
Dua hari telah berlalu, kini Pelangi kembali beraktivitas seperti biasanya. Setelah sebelumnya Ia beberapa kali berkunjung ke rumah Reon, untuk mengenal lebih dekat dengan keluarga dari calon suaminya itu. Meski sebenarnya Ia sangat enggan, tapi karena Ibunya terus memaksa dan mendesaknya. Pelangi pun hanya bisa menurutinya, sambil terus memikirkan bagaimana perasaan Bintang nantinya.
"Akhirnya bisa ke toko lagi, padahal cuma beberapa hari libur. Tapi rasanya seperti udah lama banget.." ucap Pelangi pada Bintang, saat telah berada di dalam toko.
"Aku juga ngerasain hal yang sama, El.." sahut Bintang membenarkan ucapan Pelangi.
"Oh yaa..?! Berarti kita jodoh dong Biyang,hehee.." seru Pelangi sambil tersenyum, namun seketika senyuman itu menghilang. Ia teringat dengan status barunya, yang kini sebagai tunangan Reon. Laki-laki yang bahkan tidak ingin Ia tahu dan peduli apapun tentangnya, namun harus berusaha untuk mengenalnya karena desakan dari Ibunya.
"Kok bengong gitu, kenapa ?" tanya Bintang yang melihat perubahan pada raut wajah Pelangi.
"Apa kamu masih tetap sayang sama aku, Biyang..?" Pelangi pun menatap mata Bintang, seolah Ia ingin menemukan jawaban itu sendiri.
"Iyaa, aku masih tetap sayang sama kamu, El.. Kenapa kamu tanya seperti itu..? Apa sekarang kamu udah mulai ragu..?" tanya Bintang pada Pelangi yang terlihat sedang mencerna ucapan darinya.
"Aku gak ragu, tapi aku hanya takut kalau perasaan kamu berubah sama aku. Walaupun kenyataan yang ada sekarang, mungkin bisa membuat perasaan kamu berubah.." ujar Pelangi yang tertunduk sedih.
"Udah yaa El, kamu gak boleh mikir yang bukan-bukan. Aku sayang sama kamu, dan perasaan itu gak akan berubah. Walaupun--"
"Walaupun apa, Biyang..?!" tanya Pelangi pada Bintang yang menghentikan ucapannya.
"Walaupun pada akhirnya nanti, kita gak akan bisa bersama. Tapi rasa sayang itu, akan selalu ada buat kamu, El.." ucap Bintang hanya dalam hati, karena Ia sendiri tidak sanggup untuk mengatakan itu pada Pelangi.
"Walaupun apa, Biyang..?! Ayo ngomong, jangan diem aja.." seru Pelangi yang mengulangi pertanyaannya, karena sejak tadi Bintang hanya terdiam seraya menatapnya.
"Yaa walaupun kamu itu ngeselin, tapi aku tetap sayang kok,hehehee.." jawab Bintang sambil tertawa kecil dan mengelus-elus rambut Pelangi.
"Bohong..! Pasti bukan itu, ayo ngomong jujur..!" ucap Pelangi yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Bintang, karena Ia merasa yakin bahwa bukan itu yang sebenarnya ingin Bintang katakan padanya.
"Memang benar itu El, aku tuh sayang sayang sayang sama kamu.." ucap Bintang sembari mencubit gemas hidung Pelangi. "Udah yaa, aku mau lanjut beresin barang-barang. Banyak yang berantakan tuh.."
Bintang pun segera beranjak dari tempat duduk, meninggalkan Pelangi yang terlihat cemberut. Namun Ia juga tidak bisa menghalangi Bintang untuk melanjutkan pekerjaannya, karena memang saat itu banyak barang-barang di toko yang harus di bereskan. Dan tidak lama setelah itu, Pelangi turut serta membantu Bintang sambil sesekali mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau.
🌠
__ADS_1
🌠
Pelangi yang baru saja tiba di rumah, melihat Awan dan Ibunya sedang asyik mengobrol. Pelangi pun segera berjalan menghampiri mereka, karena merasa penasaran dengan apa yang sedang Ibu dan adiknya itu bicarakan.
"Lagi ngobrol apa sih, Mii..? Sepertinya serius banget.." tanya Pelangi sembari menjatuhkan dirinya di atas sofa.
"Ngobrol tentang per--"
"Reon..!" panggil Melati pada Awan dengan raut wajah yang mengisyaratkan sesuatu, hingga membuat Awan menghentikan ucapannya.
"Sebenarnya ada apa sih, Mii..? Kok seperti ada yang di sembunyikan gitu dari aku.." ucap Pelangi seraya memandangi satu persatu wajah Ibu dan adiknya itu.
"Tidak ada yang di sembunyikan Kak, nanti saja kita ngobrolnya yaa.. Kamu kan baru pulang kerja, jadi lebih baik istirahat dulu.." ujar Melati.
"Iyaa Mii, aku juga capek. Mau istirahat dulu di kamar.." sahut Pelangi sambil menatap ke arah Awan dan memberikan sebuah kode pada adiknya itu.
"Kamu jangan bicara apapun dulu pada Kakak kamu, Wan.. Biar Mamii sendiri nanti yang akan memberitahu Kak Pelangi, kamu dengarkan..?" tanya Melati pada Awan yang sibuk membalas pesan dari Kakaknya.
"Hahh,, iyaa iyaa Mii, Awan gak akan ngomong apa-apa kok ke Kakak. Lagi pula Mamii kenapa sih gak tanya Kak Pelangi dulu tentang masalah itu..? Padahal belum tentu Kak Pelangi setuju,mmmh.." ujar Awan seraya menghela nafasnya dengan dalam.
Waktu yang di tunggu oleh Melati kini telah tiba, melihat Pelangi yang saat itu tengah duduk santai bersama Awan di ruang keluarga. Ia pun bergegas berjalan menuju ke arah kedua anaknya itu, untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting pada Pelangi.
"Seru banget kalian berdua ngobrolnya.." seru Melati sembari duduk bersebelahan dengan Pelangi.
"Iyaa nih Mii, Awan cerita tentang teman-temannya yang lucu dan kocak banget,hehee.." sahut Pelangi.
"Ohh yaa Mii, tadi sore Mamii bilang ada yang mau di omongin. Ayo sekarang ngomong Mii, aku gak sabar pengen tau.." ucap Pelangi dengan penuh semangat.
Mendengar itu Melati segera menarik nafasnya, lalu menatap ke arah Awan yang terlihat tidak setuju dengan apa yang akan di lakukan oleh Ibunya.
"Lho,, kok diem sih Mii..? Ini sebenarnya ada apa sih..?" tanya Pelangi sambil menatap Awan dan Ibunya secara bergantian.
"Tidak ada apa-apa Kak, cuma ada yang mau Mamii sampaikan sama kamu. Ini tentang perjodohan kamu dengan Reon.." ucap Melati dengan hati-hati.
__ADS_1
"Ohh,, jadi tentang itu, memang ada apa lagi, Mii..?" tanya Pelangi penasaran, karena kini Ia mulai merasa tidak enak hati. Seolah-olah apa yang akan di katakan oleh Ibunya itu, bukanlah sesuatu yang menyenangkan baginya.
"Mamii sudah mendiskusikan dengan Tante Risma, dan kami berdua sepakat bahwa kamu dan Reon akan melangsungkan pernikahan dua bulan lagi.." jelas Melati.
"Apaaa..??!! Ma-Mamii serius..?!" tanya Pelangi yang merasa sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Tentu Mamii serius Pelangi, masalah penting seperti itu tidak mungkin Mamii mau buat bercanda.." sahut Melati mencoba meyakinkan Pelangi.
"Tapi Mii, kenapa harus secepat itu..? Belum juga seminggu aku tunangan, dan sekarang Mamii udah ngomong soal rencana pernikahan.." ucap Pelangi yang tidak terima dengan rencana Ibunya.
"Mau cepat atau lambat, kamu dan Reon nantinya juga akan menikah, El.. Niat Mamii dan Tante Risma baik, jadi kenapa harus di tunda-tunda..?!" jelas Melati.
"Niat baik atau gak, yang menjalaninya itu aku, Mii.. Harusnya Mamii tanya dulu ke aku, bukannya Mamii dan Tante Risma buat keputusan sendiri..!" seru Pelangi yang kini terlihat kesal.
"Mamii cuma---"
"Mamii cuma memikirkan diri sendiri, Mamii gak peduli dan gak mau tau gimana perasaan aku..!" ucap Pelangi seraya bangkit dari tempat duduknya, dan langsung berjalan menuju ke arah kamar.
"Pelangi..! Tunggu..! Mamii belum selesai bicara.." teriak Melati pada Pelangi yang justru tidak peduli dengan panggilan dari Ibunya.
Brakk..
Terdengar suara pintu yang di banting dengan keras oleh Pelangi, membuat Melati dan Awan seketika itu terkejut. Untuk waktu yang cukup lama, suasana pun menjadi hening.
"Awan kan udah bilang sama Mamii, Kak Pelangi belum tentu setuju dengan rencana Mamii itu.." ucap Awan sambil berusaha menenangkan Ibunya yang saat itu terlihat sedih, karena Melati tidak menyangka Pelangi akan menolak dan bersikap seperti itu padanya.
"Tapi Mamii dan Tante Risma sudah memesan dan menyiapkan semuanya Wan, tidak mungkin harus di batalkan begitu saja,huuhh.." ujar Melati sambil menarik nafasnya, lalu mengusap dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
"Mamii kenapa, Mii..? Kita ke kamar aja yaa Mii, Mamii harus istirahat dan jangan banyak pikiran. Nanti biar Awan coba ngomong ke Kak Pelangi yaa, Mii.." ucap Awan sembari membantu Ibunya untuk berjalan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Sementara itu di dalam kamar, Pelangi sedang menangis tersedu-sedu sambil menatap foto Bintang yang tersimpan di dalam ponsel miliknya. Ia pun segera memikirkan bagaimana caranya, agar rencana pernikahannya dengan Reon bisa di batalkan. Karena bertunangan dengan Reon saja sudah membuatnya cukup pusing dan frustasi, apa lagi jika harus menikah dalam waktu yang tidak lama lagi.
"Aku harus temui dia secepatnya.." ucap Pelangi seraya menghapus air matanya, lalu bersiap-siap untuk pergi...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠