengar tentang perjodohan.
"Yaa udah, aku diam aja.." balas Reon yang merasa bahwa wanita di depannya itu kini sedang merasa kesal.
"Aku harus secepatnya minta penjelasan dari Mamii, ngapain main jodoh-jodohin aku segala.." gumam Pelangi dalam hati, tanpa mempedulikan Reon yang sejak tadi juga sedang sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Waktu terus berlalu, hingga telah tiba saatnya Risma dan kedua anaknya untuk pamit pulang. Meski Melati melarang dan meminta Risma untuk menginap saja di rumah, namun Risma menolak. Karena Ia tahu, kedua anaknya pasti tidak akan setuju.
"Mamii,, aku pengen tanya sama Mamii.." seru Pelangi sambil menarik lengan Ibunya untuk segera duduk bersamanya.
"Memang kamu mau tanya apa, El..? Nanti saja yaa, Mamii mau bantuin Bik Ira beres-beres dulu.." sahut Melati.
"Awan,, kamu bantuin Bik Ira di dapur..!" perintah Pelangi pada Awan yang kini terlihat bengong, karena tidak biasanya Pelangi bersikap tegas seperti sekarang ini. Namun Ia segera menuju ke dapur, untuk membantu Bik Ira membereskan semuanya.
"Sebenarnya ada apa, El..? Apa yang mau kamu tanyakan..?" tanya Melati pada Pelangi yang kini sedang menarik nafasnya.
"Apa benar Mamii mau jodohin aku sama anaknya Tante Risma..? Siapa itu namanya, Rawon, ehh Krayon entahlah siapa, aku lupa.." tanya Pelangi.
"Namanya Reon.." balas Melati.
"Nah itu dia, ayo Mamii jawab pertanyaan aku.." pinta Pelangi yang sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Ibunya.
"Iyaa itu memang benar, Mamii minta maaf yaa.. Karena tidak memberitahu kamu terlebih dulu.." ujar Melati.
"Hahh..? Jadi beneran Mamii mau jodohin aku sama dia..? Yaa ampun Mii,, ini bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang harus di jodoh-jodohin,mmmh.." ucap Pelangi yang merasa tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Ibunya.
"Tapi Mamii cuma ingin yang terbaik buat kamu, El.. Lagi pula Mamii tahu, Reon itu pria yang baik dan bertanggung jawab. Untuk putri Mamii, Mamii tidak mungkin salah pilih.." ujar Melati yang sejak awal telah yakin, bahwa Reon ada laki-laki yang tepat untuk menjadi pendamping hidup Pelangi nantinya.
"Ini bukan tentang dia baik atau bertanggung jawab Mii, tapi tentang hati dan perasaan. Aku gak bisa bersama, apa lagi tiba-tiba menikah dengan orang yang gak aku kenal dan cintai.." jelas Pelangi yang tidak terima dengan pemikiran Ibunya.
"Mamii tau itu, karena itu Mamii pertemukan kamu dengan Reon terlebih dulu. Agar kalian bisa saling mengenal lebih dekat, dan tau bagaimana pribadi masing-masing. Mamii tidak meminta kamu untuk segera menikah, El.." ujar Melati.
"Tetap aja aku gak bisa ngelakuin seperti yang Mamii pikirkan, karena apa yang menurut Mamii itu terbaik belum tentu aku bisa menerimanya, Mii.. Yaa udahlah, aku mau ke kamar dulu.."
Ucap Pelangi seraya meninggalkan Ibunya yang masih belum selesai berbicara, namun juga tidak bisa untuk menahan Pelangi agar tidak beranjak dari tempat duduknya.
Pelangi yang telah berada di dalam kamar, langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia kemudian menghubungi Bintang yang sejak tadi sangat Ia rindukan, Pelangi pun segera menceritakan semuanya. Tidak ada yang Ia tutupi dari Bintang, termasuk tentang Reon yang sama sekali tidak membuatnya tertarik. Karena hati dan pikirannya, telah di penuhi oleh Bintang...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠