Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Masih Kesal


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Pelangi bersikap acuh pada Bintang, Ia tidak lagi banyak bicara seperti biasanya. Hal ini di sebabkan oleh reaksi Bintang atas perubahan dirinya waktu itu, yang akhirnya membuat Pelangi kecewa dan merasa malu sendiri. Meskipun begitu, lain halnya dengan Bintang yang masih berusaha untuk bersikap seperti biasa tanpa bertanya apapun pada Pelangi tentang sikap acuhnya.


"Besok kita libur, Bin.." seru Pelangi pada Bintang yang sedang duduk tidak jauh darinya.


"Memang kenapa El, kok libur..?" tanya Bintang yang ingin tahu alasannya.


"Besok aku mau temenin Mamii pergi ke rumah temannya.." jawab Pelangi seadanya.


"Ohh, iyaa El.. Kebetulan besok aku juga mau mancing,hee.." balas Bintang sambil tersenyum, karena memang sudah sangat lama Ia tidak melakukan hobinya itu.


"Jadi kamu suka mancing..?" tanya Pelangi.


"Iyaa suka banget, kamu mau ikut..? Pasti gak mau kan, yaa udah.." ucap Bintang tanpa menunggu jawaban dari Pelangi.


"Nyebelin banget sih..! Udah tanya, di jawab sendiri.." seru Pelangi.


"Jadi kamu mau ikut, El..?" tanya Bintang lagi.


"Gak..! Pergi aja sendiri sana.." balas Pelangi yang merasa kesal, lalu pergi entah kemana meninggalkan Bintang sendirian.


Pelangi yang belum juga kembali ke toko membuat Bintang kewalahan, karena harus melayani pembeli se'orang diri.


"Kemana sih tuh anak, pergi lama banget.." ucap Bintang dalam hati, sembari terus menatap ke arah pintu toko. Berharap Pelangi segera kembali, karena saat itu sedang banyak pembeli.


Setelah selesai melayani semua pembeli, Bintang pun kini duduk untuk istirahat. Dan tiba-tiba, Pelangi datang dengan membawa bungkusan berisi makanan.


"Kamu kemana aja sih..?! Pergi kok lama banget, udah tau tadi rame.." seru Bintang yang merasa kesal.


"Iyaa maaf, tadi aku beli gorengan sama roti.." balas Pelangi yang sebenarnya sudah kembali sejak tadi, hanya saja Ia memilih untuk duduk di luar tanpa di lihat oleh Bintang.


"Lain kali jangan lama-lama perginya,mmmh.." sahut Bintang.


Kini keduanya saling diam, tanpa ada yang berbicara lagi. Sembari menikmati gorengan dan roti yang Pelangi beli, sesekali Bintang melirik ke arah Pelangi yang juga diam-diam menatapnya. Kini tatapan mereka pun saling bertemu, Pelangi mencoba mengartikan tatapan Bintang padanya. Namun tidak Ia temukan sesuatu yang istimewa, melainkan hanya sebatas tatapan biasa.


🌠


🌠


"Akhir-akhir ini Mamii lihat kamu seperti tidak bersemangat Kak, apa kamu sakit..?" tanya Melati saat makan malam bersama Pelangi dan Awan.

__ADS_1


"Gak kok Mii, mungkin cuma kecapekan aja.." jawab Pelangi.


"Makanya Kak buruan cari pacar, biar ada yang nyemangatin gitu.." seru Awan.


"Apaan sih kamu, Wan.. Pacar-pacar aja terus, kamu pikir gampang cari pacar yang baik dan benar-benar serius,mmmh.." sahut Pelangi seraya menyantap makanannya.


"Ada benarnya juga lho Kak, apa yang di katakan sama Awan itu. Apa perlu Mamii bantu carikan pacar buat kamu..?" tanya Melati sambil tersenyum.


"Kok Mamii ikut-ikutan sih..! Yaa udah deh, Pelangi mau masuk ke kamar aja.." balas Pelangi yang bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Yaahh,, Kakak kamu jadi ngambek Wan, padahal kan Mamii cuma bercanda.." ujar Melati.


"Udah Mii, biarin ajalah. Nanti juga Kak Pelangi baik lagi kok, mungkin cuma ngambek sebentar aja.." ucap Awan pada Ibunya, dan kini keduanya kembali melanjutkan makan malam yang tadi sempat tertunda.


Sementara itu Pelangi yang sudah berada di dalam kamar, kini tengah berbaring di atas tempat tidur sembari marah-marah tidak jelas.


"Mamii sama Awan sama aja, buat kesal. Apa lagi Bintang, gak ada peka sedikitpun sama yang aku mau,huuhhh..!" seru Pelangi sambil mengambil parfum milik Bintang yang tidak Ia kembalikan, lalu menyemprotkan ke pakaiannya.


"Kenapa sekarang aku jadi suka sama wangi parfum Bintang yaa,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati sambil tersenyum sendiri.


Tokk,, tokk,, tokkk..


"Kak Pelangi..! Buka pintunya dong, aku mau masuk nih. Ada yang mau aku ceritain.." seru Awan sambil memanggil nama Kakaknya.


"Kok ada wangi parfum cowok sih Kak, Kakak bawa masuk cowok ke dalam kamar yaa..?!" tanya Awan sambil menatap tajam ke arah Pelangi, sambil memeriksa dan melihat ke sekeliling ruangan kamar.


"Sembarangan aja nih anak kalau ngomong..!" sahut Pelangi seraya memukul dengan keras tubuh Awan dengan boneka kesayangannya.


"Yaa habis ada wangi parfum cowok di kamar Kakak.." ucap Awan.


"Itu tuh parfum yang belum lama ini Kakak beli.." balas Pelangi yang langsung mengambil parfumnya dan menunjukkannya pada Awan.


"Ohh, jadi parfum yang baru Kakak beli, yaa maaf kan gak tau,hee.." ujar Awan sambil cengengesan.


"Makanya lain kali dengerin dulu, main ngomong sembarangan aja. Kalau Mamii denger gimana..?!" seru Pelangi.


"Iyaa Kak, maaf.. Awan cobain yaa Kak, enak juga wanginya.." ucap Awan sambil ingin menyemprotkan ke tubuhnya.


"Enak aja, beli sendiri..!" seru Pelangi sambil merebut parfum itu kembali.

__ADS_1


"Punya Kakak pelit banget sih, cuma sedikit ini juga,huuhhh.." sahut Awan.


"Yaa udah, sekarang buruan cerita. Tadi kamu bilang ada yang mau di ceritain ke Kakak.." ucap Pelangi yang sengaja mengalihkan pembicaraan adiknya.


Awan pun mulai menceritakan, tentang dirinya yang kini sedang dekat dan naksir dengan se'orang wanita yang sudah lama Ia kenal. Namun Ia masih ragu, apakah wanita itu benar-benar serius atau hanya sekedar main-main saja.


"Terus menurut Kakak, aku harus gimana untuk tau dia serius atau gak sama aku..?" tanya Awan yang meminta pendapat Kakaknya.


"Mmmm,, Kakak harus lihat dulu orangnya seperti apa Wan, sekaligus kita uji aja dia.." ujar Pelangi.


"Memang mau di uji gimana, Kak..?" tanya Awan lagi.


"Sebentar Kakak pikirkan dulu, di uji gimana yaa bagusnya,mmmm.." ucap Pelangi sambil memikirkan sesuatu, dan beberapa menit pun telah berlalu.


"Aahaaa.. Kakak udah tau, Wan..!" seru Pelangi penuh semangat.


"Iyaa Kak, gimana-gimana..?!" tanya Awan yang merasa penasaran dengan ide apa yang sudah Pelangi dapatkan.


"Kita tanya aja ke Bintang, dia pasti tau, Wan.." sahut Pelangi seraya tersenyum.


"Yaahh,, Kakak..! Itu sih sama aja Kakak gak tau,mmmh.. Tapi yaa udah deh, terserah Kakak aja gimana baiknya.." ujar Awan.


"Kalau gitu besok kita ke rumah Bintang yaa, Wan.." seru Pelangi.


"Kakak sendiri aja yang ke sana, besok aku udah ada janji sama teman-teman mau main bola.." balas Awan.


"Gimana sih, kamu yang punya urusan juga. Kenapa jadi Kakak yang sibuk coba.." gerutu Pelangi.


"Kakak-ku yang paling baik hati, bantuin adik kesayanganmu ini yaa,hee.." rayu Awan pada Pelangi sambil memasang wajah imutnya.


"Iyaa iyaa Kakak bantuin, udah deh gak usah pasang muka sok imut gitu. Geli Kakak lihatnya,hiihhh.." seru Pelangi.


"Kan aku memang imut Kak,hehee.." balas Awan sambil tertawa kecil.


"Yaa udah sekarang kamu keluar, Kakak mau istirahat.." seru Pelangi sambil mendorong tubuh Awan untuk segera keluar dari kamarnya.


Awan yang sudah di usir oleh Kakaknya pun mau tidak mau segera keluar, meninggalkan Pelangi yang kini kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memeluk boneka kesayangannya.


"Masa aku harus minta bantuan Bintang sih, kan aku masih marah sama dia. Gara-gara Awan nih,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati sambil menghela nafasnya dengan dalam, sambil memikirkan apa yang besok harus Ia lakukan...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌠


__ADS_2