Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Mengenal Sosok Bintang


__ADS_3

Melati yang sengaja mengajak Nury untuk bertemu di luar, kini mulai bertanya-tanya tentang Bintang dan Pelangi yang memiliki hubungan. Karena Ia ingin memastikannya sendiri, apakah yang di katakan oleh Pelangi itu memang benar atau hanya sebuah candaan.


"Jadi apa yang di katakan Pelangi itu ternyata memang benar..? Lalu kenapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku, Ry..?" tanya Melati sambil menghela nafasnya.


"Awalnya aku memang mau cerita ke kamu, tapi aku pikir lagi buat apa. Toh Bintang dan Pelangi yang menjalaninya, mereka itu sudah dewasa, Mel.." ujar Nury yang telah mengerti, kenapa tadi malam Pelangi bertanya-tanya tentang Ibunya padanya.


"Ternyata karena masalah ini,mmmh.." gumam Nury dalam hati.


"Tapi hubungan mereka tetap saja salah, aku tidak bisa membiarkan mereka terus melakukan kesalahan itu. Lagi pula bagaimana mungkin kamu bisa membiarkan Bintang begitu saja menyukai dan menjalin hubungan dengan se'orang perempuan..?" tanya Melati yang tidak habis pikir dengan kenyataan, bahwa Bintang penyuka perempuan.


"Aku sendiri juga sulit menerima saat tau bahwa Bintang berbeda dengan anak-anak lainnya, tapi mau bagaimana lagi. Bintang seperti itu sudah sedari kecil, Mel.." ujar Nury.


"Maksud kamu apa Nury, kok bisa dari kecil..? Apa ada sesuatu yang lain yang tidak aku tau tentang Bintang..?" tanya Melati yang belum mengerti maksud dari perkataan Nury.


"Dari dulu kamu pasti sudah tau, kalau aku dan Ayahnya Bintang memiliki latar belakang dari keturunan ahli supranatural. Ayahnya Bintang, Paman, nenek dan juga Kakeknya adalah orang pintar, dan kemungkinan Bintang mendapat efek samping dari itu semua. Dan saat itu yang lebih mengejutkan lagi, ternyata mereka semua sudah tau sejak lama kalau Bintang penyuka wanita.." jelas Nury seraya menarik nafasnya.


"Jadi maksud kamu, Bintang mewarisinya dan menggunakannya untuk membuat Pelangi jatuh cinta..?" tanya Melati.


"Bintang tidak pernah melakukan hal semacam itu untuk membuat Pelangi jatuh cinta padanya, tapi aku tidak merasa heran kalau itu terjadi. Karena itu bukan pertama kalinya Bintang di sukai dan di cintai oleh orang biasa, yang bukan penyuka wanita.."


"Jadi Pelangi bukan wanita biasa yang pertama jatuh cinta pada Pelangi..?" tanya Melati yang semakin penasaran.


"Tidak Mel, sebelumnya juga ada beberapa perempuan biasa yang juga jatuh cinta dengan Bintang. Mereka juga mengaku heran, kenapa itu bisa terjadi. Tapi Bintang tidak mau menanggapinya dengan serius.." jawab Nury.


"Apa itu karena Bintang memiliki suatu kelebihan yang di dapat dari Ayah atau Kakek Neneknya..?

__ADS_1


"Kalau tentang itu aku juga tidak tau jelas, tapi yang pasti ada sosok gaib yang selalu mengikuti dan menjaganya. Selain itu sejak usia enam atau tujuh tahun, Bintang telah dewasa sebelum waktunya. Ia memiliki kelebihan dan kemampuan yang tidak di miliki oleh kebanyakan orang, karena itu aku tidak bisa melarang Bintang untuk melakukan apa yang Ia yakini.." jelas Nury pada Melati yang kini terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Itu terdengar sedikit menakutkan, apa Bintang sepenuhnya tau tentang dirinya yang seperti itu..?"


"Iyaa Bintang sudah tau dan sebelum Ia mengetahui semua itu, Bintang sangat tersiksa. Karena merasa dirinya aneh, berbeda dengan anak lainnya. Tapi saat Bintang tau, bahwa keluarga telah tau tentang dirinya yang seperti itu dan kami juga bisa menerima serta mengerti dia. Bintang pun merasa sangat bahagia dan bisa bernafas lega, tapi sekarang semua terserah kamu, Mel.." ujar Nury.


"Terserah aku bagaimana maksudnya, Nury..?"


"Iyaa terserah kamu, mau menerima hubungan mereka atau tidak. Karena aku yakin, Bintang dan Pelangi akan tetap bersama.." ucap Nury.


"Entahlah Nury, rasanya sangat sulit untuk di terima. Aku tetap tidak setuju dengan hubungan mereka yang rasanya terlihat aneh.." sahut Melati yang merasa bingung harus berpikir apa tentang putrinya.


"Kamu masih butuh waktu untuk memahami semua itu, aku hanya ingin melihat mereka bahagia, Mel.. Meskipun itu salah, tapi aku juga tidak bisa melarang perasaan mereka.." balas Nury yang selama ini selalu berusaha untuk mengerti dan menerima bagaimanapun keadaan Bintang, putri kesayangannya yang berbeda tapi juga istimewa baginya.


🐝


"Mamii ngapain ketemu sama Ibunya Bintang..? Apa yang Mamii omongin..?" tanya Pelangi.


"Mamii capek, mau istirahat, El.. Dan ingat apa yang Mamii katakan tadi malam, jangan temui Bintang. Apa lagi menjalin hubungan dengannya, Mamii tidak setuju.." seru Melati sambil berjalan menuju ke arah kamar.


"Aku akan tetap ketemu sama Bintang, bahkan setiap hari dan kalau perlu setiap jam, Mii.." tegas Pelangi.


"Cukup, El..! Apa sih yang kamu lihat dari Bintang..? Apa yang membuat kamu jatuh cinta pada orang yang sama seperti kamu..?" ucap Melati yang kini balik bertanya, karena Ia ingin tahu bagaimana sosok Bintang di mata putrinya itu.


"Aku bahagia dan nyaman bersama Bintang, Mii.. Hati dan pikiran aku udah penuh tentang dia, bahkan aku ingin selalu dekat Bintang. Aku tau ini terdengar aneh dan gila, tapi itulah yang aku rasakan, Mii.." jelas Pelangi yang Ia sendiri tidak tahu mengapa Ia bisa merasakan itu semua pada Bintang.

__ADS_1


"Mamii benar-benar tidak habis pikir dengan kamu, El.. Ini sangat konyol dan sulit untuk di terima, membuat Mamii jadi pusing memikirkannya.." ujar Melati yang memegangi kepalanya.


"Mamii gak perlu memikirkannya, Mamii cuma harus menerima dan menyetujui hubungan aku dengan Bintang.." ucap Pelangi meyakinkan Ibunya.


"Sudah El, cukup..! Mamii tidak mau lagi membahasnya, kamu memang sangat keras kepala.." sahut Melati sembari meninggalkan Pelangi yang masih ingin berbicara.


"Aku gak akan menyerah, Mii..!" balas Pelangi, lalu berbalik badan dan pergi entah kemana.


"Anak itu benar-benar membuatku pusing saja,mmmh.." gumam Melati dalam hati, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah sejak tadi Ia menahan emosinya.


Sementara itu Pelangi pergi dengan mengendarai mobilnya untuk bertemu dengan Bintang, namun tiba-tiba Ia menghentikan mobilnya dan mengirimkan pesan singkat pada Bintang untuk mengajaknya bertemu di luar.


"Kenapa El..? Apa kamu berdebat lagi sama Mamii..?" tanya Bintang yang kini telah berada di dalam mobil.


"Iyaa Biyang, dan Mamii masih tetap gak setuju dengan hubungan kita. Aku harus gimana lagi, Biyang..?" ucap Pelangi seraya menghela nafasnya.


"Kamu yang sabar yaa El, Mamii pasti butuh waktu untuk menerima ini semua. Aku yakin, kalau kamu pasti bisa mendapatkan cara untuk meluluhkan hati, Mamii.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Ohh iyaa Biyang, aku baru ingat sesuatu yang waktu itu di katakan sama Ibu kamu. Aku akan menggunakan cara itu.." seru Pelangi dengan semangat, karena kini Ia telah tahu apa yang harus di lakukan.


"Memang perkataan Ibu yang mana, El..? Kamu jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh yaa, El.." sahut Bintang.


"Iyaa Biyang, kamu tenang aja yaa.." balas Pelangi sambil memeluk erat tubuh Bintang, orang yang sangat ingin Ia miliki sepenuhnya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌠


__ADS_2