
"Ayo jawab El..! Kok malah bengong, siapa orangnya..?!" tanya Melati dengan begitu menggebu-gebu.
"Orang yang aku cintai itu adalah Bintang, Mii.." ucap Pelangi yang langsung merasa lemas pada tubuhnya, namun di hati Ia merasa sangat lega. Karena akhirnya Ia bisa mengatakan tentang hubungan cintanya dengan Bintang pada Ibunya, meski Ia juga harus bersiap sedia dengan penolakan dari Melati.
"Apa kamu sedang bercanda, El..? Atau kamu mau mengerjai Mamii yaa..?" tanya Melati yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Pelangi katakan padanya.
"Aku gak bercanda atau mau mengerjai Mamii, aku serius, Mii..!" seru Pelangi yang sontak membuat Melati sangat terkejut mendengar itu.
"Itu tidak mungkin El, tidak mungkin kamu mencintai dan menjalin hubungan dengan Bintang yang jelas-jelas dia itu sama seperti kamu. Bintang itu perempuan El, kamu jangan konyol..!" ucap Melati yang kini mulai terlihat kesal.
"Tapi kenyataannya memang seperti itu Mii, aku mencintai Bintang. Meskipun aku sadar dan tau, kalau Bintang itu juga sama seperti aku.." sahut Pelangi menjelaskan.
"Mamii tidak setuju, dan tidak akan pernah setuju kamu berhubungan dengan Bintang. Apa yang terjadi sama kamu, El..? Dulu kamu tidak seperti ini..? Pasti Bintang yang sudah memberikan pengaruh buruk sama kamu, sampai akhirnya kamu terpengaruh dan bisa menyukainya.." ujar Melati dengan penuh emosi.
"Bintang gak pernah melakukan apa-apa Mii, dan dia juga gak pernah memberi pengaruh buruk sama aku. Perasaan itu murni muncul dengan sendirinya, tanpa pernah di rencana ataupun di paksa.." jelas Pelangi yang berusaha untuk membuat Ibunya mengerti tentang perasaannya.
"Cukup El..! Omong kosong apa itu..?! Sudah jelas-jelas itu salah dan tidak boleh, jadi jangan berusaha untuk mencari pembenaran. Besok Mamii akan ke rumah Bintang untuk bertemu dengan Ibunya, dan memberitahu bahwa anaknya itu telah merusak kamu jadi seperti ini.." ujar Melati yang tidak bisa menerima kenyataan, bahwa putrinya kini menjadi penyuka perempuan.
"Tolong Mii, jangan libatkan Bintang dan Ibunya dalam masalah ini. Bintang dan Ibunya sama sekali gak bersalah, karena apa yang aku rasakan ini datang dengan sendirinya dan aku juga gak bisa untuk menolaknya, Mii.." Pelangi terus berusaha keras untuk meyakinkan Ibunya, namun Melati tetap tidak bisa setuju dan menerima penjelasan darinya.
"Sudah cukup El, apapun yang kamu katakan tetap saja hubungan kamu dan Bintang itu salah. Mulai detik ini, jangan pernah lagi bertemu dengan Bintang..! Dan dia juga tidak perlu lagi datang ke toko untuk bekerja, cari orang lain untuk menggantikannya.." seru Melati sambil tetap berusaha menahan amarahnya.
"Mamii egois..! Mamii gak mau ngertiin gimana perasaan aku sedikit aja, apa Mamii pikir aku yang meminta perasaan ini untuk ada..? Gak Mii, gak pernah. Tapi aku juga gak akan pernah menyesalinya, aku tetap ingin bersama dengan Bintang, Mii.. Gak peduli Mamii setuju atau gak..!" tegas Pelangi sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu bergegas keluar dari kamar Ibunya.
__ADS_1
"Pelangi, tunggu..! Mamii belum selesai bicara..! Mamii egois karena Mamii sayang sama kamu, kamu harus tau itu, El..!" seru Melati yang mengikuti langkah Pelangi.
"Kalau Mamii sayang sama aku, harusnya Mamii bisa dukung apa pilihan dan keputusan aku. Tapi apa..? Mamii gak setuju dan gak mau terima kan..?! Itu karena Mamii lebih sayang sama diri Mamii sendiri..!" sahut Pelangi seraya masuk ke dalam kamarnya.
Brakk..
Terdengar suara pintu yang di banting dengan keras oleh Pelangi, membuat Melati pun terkejut dan terdiam untuk sejenak. Tiba-tiba Ia merasa sakit pada kepalanya, lalu memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Kenapa Pelangi jadi berubah seperti itu..? Apa yang harus aku lakukan..?" gumam Melati sembari menarik nafasnya dengan berat.
Sementara itu di dalam kamar, Pelangi menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu mengambil ponsel miliknya, karena Ia ingin mengirim pesan untuk Awan.
"Kamu harus secepatnya pulang Wan, Kakak butuh bantuan kamu.."
"Aku harus kuat..! Aku gak boleh nangis, aku akan memperjuangkan kamu, Biyang.." ucap Pelangi dalam hati yang berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri, lalu tersenyum dan membayangkan wajah kekasihnya itu.
🐝
🐝
Keesokan harinya, tanpa menunggu lama Melati pun segera bergegas pergi untuk menemui Ibunya Bintang. Hal ini pun di ketahui oleh Pelangi, lalu Ia langsung pergi ke rumah Bintang untuk menyusul Ibunya. Saat itu Pelangi merasa takut dan cemas dalam hati, memikirkan bagaimana jika Ibunya memarahi Bintang dan juga Ibunya Bintang. Setelah apa yang telah Ia katakan pada Melati tadi malam, hingga di dalam perjalanan Pelangi terus saja mengucapkan do'a.
"Mamii mana, Biyang..?!" tanya Pelangi yang langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Ibunya, namun ternyata hanya Bintang sendirian yang ada di rumah.
__ADS_1
"Tadi Mamii kamu memang ke sini El, tapi habis itu Mamii ngajak Ibu pergi. Katanya ada urusan gitu, memang kenapa sih El..? Kok kamu seperti panik, cemas gitu mukanya..?" tanya Bintang yang penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Bintang, Pelangi pun segera menceritakan semuanya. Termasuk tentang apa tujuan Melati datang ke rumahnya, dan mengajak Ibunya Bintang pergi.
"Yaa ampun, El..! Kenapa kamu harus ngomong ke Mamii kamu soal itu..? Yaa jelaslah Mamii gak setuju.." ucap Bintang yang kini terlihat cemas dan bingung.
"Kan aku pengen Mamii bisa merestui hubungan kita, terus kalau Mamii udah merestui nanti kita bisa begitu-begitu,hee.." ujar Pelangi sambil tertawa kecil.
"Jadi kamu cerita ke Mamii tentang hubungan kita, cuma karena mau begitu-begitu..? Yaa Tuhan, kamu ini yaa El, El.. Hadeeeeuh...!" ucap Bintang yang kini mulai merasa pusing mendengar ucapan Pelangi.
"Sebenarnya bukan cuma karena itu sih Biyang, tapi juga karena aku terlalu sayang sama kamu dan aku takut banget kehilangan kamu. Makanya aku beranikan diri cerita ke Mamii, biar Mamii tau hubungan kita dan gak akan jodohin aku lagi dengan laki-laki manapun.." jelas Pelangi.
"Tapi harusnya kamu bilang ke aku dulu El, biar aku bisa siap-siap.." sahut Bintang.
"Memang kamu mau siap-siap buat apa, Biyang..?" tanya Pelangi.
"Yaa siap-siap untuk menghadapi Mamii kamu nantinya, terus biar aku gak kaget banget seperti sekarang ini.." ujar Bintang sambil memijit-mijit keningnya.
"Jadi kamu marah sama aku, Biyang..? Kamu gak suka dan gak setuju kalau aku cerita ke Mamii..? Padahal semua itu aku lakukan karena aku beneran sayang banget sama kamu, tapi kamu malah gitu.." ucap Pelangi dengan nada yang terdengar sedih dan raut wajah ingin menangis, membuat Bintang pun langsung merasa bersalah.
"Bukan gitu El, aku seneng kok kamu udah mau cerita ke Mamii tentang hubungan kita. Walaupun Mamii gak setuju dan melarang kita buat ketemu, aku bangga sama kamu, El.. Kamu memang wanita pemberani..!" puji Bintang dengan tulus, dan sekaligus untuk menenangkan hati Pelangi agar tidak lagi bersedih...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌠