
Sudah dua minggu berlalu sejak Bagas bekerja di toko milik keluarga Pelangi, dan selama itu pula Pelangi telah berusaha menghindar dari Bintang. Namun lama-kelamaan Ia menjadi tidak tahan sendiri, terlebih saat melihat kedekatan Bintang dan Bagas dari kamera cctv di toko yang langsung terhubung dengan ponsel miliknya. Membuat hatinya merasakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, meskipun begitu Pelangi selalu bersikap biasa saja saat berada di depan Bintang.
"Ayo Kak Pelangi, kita berangkat. Aku udah siap dari tadi,hee.." seru Bagas dengan senyum penuh semangat.
"Tumben semangat banget, pasti ada sesuatu nih..?!" selidik Pelangi sambil memperhatikan wajah Bagas.
"Yang namanya mau kerja kan harus semangat Kak, kalau gak semangat nanti di pecat sama Kak Pelangi.." ujar Bagas sambil mengikuti langkah Pelangi menuju mobilnya.
"Ohh,, kirain semangat karena mau ketemu Bintang.." balas Pelangi dengan nada lirih.
"Kak Pelangi ngomong apa..? Aku gak begitu dengar jelas.." tanya Bagas.
"Gak ngomong apa-apa, yaa udah kita berangkat sekarang.." seru Pelangi yang kini melajukan mobilnya untuk menuju toko.
"Ohh iyaa Kak Pelangi, apa Kak Bintang itu belum punya pacar yaa..?" tanya Bagas tiba-tiba pada Pelangi.
"Siapa bilang gak punya pacar, dia punya pacar kok.." jawab Pelangi.
"Jadi udah punya pacar yaa,mmmh.. Sayang banget, coba kalau belum punya..." ucap Bagas yang tidak meneruskan perkataannya.
"Memang kenapa kalau belum punya..? Mau kamu deketin..?!" tanya Pelangi.
"Hehee,, iyaa Kak rencananya sih begitu, karena setiap aku dekat dan ngobrol sama Kak Bintang itu. Rasanya nyambung, nyaman dan kalau Kak Bintang itu lagi ngomong enak dengernya.." ujar Bagas sambil tersenyum membayangkan sesuatu tentang Bintang.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu..? Pasti mikirin yang aneh-aneh yaa..?" tanya Pelangi saat melihat wajah Bagas yang sedang tersenyum sendiri.
"Gak mikir yang aneh-aneh kok Kak, cuma ngebayangin gimana kalau bisa pacaran sama Kak Bintang aja,hee.." sahut Bagas pada Pelangi.
"Dasar yaa, masih kecil juga udah mikirin pacaran..!" seru Pelangi.
"Kan cuma ngebayangin aja, Kak.." balas Bagas.
"Yaa udah buruan turun..!" perintah Pelangi pada Bagas saat telah tiba di toko.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam toko, Bintang dan Bagas pun mulai melakukan pekerjaannya. Sedangkan Pelangi duduk di meja kasir, sambil sesekali memperhatikan Bintang.
"Kak Pelangi hari ini pergi ke toko yang lain lagi yaa..?" tanya Bagas.
"Memang kenapa, Bagas..?" ucap Pelangi yang balik bertanya.
"Gak kenapa-kenapa kok, cuma tanya aja Kak,hehee.." balas Bagas.
"Nih anak pasti mau berduaan lagi sama Bintang,mmmh.. Gak akan aku biarin..!" gumam Pelangi dalam hati.
"Yaa udah sana lanjut kerja, jangan ngobrol aja terus.." seru Pelangi pada Bagas yang suka mengajak Bintang mengobrol di sela-sela kesibukan mereka.
"Iyaa bos, siaapp..!!" sahut Bagas sambil tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Sampai kapan aku harus bersikap seperti ini sama Bintang,huuhhh..." tanya Pelangi dalam hati, karena sebenarnya Ia sudah tidak tahan lagi jika terus mengacuhkan Bintang dan berusaha menghindar.
🌠
"Motor kamu kenapa, Bin..?" tanya Pelangi yang langsung turun dari mobil, di ikuti oleh Bagas.
"Gak tau nih, tiba-tiba mogok.." jawab Bintang.
"Yaa udah motor kamu di tinggal di toko aja dulu, biar aku anterin kamu pulang.." ucap Pelangi.
"Gak usah El, biar aku dorong aja ke bengkel yang ada di gang depan sana.." sahut Bintang yang tidak ingin merepotkan Pelangi.
"Di bawa ke bengkelnya besok aja, Kak Bintang.. Sekarang biar di anterin pulang sama Kak Pelangi, sekalian aku juga pengen tau dimana Kak Bintang tinggal.." ujar Bagas sambil tersenyum.
"Ohh iyaa Bagas, kamu tolong bawa motor Bintang ke toko yaa, ini kuncinya. Habis itu kamu tunggu aja di toko, nanti aku jemput.." perintah Pelangi pada Bagas.
"Yaahh,, kok aku sendiri sih Kak..? Berdua dong sama Kak Bintang, habis itu baru kita bareng-bareng anterin Kak Bintang pulang.." ucap Bagas.
"Yaa udah biar aku sendiri aja yang bawa motornya ke toko.." ucap Bintang sambil mendorong motornya.
__ADS_1
"Udah Bin, biar Bagas aja. Sekarang ayo masuk ke mobil, aku anterin kamu pulang dulu.." seru Pelangi sambil menarik tangan Bintang untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Yahh,, aku di tinggal sendiri deh,mmmh.." ucap Bagas yang melihat mobil Pelangi sudah pergi meninggalkannya se'orang diri, lalu Ia pun mendorong motor milik Bintang untuk di bawa kembali ke toko.
"Kamu kok ninggalin Bagas sendiri sih El, kan kasian dia. Harusnya dia ikut juga gak apa-apa kok.." ucap Bintang pada Pelangi.
"Ohh, jadi kamu kasian sama dia..? Kamu mau belain dia..? Kamu mau dia tau rumah kamu, biar dia bisa datang terus ke rumah kamu, gitu..?!" tanya Pelangi dengan nada kesal.
"Kamu ngomong apa sih, El..? Aku gak ngerti, kok ngomongnya jadi kemana-mana gitu.." sahut Bintang.
"Iyaa kamu memang gak ngerti, dan gak pernah mau ngerti. Makanya aku jadi bersikap seperti ini, kapan sih kamu bisa ngertiin aku, Bin..?" tanya Pelangi seraya menarik nafasnya dengan berat.
"Memang aku harus ngertiin apa, El..?" tanya Bintang pada Pelangi yang terlihat mulai kesal.
"Bisa gak sih kamu itu jangan buat orang lain jadi nyaman sama kamu..? Atau jadi suka sama kamu..?" ucap Pelangi yang kini menghentikan laju mobilnya.
"Maksudnya orang lain, siapa..?" tanya Bintang.
"Yaa ampun nih orang kok nyebelin banget sih, hadehhh.. Kalau tau gini, aku gak mau ngomong apa-apa tadi.." seru Pelangi sambil mengacak-acak rambutnya.
"Yahh,, salah lagi,mmmh.." ucap Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam, melihat sikap Pelangi yang lagi-lagi marah padanya.
"Peka sedikit kenapa sih Bin, aku tuh cemburu kalau kamu dekat sama Bagas. Udah rindu, malah di buat cemburu lagi.." ucap Pelangi dalam hati, sambil melanjutkan perjalanannya untuk mengantar Bintang pulang.
Kini Pelangi hanya fokus menyetir, tanpa peduli pada Bintang yang hanya membuatnya semakin merasa kesal. Sedangkan Bintang hanya terdiam, Ia sesekali menatap wajah Pelangi yang terlihat kesal atas sikapnya tadi.
"Maafin aku yaa El, aku terpaksa harus bersikap pura-pura gak tau tentang apa yang kamu rasain sama aku. Walaupun sebenarnya, aku rindu dengan diri kamu yang dulu.." gumam Bintang dalam hati.
Kini mobil yang di kendarai oleh Pelangi telah sampai di depan rumah Bintang, dan Bintang pun segera turun. Setelah mengucapkan terimakasih pada Pelangi, Bintang lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Begitu juga dengan Pelangi, yang langsung melajukan mobilnya menuju toko untuk menjemput Bagas...
Bersambung...
🙏😊 A59🌠
__ADS_1