Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Ciuman Pertama


__ADS_3

Bintang yang sejak tadi menatap wajah cantik Pelangi, kini menarik tubuh Pelangi ke dalam pelukannya. Membuat Pelangi pun langsung terkejut, namun tidak lama setelah itu Ia menikmati dan membalas pelukan Bintang dengan erat.


Cukup lama mereka berpelukan, melepaskan rasa rindu yang beberapa minggu ini tertahan. Namun tidak hanya sampai di situ, setelah Bintang melepaskan pelukannya. Kini Ia kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Pelangi, lalu mendaratkan ciumannya pada bibir tipis Pelangi yang memang terlihat menggoda.


"Hmmm,,maaf.." ucap Bintang yang kini telah melepaskan ciumannya pada bibir Pelangi.


"Gak apa-apa, tapi kamu harus tanggung jawab.." seru Pelangi sambil menatap Bintang dengan jantung yang masih berdetak kencang.


"Haah..? Memang aku harus tanggung jawab apa..? Kan aku gak ngapa-ngapain kamu, El.." sahut Bintang.


"Kamu udah mengambil ciuman pertama aku, jadi kamu harus tanggung jawab.." jawab Pelangi.


"Ciuman pertama, kok bisa..? Memang sebelumnya kamu gak pernah seperti itu sama mantan-mantan kamu dulu..?" tanya Bintang yang merasa tidak percaya bahwa Pelangi belum pernah berciuman sebelumnya.


"Gak pernah, baru tadi di cium sama kamu. Pokoknya kamu harus tanggung jawab, kalau gak mau bakal aku bilang ke Ibu kamu.." ancam Pelangi sambil tersenyum penuh arti.


"Memang aku harus tanggung jawab gimana coba..?" tanya Bintang yang merasa bingung dengan permintaan Pelangi.


"Kamu harus jadi pacar aku dan harus cium aku, setiap hari..!" seru Pelangi dengan tegas.


"Apaaa..?! Kamu udah gila yaa..? Itu sih namanya pemaksaan, apaan pakai jadi pacar kamu dan cium setiap hari. Aku gak mau..!" sahut Bintang.


"Ohh, jadi kamu gak mau..? Yaa udah, sekarang juga aku bilang ke Ibu kalau kamu dengan sengaja udah cium bibir aku.." ucap Pelangi sambil bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju pintu kamarnya untuk keluar. Namun baru beberapa langkah Pelangi berjalan, Bintang segera menariknya hingga jatuh ke pelukannya.


"Kamu jangan ngomong apa-apa ke Ibu, awas aja..!" seru Bintang.


"Berarti sekarang kamu mau jadi pacar aku yaa kan.." balas Pelangi yang langsung memeluk Bintang dengan erat.


"Kamu apaan sih..? Lepasin..!" seru Bintang yang berusaha melepaskan pelukan Pelangi padanya.


"Aku gak mau, aku kangen peluk kamu seperti malam itu.." ujar Pelangi yang keceplosan.


"Seperti malam itu, maksudnya..?" tanya Bintang sambil melepaskan pelukan Pelangi.


"Iyaa waktu malam pas aku nginap di rumah kamu, aku diam-diam pindah ke atas tempat tidur terus kamu peluk aku gitu.." jelas Pelangi dengan malu-malu.

__ADS_1


"Jadi yang aku peluk waktu tidur itu kamu..? Pantesan aja rasanya anget banget gitu, gak seperti bantal guling.." ujar Bintang sambil menarik nafasnya.


"Iyaa memang aku, Bin.." balas Pelangi sambil tersenyum.


"Yaa udah jangan seperti itu lagi.." ucap Bintang.


"Iyaa Bin, gak kok. Sekarang kalau mau peluk kamu yaa langsung peluk aja, kan kamu pacar aku.." seru Pelangi yang kembali memeluk tubuh Bintang.


"Kamu jangan seperti ini El, kalau ada yang lihat nanti gimana..?" tanya Bintang yang merasa cemas dengan sikap dan tindakan Pelangi padanya.


"Kan kamu duluan tadi yang peluk dan cium aku, jadi yaa aku ngikutin aja.." sahut Pelangi yang tidak ingin melepaskan pelukannya pada tubuh Bintang.


"Iyaa maaf, aku kan gak sengaja.." balas Bintang.


"Sekarang sengajain aja, gak apa-apa, Bin.. Aku suka kok, aku tau kalau kamu juga suka dan menikmatinya kan.." ucap Pelangi sambil tersenyum senang, karena mulai saat ini Ia tidak lagi harus menahan perasaannya pada Bintang.


"Itu sih ciuman membawa musibah.." balas Bintang dengan nada lirih.


"Kamu ngomong apa barusan, Bin..?" tanya Pelangi yang tidak mendengar dengan jelas ucapan Bintang.


"Jadi kamu suka sama rambut aku kalau di gerai..? Yaa udah kalau gitu, mulai sekarang rambut aku di gerai aja kalau lagi sama kamu.." ujar Pelangi.


"Iyaa terserah kamu aja, sekarang kita keluar yaa.. Gak enak sama Mamii kamu dan Ibu aku, kalau kita kelamaan di kamar.." ujar Bintang.


"Tapi aku masih pengen peluk kamu, Bin.. Aku kangen banget sama kamu, karena beberapa minggu ini aku udah menghindar terus dari kamu.." jelas Pelangi.


"Iyaa aku juga kangen.." sahut Bintang yang kini membalas pelukan Pelangi tanpa merasa ragu lagi.


Keduanya pun saling berpelukan dengan waktu yang cukup lama, Bintang yang awalnya berpikir bahwa perasaan Pelangi hanya sesaat kini mulai mempercayainya. Begitu juga dengan Pelangi, yang sama sekali tidak mengira bahwa akhirnya Bintang akan bisa menerima perasaannya.


🌠


🌠


Pagi harinya saat hendak berangkat kerja, Pelangi yang terlihat begitu ceria dan semangat berjalan menghampiri Bagas yang sudah sejak tadi menunggu. Ia lalu memberikan sebuah amplop berisi uang pada Bagas, Bagas pun langsung menerimanya.

__ADS_1


"Apa ini, Kak Pelangi..?" tanya Bagas sambil melihat apa isi di dalam amplop yang Ia pegang.


"Itu uang gaji kamu selama hampir satu bulan ini.." ujar Pelangi sambil tersenyum.


"Tapi kok banyak banget, Kak..?" tanya Bagas.


"Gak apa-apa, anggap aja bonus. Jadi mulai sekarang kamu gak perlu lagi kerja di toko, karena aku udah gak terlalu sibuk.." ujar Pelangi.


"Kok gitu Kak, jadi aku di pecat..?" tanya Bagas dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Bukan di pecat, tapi memang waktu kerjanya udah habis. Yaa udah, aku mau pergi ke toko dulu. Kamu di rumah aja, bantuin Bik Ira.." ucap Pelangi sambil berjalan menuju mobilnya, meninggalkan Bagas yang masih mematung sambil memegang amplop berisi uang gajinya.


Setibanya di toko, Pelangi langsung menyapa Bintang yang kini sudah di anggapnya sebagai pacar. Bintang yang tidak menyangka semua ini akan terjadi, hanya bisa menerima sikap Pelangi padanya.


"Kamu kenapa, kok bengong gitu sih, Bin..? Pasti gak nyangka yaa, bakal punya pacar secantik aku,hee.." ucap Pelangi dengan bangganya.


"Yaa ampun, percaya diri sekali orang satu ini.." sahut Bintang sambil menggelengkan kepalanya.


"Memang benar kan, Bin..? Aku udah lihat kok semua mantan-mantan kamu itu, gak ada yang secantik aku.." seru Pelangi sembari membusungkan dadanya.


"Yaa udah terserah kamu aja, aku mau beres-beres dulu.." sahut Bintang yang ingin memulai pekerjaannya.


"Tunggu, Bin..! Cium dulu, biar aku semakin semangat kerjanya.." seru Pelangi sambil memajukan bibirnya pada Bintang.


"Yaa ampun,, masih pagi juga udah mulai mesum nih anak.." sahut Bintang yang langsung pergi meninggalkan Pelangi.


"Ihh,, Bintang..!" teriak Pelangi yang langsung mengikuti Bintang dari belakang.


"Apa lagi sih..? Orang mau ker--" ucapan Bintang pun terhenti saat Pelangi mencium bibirnya dengan tiba-tiba.


"Selamat bekerja yaa Bintang sayang,hehee.." ucap Pelangi sambil tersenyum senang, lalu kembali ke meja kasirnya.


"Kenapa dia jadi agresif gini sih, ihh serem.." gumam Bintang dalam hati, sambil menghela nafasnya dengan dalam. Ia sama sekali tidak menyangka, bahwa ciuman yang Ia berikan pada Pelangi akan membuat dirinya menjadi terikat pada Pelangi...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2