
Sebelum memutuskan untuk pulang ke kota P, Bintang dan Pelangi menyempatkan waktu untuk menemui Anya dan teman-temannya yang lain. Malam itu mereka berkumpul di kost-an Anya, namun hanya Sandra yang tidak bisa turut serta saat itu. Meski Sarah telah memberitahukan alasan Sandra tidak bisa ikut berkumpul, tapi Bintang merasa ada sesuatu yang terjadi antara Sarah dan Sandra.
"Kok cepat banget sih Bin, kalian mau pulang..? Padahal kan Pelangi juga baru aja sampe, udah mau pulang aja.." ujar Anya yang masih ingin Bintang dan Pelangi ada di kota B.
"Iyaa Pelangi, kok cepat banget udah mau pulang. Kenapa gak tinggal di sini seminggu atau dua minggu gitu.." ucap Nindy yang ikut menimpali.
"Iyaa maaf yaa teman-teman, aku dan Biyang ehh maksudnya Bintang gak bisa lama-lama di sini. Kasian Mamii di rumah sendirian, karena adik aku kan lagi pergi juga keluar kota untuk bulan madu.." jelas Pelangi yang sebenarnya tidak ingin Bintang berada dekat dengan Sarah terlalu lama.
"Oh jadi gitu yaa El, terus kalian ambil keberangkatan pesawat jam berapa..?" tanya Nindy.
"Kita pesan yang jam sebelas siang Nin, tapi pagi kita udah jalan. Karena takutnya nanti macet pas di kota T.." sahut Bintang.
Mendengar itu Sarah hanya bisa menarik nafasnya dengan berat, sejak tadi Ia merasa sedih saat tahu bahwa Bintang akan kembali pulang ke kota P. Di dalam hati ingin sekali rasanya Ia menghabiskan malam ini bersama Bintang, tapi hal itu tidak mungkin bisa terjadi. Karena saat ini ada Pelangi berada di sisi Bintang, Ia pun hanya bisa memendam keinginannya itu.
Lalu Pelangi mengambil ponsel miliknya, dan mngirim pesan pada sese'orang untuk bisa membantunya melakukan hal terakhir yang ingin Ia lakukan pada Bintang.
"Kalau kalian berangkat pagi, berarti kita gak bisa nganterin dong. Kenapa gak sore aja sih Bin, El..? Biar kita bisa nganterin kalian ke bandara.." ucap Anya mengingat di waktu sore dirinya dan Nindy sudah pulang dari bekerja.
"Gak apa-apa kok Nya, gak usah nganterin. Aku gak mau ngerepotin kalian semua, lagi pula kalau sore habis pulang kerja kan kalian juga pasti capek.." ujar Pelangi yang sejak tadi diam-diam memperhatikan Sarah.
"Ngapain sih Sarah dari tadi lihatin Bintang ku terus..?! Rasanya pengen aku colok aja tuh mata,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati yang merasa kesal, karena Sarah berulang kali menatap ke arah Bintang.
"Yaa udah deh kalau gak mau di anterin, pasti karena kalian pengen berduaan yaa,hehee.." ledek Anya sambil tertawa kecil.
"Kamu tau aja sih Nya, jadi malu,hahahaa.." sahut Pelangi yang sengaja memanas-manasi Sarah seraya menyenggol lengan Bintang.
"Karena besok kalian mau pulang, kalau gitu sekarang kita jalan-jalan yuk.. Ke tempat nongkrong yang jadi favorit aku sama Bintang, kamu pasti bakal suka, El.." seru Anya.
"Ayo Nya, aku pengen tau gimana sih tempat nongkrong favorit Bintang.." balas Pelangi seraya melirik ke arah Bintang.
Semua orang pun terlihat bersemangat dan bersiap-siap untuk pergi, namun tidak begitu halnya dengan Sarah yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Sarah..? Dari tadi diam aja, pasti berantem lagi yaa sama Sandra..?" tanya Nindy pada Sarah.
"Nanti deh ceritanya yaa Nin, sekarang bukan waktu yang tepat.." jawab Sarah yang saat itu berjalan di belakang Bintang dan Pelangi.
🐝
Tidak lama kemudian, mereka telah tiba di tempat tujuan. Yaitu sebuah angkringan, tempat yang biasa Bintang dan Anya datangi untuk membeli makanan dan jajanan kesukaan keduanya yang selalu ramai di datangi oleh orang-orang. Mereka pun segera memesan makanan dan jajanan yang beraneka ragam, sedangkan Sarah lebih memilih untuk duduk bersama Nindy.
"Kamu gak pesan makanan atau jajanan apa gitu, Sarah..?" tanya Nindy pada Sarah yang terlihat tidak bersemangat dan sedih.
"Gak Nin, aku gak nafsu makan. Kamu kalau mau pesan, yaa udah pesan aja sana.." sahut Sarah sambil tersenyum, dan menahan rasa sedih dalam hatinya.
"Terus kalau sama Bintang, nafsu gak,hehee.." ledek Nindy yang tahu bagaimana perasaan Sarah pada Bintang selama ini.
"Kamu apaan sih Nin, hati-hati kalau ngomong. Nanti kalau Bintang atau Pelangi denger gimana,mmmh.." balas Sarah.
"Iyaa iyaa maaf, tapi bener kan yaa,hee.. Yaa udah jangan manyun gitu, aku bercanda kok. Habis dari tadi kamu diam aja, Sarah.." ujar Nindy.
"Mmmh,, sedih aja karena besok Bintang mau pulang, Nin.." sahut Sarah yang mulai mengungkapkan apa yang Ia rasakan saat ini.
"Kalian kok pada duduk aja di sini, gak pesan makanan..?" tanya Bintang yang menghampiri mereka, lalu menyodorkan makanan yang telah Ia pesan pada Sarah dan Nindy.
"Aku tunggu Anya aja, Bin.." sahut Nindy.
"Aku masih kenyang, kalian aja yang makan.." seru Sarah sambil tersenyum menatap Bintang.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Pelangi menatap tajam ke arah mereka. Lalu Ia bergegas menarik Anya, untuk segera ikut bergabung bersama dengan yang lainnya. Karena Pelangi tidak ingin membiarkan Sarah mendekati Bintang, apa lagi sampai duduk berdekatan.
Kini semua orang tampak menyantap makanannya masing-masing, Sarah yang tadinya enggan pun akhirnya ikut menikmatinya. Sambil sesekali Ia melirik ke arah Bintang dengan perasaan sedih, ingin rasanya saat ini Ia memeluk Bintang dan bersandar padanya. Meski itu sangat tidak mungkin, namun Ia tetap berharap akan ada kesempatan untuk itu semua.
"Makan Sarah..! Jangan bengong aja..!" seru Anya yang menyadari, bahwa sejak tadi Sarah terus saja memperhatikan Bintang.
__ADS_1
"Ehh,, iyaa Nya, ini aku makan kok.." sahut Sarah sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya.
Selesai menikmati makanan, Anya dan Nindy mengajak semuanya untuk berfoto bersama. Semua orang tampak terlihat gembira, namun tidak dengan Sarah yang tersenyum tapi hatinya bersedih.
"Aku mau ke toilet dulu yaa, ayo Bin--"
"Ayo El, aku juga kebelet nih..!" ajak Anya sembari turun dari mobil, Pelangi yang tadinya mau mengajak Bintang kini mau tidak mau harus ikut bersama dengan Anya. Saat itu, Sarah yang berada duduk di kursi depan segera keluar dan kembali duduk di sebelah Bintang.
"Ayo kita foto berdua, Bin.." seru Sarah yang meminta Nindy untuk mengambil foto mereka berdua. Nindy yang sempat bingung, akhirnya menuruti keinginan Sarah.
"Sarah..! Kamu--"
"Anggap ini kenangan indah terakhir kita, Bintang.." ucap Sarah yang saat itu memeluk erat tubuh Bintang dan tidak lama setelah itu Ia mengecup bibir Bintang, lalu melepaskannya.
"Ini rahasia kita bertiga.." seru Sarah yang tersenyum bahagia menatap Bintang dan juga Nindy yang sejak tadi hanya diam terpaku, melihat apa yang telah di lakukan oleh Sarah.
Sarah pun lalu bergegas pindah ke tempat duduk pengemudi, tidak lama setelah itu Pelangi dan Anya kembali.
"Lama yaa nungguin..?!" tanya Anya sembari menarik nafas lega, karena Ia tahu bahwa Sarah pasti sudah melakukan apa yang di inginkannya pada Bintang.
"Gak kok Nya, yaa udah ayo kita pulang sekarang.." seru Sarah sambil melirik ke arah Anya dan tersenyum puas.
Bintang yang tidak ingin Pelangi curiga, sengaja menyuruh Pelangi untuk menyandarkan kepala di bahunya. Suasana di dalam mobil pun menjadi hening, semua seolah sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Pelangi,, tunggu..! Aku mau ngomong sesuatu sebentar sama kamu.." ucap Sarah saat telah tiba di kost-an Anya.
"Yaa udah kalau gitu, ayo kita masuk ke dalam. Biar mereka ngobrol dulu berdua.." ajak Anya pada Bintang dan Nindy.
"Sarah mau ngomong apa yaa sama Pelangi..? Apa jangan-jangan dia mau ngomong soal kejadian tadi,mmmh.." ucap Bintang yang kini merasa cemas, memikirkan tentang apa yang ingin di katakan oleh Sarah pada kekasihnya itu.
"Memang tadi ada kejadian apa, Bin..?" tanya Anya yang mulai penasaran. "Apa ada sesuatu yang terjadi antara kamu dan Sarah..?" tebak Anya, karena sebelumnya Sarah meminta bantuan padanya untuk menjauhkan Pelangi dari Bintang walau hanya sekejap. Oleh sebab itu saat Pelangi ingin ke toilet, Anya buru-buru mengatakan bahwa Ia juga ingin buang air kecil. Agar Sarah memiliki kesempatan untuk bersama Bintang, walau hanya dalam waktu yang tidak lama..
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠