Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Merasa Aneh


__ADS_3

Seperti biasanya, sebelum berangkat kerja Bintang menyempatkan diri untuk sarapan. Ibu juga sudah menyuruhnya untuk membawa bekal untuk makan siang, namun Bintang selalu menolak. Ia lebih memilih untuk membeli makanan di luar, atau kadang makan makanan yang di bawa oleh Pelangi untuknya.


"Pelangi tadi malam kenapa datang ke rumah lagi, Bin..?" tanya Ibu tiba-tiba.


"Ohh itu, dia lupa mengembalikan buku yang dia pinjam ke Bintang, Bu.. Jadi dia mampir sebentar ke rumah.." jelas Bintang.


"Jadi begitu yaa, Ibu pikir kenapa. Yaa sudah kamu habiskan sarapannya, Ibu mau ke belakang dulu.." ujar Ibu yang lebih dulu menyelesaikan sarapannya.


Tak lama kemudian, Bintang segera pamit pada Ibunya untuk pergi bekerja. Tak lupa Ia berdo'a sebelum melangkahkan kaki, dan juga meminta Ibu untuk mendo'akannya.


"Bintang pergi dulu yaa, Bu.. Assalamu'alaikum.." seru Bintang sambil melajukan sepeda motornya.


"Hati-hati di jalan Bin, wa'alaikumsalam.." sahut Ibu seraya tersenyum, lalu kembali masuk ke dalam rumah.


Tak butuh waktu lama, kini Bintang telah tiba di depan sebuah toko tempat Ia bekerja. Di sana sudah ada Pelangi yang juga baru saja tiba, Bintang pun bergegas berjalan menghampiri dan menyapa.


"Tumben duluan.." ucap Bintang sembari membantu Pelangi membuka pintu toko.


"Iyaa gak mau buat kamu nunggu lama, nanti kamu pulang lagi ke rumah.." sindir Pelangi yang masih mengingat kejadian tadi malam.


"Ohh, baguslah.." balas Bintang.


Bintang kini mulai merapikan barang-barang yang ada di dalam toko dan membereskannya, sedangkan Pelangi terlihat menelepon sese'orang lalu mendekat pada Bintang.


"Bin,, kamu tolong ke rumah aku sebentar yaa, buku catatan barang di toko lupa aku bawa. Sekalian sama cemilan dan kue, tadi aku udah ngomong sama Bik Ira kalau kamu yang mau ambil.." ujar Pelangi.


"Oh gitu, yaa udah aku ke rumah dulu.." sahut Bintang yang bergegas pergi ke rumah Pelangi dengan menggunakan sepeda motornya, agar lebih cepat sampai.


Tak lama setelah kepergian Bintang, Pelangi mendengar suara ponsel milik Bintang berbunyi. Ia lalu mencari tau dimana letak ponsel itu berada, dan ternyata ada di dalam sebuah tas kecil yang ada di atas meja.


"Ada di dalam tas Bintang rupanya, yaa udahlah biarin aja. Gak sopan juga kalau aku ambil dan lihat siapa yang telepon.." ujar Pelangi.


Namun saat hendak kembali ke meja kasir, ponsel milik Bintang kembali berbunyi dan Pelangi membiarkannya. Hingga saat berbunyi yang ke lima kalinya, Pelangi menghampiri tas kecil milik Bintang itu dan membukanya.


"Permisi yaa Bin, aku mau buka tas kamu dan lihat siapa yang telepon kamu sampai berkali-kali. Mungkin aja panggilan penting, maaf yaa Bin,hee.." gumam Pelangi yang berbicara sendiri.


Pelangi lalu menjawab panggilan telepon dari nomor yang tidak tercantum namanya, dengan rasa ragu tapi juga penasaran.


Pelangi: "Hallo.."


Penelepon: "Kamu kemana aja sih Bin, lama banget angkat teleponnya. Dari kemarin-kemarin gak mau angkat telepon dan balas pesan aku, aku kangen banget tau..!"


Pelangi: "........."


Penelepon: "Kok kamu diem aja sih, Bin..? Masih marah yaa sama aku, karena aku maksa kamu terus buat jadi pacar aku..?! "


Pelangi: "........."


Penelepon: "Ngomong Bin, jangan diem aja. Aku sayang dan cinta banget sama kamu, jangan marah lagi yaah.."


Pelangi: ".........."


Tuutt,, tuutt, tuuuttt....


Pelangi pun segera mematikan sambungan teleponnya, saat Ia mendengar suara motor Bintang yang baru saja tiba. Dengan cepat Ia langsung memasukkan ponsel milik Bintang ke dalam tas kecil, lalu segera kembali ke meja kasir dengan raut wajah yang bingung dan penuh tanda tanya.


"Siapa yaa cewek itu tadi, kok dia ngomong sayang dan cinta seperti itu ke Bintang..?" tanya Pelangi dalam hati.


"Ini buku catatan dan cemilannya.." seru Bintang sambil menyerahkan sebuah buku dan makanan ringan serta kue pada Pelangi.


"Iyaa Bin, terimakasih yaa.. Nanti kalau kamu mau, makan aja.." ucap Pelangi.


"Sama-sama, iyaa nanti aku makan.." balas Bintang.

__ADS_1


Tak lama ponsel milik Bintang kembali berdering, Bintang pun segera berjalan menuju ke ruang istirahat untuk mengambil ponsel yang lupa Ia matikan nada deringnya.


"Anak ini lagi, gak nyerah juga dia. Mending aku blok aja nomornya, dari pada telepon terus. Untung aku udah pulang ke toko.." gumam Bintang.


"Siapa Bin, pacar kamu..?" tanya Pelangi yang ingin tau siapa sebenarnya penelepon itu.


"Ohh itu, cuma orang iseng.." jawab Bintang yang sembari melanjutkan pekerjaannya.


"Orang iseng gimana, Bin..?" tanya Pelangi lagi.


"Orang yang aku tolak.." balas Bintang.


"Oh gitu, kirain pacar kamu.." ucap Pelangi pada Bintang.


"Berarti yang di bilang sama cewek di telepon tadi memang beneran, aku gak salah denger.." gumam Pelangi dalam hati, sambil terus memikirkannya.


Sedangkan Bintang yang tidak ingin Pelangi banyak bertanya padanya, kini sengaja menjauh. Ia pergi ke rak barang-barang yang ada di depan, sambil membelakangi Pelangi yang sejak tadi terlihat memperhatikannya.


"Ngapain sih tuh orang ngelihat aku terus, aneh.." ucap Bintang dalam hati, sambil berpura-pura tidak tahu bahwa Ia sedang di perhatikan.


🌠


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Pelangi yang baru saja selesai makan siang kini menyuruh Bintang untuk istirahat dan makan siang di ruang istirahat. Ia menyerahkan sebuah kotak nasi berisi makanan, yang tadi sengaja Ia bawa dari rumah untuk di berikan pada Bintang.


"Kamu makan dulu gih Bin, udah siang.." perintah Pelangi pada Bintang yang baru saja selesai melayani pembeli.


"Iyaa El, aku mau ke kamar mandi dulu.." sahut Bintang yang berjalan menuju ke belakang.


"Ini aku bawain makanan buat kamu, di habisin yaa.." seru Pelangi sambil menyerahkan kotak nasi pada Bintang yang sudah selesai dari kamar mandi.


"Terimakasih yaa, lain kali jangan di bawain lagi. Aku bisa beli sendiri.." ucap Bintang yang merasa tidak enak, karena sudah beberapa kali Pelangi membawakan makanan untuknya.


"Suka-suka aku-lah, kamu makan dulu sana.." seru Pelangi.


"Kalau seperti ini terus, mending aku bawa bekal aja dari rumah,mmmh.." gumam Bintang sambil menarik nafasnya.


🌠


🌠


Malam harinya, terlihat Pelangi yang sedang beristirahat di dalam kamar sambil memikirkan perkataan wanita yang menelepon Bintang tadi pagi. Ia masih penasaran, siapa sebenarnya wanita itu. Pelangi berusaha keras untuk menebaknya, seraya menyangkut pautkan dengan ucapan Bintang yang mengatakan bahwa itu adalah orang yang di tolaknya.


"Jangan-jangan Bintang,hmmmm.. Gak mungkinlah, masa iyaa.." ucap Pelangi tiba-tiba sambil memegangi keningnya, lalu Ia pun memilih bersiap-siap untuk pergi.


Di tempat yang lain, Bintang tengah sibuk memasak untuk bekal yang akan Ia bawa besok ke tempat kerjaan. Ia tidak ingin Pelangi terus membawakan makanan untuknya, karena meski Ia menolak sekalipun Pelangi tetap memaksa.


"Masih lama Bin, mau Ibu bantuin..?" tanya Ibu pada Bintang yang sejak tadi masih belum selesai memasak.


"Gak usah Bu, ini juga udah mau selesai kok.." sahut Bintang.


"Yaa sudah kalau begitu, Ibu mau masuk ke kamar dulu. Nanti jangan lupa kamu bereskan semua yaa.." ujar Ibu.


"Siap Bu, beres..!" balas Bintang pada Ibu yang kini telah meninggalkannya sendiri di dapur.


Selesai memasak dan membereskan semuanya, Bintang segera berjalan menuju ke ruang tengah. Ia menyalakan televisi, lalu duduk sambil memakan cemilan kesukaannya yaitu kuaci.


Sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba Bintang mendengar suara sese'orang mengetuk pintu. Ia lalu bergegas berjalan menuju pintu depan, untuk melihat siapa yang datang.


"Pasti anak itu yang datang.." gumam Bintang dalam hati, seraya membukakan pintu.


"Hai,, Bintang.. Syukurlah kamu belum tidur,hee.."seru Pelangi seraya masuk ke dalam rumah, melewati Bintang yang masih berdiri mematung di dekat pintu.


"Belum juga di suruh masuk, udah main nyelonong aja.." ucap Bintang yang segera mengikuti langkah Pelangi dari belakang.

__ADS_1


"Ibu mana Bin, udah tidur yaa..?" tanya Pelangi yang tidak melihat keberadaan Ibu.


"Lagi di kamar, kamu mau ngobrol sama Ibu kan. Yaa udah sebentar, aku panggilin.." ucap Bintang sambil berjalan menuju kamar Ibunya.


"Ehh,, tunggu..! Gak usah di panggilin Bin, Ibu pasti lagi istirahat. Lebih baik jangan di ganggu.." seru Pelangi seraya duduk di sofa ruang tamu.


"Kirain mau ngobrol sama Ibu, terus mau ngapain ke sini..?" tanya Bintang yang tidak ingin basa-basi.


"Mau ngobrol aja sama kamu, Bin.. Aku suntuk di rumah, tadi kamu lagi ngapain..?" tanya Pelangi.


"Lagi nonton televisi aja.." jawab Bintang.


"Ohh gitu, yaa udah ayo nonton bareng.." ajak Pelangi sambil menarik tangan Bintang menuju ke ruang tengah.


"Apaan sih, aku bisa jalan sendiri tau.." seru Bintang sambil melepaskan tangan Pelangi.


"Hee,,iyaa maaf, aku haus Bin.." ucap Pelangi.


"Makanya, lain kali sebelum pergi minum dulu di rumah.." seru Bintang.


"Yaa kan aku hausnya sekarang, bukan tadi di rumah. Aku ambil sendiri aja,mmmh.." ucap Pelangi yang langsung berjalan menuju ke meja makan untuk mengambil minuman.


Mendengar suara Bintang yang sedang berbicara dengan sese'orang, membuat Ibu yang tadi istirahat kini memilih untuk keluar dari kamar. Karena ingin tahu, Bintang berbicara dengan siapa.


"Bintang..!" panggil Ibu.


"Iyaa Bu, kenapa..?" tanya Bintang.


"Apa ada tamu yang datang, Bin..? Ibu tadi mendengar kamu ngobrol dengan sese'orang.." tanya Ibu.


"Pelangi yang datang, Bu.." ucap Pelangi yang langsung menyalami Ibu.


"Ohh, ternyata Nak Pelangi, sudah lama datangnya..?" tanya Ibu.


"Belum lama kok Bu, maaf yaa Pelangi jadi ganggu Ibu istirahat.." ujar Pelangi.


"Tidak apa-apa Pelangi, Ibu juga tadi belum tidur. Kamu ngobrol saja dulu sama Bintang, Ibu mau ke kamar mandi sebentar.." ucap Ibu.


"Iyaa Bu.." balas Pelangi.


"Ohh yaa Bin, buatkan minuman untuk Pelangi yaa.." seru Ibu pada Bintang.


"Iyaa Bu,mmmh.." sahut Bintang pada Ibu yang sudah masuk ke kamar mandi.


"Kamu buatin aku minuman dulu gih, aku mau nonton TV lagi,hehee.." ucap Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang yang terlihat manyun.


Saat Bintang sedang membuatkan minuman untuknya di dapur, Pelangi sengaja melihat ponsel Bintang yang sejak tadi bergetar karena banyaknya pesan masuk. Meski ponsel itu terkunci oleh sandi keamanan, namun Pelangi tetap bisa melihat isi dari pesan masuk itu meski hanya sebagian.


"Pesan dari cewek semua, dan ini juga ada pesan dari grup anak Pelangi..? Memang sejak kapan aku punya anak, kok aneh yaa.." gumam Pelangi sambil menggaruk kepalanya.


Pelangi yang tidak ingin berlama-lama melihat ponsel Bintang, segera meletakkannya kembali ke tempat asal. Sambil berpura-pura sedang menonton televisi, dan memakan kuaci yang ada di atas meja.


"Ini minumannya.." seru Bintang sambil meletakkan segelas teh hangat di atas meja.


"Terimakasih yaa,hee.." ucap Pelangi.


"Sama-sama.." balas Bintang.


Bintang yang tidak ingin mengobrol lama dengan Pelangi, meminta Ibunya untuk menemani Pelangi. Sedangkan Ia sengaja masuk ke dalam kamar, sambil sibuk membalas pesan dari teman-temannya...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2