
Setelah memikirkannya dengan matang, Melati telah pun membuat keputusan dan Ia ingin segera berbicara pada Pelangi untuk memberitahukan tentang apa yang telah Ia putuskan itu. Meski rasanya berat, namun Ia juga tidak ingin melihat keadaan Pelangi terus-menerus seperti itu.
"Mamii ingin bicara sama kamu, El.." ucap Melati pada Pelangi yang sejak tadi hanya diam saat melihat dirinya masuk ke dalam kamar.
"Iyaa Mii, ngomong aja.." sahut Pelangi dengan hati yang berdebar-debar, menunggu apa yang akan Ibunya bicarakan padanya. Namun dalam hati Ia sangat berharap, bahwa apa yang ingin di katakan oleh Ibunya adalah sesuatu yang membuatnya bahagia.
"Mamii sangat sedih melihat kamu seperti ini terus, tidak mau makan dan minum. Juga tidak mau keluar dari dalam kamar, karena itu Mamii memutuskan--"
"Memutuskan apa, Mii..?" tanya Pelangi dengan suara lirih agar terlihat lebih meyakinkan, bahwa keadaannya saat ini sangat lemah.
"Mamii memutuskan untuk menerima hubungan kamu dengan Bintang, dan tidak akan lagi melarang kalian berdua untuk bertemu.." ucap Melati.
"Apa aku gak salah dengar, Mii..?" tanya Pelangi yang saat itu rasanya ingin sekali berteriak bahagia, lalu memeluk Ibunya. Namun Ia tidak bisa melakukan itu, karena tidak mau membuat Ibunya merasa curiga.
"Tidak Pelangi, kamu tidak salah dengar. Mamii sungguh-sungguh dengan apa yang baru saja Mamii katakan sama kamu, apa sekarang kamu senang..?" tanya Melati sambil tersenyum.
"Iyaa Mii, aku seneng banget. Terimakasih yaa, Mii.." seru Pelangi yang merasa sangat bahagia sekali, akhirnya rencana yang Ia buat berhasil dan tidak sia-sia.
"Sama-sama, Sayang.." sahut Melati sembari memeluk erat tubuh Pelangi.
"Kamu seminggu tidak makan, tapi kenapa tidak kurus juga yaa, El..? Aneh yaa.." ujar Melati yang kini memperhatikan bagian tubuh Pelangi yang terlihat tidak ada perubahan, meski Ia tidak makan selama seminggu ini.
"Entahlah Mii, mungkin kebanyakan makan hati,mmmh.." jawab Pelangi sambil menghela nafasnya dengan dalam.
"Husst,, kamu jangan bicara seperti itu El, tidak baik. Kamu tunggu sebentar yaa, Mamii mau ambil kan makanan dulu buat kamu.." ucap Melati pada Pelangi yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Horreeee...!! Yes yess,, berhasil..!" seru Pelangi sambil melompat-lompat kegirangan di atas tempat tidur, lalu menggoyangkan pinggulnya. Setelah puas melepaskan rasa bahagianya, Ia pun segera kembali pada posisi semula. Karena Ia takut, jika Ibunya tiba-tiba saja datang dan masuk kembali ke dalam kamar.
__ADS_1
"Sekarang kamu makan yaa, Mamii suapin. Kamu pasti laper, karena hanya minum vitamin.." ujar Melati yang membawakan makanan untuknya.
"Aku makan sendiri aja yaa Mii, aku kan bukan anak kecil lagi.." ucap Pelangi seraya mengambil piring berisi makanan dari tangan Ibunya.
"Yaa sudah kalau memang kamu tidak mau Mamii suapin, tapi kamu harus habiskan makanannya yaa.." seru Melati.
"Iyaa Mii, pasti aku habisin.." sahut Pelangi yang kini menikmati makanannya. "Maafin aku yaa Mii, karena udah buat Mamii jadi sedih dan banyak pikiran.." ucap Pelangi dengan raut wajah yang sedih.
"Iyaa El, Mamii juga minta maaf yaa.. Mungkin selama ini Mamii terlalu bersikap keras terhadap kamu, untuk menuruti keinginan Mamii tanpa memikirkan perasaan kamu.." ujar Melati yang menyesal atas sikapnya terhadap Pelangi selama ini, hingga membuat putrinya itu akhirnya berontak padanya.
"Iyaa Mii, aku juga salah kok. Tapi Mamii beneran kan ngebolehin aku menjalin hubungan sama Bintang..?" tanya Pelangi yang ingin memastikan, bahwa keputusan Ibunya itu sungguh-sungguh dan tidak akan berubah nantinya.
"Iyaa benar, El.. Yaa sudah jangan bicara terus, kamu selesaikan dulu makannya. Mamii mau keluar dulu yaa, nanti kalau sudah selesai dan butuh apa-apa kamu panggil saja Bik Ira.." ucap Melati sambil berjalan keluar dari kamar Pelangi.
Kini Pelangi bisa bernafas lega, dan Ia bisa menjalani hubungannya bersama Bintang dengan tenang. Pelangi juga rasanya sudah tidak sabar, ingin memberitahukan kabar bahagia ini pada Bintang.
🐝
🐝
"Aku udah sehat kok Mii, dan sekarang mau ke rumah Bintang. Aku mau kasih tau Bintang, kalau Mamii udah gak ngelarang aku sama dia untuk menjalin hubungan,hee.. Sarapannya di rumah Bintang aja, aku pergi yaa, Mii.." jawab Pelangi sembari melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.
"Syukurlah keadaan Pelangi sekarang sudah terlihat lebih baik, dia sudah kembali semangat dan ceria lagi.." gumam Melati sambil tersenyum dan balas melambaikan tangannya pada Pelangi yang kini semakin menjauh pergi.
Sesampainya di rumah Bintang, Pelangi segera menceritakan tentang kabar bahagia itu pada Bintang dan Ibunya. Dengan penuh semangat dan senyuman yang sumringah, hal itu pun di sambut bahagia oleh Ibunya Bintang. Berbeda halnya dengan Bintang, yang terkejut dan masih tidak percaya.
"Kok bisa, El..? Kamu serius, kalau Mamii setuju sama hubungan kita..?" tanya Bintang memastikan.
__ADS_1
"Iyaa serius Biyang, ehh Bintang.. Mamii beneran udah setuju kok, Ibu juga setuju kan..?" tanya Pelangi pada Ibu Nury.
"Ibu setuju-setuju saja, asalkan kalian berdua senang dan bahagia. Tapi kalian harus ingat, jangan bersikap berlebihan saat di depan umum. Tetap harus menjaga diri dan nama baik keluarga, karena hubungan seperti kalian itu kan jarang sekali yang bisa mengerti dan menerimanya.." nasehat Ibu pada keduanya.
"Terimakasih yaa Bu, Pelangi akan selalu ingat kok.." sahut Pelangi sambil tersenyum senang.
"Apa kamu masih belum bisa percaya juga Bin, kalau Tante Melati merestui hubungan kalian..?" tanya Ibu pada Bintang yang terlihat sedang termenung.
"Bintang bukan gak percaya Bu, cuma gak nyangka aja gitu. Kalau Tante Melati akhirnya bisa setuju Pelangi sama Bintang, karena sebelumnya Tante Melati kan gak setuju.." jawab Bintang.
"Itu karena rencana dan sandiwara Pelangi benar-benar meyakinkan, Bin..!" seru Ibu sembari tersenyum.
"Kok Ibu tau..?!" tanya Bintang dan Pelangi bersamaan.
"Ibu tau saat waktu itu Tante Melati cerita sama Ibu tentang bagaimana keadaan Pelangi, yang katanya sedang sakit karena tidak mau makan dan minum. Dari situ Ibu tau, kalau itu semua hanya bagian dari rencana Pelangi agar Tante Melati setuju. Benar begitu bukan..?!" tanya Ibu.
"Waahhh,, Ibu memang hebat, bisa tau rencana Pelangi,hee.. Terus tentang Mamii yang akhirnya setuju, apa itu ada campur tangan juga dari Ibu..?" tanya Pelangi penasaran, karena waktu itu Ia juga tahu bahwa Ibunya bertemu dengan Ibunya Bintang.
"Waktu itu Ibu hanya menyarankan, agar Mamii kamu bisa menerima hubungan kalian. Tapi selebihnya, keputusan tetap ada di Mamii kamu.." ujar Ibu.
"Dan mungkin itu juga yang membuat Mamii akhirnya setuju yaa, Bu..? Terimakasih yaa Bu, karena Ibu udah ikut membantu dan mendukung hubungan Pelangi sama Bintang.." seru Pelangi sambil menatap Bintang.
"Iyaa Pelangi, sama-sama yaa.. Ibu hanya ingin melihat kalian bahagia, terutama Bintang. Karena selama ini Ia sering kali di kecewakan.." ujar Ibu yang selama ini tahu jelas bagaimana perjalanan cinta putri kesayangannya itu.
"Ibu tenang aja yaa, Pelangi janji akan buat Bintang bahagia dan bahagia terus sama Pelangi sampai nanti.." ucap Pelangi seraya memeluk Ibu...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠