Pelangi Untuk Bintang

Pelangi Untuk Bintang
Bersemangat


__ADS_3

Awan dan Ibunya yang sedang menunggu Pelangi untuk makan malam, kini memilih untuk berbincang-bincang tentang perubahan yang terlihat pada Pelangi beberapa hari ini.


"Oh iyaa, Mamii merhatiin gak kalau beberapa hari ini sikap Kak Pelangi berubah..?" tanya Awan pada Ibunya.


"Berubah bagaimana, Wan..? Mamii lihat biasa saja.." jawab Melati yang belum menyadari perubahan pada putrinya itu.


"Masa Mamii gak tau, Kak Pelangi sekarang kelihatan ceria terus, semangat banget dan suka senyum-senyum gak jelas gitu, Mii.." ujar Awan.


"Masa sih Wan, kok Mamii tidak tahu yaa.. Tapi bukannya bagus kalau Kakak kamu itu jadi seperti itu, harusnya kamu senang dong.." ucap Melati.


"Iyaa Awan sih senang Mii, cuma Awan penasaran aja kenapa Kak Pelangi bisa jadi seperti itu. Apa jangan-jangan Kakak lagi jatuh cinta atau suka sama sese'orang kali yaa, Mii..?" tanya Awan yang menduga-duga.


"Bisa jadi, nanti kita tanya langsung saja ke Kak Pelangi yaa.." sahut Melati.


Tidak lama kemudian, Pelangi pun datang menghampiri mereka dan bergabung di meja makan.


"Mamii sama Awan ngobrolin apa sih..? Seru banget sepertinya.." ucap Pelangi yang ingin tahu.


"Ngobrol biasa aja kok, Kak.. Yaa udah ayo makan, aku udah laper nih. Habis nungguin Kakak lama, iyaa kan Mii.." seru Awan sambil mengambil nasi dan lauk sayur yang telah tersedia di atas meja.


"Iyaa maaf, tadi ada yang harus di kerjakan.." balas Pelangi.


"Yaa sudah, tidak apa-apa, Kak.. Sekarang kita makan dulu, nanti lanjut lagi ngobrolnya.." ujar Melati.


Kini ketiganya pun fokus menyantap makanannya masing-masing, terlihat Pelangi yang makan dengan sangat lahap sambil sesekali tersenyum sendiri. Hal ini di lihat oleh Ibu dan adiknya, membuat keduanya saling berpandangan dan bertanya-tanya dalam hati.


"Aku udah selesai makannya, sekarang mau ke kamar dulu yaa, Mii.." ucap Pelangi sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Ohh, apa tidak mau ikut ngobrol sama Mamii dan Awan, Kak..?" tanya Melati yang baru saja menyelesaikan makan malamnya.


"Gak Mii, aku mau langsung istirahat di kamar aja yaa.." sahut Pelangi seraya berjalan menuju ke arah kamarnya, meninggalkan Melati yang kini sedang menatap Awan dan Awan hanya menaikkan alis dan bahunya.


"Kakak kamu kenapa yaa, Wan..? Tidak biasanya seperti itu, biasa habis makan ngobrol dulu.." ujar Melati.


"Tuh kan Mii, bener kan apa yang aku bilang. Kalau Kakak itu sekarang berubah, lihat aja tadi pas makan senyum-senyum sendiri gitu.." ucap Awan.


"Kakak kamu tidak lagi stres kan, Wan..? Mamii jadi cemas.." sahut Melati pada Awan yang justru langsung tertawa mendengar ucapan Ibunya itu.


"Kok kamu malah ketawa sih, Wan..? Mamii ini serius lho, bagaimana kalau Kakak kamu benar-benar stres karena pekerjaan atau karena belum bisa melupakan mantannya,mmmh.." ujar Melati yang merasa cemas.

__ADS_1


"Mamii kejauhan banget mikirnya,hehehee.. Masa iyaa Kak Pelangi stres, yang ada lagi jatuh cinta kali, Mii.." seru Awan yang masih tertawa terpingkal-pingkal.


Sedangkan di dalam kamar, Pelangi masih sibuk mengirim pesan pada Bintang sambil tersenyum sendiri. Namun tiba-tiba, ponselnya berdering. Ada sebuah panggilan masuk dari Anya, tanpa menunggu lama Pelangi pun segera menjawabnya.


Pelangi : "Hallo, Anya.. Assalamu'alaikum.."


Anya : "Wa'alaikumsalam, El.. Gimana kabar kamu dan keluarga, sehat kan..?"


Pelangi : "Sehat semua Nya, kamu dan teman-teman sendiri gimana..?"


Anya : "Syukurlah kalau gitu, aku dan yang lainnya juga sehat kok, El.. Terus gimana kamu sama Bintang..? Ada kemajuan gak,hee.."


Pelangi : "Ada donk, aku seneng banget tau, Nya.. Sekarang aku sama Bintang udah anu,hee.."


Anya : "Udah anu apa, El..?"


Pelangi : "Udah pacaran,hee.."


Anya: "Hahh..? Kamu serius, El..?"


Pelangi : "Iyaa serius dong, masa gak serius. Udah dari beberapa hari yang lalu, Nya.."


Pelangi : "Yaa bisa dong, ceritanya nanti aja yaa.. Aku mau telepon Bintang dulu, habis kangen terus sama dia,hehee.."


Anya : "Yaa udah nanti habis telepon Bintang, kamu cerita yaa.. Soalnya aku penasaran banget, kok bisa Bintang akhirnya luluh sama kamu, El.."


Pelangi : "Pasti bisa dong Nya, nanti deh aku ceritain ke kamu yaa.. Sekarang aku matiin dulu, nanti sambung lagi. Wassalamu'alaikum.."


Anya : "Iyaa El, di tunggu.. Wa'alaikumsalam.."


Setelah mematikan sambungan telepon, Pelangi pun segera menghubungi Bintang. Namun tidak juga di angkat, hingga panggilan yang ke lima kalinya baru di angkat oleh Bintang.


🌠


🌠


"Ayo sarapan, Kak.." ajak Awan saat melihat Pelangi berjalan menghampirinya.


"Kamu aja yang sarapan, Kakak nanti aja sarapannya di toko. Oh yaa, Mamii mana..? Kok gak kelihatan..?" tanya Pelangi yang tidak melihat keberadaan Ibunya.

__ADS_1


"Mamii lagi di rumah Bik Ira, gak tau ngapain.." jawab Awan.


"Ohh, yaa udah kalau gitu, Kakak berangkat ke toko dulu yaa.." seru Pelangi sambil bergegas pergi meninggalkan Awan yang masih ingin mengajak bicara.


"Kakak kenapa sih..? Tumben masih pagi gini udah mau ke toko aja, gak sarapan dulu lagi.." ucap Awan sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Kakak kamu belum keluar juga dari kamarnya, Wan..?" tanya Melati yang tiba-tiba datang dari arah dapur.


"Udah dari tadi Mii, Kakak udah ke toko dan gak sarapan. Katanya sih sarapan di toko aja, ngapain juga Kakak pagi-pagi udah mau ke toko yaa, Mii. Jangan-jangan Kakak ketemuan sama sese'orang, makanya buru-buru pergi.." ujar Awan.


"Jangan berpikir yang bukan-bukan seperti itu, mungkin ada pekerjaan yang harus Kakak kamu lakukan, Wan.." sahut Melati.


"Mungkin juga sih, Mii.. Yaa udah nanti deh Awan tanya aja ke Kakak, biar gak penasaran lagi.." ucap Awan yang menyudahi sarapannya.


Di sisi lainnya, Pelangi yang sudah berada di toko kini sedang menunggu kedatangan Bintang. Bukan karena Bintang yang terlambat datang, tapi karena Pelangi yang datangnya kepagian.


"Ehh,, sayangnya aku udah datang.." sambut Pelangi saat melihat Bintang yang baru saja memasuki toko.


"Kamu ngapain sih cerita ke Anya kalau kita ini pacaran..? Padahal kan gak pacaran, terus kok bisa kamu kenal dan punya nomor Anya..? Pasti kamu ambil dari handphone aku yaa..?" tanya Bintang dengan nada kesal.


Pelangi yang mendapatkan serentetan pertanyaan dari Bintang hanya tersenyum, lalu mendekat dan mencubit pipi Bintang.


"Kamu kalau lagi kesel dan marah-marah gitu gemesin banget tau, Biyang.." seru Pelangi sambil tersenyum.


"Siapa lagi itu Biyang..? Ayo jawab yang aku tanyain..!" seru Bintang.


"Biyang alias Bintang sayaang, sini duduk dulu yaa.. Kita sarapan bareng, aku laper belum sarapan.." ucap Pelangi sambil memakan sarapan yang tadi ia beli saat di perjalanan.


"Hadehhh,, nih anak yaa pagi-pagi bikin kes--" dan tiba-tiba Bintang merasakan ada sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya, hingga membuatnya menghentikan ucapannya.


"Kamu apaan sih, El..?! Mesum banget,mmmh.." seru Bintang yang baru saja mendapat ciuman dari Pelangi yang kini tengah tersenyum senang.


"Mesum banget, tapi kamu suka banget kan, Biyang.." sahut Pelangi sambil menaikkan alis matanya.


"Biyang Biyang Biyang,, Biyang keringat kali yaa.." seru Bintang sambil berjalan menjauh dari Pelangi, karena tidak ingin Pelangi menciumnya kembali...


Bersambung...


🙏😊 A59🌠

__ADS_1


__ADS_2