Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Berbeda Dengan Yang Lain


__ADS_3

Sepulang dari rumah Bintang, Awan langsung mendesak Pelangi untuk menceritakan semuanya. Meski sebenarnya Pelangi merasa lelah dan ingin segera masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, namun Awan menariknya masuk ke dalam kamar miliknya.


Pelangi pun menceritakan semuanya pada Awan, bagaimana penilaian Bintang terhadapnya yang biasa saja. Berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini Awan dan Pelangi temui, yang selalunya tidak menolak untuk dekat dengan Awan. Apa lagi untuk menjadi pacar, namun kali ini yang terjadi justru berbeda.


"Awan,, kok kamu diam..? Apa kamu marah sama Kakak, karena Kakak gagal bantuin kamu untuk dekat dengan Bintang.." tanya Pelangi pada Awan yang kini hanya terlihat diam saja.


"Aku gak marah Kak, sekarang Kakak bisa keluar. Aku mau sendirian, terimakasih yaa Kak udah coba bantuin aku.." sahut Awan dengan senyuman yang di paksakan.


"Syukurlah kalau kamu gak marah sama Kakak, kalau gitu Kakak mau istirahat dulu di kamar. Kamu juga istirahat yaa.." ucap Pelangi sambil berjalan meninggalkan Awan sendirian di kamarnya.


"Apa yang harus aku lakukan..? Selama ini gak pernah ada cewek yang gak tertarik sama aku, apa lagi sampai menolak aku.." ucap Awan sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Aku harus temui Bintang dan ngomong langsung sama dia.." gumam Awan yang kini menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sedangkan di sisi lain, Pelangi yang sudah berada di dalam kamarnya kini terlihat sibuk dengan ponselnya. Ia melihat foto-foto yang tersimpan di dalam galeri, namun satu persatu Ia pun segera menghapusnya.


"Aku harus bisa lupain dia, karena dia juga pasti udah lupain aku. Buktinya, sekarang dia udah sama yang lain pengganti aku.."


Gumam Pelangi sambil memejamkan matanya, kini perlahan ingatan tentang sese'orang yang pernah ada di dalam hidupnya muncul kembali. Sebisa mungkin Pelangi menepisnya, karena pada akhirnya hanya rasa sedih dan kecewa yang akan Ia rasakan.


Keesokan paginya, Awan meminta izin pada Pelangi untuk membiarkannya berbicara berdua bersama Bintang. Karena Ia ingin mengatakan secara langsung, tentang apa yang Ia rasakan pada Bintang.


"Tapi ingat yaa Wan, jangan lama-lama ngobrol sama Bintang. Dia kan harus kerja.." ucap Pelangi pada Awan.


"Iyaa Kak tenang aja, gak lama kok.." sahut Awan.


Bintang yang sedang duduk menunggu kedatangan Pelangi, kini langsung berdiri saat melihat Pelangi dan Awan yang berjalan menghampirinya.


"Ada yang mau aku omongin sama kamu, Bin.. Sebentar aja kok, gak lama. Aku juga udah ngomong sama Kak Pelangi.." ujar awan tanpa basa-basi.


"Iyaa Bin, gak apa-apa kok. Kamu ngobrol aja dulu sebentar sama Awan.." ucap Pelangi yang menimpali.


"Ohh,, yaa udah kalau gitu, kita ngobrol di sana aja.." sahut Bintang sambil menunjuk ke arah pohon yang tidak jauh dari toko.


"Memang apa yang mau kamu omongin sama aku..?" tanya Bintang.


"Hmmm,, aku mau ngomong kalau aku suka sama kamu, Bin.. Aku tau kok, kalau kamu udah punya pacar. Tapi aku tetap mau berusaha untuk bisa dekat sama kamu.." ujar Awan.


"Apapun yang kamu rasain ke aku, itu hak kamu. Tapi maaf, aku gak bisa balas dan terima perasaan kamu itu.." balas Bintang.


"Iyaa aku tau, itu karena kamu masih punya pacar. Tapi setidaknya izinkan aku untuk tetap berusaha mendapatkan hati kamu, Bin.." pinta Awan pada Bintang.


"Aku punya pacar atau gak, tetap aja aku gak bisa balas perasaan kamu. Jadi jangan buang-buang waktu kamu.." ucap Bintang.

__ADS_1


"Yaa udah kalau gitu, aku mau kerja.." seru Bintang sambil berjalan menuju toko.


"Tunggu Bin..! Aku masih belum selesai ngomong.." teriak Awan yang melihat Bintang telah meninggalkannya.


"Tapi aku udah selesai ngomong.." balas Bintang.


"Sebentar Bin.." seru Awan sambil menarik tangan Bintang, namun Bintang langsung melepaskannya.


"Jangan pernah sentuh aku, aku gak suka.." ucap Bintang dengan nada penuh penekanan.


"Iyaa maaf Bin, aku cuma ma-"


"Udah cukup, aku mau kerja.." sela Bintang yang langsung masuk ke dalam toko, meninggalkan Awan yang masih berdiri terpaku menatapnya.


~***********~


Malam itu, Awan yang merasa tidak puas dengan respon Bintang terhadap dirinya. Memutuskan untuk pergi ke rumah Bintang, tanpa sepengetahuan Ibu dan Kakaknya. Ia merasa tidak terima dengan ucapan Bintang padanya, yang membuatnya merasa kecewa dan sakit hati.


"Bintang,, ada Nak Awan datang, dia mau ketemu kamu. Katanya ada hal penting yang ingin di sampaikan, kamu cepat temui yaa.." ucap Ibu pada Bintang masih tiduran di sofa.


"Mau apa lagi sih anak itu, gak Kakak gak adik sama aja. Sama-sama buat pusing, hadeeeeuh.." seru Bintang sambil bangkit dan berdiri, lalu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Memang ada apa Bin, apa ada masalah..?" tanya Ibu penasaran.


"Apa yang mau kamu omongin, omongin aja sekarang. Aku dengerin.." ucap Bintang yang tidak mau berlama-lama berbicara dengan Awan.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih, Bin..?" tanya Awan.


"Aku cuma gak suka basa-basi.." sahut Bintang.


"Baiklah kalau gitu, aku ke sini cuma mau minta kamu untuk bisa kasi aku kesempatan.." ucap Awan.


"Kesempatan apa..? Kesempatan untuk nyakitin kamu..?!" balas Bintang yang balik bertanya.


"Aku udah sakit dengan sikap kamu yang gak ngertiin perasaan aku.." jawab Awan.


"Kamu sendiri yang gak ngerti, kan udah aku bilang kalau aku punya pacar. Dan kalaupun aku gak punya pacar, aku juga gak akan terima kamu kok. Aku sama sekali gak tertarik..!" ucap Bintang.


"Tapi kenapa Bin, dimana kurangnya aku..? Selama ini gak ada cewek yang gak suka sama aku, bahkan mereka yang ngejar-ngejar mau jadi pacar aku.." jelas Awan.


"Itu mereka, bukan aku. Lagi pula jangan samakan semua cewek itu sama, kamu terlalu percaya diri.." seru Bintang.


"Dan kamu terlalu sombong jadi cewek.." balas Awan.

__ADS_1


"Terus kalau aku terlalu sombong, memang kenapa..?" tanya Bintang yang mulai merasa kesal mendengar ucapan Awan.


"Harusnya kamu bersyukur aku suka sama aku, aku anak orang kaya, ganteng dan aku punya semuanya.." ucap Awan dengan bangga.


"Tapi aku sama sekali gak tertarik, jadi lebih baik sekarang kamu pulang aja.." seru Bintang.


"Kamu ngusir aku..? Berani banget kamu yaa, apa kamu lupa kalau kamu itu kerja sama Kakak aku.." ujar Awan yang merasa tidak terima di usir oleh Bintang.


"Udahlah yaa, aku malas debat sama orang dengan sikap dan pikiran yang kekanak-kanakan seperti kamu. Sekarang kamu pulang, pintu keluar di sana.." ucap Bintang sembari menunjuk ke arah pintu.


"Sombong banget kamu, lihat aja nanti. Kamu pasti nyesel udah memperlakukan aku seperti ini.." seru Awan.


"Terserah..!" balas Bintang.


Awan pun segera pergi dengan sepeda motornya, Ia tidak akan pernah bisa melupakan apa yang baru saja terjadi. Baru kali ini Ia di perlakukan seperti itu oleh seorang wanita bahkan oleh wanita yang Ia suka, membuatnya sakit hati dan tidak terima begitu saja.


"Aku akan pastikan hubungan kamu hancur, Bintang.." gumam Awan dalam hati, lalu melajukan sepeda motornya.


Bintang yang telah menutup pintu, segera berjalan menuju ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti, saat Ibu memanggil dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena sejak tadi, Ibu telah mendengarkan percakapan antara Bintang dan Awan.


"Kamu cerita sama Ibu, sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Awan. Kenapa dia jadi marah dan bersikap seperti itu sama kamu, Bintang..?" tanya Ibu yang merasa sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Bintang.


Bintang pun menceritakan semuanya pada Ibu, tanpa ada yang perlu Ia tutupi. Ibu yang mendengar hanya menganggukkan kepala, dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Kenapa harus sampai seperti itu yaa Bin,mmmh.. Ibu tidak menyangka Awan jadi berpikir buruk tentang kamu.." ucap Ibu sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Entahlah Bu, mungkin karena selama ini dia ngerasa anak orang kaya yang bisa mendapatkan semua yang dia mau. Lagi pula orang gak mau, tapi masih aja maksa.." ujar Bintang dengan raut wajah kesal.


"Terus bagaimana dengan pekerjaan kamu nanti, Bin..?" tanya Ibu dengan cemas.


"Gak gimana-gimana Bu, kalau memang karena masalah itu Bintang di keluarin kerja. Yaa udah gak apa-apa, Bintang bisa cari kerja di tempat lain kok, Bu.." sahut Bintang.


"Iyaa Bin, kamu memang benar. Tapi kalau sudah begini, Ibu jadi merasa tidak enak dengan Ibunya Pelangi.." jelas Ibu.


"Udah yaa Bu, jangan terlalu di pikirkan. Nanti Ibu sakit lagi, sekarang Ibu istirahat aja di kamar. Jangan mikirin apa-apa lagi, semua pasti akan baik-baik aja.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa Bin, kamu juga istirahat yaa.." sahut Ibu seraya berjalan menuju kamar, meninggalkan Bintang yang masih terus menatapnya dengan hati yang sedih.


"Maafin Bintang yaa Bu, jadi nambah pikiran Ibu,mmmh.." gumam Bintang dalam hati, lalu segera berjalan masuk ke dalam kamar.


Di tempat yang lain, Awan terlihat tengah asyik meminum minuman ke***. Sebelumnya Ia telah berhenti dan menjauhi minuman itu, namun kini Ia kembali meminumnya kembali. Setelah puas melepaskan sakit hatinya dengan minuman, Awan memutuskan untuk kembali pulang. Dengan se'orang teman yang membantunya, untuk mengantarkan Ia pulang. Karena saat ini, keadaannya sedang mabuk berat...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2