Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Satu Sama


__ADS_3

Melati yang merasa sedih melihat keadaan Pelangi, memilih menemui Nury untuk bercerita dan meminta pendapat dari teman baiknya itu. Ia juga merasa bingung, menghadapi masalah tentang hubungan Pelangi dan Bintang yang justru berdampak buruk pada kesehatan Pelangi.


"Aku harus bagaimana, Nury..? Aku bingung, dan tidak tau harus berbuat apa. Padahal waktu itu aku hanya pura-pura saja memarahi kamu dan Bintang, lalu saat aku menyadari Pelangi datang aku sengaja ingin menampar Bintang. Karena aku ingin melihat seberapa besar rasa cinta mereka berdua, tapi kenapa akhirnya jadi seperti ini. Pelangi sekarang masih tidak mau makan dan minum juga.." ujar Melati menceritakan kesedihan dan gundah hatinya.


"Yaa ampun,, anak itu pintar sekali mengerjai Ibunya.." gumam Nury dalam hati seraya menggelengkan kepalanya.


"Kok kamu malah geleng kepala seperti itu, Nury..? Apa ada yang salah..?" tanya Melati yang merasa heran dengan ekspresi yang di berikan oleh Nury padanya.


"Gak ada yang salah Mel, cuma sangat di sayangkan sekali karena Pelangi bersikap seperti itu. Tapi mungkin itu karena Pelangi merasa sedih dan kecewa sama kamu, Mel.."


"Iyaa aku tau itu, dan aku merasa bersalah karena sudah menyebabkan Pelangi jadi seperti itu, Nury.." sahut Melati.


"Tapi semuanya sudah terjadi Mel, terus sekarang apa yang mau kamu lakukan..? Apa kamu masih ingin menguji perasaan cinta mereka..?" tanya Nury yang sejak tadi berusaha keras untuk menahan tawanya, karena Ia telah tahu dan menyadari kalau apa yang di lakukan oleh Pelangi itu ternyata memang di sengaja dan di rencana.


"Entahlah Nury, aku tidak bisa memikirkan tentang itu. Karena saat ini, yang aku pikirkan hanya tentang bagaimana cara agar Pelangi bisa segera sembuh dan sehat kembali.." jawab Melati dengan raut wajah yang sedih.


"Aku yakin kamu tau caranya Mel, yang sakit pada Pelangi adalah hati dan pikirannya. Dan kamu pasti tau, apa yang bisa membuatnya untuk sembuh.." ucap Nury yang berharap Melati tidak lagi menghalangi hubungan antara Bintang dan Pelangi.


"Apa aku harus menerima hubungan anak-anak kita itu..? Membayangkannya saja sudah membuatku merinding, yaa Tuhan.." ujar Melati yang membuat Nury justru tersenyum geli.


"Jangan di bayangkan, di terima dan di do'akan saja. Aku cuma ingin mereka bisa bahagia, untuk selebihnya biarlah jadi urusan mereka dengan Tuhan.." balas Nury.


"Baiklah kalau begitu, aku akan melakukannya. Demi kebahagiaan Pelangi, aku juga tidak ingin di cap sebagai Ibu yang egois oleh Pelangi. Karena jujur, di saat Ia mengatakan itu hati aku merasa sangat sedih. Seolah-olah aku adalah Ibu yang sangat jahat pada anaknya, aku juga tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti yang sebelumnya telah aku lakukan.." ujar Melati yang masih mengingat jelas, bagaimana Ia memaksakan keinginannya pada Pelangi untuk setuju menikah dengan Reon saat itu.


"Aku tau, kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk Pelangi, Mel. Kamu harus yakin dan semangat.." seru Nury dengan senyuman.


"Terimakasih yaa Nury, kata-kata kamu memang selalu bisa menenangkan. Aku percaya, Bintang juga seperti itu. Makanya Pelangi bisa luluh, dan akhirnya jatuh cinta pada Bintang.." sahut Melati sembari membalas senyuman Nury.

__ADS_1


"Dari tadi ngobrol terus, apa kamu tidak mau pesan makanan atau minuman, Mel..? Aku haus nih..!" ucap Nury seraya memegangi tenggorokannya.


"Hee,, iyaa maaf Nury, aku sampai lupa, yaa sudah kita pesan makanan dan minuman dulu. Aku tidak mau kalau kamu sampai pingsan, karena kelaparan dan kehausan.." sahut Melati yang membuat keduanya pun tertawa.


Kini Melati dan Nury kembali melanjutkan obrolan mereka, sembari menunggu pesanan mereka datang. Terlihat Melati yang sudah lebih tenang, dan sejenak melupakan kesedihan yang sebelumnya Ia rasakan.


🐝


🐝


Beberapa hari yang lalu, sebelum Pelangi memutuskan untuk mogok makan. Ia dan Awan menemui Om Hilman untuk meminta bantuan, karena Pelangi membutuhkannya agar rencana yang telah Ia siapkan bisa berhasil.


"Gitu ceritanya Om, jadi Om mau kan bantuin aku..?" tanya Pelangi setelah menceritakan semuanya.


"Kamu serius dengan hubungan kamu yang tidak wajar dan aneh itu, El..?" ucap Hilman yang sangat terkejut dan tidak menyangka, bahwa ponakannya itu kini menyukai wanita.


"Jawab aja Om, mau bantuin aku atau gak..?!" seru Pelangi yang menatap tajam ke arah Om Hilman.


"Terimakasih yaa Om, aku seneng banget. Om memang paling baik dan bisa di andalkan,hee.." puji Pelangi yang terlihat bersemangat.


"Tapi bantuan Om kali ini tidak gratis, karena Om juga butuh bantuan dari kamu dan juga Awan.." ucap Hilman yang membuat Pelangi dan Awan saling bertatapan.


"Memang Om butuh bantuan apa dari kita berdua..? Bukannya selama ini Om selalu bisa menyelesaikan masalah yang terjadi sama Om..?" tanya Awan yang merasa heran, karena sebelumnya Om Hilman tidak pernah meminta bantuan mereka.


"Iyaa memang benar, tapi masalah yang Om hadapi sekarang itu berbeda. Om tidak bisa melakukannya sendiri, karena itu Om mau kalian ikut membantu.." ucap Hilman.


"Memang masalahnya apa, Om..?" tanya Pelangi penasaran.

__ADS_1


Dengan raut wajah yang menahan malu, Hilman pun menceritakan tentang masalah yang di hadapi. Karena menurutnya, cuma mereka yang bisa membantu.


"Jadi Om suka sama Tante Risma..?!" tanya Awan yang setengah berteriak, karena Ia tidak pernah menduga bahwa Om Hilman akan menyukai Ibu mertuanya.


"Kok bisa sih, Om..?" tanya Pelangi.


"Yaa pasti bisa dong El, kamu saja bisa menyukai wanita.." balas Hilman yang semakin merasa malu melihat bagaimana ekspresi dari kedua ponakannya itu.


"Om suka dan jatuh cinta pada Tante Risma, di saat Om membantunya yang hampir jatuh pingsan waktu itu.." ucap Hilman sambil membayangkan saat Ia menatap wajah Risma yang sudah membuat jantungnya berdegup dengan kencang.


"Ohh, jadi gitu, kenapa Om gak langsung deketin Tante Risma aja..? Kalau perlu Om ngomong aja tentang perasaan Om itu ke Tante Risma.." ujar Awan.


"Tidak semudah itu Wan, Tante Risma pasti tidak mudah menerima orang yang baru Ia kenal. Apa lagi kedua anaknya belum tentu setuju dan menerima Om sebagai Ayah tiri nya.." jelas Hilman sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Hahh..? Memang Om mau langsung menikahi Tante Risma gitu..?" tanya Pelangi yang tidak menyangka, bahwa Om Hilman sudah seserius itu pada Risma.


"Maunya Om begitu El, karena usia Om kan sudah tidak muda lagi. Masa iyaa harus pacaran-pacaran dulu,hee.." sahut Hilman yang membuat mereka semua tertawa.


"Yaa udah kalau gitu, aku dan Awan akan bantuin Om semampu kita. Tapi gimana nanti hasilnya, itu semua tergantung sama Tante Risma yaa Om.. Karena kan soal perasaan gak bisa di paksa, yang penting kita berusaha aja dulu.." ucap Pelangi yang tidak ingin Om Hilman terlalu berharap banyak.


"Iyaa El, kalau soal itu Om bisa ngerti kok. Terimakasih yaa, kalian sudah bersedia untuk membantu Om.." balas Hilman.


"Sama-sama yaa Om, kalau gitu kita berdua pulang dulu. Do'ain yaa Om, aku sama Bintang bisa bersama,hee.." pinta Pelangi.


"Aamiin, pasti Om do'akan dan kalian do'ain juga yaa Om sama Tante Risma berjodoh,hee.."


"Aamiin.." ucap semuanya seraya tersenyum penuh harap...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2