Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Meminta Maaf 2


__ADS_3

Pelangi yang telah selesai memarkirkan mobilnya, kini mengajak Bintang untuk segera masuk ke dalam sebuah cafe. Di sana sudah ada Awan yang sejak tadi menunggu kedatangan mereka dengan perasaan cemas dan campur aduk, sambil terus melihat Pelangi dan Bintang yang sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Kamu,, kok bisa ada di sini juga..?" tanya Bintang yang melihat Awan, lalu mengalihkan pandangannya ke Pelangi.


Pelangi yang mendapat tatapan tajam dari Bintang hanya bisa tertunduk diam, lalu menghela nafasnya. Ia berpikir, pasti Bintang akan marah padanya.


"Jangan marah dulu Bin, ini semua rencana aku. Aku yang minta tolong Kak Pelangi untuk ngajak kamu makan di luar, karena ada sesuatu yang mau aku omongin.." jelas Awan yang tidak ingin membuat Bintang marah karena rencananya itu.


"Ohh, jadi gitu.." sahut Bintang.


"Maaf Bin, jangan marah yaa.." pinta Pelangi.


"Yaa udah sekarang kamu ngomong aja, aku gak bisa lama-lama.." seru Bintang pada Awan, tanpa mempedulikan Pelangi.


"Kita makan dulu yaa, aku dan Kak Pelangi belum makan. Nanti kalau udah selesai makan, baru kita lanjut ngobrolnya.." ujar Awan.


"Iyaa nih, aku udah laper banget.." sahut Pelangi seraya melihat daftar menu makanan dan memesannya.


"Kalian aja yang makan, aku udah makan tadi di rumah.." seru Bintang.


"Yaa udah kalau gitu, kamu pesan minuman atau makanan ringan aja, Bin.. Masa iyaa cuma aku dan Awan yang makan dan minum.." ucap Pelangi sambil menyodorkan daftar menu.


"Aku jus alpukat aja.." balas Bintang.


"Aku juga.." seru Pelangi dan Awan bersamaan.


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka pun telah tiba. Pelangi dan Awan mulai menikmati makan malamnya, sedangkan Bintang masih asyik dengan ponselnya sambil sesekali meminum jus yang Ia pesan.


"Sebentar yaa, aku mau angkat telpn.." ucap Bintang sambil menatap Pelangi dan Awan.


"Pasti dari pacarnya,mmmh.." seru Awan pada Pelangi.


"Yaa udah gak usah sewot gitu, terima kenyataan aja, Wan.." sahut Pelangi.


"Iyaa Kak, tapi tetap aja sakit nih hati aku.." balas Awan.


"Nanti juga sembuh, makanya cari pacar sana. Dari pada ngarepin pacar orang.." ujar Pelangi.


"Kakak aja cari duluan, Kakak juga kan jomblo di tinggal pergi.." ucap Awan yang tak mau kalah.


"Udah,, gak usah bawa-bawa Kakak. Yang penting kamu tuh, jangan berharap sama Bintang lagi.." seru Pelangi.


"Iyaa Kak, udah gak kok. Tuh orangnya datang.." ucap Awan dengan nada lirih.

__ADS_1


"Udah selesai teleponnya..?" tanya Pelangi pada Bintang yang kini telah duduk kembali bersama mereka.


"Iyaa udah.." balas Bintang.


"Pacar kamu yang telepon..?" tanya Awan yang sebenarnya tidak ingin bertanya, namun Ia tetap ingin tau langsung dari Bintang.


"Iyaa pacar aku yang telepon, sekarang kamu ngomong apa yang mau kamu omongin. Karena aku pengen cepat pulang, gak enak biarin Ibu sendiri di rumah.." ucap Bintang.


"Aku ngajak kamu ketemu di luar, karena mau minta maaf sama kamu atas kata-kata aku waktu malam itu. Kamu mau kan maafin aku, Bin..?"


Tanya Awan pada Bintang yang sebenarnya tidak begitu peduli dengan permintaan maaf dari Awan, karena Ia sudah melupakan dan memaafkan Awan sejak awal.


"Iyaa, aku maafin.." sahut Bintang.


"Terimakasih yaa Bin, terus kamu juga mau kan berteman sama aku..?" tanya Awan lagi.


"Boleh sih, tapi jangan libatkan perasaan. Nanti kamu sakit hati lagi.." ucap Bintang mengingatkan.


"Iyaa aku ngerti kok, kamu tenang aja. Lagi pula kamu juga udah punya pacar, aku gak akan berharap apa-apa lagi.." ujar Awan yang kini lebih bisa menerima semuanya.


"Kalau gitu sekarang aku mau pulang.." ucap Bintang sambil berjalan menuju pintu keluar, tanpa mempedulikan Pelangi dan Awan yang hanya menatapnya.


"Ayo kita pulang, Wan.. Jangan biarin Bintang nungguin lama, aku juga gak enak sama Ibunya. Karena tadi sebelum pergi Ibu Bintang udah pesan, pulangnya jangan malam-malam.." ujar Pelangi pada Awan yang masih terlihat santai.


Namun tanpa Pelangi dan Awan sadari, Bintang telah memilih untuk pulang ke rumahnya sendirian. Karena Ia tidak ingin berlama-lama bersama Kakak adik itu, yang seringkali membuatnya pusing.


"Wan,, Bintang gak ada kelihatan lagi di luar, ayo buruan kita samperin dia. Kamu ini sengaja yaa buat Bintang nungguin,mmmh.." seru Pelangi yang sudah terlebih dulu berjalan keluar meninggalkan Awan.


"Bintang dimana, Kak..?" tanya Awan pada Pelangi yang terlihat kebingungan, sambil menengok ke semua arah.


"Kakak juga gak tau Wan, apa mungkin dia di culik orang..?!" ucap Pelangi dengan wajahnya yang terlihat cemas.


"Gak mungkinlah Kak di culik, udah segede itu juga. Mungkin dia udah pulang duluan ke rumah sama pacarnya.." sahut Awan tanpa rasa bersalah.


"Ini semua gara-gara kamu sih, dia udah ngajak pulang malah kamu biarin. Yaa udah, Kakak mau samperin ke rumahnya dulu. Kamu mau ikut gak..?" tanya Pelangi.


"Kakak aja yang ke rumahnya, aku mau pergi ngumpul sama teman-teman. Nanti Kakak bilang yaa ke Mamii, itu juga kalau Mamii tanya.."


Ucap Awan sambil pergi menuju parkiran, tempat Ia meletakkan sepeda motornya. Di ikuti oleh Pelangi yang berjalan di belakang Awan, untuk mengambil mobilnya.


Keduanya pun kini pergi ke arah yang berbeda, Pelangi mulai melajukan mobilnya menuju rumah Bintang. Ia merasa tidak enak hati, karena membiarkan Bintang pulang ke rumah sendirian.


🌠

__ADS_1


🌠


"Kamu udah pulang Bin, kok sendirian aja. Pelangi mana..?" tanya Ibu yang melihat Bintang pulang ke rumah se'orang diri.


"Dia tadi masih makan sama Awan, jadi aku pulang duluan aja. Gak enak juga ninggalin Ibu sendiri di rumah lama-lama.." jelas Bintang.


"Ohh, iyaa Bin tidak apa-apa, sesekali kamu memang harus pergi jalan-jalan. Mana tau kamu bosan di rumah terus.." ucap Ibu.


"Bintang gak bosan kok Bu, cuma ke-"


Belum sempat Bintang menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Itu seperti suara Pelangi, Ibu bukain pintu dulu yaa, Bin.." seru Ibu.


"Gak usah Bu, biar Bintang aja. Lebih baik Ibu istirahat aja yaa di kamar,hee.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Yaa sudah kalau begitu, Ibu masuk ke dalam kamar dulu. Nanti kalau Pelangi sudah pulang, jangan lupa pintu depan kamu kunci yaa, Bin.." ujar Ibu.


"Iyaa Bu, tenang aja. Nanti Bintang kunci kok.." balas Bintang sambil berjalan ke ruang tamu untuk membukakan pintu.


"Syukurlah Bin, kamu udah di rumah ternyata. Kok gak bilang sih kalau udah di rumah..? Harusnya kamu pulang bareng aku aja, kan aku jadi gak enak sama Ibu kamu. Pergi aku jemput, pulangnya gak aku anterin.." ujar Pelangi yang kini bisa bernafas lega, melihat Bintang yang sudah berada di rumahnya.


"Yaa udah, kalau gitu sekarang kamu pulang gih. Aku mau tidur.." seru Bintang seraya menutup pintunya.


"Ehh,, tunggu sebentar Bin, main di tutup aja.." sahut Pelangi.


"Mau ngapain lagi..?" tanya Bintang.


"Mau ngapain yaa,hee.. Aku juga bingung mau ngapain.." jawab Pelangi sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Yaa udah pulang..!" seru Bintang sambil menutup pintu dan menguncinya, lalu berjalan menuju ke arah kamar.


"Ishh,, nih anak nyebelin banget sih, main ngusir aja. Bilang apa dulu kek gitu, dasar aneh..!" gerutu Pelangi yang kini memilih untuk segera pulang ke rumah.


Sedangkan di dalam kamar, Bintang sengaja melihat Pelangi dari celah jendela kamarnya. Hanya untuk memastikan bahwa Pelangi telah pergi, namun tanpa Ia duga Pelangi juga menoleh ke arah jendela kamarnya.


"Katanya mau tidur, tapi lampu kamar masih aja nyala. Pasti lagi teleponan sama pacarnya.." gumam Pelangi sambil masuk ke dalam mobilnya, lalu melajukannya meninggalkan halaman rumah Bintang.


"Syukurlah dia udah pergi,huuhhh.." ucap Bintang yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi sese'orang...


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2