
Sejak kejadian malam itu, Bintang dan Awan tidak pernah lagi saling bertemu. Awan merasa masih kecewa terhadap Bintang, tapi juga merasa bersalah atas ucapannya pada Bintang. Ia terus saja menghindar agar tidak bertemu Bintang, meski sebenarnya dalam hati Ia ingin melihat wanita yang sudah membuat hatinya kecewa.
Melihat sikap Awan yang selalu menghindari Bintang, Pelangi kembali mencoba untuk menasehati Awan agar bisa bersikap seperti biasa dan menghilangkan perasaannya terhadap Bintang.
"Mau sampai kapan kamu menghindar dari Bintang, Wan..? Jangan bilang kalau kamu masih berharap sama dia.." ucap Pelangi pada Awan saat sedang duduk santai di teras rumah.
"Entahlah Kak, aku masih butuh waktu untuk menerima semuanya. Tapi yang pasti, aku udah gak berharap lagi kok sama Bintang. Aku sadar, dia udah punya pacar dan dia juga sangat mencintai pacarnya itu.." ujar Awan sambil menarik nafasnya.
"Nah gitu dong, akhirnya kamu sadar juga. Yang namanya perasaan itu gak bisa di paksain, lagi pula kamu kan bisa cari yang lain dan yang gak punya pacar pastinya.." balas Pelangi.
"Iyaa iyaa Kak, aku tau kok.." seru Awan.
"Yaa udah kalau gitu, Kakak mau masuk ke dalam dulu. Kamu juga buruan masuk, di luar semakin dingin.." ucap Pelangi yang kini berjalan masuk ke dalam rumah.
"Iyaa Kak, sebentar lagi aku masuk ke rumah kok.." sahut Awan yang masih memilih untuk duduk di luar, sambil memikirkan sosok Bintang yang sebenarnya masih membuatnya penasaran.
"Kenapa dia sulit di taklukkan yaa,mmmh.." gumam Awan dalam hati, lalu segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Tokk,, tokk,, tokkk..
Terdengar suara ketukan dari pintu kamar Pelangi, lalu Ia pun segera membukanya.
"Kamu, Wan.. Ada apa lagi..?" tanya Pelangi sambil kembali ke tempat tidurnya.
"Aku mau minta tolong sesuatu sama Kakak.." jawab Awan.
"Tolongin kamu biar dekat sama Bintang..? Gak mau, Kakak gak mau lagi bantuin kamu. Bukannya tadi udah sadar yaa, kok sekarang kumat lagi gini.." ujar Pelangi sembari memegang kening Awan.
"Kakak apaan sih, bukan itu lho Kak.." balas Awan.
"Terus minta tolong apa..? Ngomong tuh yang jelas dong, jangan setengah-setengah.." seru Pelangi.
"Tolongin aku untuk bisa ketemu sama Bintang di luar yaa, Kak.. Aku mau minta maaf sama dia.." jelas Awan.
"Ohh, cuma gitu aja, kirain minta tolong apa. Yaa udah, besok siang kamu ke toko aja temuin Bintang. Gampang kan.." ucap Pelangi.
"Kok di toko sih Kak..?! Aku itu maunya di tempat yang lain, ngomong berdua gitu sama dia.." ujar Awan.
"Ribet banget sih kamu, cuma minta maaf aja pakai berduaan segala. Jangan-jangan kamu mau ngapa-ngapain Bintang yaa, ayo ngaku..!" seru Pelangi.
"Yaa ampun Kak, pikirannya jauh banget. Gak mungkinlah aku mau ngelakuin yang aneh-aneh ke Bintang, orang cuma mau minta maaf aja.." jelas Awan yang merasa kesal dengan ucapan Kakaknya.
"Lagian kamu, minta maaf aja pakai di luaran dan berduaan lagi.." ucap Pelangi.
"Ayolah Kak, tolongin Awan. Karena kalau aku yang ngajak, pasti Bintang gak mau.." jelas Awan sambil memohon pada Pelangi.
"Yaa udah iyaa Kakak bantuin, tapi Kakak minta uang bensin sama uang jajan selama tiga bulan yaa,hehee.." ujar Pelangi dengan senyuman.
"Memang yaa Kakak satu nih, pinter banget manfaatin kesempatan. Tiga bulan kelamaan, satu bulan aja gimana..?" tawar Awan pada Pelangi.
"Yaa udah deh, gak apa-apa.." balas Pelangi.
__ADS_1
"Lagian Kakak, sama adik sendiri perhitungan banget sih.." gerutu Awan yang tau jelas bagaimana Kakaknya itu yang selalu bisa memanfaatkan kesempatan yang ada.
"Gak ada yang gratis di dunia ini Wan, lagi pula kan cuma sesekali,hehee.." sahut Pelangi.
"Yaa udah, sekarang kamu buruan keluar gih. Kakak mau istirahat, lagi pula udah gak ada yang mau kamu omongin lagi kan.." ucap Pelangi sambil mendorong tubuh Awan menjauh darinya.
"Iyaa iyaa aku keluar, Kak.." seru Awan yang kini sudah berada di luar.
~************~
"Bin,, nanti malam kamu sibuk gak atau ada acara gak sama pacar kamu..?" tanya Pelangi pada Bintang saat sedang duduk istirahat.
"Belum tau.." jawab Bintang.
"Kok belum tau sih, harus tau dong..!" seru Pelangi.
"Memang kenapa..?" tanya Bintang.
"Temenin aku makan malam di luar yaa, nanti malam jam delapan aku jemput kamu di rumah.." ujar Pelangi.
"Memang siapa yang mau nemenin, aku gak mau..!" seru Bintang.
"Pokoknya harus mau, nanti aku bilang ke Ibu kamu.." ucap Pelangi.
"Nih anak kenapa pakai bawa-bawa Ibu segala sih, dasar suka ngancam..!" sahut Bintang, lalu berjalan menuju ke depan toko meninggalkan Pelangi yang belum selesai berbicara.
"Biarin, suka-suka aku lah, wekkk..!" teriak Pelangi sambil tersenyum senang.
🌠
🌠
"Semoga rencanaku berhasil..!" ucap Awan seraya tersenyum membayangkan makan malam bersama Bintang.
Tak butuh waktu lama, mobil yang di kemudikan oleh Pelangi kini telah sampai di depan rumah Bintang. Ia pun segera turun dan berjalan menuju ke arah pintu, lalu mengetuknya.
"Ehh,, ternyata Nak Pelangi.. Ayo silahkan masuk, Nak..!" ajak Ibu pada Pelangi.
"Iyaa Bu.." balas Pelangi seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Pasti mau ketemu Bintang yaa, Bintang lagi di kamar. Sebentar yaa, Ibu panggil kan.." ucap Ibu.
"Gak usah Bu, biar Pelangi sendiri aja yang manggil Bintang. Bolehkan, Bu..?" tanya Pelangi.
"Ohh,, iyaa boleh Nak Pelangi, tidak apa-apa kok.." sahut Ibu.
Tak ingin menunggu lama, Pelangi pun segera berjalan menuju kamar Bintang. Ia lalu mengetuk pintu kamarnya, namun setelah mengetuk beberapa kali masih juga tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Ngapain sih nih orang, dari tadi aku ketuk pintu gak di bukain juga..!" seru Pelangi seraya membuka pintu kamar Bintang yang ternyata tidak terkunci.
"Pantes aja gak denger, kupingnya di sumpel gitu.." ucap Pelangi yang langsung duduk di samping Bintang.
__ADS_1
"Astaghfirullah,, setan yaa ampun setan ehh..!" teriak Bintang yang merasa sangat terkejut saat melihat Pelangi yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Mana setan Bin..?!" seru Pelangi yang langsung berdiri dari tempat tidur karena ikut terkejut oleh ucapan Bintang yang menyebut setan.
"Kamu ngapain tiba-tiba ada di kamar aku..?! Masuk gak ketuk pintu atau bilang-bilang dulu, buat kaget orang aja.." seru Bintang sambil mengelus dadanya yang masih terasa sesak karena terkejut.
"Enak aja gak ketuk pintu, dari tadi juga aku udah ketuk pintu. Tapi kamu aja yang gak denger.." sahut Pelangi.
"Masa sih, perasaan dari tadi aku gak denger suara orang ngetuk pintu.." balas Bintang.
"Yaa iyaalah gak denger, orang kuping kamu di sumpelin.." seru Pelangi.
"Ohh, iyaa aku lupa kalau dari tadi aku dengerin lagu.." ucap Bintang sambil menggaruk kepalanya.
"Terus mau ngapain kamu ke sini..?" tanya Bintang yang kini kembali berbaring di atas tempat tidurnya.
"Kok ngapain sih, kan tadi siang di toko aku udah bilang. Malam ini aku jemput kamu untuk temenin aku makan malam.." ujar Pelangi sambil menepuk keningnya.
"Pasti lupa nih anak..!" seru Pelangi seraya menggelengkan kepalanya.
"Tapi aku udah makan malam tadi, kamu makan aja sana sendiri. Seperti anak kecil aja pakai di temenin,mmmh.." sahut Bintang.
"Nih anak memang ngeselin banget yaa, pokoknya sekarang kamu ikut aku.." ucap Pelangi sambil menarik lengan Bintang.
"Kan udah aku bilang, kalau aku gak mau.." seru Bintang yang melepaskan pegangan tangan Pelangi.
"Yaa udah kalau gak mau, aku ngomong aja sama Ibu.." ucap Pelangi sambil membuka pintu kamar.
"Kumat nih anak pakai ngadu ke Ibu lagi.." seru Bintang.
"Biarin..!" balas Pelangi.
"Yaa udah iyaa, aku temenin. Dasar pemaksa..!" ucap Bintang sambil mengambil celana panjang dan djaket-nya.
"Bu,, Bintang mau keluar dulu sebentar yaa.." pamit Bintang pada Ibunya.
"Keluar sama Pelangi, memang mau kemana..?" tanya Ibu.
"Nih mau nemenin anak kecil makan malam.." sahut Bintang seraya menatap ke arah Pelangi.
"Issh,, apaan sih kamu, Bin.." bisik Pelangi pada Bintang.
"Aku mau ngajak Bintang makan malam di luar yaa, Bu.." ucap Pelangi.
"Ohh, iyaa Nak Pelangi, tidak apa-apa kok. Hati-hati di jalan yaa, jangan malam-malam pulangnya.." ujar Ibu sambil tersenyum ramah.
"Iyaa Bu.." sahut Bintang dan Pelangi bersamaan.
Setelah berpamitan pada Ibu, Pelangi dan Bintang pun segera menuju ke cafe tempat Awan menunggu. Di dalam mobil, terlihat keduanya diam tanpa ada yang bicara. Sambil sesekali Pelangi melirik ke arah Bintang dengan hati yang cemas, Ia takut Bintang akan marah padanya karena tidak memberitahu tentang tujuan yang sebenarnya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59