
Bintang yang baru saja keluar dari kamar, kini berjalan menuju meja makan. Di sana sudah ada Ibu, yang telah menunggu Bintang sejak tadi. Ibu pun menyuruh Bintang untuk segera sarapan bersamanya, sambil sesekali melihat Bintang yang menurut Ibu kini semakin berbeda.
"Bintang berangkat dulu yaa, Bu.." pamit Bintang sambil menyalami tangan Ibunya.
"Iyaa Bin, kamu hati-hati di jalan yaa.. Dan selalu ingat pesan Ibu tentang Pelangi.." ucap Ibu tiba-tiba.
Deg
"Apa mungkin Ibu udah tau tentang aku dan Pelangi..?" tanya Bintang hanya dalam hati.
"Iyaa Bu, Bintang selalu ingat kok. Ibu gak usah khawatir, Bintang pergi yaa.. Assalamu'alaikum.." ucap Bintang.
"Wa'alaikumsalam, Bintang.. Jangan lupa berdo'a dulu.." seru Ibu pada Bintang yang hanya tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya.
"Mungkin kamu bisa menahannya Bintang, tapi Ibu rasa Pelangi tidak bisa.." gumam Ibu dalam hati, karena selama ini Ibu memperhatikan perubahan yang terjadi pada Bintang. Begitu juga dengan Pelangi, yang sekarang terlihat begitu dekat dengan Bintang. Hingga Ibu bisa merasakan, bahwa mereka berdua memang memiliki hubungan.
Setibanya di toko, Bintang sudah di sambut hangat oleh Pelangi yang ternyata telah tiba lebih dulu. Sejak menjalin hubungan dengan Bintang, Ia menjadi lebih bersemangat menjalani hari-harinya. Bintang pun merasa senang, namun juga merasa cemas jika suatu saat Ibunya tahu tentang itu.
"Biyang udah datang yaa, ayo masuk kita sarapan dulu.." ajak Pelangi sambil mengambil tas kecil yang Bintang bawa, lalu meletakkannya di ruang istirahat.
"Kamu aja yang sarapan, aku udah sarapan tadi di rumah.." sahut Bintang.
"Yaa udah kalau gitu, kamu temenin aku sarapan.." ucap Pelangi yang menarik tangan Bintang untuk duduk di sampingnya.
"Jangan seperti ini El, nanti kalau ada yang datang terus lihat gimana..?" tanya Bintang mengingatkan.
"Gak gimana-gimana.." balas Pelangi yang kini berjalan menuju pintu toko, lalu menutup dan menguncinya.
"Sekarang udah aman Biyang,hee.." seru Pelangi yang kembali duduk di sebelah Bintang.
"Memang yaa nih anak, yaa udah buruan sarapan..!" perintah Bintang sambil menarik nafasnya.
Begitulah yang sering terjadi sejak Bintang bersama Pelangi, Ia harus selalu mengalah dan menuruti keinginan Pelangi yang memang suka memaksa. Namun Pelangi bersikap seperti itu hanya pada Bintang, wanita yang telah membuatnya merasa sangat nyaman saat bersama.
Setelah seharian bekerja, kini telah tiba waktunya untuk Pelangi dan Bintang pulang. Setelah selesai membereskan semuanya, Pelangi lalu berpamitan pada Bintang. Tidak lupa juga, sebelum pulang Pelangi meminta Bintang untuk menciumnya.
__ADS_1
"Kamu baru pulang, Bin..?" tanya Ibu saat melihat Bintang yang baru saja hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Iyaa Bu, Bintang mau mandi dulu yaa.." sahut Bintang.
"Iyaa Bin, nanti jangan lupa yaa.. Kamu ajak Pelangi untuk makan malam di rumah, Ibu sudah masak banyak hari ini.." ujar Ibu sambil tersenyum.
"Ohh,, iyaa Bu, nanti Bintang bilang ke Pelangi.." balas Bintang yang langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Tumben Ibu ngajak Pelangi makan malam di rumah..? Apa ada sesuatu yang mau Ibu omongin ke Pelangi yaa,mmmh.." tanya Bintang dalam hati, dan perlahan Ia pun mengguyur tubuhnya dengan air yang terasa dingin.
🌠
🌠
Pelangi yang mendapat ajakan makan malam dari Ibunya Bintang merasa sangat senang sekali, dan kini Ia tengah bersiap-siap untuk pergi. Awan yang saat itu sedang melihat Pelangi berjalan terburu-buru, segera menghampiri untuk bertanya kemana Kakaknya itu akan pergi.
"Kakak mau kemana, kok buru-buru banget..?" tanya Awan yang merasa penasaran.
"Mau pergi ke rumah Bintang, ada urusan. Mamii kemana yaa, Wan..? Kok gak ada kelihatan..?" tanya Pelangi yang ingin berpamitan pada Ibunya, namun sejak tadi tidak melihatnya.
"Kelamaan, kamu bilang aja nanti sama Mamii yaa.. Kalau Kakak pergi ke rumah Bintang, Kakak pergi dulu.." ucap Pelangi sambil berjalan meninggalkan Awan, dan menuju ke mobilnya.
Tidak butuh waktu lama, Pelangi kini telah sampai di halaman rumah Bintang. Dengan perasaan yang gugup dan tegang, Ia berjalan dengan senyum yang sumringah. Sambil membawa beberapa bungkusan, yang berisi kue dan buah-buahan yang tadi sengaja Ia beli saat di perjalanan.
Tokk,, tokk,, tokk..
Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, Bintang yang sudah sejak tadi menunggu pun segera membuka pintu. Namun tidak seperti biasanya, kini Pelangi tidak langsung masuk ke dalam rumah. Ia mengajak Bintang untuk duduk di luar sebentar, meski Bintang menolaknya.
"Ayo masuk aja, Ibu udah nungguin tuh.." seru Bintang.
"Iyaa sebentar Biyang, aku siapin tenaga dulu untuk berhadapan dengan Ibu,hee.." ujar Pelangi sambil menarik nafasnya.
"Siapin tenaga, memang mau berantem apa..? Kamu ada-ada aja, udah ayo masuk..!" paksa Bintang seraya menarik lengan Pelangi.
"Sebentar lagi Biyang, aku cemas nih.." balas Pelangi yang merasa, bahwa makan malam kali ini tidak akan sama seperti yang sebelumnya.
__ADS_1
"Yaa udah kalau gitu kamu di luar aja, pintu mau aku tutup.." seru Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya, dan masuk ke dalam rumah.
"Ehh, tunggu..! Iyaa iyaa aku masuk,mmmh.." sahut Pelangi yang terlihat manyun, dan berjalan mengikuti Bintang menuju meja makan.
"Pelangi udah datang nih, Bu.." seru Bintang pada Ibunya yang sedang menyiapkan makan malam, dan Pelangi pun langsung menghampiri lalu menyalami Ibu.
"Sudah dari tadi atau baru sampai, Pelangi..?" tanya Ibu.
"Baru aja kok Bu, ini ada sedikit makanan buat Ibu.." ujar Pelangi seraya menyerahkan beberapa bungkusan yang Ia bawa pada Ibu.
"Kok repot-repot sih Pelangi, lain kali jangan bawa apa-apa yaa.. Kamu datang saja, Ibu sudah senang.." ucap Ibu.
"Gak apa-apa kok Bu, sesekali,hee.." sahut Pelangi dengan tersenyum.
"Yaa sudah kalau begitu, kita makan dulu yaa.. Ibu sudah siapin semuanya, kamu harus makan yang banyak malam ini.." seru Ibu pada Pelangi.
Sedangkan Bintang yang sejak tadi merasa di abaikan, memilih untuk diam dan mendengarkan percakapan Pelangi dan Ibunya. Kini mereka pun mulai menyantap makanan yang telah terhidang di meja makan, Ibu yang melihat Bintang dan Pelangi yang makan dengan lahap hanya tersenyum senang.
"Ayo Pelangi, tambah lagi makannya.." seru Ibu dengan ramah.
"Iyaa Bu, nih mau nambah. Habis masakan Ibu enak banget,hee.." sahut Pelangi seraya tersenyum, lalu menatap ke arah Bintang.
"Kamu Bin, tidak nambah..? Biasanya kan nambah, apa lagi ini makanan kesukaan kamu.." tanya Ibu pada Bintang yang sejak tadi banyak diam.
"Iyaa Bu, ini juga mau nambah kok.." jawab Bintang sambil mengambil makanan yang ada di depannya.
Selesai makan malam, Pelangi dan Bintang membantu Ibu membereskan meja makan dan juga piring kotor. Saat semuanya telah selesai, mereka pun memilih untuk duduk santai dan berbincang-bincang di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Ohh iyaa Bin, tolong kamu kupas buah yang tadi Pelangi bawa yaa.. Biar bisa kita makan sama-sama.." pinta Ibu pada Bintang.
"Iyaa Bu, Bintang ke dapur dulu.." sahut Bintang yang entah kenapa merasa tidak enak hati meninggalkan Pelangi bersama Ibunya, dan benar saja. Setelah Bintang pergi ke dapur, Ibu mulai bertanya-tanya dan berbicara sesuatu yang membuat Pelangi tidak bisa berkata banyak...
Bersambung...
🙏😊 A59🌠
__ADS_1