
Bintang dan Pelangi yang sudah selesai sarapan, kini segera berpamitan pada Ibu untuk pergi bekerja. Keduanya yang telah berada di dalam mobil, terlihat hanya saling diam tanpa ada yang berbicara sepatah katapun. Untuk menghilangkan suasana kaku di antara mereka, Pelangi pun sengaja menyalakan lagu kesukaannya.
Bintang yang kebetulan menyukai lagu yang di putar, mengikutinya dengan bernyanyi kecil. Pelangi yang mendengarnya langsung menoleh ke arahnya, seraya tersenyum tipis.
"Kamu bisa nyanyi juga ternyata.." ucap Pelangi yang mencoba mencairkan suasana.
"Iyaa dong.." sahut Bintang.
"Sombong banget anak ini,mmmh.." gumam Pelangi dalam hati.
"Kalau gitu, kapan-kapan kita pergi karaoke mau kan..?" tanya Pelangi.
"Gak mau.." jawab Bintang.
"Memang kenapa..? Ohh iyaa aku tau, kamu pasti takut tersaingi sama aku kan,hehee.." ucap Pelangi sambil tertawa kecil.
"Males aja, memang kita mau kemana..?" tanya Bintang.
"Kemana lagi, yaa ke toko-lah. Pakai tanya segala, aneh.." sahut Pelangi.
"Tapi tokonya udah kelewatan..!" seru Bintang pada Pelangi yang langsung mengerem mobilnya secara mendadak.
"Kok kamu gak bilang sih..!" balas Pelangi sambil menarik nafasnya, dan perlahan memutar arah.
"Kan kamu gak ada tanya.." sahut Bintang yang sengaja ingin membuat Pelangi kesal.
Sesampainya di toko, Bintang segera mengerjakan tugasnya. Begitu pula dengan Pelangi yang saat ini terlihat sibuk di meja kasir, untuk melayani pembeli yang ingin membayar barang belanjaannya.
Saat suasana telah kembali sepi, Bintang mulai istirahat sejenak. Sedangkan Pelangi masih mengobrol dengan Ibu dan adiknya yang sejak tadi menelepon. Sudah puas berbicara dengan Ibu dan adiknya, Pelangi pun segera mematikan sambungan telepon dan menghampiri Bintang.
"Bin,, aku mau pulang dulu ke rumah sebentar yaa.." seru Pelangi sambil berjalan keluar menuju mobilnya.
"Iyaa El.." sahut Bintang.
Setelah hampir satu jam, Pelangi terlihat telah kembali ke toko dengan membawa bungkusan makanan di tangannya. Lalu menyerahkannya pada Bintang, yang saat itu sedang duduk di kursi luar.
"Ini ada makanan, Bik Ira yang masak. Kamu makan dulu gih, udah siang juga.." seru Pelangi.
"Buat kamu aja, aku tadi bawa bekal makanan.." balas Bintang.
"Bekal kamu biar aku yang makan, kamu makan yang ini aja.." ucap Pelangi sambil berjalan masuk ke dalam toko.
"Dasar pemaksa..!" seru Bintang dengan raut wajah yang kesal.
"Biarin, suka-suka aku-lah..!" sahut Pelangi sambil tersenyum.
Dengan terpaksa, Bintang pun memberikan bekal makanannya pada Pelangi. Kini keduanya menikmati makanan mereka masing-masing, Pelangi terlihat begitu lahap sekali. Berbeda dengan Bintang, yang harus memakan masakan yang tidak sesuai dengan seleranya.
"Masakan Ibu enak yaa Bin, tapi pedas manis dan asin.. Tapi enak sih,hee.." seru Pelangi sambil berulang kali meneguk minumannya.
"Kalau enak yaa enak aja, gak usah tapi-tapi,mmmh.." sahut Bintang dengan ketus.
"Kamu kenapa, kok seperti kesal gitu..?" tanya Pelangi yang pura-pura tidak tahu, bahwa Bintang sejak tadi kesal karena harus bertukar makanan.
"Gak kenapa-kenapa.." balas Bintang.
"Gimana makanannya, enak kan..?" tanya Pelangi lagi seraya tersenyum, sambil memandang wajah Bintang yang sedang makan dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Aku gak suka, nih buat kamu aja.." ucap Bintang seraya memberikan sisa lauk dan sayur pada Pelangi.
"Padahal kan enak dan sehat, ada sayur wortel, toge dan brokoli terus ikan bandeng juga.." ujar Pelangi mengucapkan satu persatu apa yang di masak oleh Bik Ira sambil memakannya.
"Tapi aku gak suka,mmmh.. Kamu habisin aja semua..!" seru Bintang sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
🌠
🌠
"Ayo buruan Bin, nanti keburu malam lagi kita pulangnya..!" seru Pelangi pada Bintang yang masih terlihat sibuk membereskan barang-barang.
"Ini juga udah buru-buru, dasar gak sabaran.." sahut Bintang.
"Lebih cepat lagi maksudnya.." balas Pelangi.
"Yaa udah, kamu kerjain aja sendiri.." ucap Bintang sambil mengambil tas miliknya, lalu berjalan keluar dari toko.
"Kamu mau kemana..?!" tanya Pelangi.
"Pulang.." jawab Bintang dengan santai, lalu berjalan pergi meninggalkan Pelangi sendirian.
"Beresin dulu semuanya, ini kan masih ada sedikit lagi.." ucap Pelangi pada Bintang yang kini telah pergi entah kemana.
"Bintang...!!" teriak Pelangi saat sadar bahwa Bintang telah pergi meninggalkannya sendiri di toko.
"Dasar nyebelin banget, awas aja nanti kalau ketemu.." gumam Pelangi dalam hati.
Selesai membereskan semuanya, Pelangi pun segera bergegas mengunci toko dan berjalan menuju mobilnya sambil terus mengomel. Namun langkahnya terhenti, saat tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya.
"Ini minum dulu, pasti haus kan dari tadi ngomel terus,hehee.." seru Bintang sambil tertawa kecil.
"Udah minum dulu.." seru Bintang pada
Pelangi yang langsung meminumnya, lalu keduanya masuk ke dalam mobil.
Pelangi dan Bintang kini melanjutkan kembali pekerjaan mereka yang kemarin masih belum selesai, ada beberapa toko lagi yang harus mereka datangi. Namun di perkirakan tidak sampai malam sudah selesai, jadi mereka bisa pulang lebih cepat dari kemarin.
"Akhirnya selesai juga,huuhhh..." seru Pelangi sambil tersenyum.
"Yaa udah ayo pulang, aku udah laper nih.." ucap Bintang yang lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Makan aja nih anak pikirannya.." balas Pelangi.
"Ini semua gara-gara kamu sih, tadi siang pakai tukar makanan segala. Aku cuma makan dikit amat tau..!" seru Bintang dengan nada kesal.
"Salah sendiri, gak mau ngabisin makanan.." sahut Pelangi yang mulai melajukan mobilnya.
"Anterin aku pulang dulu, baru habis itu kamu pulang ke rumah.." perintah Bintang pada Pelangi.
"Aku mau pulang ke rumah dulu, baru habis itu aku anterin kamu pulang.." sahut Pelangi.
"Kelamaan lho, ngapain juga bolak-balik.." ucap Bintang.
"Biarin aja, suka-suka aku-lah..!" balas Pelangi.
"Keluar deh kalimat andalannya,mmmh.." sahut Bintang.
__ADS_1
Kurang dari satu jam, mobil Pelangi telah tiba di depan rumahnya. Pagar rumah pun segera di buka, lalu Pelangi memarkirkan mobilnya di parkiran yang berada di samping rumah. Ia lalu turun dari mobil, meninggalkan Bintang yang memilih untuk tetap berada di dalam mobil.
Sambil menunggu Pelangi, Bintang sengaja mendengarkan musik melalui ponselnya. Namun karena merasa lelah dan menunggu Pelangi yang tidak kunjung keluar, hingga membuat dirinya pun tertidur. Dan saat terbangun, Bintang masih juga belum melihat Pelangi.
"Lama banget sih nih anak, tau gitu aku pulang sendiri aja tadi.." gerutu Bintang.
"Maaf yaa lama, tadi aku rendam dulu. Habis gerah banget,hehee.." ujar Pelangi yang kini telah memasuki mobilnya.
"Kenapa gak tidur aja sekalian, di tungguin juga dari tadi.." seru Bintang yang merasa kesal, karena menahan rasa lapar dan juga harus menunggu lama.
"Iyaa iyaa aku salah, kan aku udah minta maaf.." ucap Pelangi sambil menyalakan mobilnya.
"Yaa udah buruan anterin aku pulang.." perintah Bintang.
"Iyaa iyaa, sabar kenapa sih.." balas Pelangi yang telah melajukan mobilnya.
Sesampainya di rumah, Bintang langsung mengambil handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi. Selesai mandi dan mengenakan pakaian, Ia segera menuju meja makan. Di sana sudah ada Ibu dan juga Pelangi yang sejak tadi menunggunya. Kini ketiganya sedang menikmati makanannya masing-masing, Bintang yang merasa sangat lapar terlihat begitu lahap menyantap makanannya.
"Ayo tambah lagi makanannya Pelangi, jangan sungkan.." ucap Ibu ramah.
"Gak Bu, terimakasih. Pelangi udah kenyang.." sahut Pelangi seraya tersenyum.
"Ohh,, yaa sudah kalau begitu, kamu tidak tambah, Bin..?" tanya Ibu pada Bintang yang baru saja menghabiskan makanannya.
"Udah kenyang Bu, kebanyakan makan angin tadi.." ucap Bintang sambil menatap ke arah Pelangi yang hanya tersenyum padanya.
"Angin kok di makan Bin, kamu ini ada-ada saja.." ujar Ibu sambil membereskan meja makan, di bantu oleh Pelangi dan juga Bintang.
Setelah selesai semuanya, mereka lalu duduk santai di ruang tengah sambil menonton televisi. Seperti biasanya, Ibu mengajak Pelangi untuk bercerita. Sedangkan Bintang hanya fokus menonton televisi, sambil sesekali melihat ponselnya.
"Ohh iyaa Bu, malam ini Pelangi bolehkan nginap lagi di sini..? Karena Mamii baru bisa pulang dua hari lagi.." jelas Pelangi.
"Jadi begitu yaa, tidak apa-apa Pelangi. Ibu justru senang, karena Bintang jadi ada temannya dan rumah ini juga tidak terlalu sepi.." ujar Ibu.
"Iyaa Bu, terimakasih.." sahut Pelangi seraya tersenyum senang.
Setelah puas mengobrol, Bintang dan Pelangi pun segera masuk ke dalam kamar untuk tidur. Tapi Pelangi yang masih belum mengantuk, masih mengajak Bintang untuk bercerita. Bintang yang sudah merasa mengantuk sejak tadi, hanya berdeham dan menganggukkan kepalanya.
"Aku ngantuk, mau tidur dulu. Kamu tidur di bawah yaa, sama gajah kesayangan kamu itu,hehee.." ucap Bintang sambil tersenyum.
"Ini beruang, bukan gajah..! Sembarangan aja,mmmh.." seru Pelangi yang merasa tidak terima boneka beruang miliknya di sebut gajah oleh Bintang.
Setengah jam berlalu, Bintang terlihat sudah tertidur dengan pulas. Sedangkan Pelangi masih saja berusaha untuk mencari posisi yang nyaman, namun belum juga bisa membuatnya tertidur.
"Apa aku pindah ke atas lagi aja yaa.." ucap Pelangi seraya naik ke atas tempat tidur dengan perlahan, lalu merebahkan tubuhnya di samping Bintang.
"Maaf yaa beruang kesayangan, aku biarin kamu tidur sendirian di bawah.." gumam Pelangi sambil menatap bonekanya.
Pelangi pun segera memejamkan matanya, dan berusaha untuk tidur. Tapi saat itu tiba-tiba Bintang membalikkan badannya, membuat Pelangi kembali membuka mata.
"Pengen lihat, gimana sih wajahnya kalau lagi tidur.." ucap Pelangi menatap wajah Bintang yang samar-samar terlihat dari cahaya lampu luar.
Sedang asyik menatap wajah Bintang, tiba-tiba tangan Bintang bergerak seolah-olah mencari sesuatu. Iyaa benar, dia mencari bantal guling yang berada di sampingnya. Namun ternyata yang di peluk adalah Pelangi, dan Pelangi pun hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Ia sengaja membiarkan Bintang tetap memeluknya dengan erat, tanpa bereaksi apapun.
"Jadi gini yaa rasanya di peluk sama Bintang, rasanya nyaman banget,hehee.." gumam Pelangi dalam hati, sambil tersenyum menikmati pelukan yang tidak di sengaja dari Bintang yang terasa hangat di tubuhnya. Pelangi pun menenggelamkan wajahnya di dada Bintang.
Pelangi yang tidak ingin kejadian tadi pagi terulang kembali, lalu memasang alarm pada jam tangan yang Ia gunakan. Agar besok pagi Ia bisa bangun tidur lebih dulu dari pada Bintang, setelah itu segera pindah ke bawah...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌠