Pelet Salah Sasaran

Pelet Salah Sasaran
#Dunia Lain


__ADS_3

Mbah Ageng duduk bersila di lantai pendopo belakang rumahnya yang dingin. Tommy duduk berhadapan dengannya. Pemuda itu juga bersila mengikuti mbah Ageng.


" Tom, apa yang kamu lihat di sekeliling kita?" tanya mbah Ageng.


" Tidak ada mbah. Gelap." jawab Tommy apa adanya.


" Sekarang kamu konsentrasi. Lihat lagi dengan sungguh-sungguh. Pelahan dan dengan hati-hati."


Tommy menurut kata-kata mbah Ageng. Berkonsentrasi dan melihat dengan pelahan, teliti dan sungguh-sungguh.


Mata Tommy mulai terbiasa dengan kondisi gelap. Mulai tampak bayangan pepohonan yang tadi samar-samar. Ada pohon kamboja, pohon rambutan, pohon jambu dan rerimbunan bambu. Ada kolam kecil di ujung halaman. Kandang ayam dan beberapa sangkar burung tergantung di bagian luar pendopo.


" Sekarang, apa yang kamu lihat?" tanya mbah Ageng membuyarkan konsentrasi Tommy. " Banyak mbah" Tommy lalu menyebutkan semua yang dilihatnya.


Mbah Ageng tersenyum. " Jadi Bastomi, dengan sedikit konsentrasi saja, kamu bisa melihat apa yang tadinya tidak bisa kamu lihat kan? Nah sama dengan alam tak kasat mata. Dengan sedikit konsentrasi dan membuka hatimu, kamu juga akan bisa melihatnya. Apalagi mbah lihat, dalam dirimu sudah ada bakat terpendam untuk itu."


Tommy menatap mbah Ageng, kini wajah tua itu tampak jelas dan terang di matanya. Bahkan Tommy bisa melihat pendar cahaya samar-samar di sekeliling tubuh pria tua itu. Ajaib. Pengalaman yang sangat mengagumkan bagi Tommy.


" Nggak usah heran begitu. Kamu juga punya aura seperti mbah. Di mata mbah , tubuhmu juga punya cahaya sendiri. Setiap orang punya aura, cahaya yang melingkupi diri. Ada yang auranya terang dan kuat seperti kamu.Ada yang auranya samar-samar seperti orang kebanyakan.Tapi tak semua orang bisa melihat aura itu. Mbah dan kamu termasuk yang beruntung mampu melihat aura itu."


Tommy mengangguk-angguk.


"Sekarang kamu ambil nafas dalam-dalam. Tenangkan dirimu. Pusatkan perhatian dan pikiranmu pada dirimu sendiri. Sampai kamu bisa melihat dirimu sendiri."


Tommy melakukan semua yang dikatakan mbah Ageng dengan penuh kesungguhan. Dan tak lama kemudian Tommy sudah bisa melihat dirinya sendiri yang tengah duduk bersila di depan mbah Ageng. Dan benar kata mbah Ageng, Tommy bisa melihat di sekeliling tubuhnya berpendar cahaya berwarna kehijauan. Sedangkan mbah Ageng dikelilingi cahaya keemasan.


" Bastomi, saat ini, siapa yang paling ingin kamu lihat dengan mata batinmu?" tanya mbah Ageng.


Tommy tidak menjawab, tapi pikirannya sudah tertuju pada wajah kekasih hatinya, Sasi. Dan Tommy merasa takjub ketika tiba-tiba saja dia bisa melihat Sasi di depan matanya. Persis seperti saat dilihatnya tadi, pakaian yang dikenakan, rambutnya yang tergerai. Gadis itu kini sedang tidur di pangkuan ibu sambil menonton televisi.


Tommy tersenyum tanpa sadar. Namun senyumnya menghilang ketika seberkas cahaya biru muncul di sudut ruang tengah tempat Sasi berada.


Cahaya biru itu samar-samar membentuk sesosok tubuh lelaki. Tubuh Tommy menegang melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Apa itu? Atau siapa? Namun Tommy kembali bernafas lega ketika sosok biru itu cuma menatap Sasi sekilas lalu menghilang begitu saja.


Tommy membuka matanya. Keringat bercucuran di wajahnya. Ini benar-benar pengalaman paling menegangkan yang pernah dialaminya. Nafasnya sampai tersengal-sengal.


Mbah Ageng menuang air dari kendi ( tempat air minum dari tanah liat) ke dalam gelas dan menyerahkannya kepada Tommy.


" Minum dulu Tom.." kata mbah Ageng pelan.


" Terima kasih mbah." Tommy segera menghabiskan air di gelas. Tenggorokannya yang kering tercekat kini terasa lega dan dingin.


" Ambil nafas dalam seperti tadi Tom. Tenangkan diri. Serahkan semua pada Yang kuasa. Pasrah menerima kehendaknya."


Tommy mengambil nafas dan memejamkan matanya. Berserah diri kepada Tuhan Penguasa Alam semesta. Pelahan kesadarannya kembali. Tommy membuka matanya kembali. Perasaannya sudah tenang seperti sedia kala.


Di depannya mbah Ageng tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Bagaimana rasanya Bastomi? Kaget bisa melihat orang lain hanya dengan memikirkannya saja?" tanya mbah Ageng.


Tommy tersenyum masam. Bukan cuma kaget. Tomy merasa shock. Jadi seperti ini ilmu kebathinan itu? Dia seperti berada di dimensi alam berbeda. dimana raga tak lagi bermakna. Ketika dengan kekuatan pikiran saja, kita bisa melanglang buana. Melihat yang jauh dimata bahkan yang tak biasa dilihat mata seperti sosok biru tadi.


" Luar biasa mbah. Saya deg-degan banget. Bagaimana bisa begitu mbah?"


" Mbah kan sudah bilang, alam lain itu ada . Tinggal kita mau mencarinya atau tidak.Mau melihatnya atau tidak? Selama ini kamu tidak pernah mencarinya. Itu pilihanmu. Tapi kamu punya kekuatan istimewa sehingga dengan sedikit latihan saja kamu sudah bisa menemukannya.


" Mbah, sesosok lelaki bercahaya biru tadi siapa?" tanya Tommy akhirnya.


" Sebelum mbah jawab, mbah mau tanya. Jadi bagaimana Bastomi. Apakah alam lain dan makhluk lain selain manusia itu menurutmu ada?"


" Ada mbah." jawab Tommy yakin.


" Bagaimana kamu begitu yakin?" tanya mbah Ageng seakan menguji keyakinan Tommy.


" Karena saya tadi sadar sesadar- sadarnya mbah. Saya tidak sedang tidur atau pingsan. Dan saya melihat semuanya dengan jelas." jawab Tommy tegas.


" Baiklah . Karena kamu sudah yakin bahwa makhluk lain itu ada dan bukan cuma omong kosong belaka, mbah akan kasih tahu kamu."


" Makhluk biru itu adalah sosok yang menahan dan mengambil jiwa Sasi dan membawanya ke tempatnya, sehingga Sasi hampir kehilangan nyawa kemarin. Beruntung Sasi masih bisa kau selamatkan. Bagaimana mbah tahu? Sama seperti kamu bisa lihat Sasi tadi, begitulah cara mbah bisa melihat semua yang kalian alami."


Tommy mengguyar rambutnya . Merasa berat menerima penjelasan dari mbah Ageng. Sesuatu yang ta'k bisa diterima logika, namun benar-benar dialaminya sendiri.


Sejak peristiwa mati suri nya Sasi, mimpinya yang berhubungan dengan mimpi Sasi, sampai beberapa saat lalu ketika dengan kesadaran penuh dia bisa melihat Sasi dan makhluk biru yang dibicarakan mbah Ageng. Melihat dengan jelas padahal terpisah jarak puluhan kilometer.


Tommy merasakan hawa hangat memasuki tubuhnya. Kehangatan itu menyeruak hingga memenuhi dadanya. Dan ia merasakan jiwanya tenang. Seperti air danau dipagi hari.


" Cukup untuk hari ini Tom. Kamu boleh pulang." Mbah Ageng kembali menepuk-nepuk pundak lelaki gagah itu.


"Mbah, boleh saya bertanya? " sambil berjalan beriringan Tommy bertanya sopan.


" Apakah sosok biru itu selalu mengikuti Sasi?"


Mbah Ageng mengangguk. " Karena itulah hati Sasi sangat sulit ditaklukkan. Makhluk itu menyandera jiwa Sasi sejak lama. Beruntung kamu punya aura kuat, sehingga sosok itu tidak berani sembarangan denganmu. Karena itulah mbah mau , kamu pelajari ilmu ini agar kamu bisa lebih baik dan waspada menjaga dan melindungi Sasi. Sehingga kejadian - kejadian seperti kemarin bisa dihindari."


" Saya jadi takut mbah. Ini benar-benar diluar nalar saya"


" Tenang sajaTom, jangan terlalu dipikir berat. Mbah pun dulu juga mengalami shock saat tahu kekuatan batin mbah untuk pertama kali. Tapi dengan latihan dan pemahaman diri, semua akan jadi biasa saja." kata Mbah Ageng menghibur Tommy.


" Jadi sekarang ini mata hati saya sudah mbah tutup lagi atau belum mbah? Tanya Tommy polos.


Mbah Ageng tertawa lirih.


" Sebenarnya mbah nggak berbuat apa-apa tadi. Semua yang kamu lihat dan alami tadi murni karena kekuatanmu sendiri. Mbah cuma sedikit memancingmu saja agar kekuatanmu keluar dengan sendirinya."


" Haaahh...?" Tommy melongo mendengar kata-kata mbah Ageng. " Mbah nggak bohong kan?"

__ADS_1


" Untuk apa mbah bohong Tom? Sudahlah kamu pulang dulu . Pikirkan dan renungkan semua yang mbah ucapkan tadi. Juga apa yang kamu lihat dan kamu alami tadi . Setelah itu baru kamu putuskan . Apakah kamu akan datang lagi besok atau tidak. Mbah tunggu berita baik."


Mbah Ageng menerima uluran tangan Tommy yang berpamitan dan mengantarkan pemuda itu hingga pintu rumah.


" Terima kasih mbah. Sugeng dalu ( selamat malam)" Ucap Tommy sopan.


Mbah Ageng mengangguk dan balik badan masuk ke rumah. Sementara Tommy berjalan gontai menuju mobilnya di halaman rumah mbah Ageng.


Tommy kemudian mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah mbah Ageng. Matanya menatap sekeliling sekilas.


Hatinya masih dipenuhi tanya , keraguan sekaligus ketidak percayaan bahwa dia punya kekuatan itu. Kekuatan batin yang selama ini menurutnya cuma omong kosong. Dan kini tiba-tiba saja dia memiliki kekuatan itu. Sesuatu yang bahkan selama ini tidak dipercayainya.


Saat itulah Tommy tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya. Entah apa dan bagaimana, Tommy merasa sesuatu yang buruk sedang terjadi di ujung jalan itu.


Dan benar saja. Tak lama kemudian mobil yang berada agak jauh di depannya tiba tiba terbalik dihantam truk container yang kehilangam kendali dari arah depan . Truk itu bahkan terus menyeret mobil didepannya tanpa ampun hingga tersuruk di parit besar pinggir jalan.


Tommy tercekat tak mampu bergerak melihat semua kejadian didepannya. Andai dia tak berhenti tadi, sudah pasti dirinya pun akan menjadi korban truk container yang hilang kendali itu.


" Ya Tuhan. Terima kasih sudah menyelamatkanku." Tommy bergumam bersyukur dalam hati.


Jadi apakah ini juga karena mata batinku telah terbuka? Sehingga aku lebih peka akan kejadian yang akan terjadi? Entahlah. Tommy benar-benar measa aneh dan tak yakin dengan semua ini.


Polisi sudah datang saat Tommy sadar dari lamunan dan perang batinnya. Tommy pun bermaksud hendak meneruskan perjalanannya ketika tiba-tiba ponselnya bergetar.


My dream girl calling...


" Ya Sayang..." sambut Tommy lembut.


" Mas masih dirumah mbah Ageng?" tanya Sasi di seberang.


" Nggak kok. Ini sudah di jalan mau pulang. Kenapa? Sudah kangen ya?" Goda Tommy sambil tertawa.


" Ish..ge ernya tambah parah. Aku kan kuatir . Soalnya aku tuh suka mual-mual gak enak perasaan kalau di rumah mbah Ageng. Aku takut mas juga gitu."


" Ah enggak kok. Mbah Ageng itu ternyata benar-benar hebat loh sayang. Besok aku ceritain deh. Sekarang aku jalan dulu. Di sini sepi nggak enak. Nanti sampai rumah aku telpon kamu lagi ya cintaa.."


" Oke deh. Hati -hati sayang.." Sasi menutup panggilannya.


Tommy tersenyum dan menjalankan mobilnya lagi. Melewati kekacauan akibat kecelakaan yang baru saja terjadi.


Sampai di rumah, Tommy menepati janjinya menghubungi Sasi. Dia tak mau gadisnya itu khawatir memikirkannya.


" Aku sudah di rumah sayang. Mau langsung tidur ya... capek. Kamu juga bobo ya...jangan begadang." Tommy langsung berucap ketika Sasi mengangkat telponnya.


" Ya sudah mas istirahat ya. Sampai ketemu besok sayang. I love you" bisik Sasi membuat Tommy tersenyum bahagia.


" Love you more baby. Good night. Sleep tight" balasnya lalu merebahkan diri ke ranjang. Tak lama kemudian, lelah dan kantuk sudah membawanya terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2