Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Jalan-jalan 2


__ADS_3

"Aku sama Bintang mau pergi dulu yaa, karena masih ada urusan yang harus di kerjakan. Kalian lanjut aja makan minum sepuasnya, udah aku bayar kok.." seru Pelangi pada semua karyawan tokonya.


"Terimakasih yaa Mbak, Pelangi.." sahut mereka bersamaan.


"Iyaa sama-sama, kita pergi dulu yaa.." pamit Pelangi yang berjalan meninggalkan mereka yang masih asyik menikmati makanannya masing-masing.


Pelangi dan Bintang pun segera masuk ke dalam mobil, yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka makan malam. Lalu Pelangi pun menyalakan dan mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah tempat, yang hanya Pelangi yang tahu.


"Memang kamu ada urusan apa..? Kalau memang ada urusan kenapa ngajak makan malam segala sih..?" tanya Bintang.


"Lebih tepatnya urusan kita berdua, aku dan kamu. Kita cari tempat yang enak buat mojok dulu yaa, habis itu baru deh lanjut ngobrol.." ujar Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang, lalu mencubit pipinya.


"Kamu apaan sih, El..?! Bisa diem gak tuh tangan..!" seru Bintang yang mulai merasa kesal dengan ulah Pelangi, yang memang sering sekali mencubit pipi dan hidungnya.


"Salah kamu sendiri, kenapa gemesin banget.." sahut Pelangi seraya tertawa kecil.


Bintang yang mendengar ucapan Pelangi lebih memilih untuk diam saja, karena Ia tahu percuma kalau harus berdebat dengan Pelangi yang tidak mau kalah. Hingga akhirnya, mereka pun telah tiba di sebuah danau, dengan banyak lampu dan pondok-pondok bambu yang berjejer di tepi danau.


"Akhirnya sampai juga, ayo kita turun.." ajak Pelangi, lalu menarik tangan Bintang untuk segera mengikutinya berjalan menuju ke salah satu pondok bambu yang ada di sana.


"Kita di sini aja yaa Biyang, yang agak sepi dikit,hehee.." ucap Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang.


"Bisa gak sih, jangan panggil Biyang Biyang Biyang terus..?" tanya Bintang yang tidak suka di panggil seperti itu.


"Biarin aja, suka-suka aku-lah..! Itu kan panggilan kesayangan aku buat kamu, Bintang sayaang.."ujar Pelangi.


"Tapi aku gak suka..!" sahut Bintang.


"Gak apa-apa Biyang, yang penting kamu suka aku kan..?! Udah gak usah di jawab, pasti jawabannya iyaa.." ucap Pelangi pada Bintang.


Bintang yang ingin membalas perkataan Pelangi, kini mengurungkan niatnya saat Pelangi memanggil se'orang pelayan yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Mbak, mau pesan dong..!" teriak Pelangi.


"Iyaa Mbak, mau pesan apa..?" tanya pelayan itu sambil menyerahkannya daftar menu pada Pelangi.


"Saya mau pesan jus jeruk satu, jus alpukat satu sama kentang goreng dan sate satu porsi. Udah itu aja, Mbak.." ujar Pelangi pada pelayan yang segera meninggalkan mereka berdua.


"Nanti kamu aja yaa Biyang yang makan, aku minum jus jeruk aja.." ucap Pelangi.


"Aku kan udah makan tadi, kamu kan yang belum makan.." sahut Bintang.


"Iyaa sih, tapi aku udah kenyang.." balas Pelangi.


"Kenyang dari mana, memang tadi di rumah kamu udah makan..?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Belum sih, tapi kalau dekat kamu dan lihat kamu aja udah buat aku kenyang kok,hee.." jawab Pelangi sambil tersenyum dan mengedipkan matanya pada Bintang.


"Dasar gombal aja nih orang,mmmh.." sahut Bintang yang sebenarnya senang mendengar Pelangi berbicara seperti itu padanya.


"Beneran lho Biyang, kalau gak percaya coba tanya aja sama hati aku nih.." ujar Pelangi sambil meletakkan tangannya di dada.


"Yaa udah terserah kamu mau ngomong apa.." balas Bintang.


"Pokoknya kamu harus percaya sama apa yang aku bilang, karena itu semua adalah suara hati aku sama kamu.." ucap Pelangi yang kini semakin terbuka terhadap Bintang.


"Iyaa iyaa, aku percaya.." sahut Bintang yang tidak ingin berdebat dengan wanita yang ada di depannya itu.


"Nah, gitu dong Biyang, kan aku jadi semakin yang yang yang sayaaang sama kamu.." bisik Pelangi di telinga Bintang, karena tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.


"Yaa udah, jangan dekat-dekat gitu. Gak enak di lihat orang.." sahut Bintang yang sedikit menjauh dari Pelangi yang ingin bersandar padanya.


"Yaa namanya juga punya mata Biyang, pasti lihatlah,huuhhh.." seru Pelangi yang kini menyandarkan tubuhnya di dinding pondok.


"Ohh iyaa El, kamu jangan sering-sering datang ke rumah yaa.. Kan setiap hari juga kita udah ketemu di toko.." ucap Bintang.


"Memang kenapa kalau aku mau ketemu kamu terus, salah yaa..? Aku kan kangen pengen deket kamu terus, lagi pula kamu pacar aku.." ujar Pelangi.


"Iyaa pacar terpaksa.." balas Bintang.


"Kamu ngomong apa barusan..? Terpaksa..?" tanya Pelangi yang tidak begitu mendengar suara Bintang dengan jelas karena sangat lirih.


"Iyaa aku tau maksud kamu, pasti menjaga dari Ibu kan..? Kamu pasti takut kalau Ibu tau kita pacaran, karena Ibu dari awal udah ngelarang.."


"Kok kamu bisa tau, tau dari mana..?" tanya Bintang yang merasa tidak pernah bercerita soal ucapan Ibu waktu itu.


"Yaa tau aja, gak usah di pikirin. Aku pasti akan menjaga hubungan kita dengan baik, sekarang kamu makan dulu yaa.." ujar Pelangi pada Bintang, saat melihat pelayan sudah datang dengan membawa minuman dan makanan yang tadi Ia pesan.


"Sini aku suapin.." ucap Pelangi sambil tersenyum menatap Bintang yang terlihat malu karena tindakannya itu.


"Aku makan sendiri aja.." sahut Bintang yang hendak mengambil makanan dari tangan Pelangi, namun Pelangi justru segera memakannya.


"Sini biar aku suapin, jarang-jarang kan aku bisa suapin kamu, Biyang.." seru Pelangi.


Bintang yang tidak ingin berdebat pun hanya bisa mengalah, dan membiarkan Pelangi menyuapinya. Namun setelah itu Bintang segera melihat ke sekeliling, Ia tidak ingin ada yang memperhatikan mereka.


"Aku udah kenyang, kamu habisin aja semua.." ucap Bintang seraya meminum jus alpukat miliknya.


"Tapi suapin.." rengek Pelangi yang kini terlihat seperti anak kecil di mata Bintang.


"Makan aja sendiri, udah gede juga.." balas Bintang.

__ADS_1


"Yaa udah kalau gitu, aku gak mau makan.." sahut Pelangi yang pura-pura ngambek, agar Bintang mau menyuapinya.


"Salah apa aku, bisa kenal dekat sama cewek seperti ini,mmmh.." ucap Bintang tapi hanya dalam hati.


"Ayo buruan Biyang, aku laper nih.." seru Pelangi yang melihat Bintang hanya diam saja.


Dengan berat hati Bintang pun menyuapi Pelangi, sambil sesekali Ia sengaja melihat ponselnya karena tidak mau terlihat fokus menyuapi Pelangi.


"Sini handphonenya, sekarang fokus sama aku.." seru Pelangi yang mengambil ponsel milik Bintang, lalu memasukkannya kedalam tas kecil yang Ia bawa.


"Kok di ambil sih..? Sini balikin, buruan..!" seru Bintang.


"Nanti kalau kita udah pulang dan sampai rumah, baru aku balikin. Sekarang suapin lagi.." pinta Pelangi sambil membuka mulutnya.


Bintang pun kembali menyuapinya, namun bukan dengan makanan melainkan sedotan. Hingga membuat Pelangi merasa kesal, sedangkan Bintang hanya tertawa terpingkal-pingkal.


"Jahil banget sih nih anak, awas aja nanti yaa.." seru Pelangi sambil tersenyum penuh arti.


Setelah selesai makan dan minum, Bintang pun mengajak Pelangi untuk segera pulang. Karena Ia merasa tidak tenang jika harus membiarkan Ibunya sendirian di rumah.


"Bintang sayang,, cium aku dong.." pinta Pelangi saat baru saja masuk ke dalam mobil.


"Haahh..?! Mulai deh kumat, minta cium aja tuh sama tukang parkir.." sahut Bintang sambil menunjuk ke arah tukang parkir yang berada tidak jauh dari mobil Pelangi.


"Ohh, jadi minta cium sama tukang parkir yaa,mmmh.. Yaa udah kamu tunggu sebentar, aku mau ke tukang parkir dulu.." ucap Pelangi sambil membuka pintu mobil dan hendak turun.


"Ehh,, tunggu dulu..! Mau ngapain kamu ke tukang parkir..?" tanya Bintang.


"Kan tadi kamu suruh aku minta cium ke tukang parkir.." sahut Pelangi.


"Apaan sih kamu, orang gak serius juga. Ayo masuk..!" pinta Bintang pada Pelangi yang kini kembali masuk dan duduk.


"Yaa udah, ayo buruan..!" seru Pelangi.


"Buruan apa lagi..?" tanya Bintang.


"Cium..!! Aku keluar lagi nih.." ancam Pelangi.


"Iyaa iyaa, dasar pemaksa..!" balas Bintang.


Bintang pun menarik nafasnya dengan dalam, lalu menatap wajah Pelangi yang terlihat sudah menunggu dan siap untuk menerima ciuman darinya. Dengan rasa gugup, Bintang perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Pelangi. Lalu mencium bibir tipis milik Pelangi dengan sangat lembut, Pelangi pun membalasnya dengan penuh cinta. Terjadilah ciuman hangat yang cukup lama di antara keduanya, hingga akhirnya Bintang melepaskan ciumannya pada Pelangi.


"Terimakasih yaa Bintang sayang.." ucap Pelangi dengan tersenyum bahagia, lalu mencium pipi Bintang.


"Yaa udah, ayo pulang.." sahut Bintang yang berusaha keras untuk menahan rasa malunya, dan Pelangi yang tahu akan hal itu hanya tersenyum...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2