Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Antara Bahagia Dan Cemburu


__ADS_3

Sebelum pergi untuk menemui Bintang di kota B, Pelangi menyempatkan dirinya untuk datang ke rumah Bintang. Seperti yang sebelumnya telah Ia katakan pada Ibu, untuk memberikan kabar tentang keberangkatannya.


"Nanti kamu hati-hati di jalan yaa Pelangi, jangan lupa berdo'a terlebih dulu. Apa lagi kamu sebelumnya belum pernah pergi ke kota.." ujar Ibu memberi wejangannya pada Pelangi yang hanya mendengarkan dengan seksama.


"Iyaa Bu, nanti Pelangi pasti hati-hati. Terimakasih yaa Bu, karena udah memberi kesempatan pada Pelangi untuk memperbaiki semuanya.." ucap Pelangi yang tidak akan lagi menyia-nyiakan hubungannya dengan Bintang.


"Iyaa sama-sama Pelangi, tapi Ibu minta satu hal sama kamu, El.. Jangan kecewakan Bintang lagi yaa.." pinta Ibu pada Pelangi.


"Iyaa Bu, Pelangi janji gak akan lagi mengecewakan Bintang dan juga Ibu.." sahut Pelangi.


"Lalu bagaimana dengan Mamii kamu, El..? Apa tidak ada masalah..?" tanya Ibu.


"Mamii udah ngasih ijin kok Bu, walaupun Mamii gak tau alasan sebenarnya Pelangi ke kota B untuk menemui Bintang dan mengajaknya untuk pulang.." jawab Pelangi.


"Ohh begitu, semoga saja semua lancar yaa, El.. Ibu juga berharap Bintang bisa secepatnya pulang, karena Ibu khawatir dengan keadaannya di sana.." ucap Ibu dengan raut wajah yang kini terlihat sedih, Pelangi yang melihat itupun kembali merasa bersalah.


"Maafin Pelangi yaa Bu, karena Bintang pergi kan gara-gara Pelangi. Coba aja kalau Pelangi menolak perjodohan itu, pasti Bintang gak akan pergi jauh seperti sekarang ini.." ujar Pelangi yang kini merasa bahwa selama ini Ia tidak bisa tegas dengan perasaannya, dan membuat Bintang akhirnya merasa kecewa.


"Kamu tidak salah Pelangi, semua sudah takdir yang memang harus terjadi. Yang terpenting, kita bisa mengambil hikmah dan pelajarannya. Segala sesuatu yang telah kita pilih dan putuskan, pasti memiliki sebab dan akibatnya.." ujar Ibu yang mencoba memberi petuah pada Pelangi, agar kedepannya Ia bisa menjadi lebih baik lagi.


"Iyaa Bu, terimakasih banyak atas nasehatnya. Pelangi akan ingat semua yang Ibu katakan tadi, Bintang pasti merasa beruntung banget karena memiliki se'orang Ibu yang sangat pengertian seperti Ibu. Gak seperti Mamii,mmmh.." ucap Pelangi yang merasa sedih kalau mengingat kembali, bagaimana Ibunya itu sangat menginginkan Ia menikah dengan Reon, orang yang tidak Ia cintai.


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu El, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Meski terkadang caranya yang salah, tapi percayalah itu semua cuma karena satu alasan kalau Mamii sangat menyayangi kamu, Pelangi.. Ibu percaya, suatu saat Mamii pasti bisa mengerti dan menerima setiap keputusan yang kamu ambil.." ujar Ibu.


"Aamiin,, iyaa Bu semoga aja, terimakasih yaa, Bu.. Setelah dengerin kata-kata Ibu, sekarang Pelangi merasa lega dan tenang. Ibu sama persis seperti Bintang, kalau udah ngomong bisa buat orang yang dengernya jadi ngerasa adem gitu,hehee.." sahut Pelangi sambil tersenyum.


"Namanya juga Ibu dan anak, yaa pasti sama persis, El.." ucap Ibu yang membalas senyuman Pelangi.

__ADS_1


"Yaa udah Bu, kalau gitu sekarang Pelangi pamit pulang dulu yaa.. Udah sore juga, salam buat Kak Tya yaa, Bu.." seru Pelangi sambil mencium punggung tangan Ibu, lalu segera bangkit dari tempat duduknya.


"Nanti Ibu sampaikan, kamu hati-hati di jalan yaa, El.." sahut Ibu seraya mengantarkan Pelangi hingga ke depan pintu keluar.


🌠


🌠


Saat malam tiba, di sebuah kota besar terlihat sejumlah orang yang baru saja selesai berjalan-jalan. Mereka adalah Bintang dan teman-temannya, yang baru saja tiba di kost-an. Anya dan Sarah memang sengaja mengajak Bintang untuk berjalan-jalan saat mereka telah pulang kerja, hal itu di lakukan agar Bintang tidak terus-menerus mengingat tentang Pelangi yang akhirnya akan membuatnya sedih.


"Gimana Bin, kamu seneng gak..?" tanya Sarah pada Bintang.


"Iyaa aku seneng kok, seneng banget. Terimakasih yaa teman-teman, karena selama aku di sini kalian selalu menghibur aku. Maaf yaa, aku jadi ngerepotin kalian semua.." ucap Bintang yang tahu jelas, betapa teman-temannya itu sangat berusaha keras untuk membuatnya merasa senang dan bahagia.


"Kamu ngomong apa sih Bin..? Kita semua ini kan teman, bukan orang lain lagi. Ngapain pakai bilang terimakasih dan maaf segala.." sahut Anya.


"Iyaa Bin, bener apa yang di bilang sama Anya itu. Jadi gak usah ngerasa gak enak atau udah ngerepotin kita, yaa kan Sarah..?!" seru Nindy yang ikut menimpali.


"Dan pernah terlibat perasaan juga,hehee.." goda Anya pada Sarah dan Bintang.


"Kamu ngomong apaan sih Nya, kalau denger Sandra nanti gimana..?!" balas Bintang.


"Ohh yaa, Sandra kemana yaa..? Kok gak ada sih..?!" tanya Bintang saat baru menyadari, bahwa sejak tadi Sandra tidak lagi ada bersama mereka.


"Sandra udah pulang duluan tadi Bin, katanya ada kerjaan mendadak yang harus di selesaikan.." jawab Sarah yang sengaja berbohong, karena yang sebenarnya terjadi adalah Sandra merasa cemburu pada Bintang. Hal itu disebabkan karena Sandra tahu, bahwa selama ini Sarah masih menyimpan rasa pada Bintang. Namun Sarah tidak pernah mau mengakui, dan berusaha untuk tetap meyakinkan Sandra.


"Ohh, jadi gitu, kirain kemana.." balas Bintang yang entah mengapa merasa aneh dengan jawaban yang di berikan oleh Sarah, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.

__ADS_1


"Terus besok kita mau jalan kemana lagi, Bin..?" tanya Anya yang sengaja mengalihkan pembicaraan mereka, karena Ia juga tahu tentang kecemburuan Sandra pada Bintang.


"Kalau ke kebun binatang gimana..? Bintang kan suka lihat binatang-binatang.." seru Nindy yang mencoba memberikan saran pada semuanya.


"Kalau ke kebun binatang yaa gak bisa, Yank.. Kita kan pada kerja, gimana sih.." sahut Anya.


"Ohh, iyaa juga yaa, maaf sayang aku lupa,hehee.." balas Nindy yang baru sadar, bahwa mereka hanya bisa mengajak Bintang keluar jalan-jalan hanya di waktu malam dan saat mereka sedang libur kerja.


"Tapi aku bisa kok temenin Bintang ke kebun binatang.." seru Sarah dengan penuh semangat.


"Iyaa bener, Sarah kan bos di tempat kerjanya sendiri. Jadi bisa libur kapan aja dia mau.." sahut Anya.


"Gak usah Sarah, aku gak apa-apa kok gak ke kebun binatang juga. Bisa kumpul sama kalian semua di kost-an juga, udah buat aku seneng banget. Karena ada banyak teman ngobrol dan berbagi cerita.." ucap Bintang sambil tersenyum, karena saat berkumpul bersama mereka bisa membuat kesedihannya hilang seketika. Meski itu hanya sementara, tapi Ia tetap bersyukur.


"Gak apa-apa kok Bin, besok aku temenin kamu ke kebun binatang. Mumpung kamu ada di sini, yaa kan Nya.." seru Sarah seraya menatap Anya untuk mendapatkan dukungan darinya.


"Iyaa Bin, besok kamu pergi aja sama Sarah.." sahut Anya menimpali.


"Tapi Sandra juga ikut kan..?!" tanya Bintang yang tidak ingin pergi berduaan saja bersama Sarah.


"Mmmm,,iyaa Sandra ikut kok, Bin.." jawab Sarah.


"Syukurlah kalau Sandra ikut, kalau gitu aku mau deh.." ucap Bintang.


"Iyaa Bin, kamu tunggu aja besok yaa.. Kalau gitu sekarang aku mau pulang dulu, ayo Nin kita pulang..!" ajak Sarah pada Nindy yang biasanya akan pulang bersamanya, karena arah mereka yang searah.


Sarah dan Nindy pun segera bergegas untuk pulang, meninggalkan Bintang dan Anya yang kini lanjut berbincang-bincang...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2