
Bintang yang baru saja selesai menghubungi kedua Kakaknya, kini menghampiri Ibu yang sedang duduk santai sambil menonton televisi. Melihat kondisi Ibu yang kini sudah sehat kembali, membuat Bintang pun merasa senang dan bisa kembali fokus untuk bekerja.
"Bu,, barusan Kak Tya dan Kak Nia telepon, mereka pengen tau keadaan Ibu sekarang gimana.." ucap Bintang seraya duduk di sebelah Ibunya.
"Terus kamu jawab apa, Bin..? Kamu bilang kan kalau Ibu sekarang sudah sehat dan baik-baik saja..?" tanya Ibu.
"Iyaa Bu, Bintang udah ngomong seperti itu kok.." jawab Bintang sambil memakan kue buatan Ibunya yang terletak di atas meja.
"Syukurlah kalau begitu, Ibu tidak mau kedua Kakak itu kamu merasa cemas memikirkan tentang Ibu.." ujar Ibu sambil menatap Bintang.
"Makanya Ibu jangan kecapekan, jangan berkebun terus.." seru Bintang pada Ibu yang dari dulu memang suka berkebun di halaman belakang rumahnya.
"Tidak apa-apa Bin, Ibu masih kuat kok. Lagi pula halaman belakang rumah kita kan cukup luas, jadi sayang kalau tidak di tanami sayuran.." ujar Ibu.
"Tapi Ibu juga harus tetap banyak istirahat.." sahut Bintang.
Sejak kepergian Ayah dan setelah kedua Kakaknya telah pindah tempat tinggal, Ibunya memang sering merasa kesepian. Terlebih saat Bintang bekerja, Ibu hanya se'orang diri di rumah. Itu sebabnya Bintang juga tidak bisa bekerja di luar kota lagi, dan memilih untuk bekerja di tempat yang tidak jauh dari rumahnya.
"Bintang,, kapan-kapan Ibu bolehkan ikut kamu ke toko..?" tanya Ibu tiba-tiba.
"Memang Ibu mau ngapain di sana..? Mau bantuin Bintang kerja,hehee.." ucap Bintang seraya bercanda.
"Yaa tidak apa-apa, kalau Pelangi mengizinkan. Ibu bosan di rumah sendirian, tidak ada teman ngobrol, Bin.." ujar Ibu dengan raut wajah yang terlihat sedih.
Bintang bisa mengerti perasaan Ibunya, pasti Ibu akan teringat Ayah saat sedang sendirian di rumah. Dan itu akan membuat Ibu sedih, hal itu pernah di lihat langsung oleh Bintang saat Ia membuka kamar Ibu dan melihat Ibunya yang sedang menatap foto Ayah sambil menangis.
"Nanti Bintang tanya ke Pelangi dulu yaa Bu, atau Ibu ajak aja Tante Melati ngobrol di rumah atau di rumahnya.." ujar Bintang.
"Iyaa kamu benar Bin, kenapa Ibu tidak kepikiran kesitu yaa,mmmh.." ucap Ibu.
"Ibu kan udah punya nomor telepon Tante Melati, jadi bisa langsung menghubunginya, Bu.." sahut Bintang.
"Yaa sudah, kalau begitu Ibu coba hubungi besok. Kalau sekarang sudah malam, pasti dia sedang beristirahat.." balas Ibu.
Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ponsel Bintang bergetar karena ada panggilan masuk. Bintang pun segera melihatnya, dan ternyata itu telepon dari Anya.
__ADS_1
"Bu,, Bintang mau ke kamar dulu sebentar yaa.." ucap Bintang sambil berjalan menuju ke kamarnya, lalu mencoba menghubungi Anya.
Bintang : "Hallo, assalamu'alaikum, Nya.."
Anya : "Wa'alaikumsalam, Bin.. Kamu lagi apa, sibuk yaa..? Tadi aku telepon gak kamu angkat.."
Bintang : "Maaf Nya, tadi aku lagi ngobrol sama Ibu. Tapi sekarang udah di kamar kok, makanya bisa telepon. Gimana kabar kamu sama teman-teman yang lain, baik kan..?"
Anya : "Oh gitu, kirain kamu sibuk pacaran,hehee.. Aku dan yang lainnya baik kok, cuma Nindy sekarang lagi kurang enak badan aja. Mungkin kecapekan dan kurang istirahat, terus kamu sendiri gimana, Bin..?"
Bintang : "Syukurlah kalau baik, semoga Nindy cepat sembuh yaa, Nya.. Aku juga baik kok, Ibu juga baru aja sembuh.."
Anya : "Iyaa Bin, terimakasih. Memang Ibu sebelumnya sakit apa, Bin..?"
Bintang : "Biasalah Nya, Ibu kecapekan dan kurang istirahat. Karena Ibu masih sibuk berkebun.."
Anya : "Jadi gitu yaa, tapi syukurlah kalau sekarang udah sembuh, Bin.. Kamu jagain Ibu yaa Bin, jangan sibuk pacaran dulu,hee.."
Bintang : "Memang aku pacaran sama siapa, Nya..? Orang gak punya pacar juga,mmmh.."
Bintang : "Yaa gaklah Nya, dia kan normal. Bukan seperti kita, lagi pula kamu tau dari mana soal Pelangi..? Perasaan aku gak pernah cerita soal dia deh,mmmh.."
Anya : "Ehh,, itu dulu kamu pernah cerita kok Bin, mungkin pas kamu baru-baru masuk kerja gitu.."
Bintang : "Masa sih Nya, tapi kok aku bisa lupa yaa..?"
Anya : "Mungkin karena kamu banyak pikiran, jadi lupa deh. Yaa udah kalau gitu Bin, lain waktu kita sambung lagi yaa.. Aku mau ke rumah Nindy dulu, mau lihat keadaannya sekarang gimana.."
Bintang : "Iyaa Nya, titip salam buat Nindy yaa.. Moga cepat sembuh, wassalamu'alaikum.."
Anya : "Aamiin, iyaa Bin terimakasih. Wa'alaikumsalam.."
Sambungan telepon pun telah terputus, kini Bintang bergegas keluar kamar dan kembali menemani Ibunya yang masih menonton televisi.
🌠
__ADS_1
🌠
Bintang dan Pelangi yang kini sedang berada di toko, baru saja selesai membereskan barang-barang yang tadi datang. Mereka pun segera beristirahat sejenak, sambil melayani pembeli yang datang berbelanja. Sambil sesekali Bintang melirik ke arah Pelangi, karena Ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari Pelangi.
"Kamu kenapa lihatin aku seperti itu, Bin..? Apa aku semakin cantik yaa,hee.. Atau jangan-jangan kamu naksir lagi sama aku..?" tanya Pelangi dengan penuh percaya diri.
"Ngomong apa sih kamu, kejauhan mikirnya tau gak. Aku lihatin kamu, karena aku ngerasa seperti ada yang aneh gitu.." sahut Bintang.
"Aneh gimana maksud kamu, Bin..? Orang aku semakin cantik dan anggun seperti ini, masa di bilang aneh.." ucap Pelangi dengan bangganya.
"Nah, itu dia yang aneh..! Beberapa hari ini aku lihat penampilan dan sikap kamu beda aja gitu, gak seperti biasanya.." ujar Bintang.
"Kok Bintang sama sekali gak tertarik sih..?! Padahal aku begini kan buat dia,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati.
"Terus kamu gak suka gitu kalau aku berpenampilan seperti ini..?" tanya Pelangi yang beberapa hari ini sengaja merubah penampilan dirinya dan sikapnya, menjadi lebih feminim, anggun dan lembut hanya untuk menarik perhatian Bintang.
"Bukan gak suka, cuma aneh aja gitu. Karena yang aku tau kan kamu bisanya gak seperti ini, El.." ujar Bintang berterus terang.
"Yaa udah kalau kamu gak suka..!" seru Pelangi sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke ruang istirahat. Meninggalkan Bintang yang masih berdiri mematung, sambil menatap punggung Pelangi.
"Tuh anak kenapa lagi sih, marah-marah gak jelas. Udah tanya, terus udah aku jawab ehh malah ngambek. Dasar aneh..!" ucap Bintang dalam hati, sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sedangkan Pelangi yang berada di ruang istirahat masih saja ngomel-ngomel, Ia pikir setelah merubah penampilan dan sikapnya akan membuat Bintang suka padanya. Namun ternyata, respon yang Ia terima dari Bintang justru sebaliknya.
"Kamu masih marah, El..?" tanya Bintang pada Pelangi yang sejak tadi belum juga keluar dari ruang istirahat.
"Aku gak marah.." jawab Pelangi ketus sambil berjalan melewati Bintang.
"Syukurlah kalau gitu, yaa udah ayo kita siap-siap pulang.." ajak Bintang.
"Hmmm.." balas Pelangi dengan berdeham.
Selesai membereskan semuanya, Bintang dan Pelangi pun segera pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Pelangi segera masuk ke dalam kamar. Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sese'orang, untuk menceritakan reaksi Bintang atas perubahan sikap dan penampilannya yang tidak sesuai seperti yang Ia harapkan...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠