
Rena dan Awan yang telah tiba di salah satu tempat wisata di kotanya, kini segera menikmati setiap pemandangan yang terlihat begitu indah di depan mata. Yaa, mereka memilih untuk mengunjungi sebuah pantai, yang menyuguhkan panorama alam membuat siapa saja yang melihatnya pun pasti akan terpukau.
"Kamu suka, Rena..?" tanya Awan sembari tersenyum menatap wajah Rena yang terlihat begitu kagum dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Iyaa suka banget Wan, makasih yaa kamu udah bawa aku ke tempat ini. Selama ini aku terlalu sibuk sama pekerjaan, jadi jarang sekali pergi ke tempat-tempat indah seperti ini.." ujar Rena.
"Sama-sama Rena, syukurlah kalau kamu suka. Nanti kita akan sering-sering ke sini.." ucap Awan.
"Ayo kita jalan-jalan ke tepi pantai, habis itu kita pergi ke sana.." seru Rena sambil menunjuk ke arah sebuah batu besar yang berada di pinggir pantai.
Tanpa menunggu lama, Awan pun segera menarik tangan Rena dan mengajaknya berlari ke pinggir pantai. Mereka menikmati keindahan pantai dengan cuaca yang cukup cerah, di sertai langit yang biru. Bersama tiupan sang bayu yang membelai lembut rambut panjang Rena yang tergerai, Awan pun menatapnya seraya tersenyum penuh arti.
"Kamu kenapa Wan, kok bengong gitu..?" tanya Awan.
"Gak bengong kok, tapi terpesona,hee.." jawab Awan yang tersenyum kecil.
"Sama pemandangan yang ada di pantai ini kan, Wan.. Aku juga sama kok, habis indah banget..!" seru Rena sembari mengibaskan rambutnya.
"Terpesona sama kecantikan wajah kamu, Rena.." ucap Awan lirih, namun Rena masih bisa mendengarnya.
"Kamu apaan sih Wan, gombal terus.." sahut Rena yang kini berlari kecil meninggalkan Awan, dan berjalan menuju ke arah batu karang yang ada di sana.
"Tunggu, Ren..!" teriak Awan pada Rena.
"Ayo kejar aku, Wan.." balas Rena.
"Hati-hati Ren, sini pegang tangan aku.." seru Awan sambil mengulurkan tangannya pada Rena.
"Akhirnya, sampai juga.." ucap Rena yang masih menggenggam erat tangan Awan, sedangkan Awan hanya tersenyum senang, karena bisa berlama-lama memegang tangan Rena.
"Kok senyum-senyum gitu, kenapa..?" tanya Rena.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok,hee.." sahut Awan, namun tidak lama kemudian Rena baru menyadari bahwa Ia masih berpegangan tangan dengan Awan.
"Ambil kesempatan kamu yaa,mmmh.." seru Rena yang langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Awan.
"Aku kan takut kamu jatuh, Ren.. Kalau jatuh cinta sama aku sih, gak apa-apa,hehehee.." ucap Awan sambil mengedipkan matanya pada Rena.
"Ge-er banget nih anak..!" seru Rena sembari mencubit lengan Awan.
Kini mereka pun menikmati keindahan pantai dari atas batu karang, namun tiba-tiba pandangan Rena terhenti pada sosok pria yang terlihat seperti orang yang Ia kenal.
"Itu bukannya Kak Reon..? Ngapain dia di sini sama anak kecil dan itu.. Bukannya itu Kak Putri..?!" gumam Rena dalam hati, sambil terus memperhatikan apa yang sedang Ia lihat.
"Kamu lihatin apa sih, Ren..? Serius banget gitu.." tanya Awan.
"Ehh,, gak lihat apa-apa kok, aku haus. Ayo kita cari minuman dulu.." ajak Rena yang tidak ingin Awan sampai melihat, bahwa Kakaknya juga ada di sini bersama se'orang wanita.
Awan segera mengikuti langkah Rena, dan tibalah mereka di sebuah warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman ringan.
"Aku mau ke toilet dulu yaa, Wan.." seru Rena.
Selesai dari toilet umum, Rena pun berjalan menuju tempat dimana Awan menunggunya. Namun di tengah perjalanan, Rena tidak sengaja menabrak se'orang anak kecil.
"Aduhh,, sakit..!" rengek anak kecil itu sembari memegangi lengannya yang terasa sakit.
"Maafin Tante yaa sayang, kamu gak apa-apa kan..? Apanya yang sakit..?" tanya Rena sambil memeriksa bagian yang di pegang oleh anak kecil itu.
"Kamu kenapa sayang..? Pasti jatuh yaa karena tadi lari-larian..?!" terdengar suara se'orang pria yang tiba-tiba datang menghampiri anak kecil itu.
"Iyaa saya yang salah, karena tadi tidak se--" ucapan Rena langsung terhenti, saat di lihatnya dengan jelas siapa pria yang kini ada di hadapannya itu.
"Kak Reon..?!" seru Rena pada Reon yang tak kalah terkejutnya menatap wanita yang ada di depannya, yang tak lain adalah adiknya sendiri.
__ADS_1
"Paa,, tangan Bunga sakit, tadi di tabrak sama Tante ini.." ucap Bunga dengan polosnya.
"Iyaa sayang, nanti Papaa obatin yaa.. Tante ini pasti gak sengaja nabrak Bunga.." sahut Reon sambil membelai rambut Bunga dengan lembut.
"Kak Reon, bilang sama aku. Siapa anak kecil ini..? Jadi benar kan yang aku lihat tadi Kak Reon sama Kak Putri.." ujar Rena.
"Kakak akan cerita semuanya nanti, di waktu yang tepat. Tapi Kakak mohon sama kamu, tolong jangan cerita soal ini pada orang lain terutama Mamaa.." pinta Reon yang memohon.
"Mmmh,, baiklah Kak, aku gak akan cerita ke siapa-siapa.." sahut Rena.
"Yaa udah kalau gitu, Kakak mau pergi dulu. Putri pasti nyariin.." ucap Reon sambil meninggalkan Rena yang masih diam terpaku, melihat kepergian Kakaknya yang membuatnya bertanya-tanya dalam hati.
"Kamu di sini rupanya, aku tungguin dari tadi.." seru Awan tiba-tiba, membuat Rena tersadar dari apa yang di pikirkannya.
"Iyaa Wan, maaf.. Tadi aku ketemu teman, terus ngobrol deh sebentar,hee.." balas Rena berbohong.
"Ohh, pantesan lama.. Yaa udah ayo kita duduk di sana, ini minuman buat kamu.." sahut Awan menyerahkan minuman yang tadi Ia beli.
Keduanya kini kembali menikmati indahnya pemandangan pantai, sambil bercerita dan bercanda. Sesekali Rena melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya, untuk mencari keberadaan Kakaknya itu. Namun tidak juga terlihat, hingga Ia pun memilih untuk fokus mendengar cerita Awan.
🌠
Di tempat yang lain, Reon sengaja mengajak Putri dan Bunga untuk segera pulang. Meski Bunga merasa keberatan, namun Ia berjanji akan mengajaknya jalan-jalan di lain waktu. Hingga Bunga pun setuju, dan mau bersiap-siap untuk pulang.
"Memang ada apa sih Mas, kok buru-buru ngajak pulang..? Padahal aku dan Bunga masih pengen lama-lama di sini.." tanya Putri yang merasa heran, karena biasanya Reon selalu berlama-lama jika mengajaknya jalan-jalan bersama Bunga.
"Gak ada apa-apa kok, aku ngerasa gak enak badan aja.." ujar Reon mencari alasan.
"Oh gitu, kenapa kamu gak bilang dari tadi, Mas.. Pantas aja muka kamu seperti aneh gitu, yaa udah ayo kita pulang sekarang.." ucap Putri.
Kini Reon pun bisa bernafas lega setelah merasakan cemas sejak tadi, namun sekarang Putri mau percaya dengan ucapannya. Reon yang tadi sempat melihat Awan bersama dengan Rena, tidak ingin sampai Awan melihat dirinya bersama dengan Putri dan Bunga. Reon pun segera melajukan laju kendaraannya, sambil melirik ke arah Bunga yang berada di pangkuan Putri. Ia terlihat kelelahan setelah tadi asyik bermain, dan akhirnya pun kini tertidur...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠