Pelet Salah Sasaran

Pelet Salah Sasaran
#Honeymoon


__ADS_3

Tommy menggendong Sasi saat mereka sudah setengah jalan menuju resort.


" Ayo naik. Mas gendong.."


" Ngga usah mas, aku masih kuat.." Sasi mengeratkan selimutnya menutupi tubuh.


" Tapi kamu kedinginan. Sini, mas pengen gendong kamu. Biar anget.." Tommy tersenyum nakal.


Sasi tertawa lalu memukul lengan suaminya. "Ganteng-ganteng mesum.."


" Biar mesum tapi ganteng...hehe...lagian mesum sama istri sendiri kan wajib hukumnya..." Tommy membungkukkan badannya di depan Sasi.


" Udah mesum,narsis...untung cinta..." Sasi menjawab membuat Tommy makin merona.


Akhirnya Sasi menurut saja. Melompat ke punggung suaminya lalu mengaitkan lengan ke bahu bidang suaminya. Kepalanya disandarkan ke punggung Tommy yang hangat.


" Besok.kita berangkat ke Bali Yang..mas ambil penerbangan siang. Biar gak buru-buru beberesnya."


" Koper sudah aku siapin sayang. Tinggal berangkat." Sasi mengecup tengkuk Tommy tiba-tiba.


" Ahh...sayang...jangan nakal. Mas jadi gak kuat ini..." Tommy mendesah. Tubuhnya langsung bereaksi saat bibir Sasi menyentuh lembut tengkuknya.


Sasi tertawa lirih. Mengeratkan pelukannya pada pundak dan leher suaminya.


" Wah salah nih...aku pikir kalau dicium bisa nambah tenaga, malah gak kuat...hahaha..."


" Gak kuat nahan sayang...jadi pengen..." Tommy menggeram. Sasi makin keras tertawa lalu mengangkat wajah dan mencium pipi suaminya itu dari samping.


" Yaaang...." Tommy mengerang saat mereka sudah tiba di teras resort. Menurunkan Sasi di sofa bed yang ada di teras dan langsung berbalik menubruk tubuh istrinya itu hingga terbaring di sofa.


Tommy mengungkung tubuh istrinya . Menahan lengannya di kedua sisi tubuh Sasi lalu mulai membenamkan wajahnya ke wajah istrinya.


Keduanya larut dalam tautan penuh hasrat. Saling memagut, saling menyesap dan mengulum penuh gairah. Tak peduli lagi mereka sedang berada di teras yamg terbuka dan mudah terlihat dari luar.


Mereka lupa sedang berada di teras. Bahkan akhirnya keduanya malah tertidur di sofa teras itu, berpelukan dalam satu selimut hingga pagi menjelang.


Pagi-pagi Baskara yang bertugas mengantar Sasi dan Tommy ke Bandara datang bersama Jono sopir pribadi Tommy.


Sebenarnya Baskara bermaksud datang agak siang, namun dari pagi ponsel Tommy dan Sasi tak bisa dihubungi. Baskara khawatir kedua pengantin baru itu lupa kalau hari ini mereka harus berangkat ke Bali. Jadi terpaksa Baskara datang agak pagi ke resort.


Sampai di teras resort, Baskara dan Jono disuguhi pemandangan yang bikin jomblo ngiler dan pedih sekaligus...Tommy dan Sasi tidur di sofa bed teras sambil berpelukan. Sasi meringkuk di dada Tommy berbantal lengan kekar Tommy. Sementara Tommy tampak melingkarkan lengan di bahu Sasi .


" Hadeeh...kok tidut di luar sih? Mas...Sasi...bangun...bangun...!" Baskara setengah berteriak membangunkan kakak dan iparnya itu.


"Apaan sih ribut-ribut?" Tommy meracau namun masih terpejam.


" Ngga tau, berisik...gangguin orang tidur aja.." Sasi menjawab lalu makin memyusupkan kepalanya ke dada Tommy.


" Ya ampuun...kurang asem bener ini laki sama bininya sama-sama ngebo "( suka tidur)Baskara menggerutu panjang .


Sementara Jono cuma cengar-cengir tak berani berkomentar. Cari aman saja sama si boss mah...diam itu emas. Kata Jono dalam hati. Tapi matanya sesekali melirik ke arah sofa tempat Tommy dan Sasi tidur. Jadi pengen nikah. Tapi sama siapa?


Akhirnya Baskara menggoyang-goyangkan kaki Tommy dan Sasi yang tertutup selimut.


Sasi yang merasa terusik lebih dulu membuka mata. Tersenyum mendapati Tommy mendekapnya erat. Belum sadar kalau keduanya terlelap di sofa teras. Namun ketika kesadarannya mulai utuh, Sasi memekik .


" Aaahh...! " pekik Sasi ketika melihat Jono dan Baskara berdiri di samping tempatnya tidur.


Pekikan Sasi membuat Tommy terkejut dan langsung membuka mata.


" Apa..ada apa sayang? " Tommy langsung memeluk Sasi memegangi pundaknya sambil memeriksa tubuh istrinya itu.


" Mas?" Sasi menunjuk Baskara dan Jono dengan dagunya. Tommy menoleh dan terjingkat.


" Kalian? Ngapain kalian disini?" Tanya Tommy kesal. Belum sadar kalau dia berada di teras.

__ADS_1


" Mas yang ngapain tidur berdua di teras? Kamarnya kenapa sampai kalian mengungsi di teras begini. Ck. Untung ngga ada hansip. Bisa ditangkap tahu berbuat mesum di tempat umum...!" Baskara menggerutu panjang karena kesal.


" Ini bukan tempat umum..! " ketus Tommy kesal." Lagian kita ngga ngapa-ngapain, cuma ketiduran aja di teras. Kamu aja yang salah datang. Masih pagi sudah ganggu orang" Tommy tak mau disalahkan.


" Habis ponsel kalian dihubungi ngga ada yang jawab. Aku khawatir kalian lupa jadwal pesawat kalian. Terpaksa ke sini. Ehh..malah tiduran di teras.." jawab Baskara.


" Maaf ya Bas, ponsel kita di dalam. Semalaman kita di sini. Hmm..sudah pagi . Kita mandi dulu ya..kalian sarapan dulu gih di resto , nanti kita menyusul. Masih ada waktu." Sasi menengahi.


" Oke. Aku juga lapar. Yuk Jon, kita sarapan!" Baskara mengajak Jono ke resto resort di tepi pantai.Lama-lama berada dekat dengan pasangan bucin ini bisa membahayakan jantung. Geram Baskara dalam hati. Cemburu..


" Siap mas!" Jono berjalan mengikuti Baskara ke resto. Semangat, daripada disini cuma bikin baper pengen cepet kawin...perih...


Sementara itu Tommy dan Sasi saling pandang lalu tertawa bersama.


" Bisa-bisanya kita ketiduran di sini mas? Untung saja mereka hanya lihat kita tidur pelukan. Haduuhh! Jono juga lihat mas" keluh Sasi.


" Kenapa emang kalau mereka lihat. Kita toh sudah sah suami istri. Palingan mereka ikut baper pengen nikah juga..hahaha..." Tommy cuek. Sasi malu...laki-laki memang urat malunya lebih tipis daripada wanita.


Keduanya kemudian mandi bersama. Hanya mandi meski Tommy tetap saja masih mencuri-curi kesempatan menggerayangi istrinya itu.


Biarkan saja , pengantin baru memang lagi maruk-maruknya. Yang punya pasangan boleh ikutan...hehehe...mengenang masa-masa serba hot dan merinding...shh...


Selesai mandi dan berganti pakaian casual, mereka menyusul Baskara dan Jono di resto resort yang menghadap langsung ke pantai. Angin laut membuat rambut panjang Sasi berkibaran. Menguarkan harum semerbak yang memabukkan Tommy.


" Kamu wangi banget sih sayang...jadi pengen nyium terus.." bisik Tommy sambil mengecup telinga Sasi.


" Mas dilihatin adekmu tuh..! Jangan bikin dosa, menyakiti hati jomblo.." Bisik Sasi sambil melirik Jono dan Baskara yang memasang wajah kesal melihat tingkah Tommy yang over acting pada Sasi.


Tommy malah terkekeh. Biarin, biar pada cepet cari istri. Apalagi Baskara tuh, kerjaannya kencan sama cewek gonta-ganti tapi ngga ada yang beneran dipacari. Cuma numpang lewat semua."


Ketika makanan datang, Tommy segera menyantap pesanannya. Sesekali menyuapi Sasi agar merasakan makanannya.


" Cobain punya mas Yang...enak loh..aaaa" menyuapkan ikan bakar ke mulut Sasi.


" Emm..enak mas...nih mas juga coba kepiting saus tiramnya...enak juga kok..aaa" Sasi menyuapkan daging kepiting kemulut Tommy yang segera menyambutnya suka cita.


" Ayo Jon kita jalan-jalan dulu...daripada dipamerin sama pasangan bucin itu mulu!"


Baskara beranjak dari duduknya diikuti Jono. Wajah keduanya berbanding terbalik dengan wajah Tomy dan Sasi yag merona sepanjang hari itu. Kurang ajar si Boss..mereka sengaja tuh bikin panas ...Jono merutuk dalam hati.


Bebeapa saat kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka. Baskara dan Jono pun sudah siap menunggu mereka.


Keempat orang itu kemudian menaiki mobil yang dikemudikan Jono menuju bandara yang akan mengantarkan mereka menikmati bulan madu ke Bali.


Sampai di bandara Tommy dan Sasi berpamitan pada Baskara.


" Bas, tolong sampaikan ke ibu aku sudah berangkat ke Bali. Aku minta tolong, kamu sering-sering lihatin ibu ya...? aku juga nanti akan sering telpon ibu." Sasi berpesan pada Baskara.


" Beres Sasi..ibu aman sama Baskara. Pokoknya aku akan bikin ibu bahagia." Baskara menjawab Sasi yakin.


" Percaya..hmm..wanita mana yang ngga akan klepek-klepek digombalin kamu terus Bas? Ibu pun sudah luluh kena mulut manismu" Sasi tertawa. Tommy mendengus..


" Play boy cap tikus.." Tommy mendecak.


" Iri bilang boss!" sahut Baskara.


Tommy mendengus, namun sebetar kemudian memeluk adik kesayangannya itu.


" Jaga rumah, jaga ibu..kalau ada apa-apa telpon mas ya?" pesan Tommy.


" Siap mass...selamat berbahagia...tolong jaga baik-baik bidadariku. Aku ikhlas dia sama mas.." Bisik Baskara setengah bercanda.


Tommy langsung menoyor kening adiknya itu.


" Nglamak..(tidak sopan).!" Baskara terkekeh melihat wajah ketus Tommy

__ADS_1


" Bucin..cemburuan..posesif..Sasi mau-maunya kamu sama dia?"


" Dia ganteng Bass...kamu juga. Dia sayang banget sama aku..cinta ..Tapi dia juga kaya dan kamu tidak...hahahha..." Sasi menggoda Baskara.


Baskara langsung merajuk cemberut.


" Aku juga kaya Sasi...punya pabrik rokok. Uangku banyak meskipun aku nggak kerja" kata Baskara.


" Ckk....ngaku-ngaku..itu pabrik punya papa..kamu dan aku cuma dikasih saham. Papa yang kaya bukan kamu!" Tommy mengejek Baskara.


Sasi terkekeh. Merangkul pinggang Baskara dan Tommy.


" Sudahlah...kalian berdua memang ganteng dan kaya. Tapi tetep suamiku yang paling ganteng di dunia. Kamu cepet cari cewek Bas biar gak gangguin aku sama masmu terus.." Sasi meninju lengan Baskara.


" Kamu mau dikloning ngga Sas...aku sama kloningan kamu aja nggak papa" Baskara bicara sambil berjalan cepat meninggalkan Tommy dan Sasi...sementara Tommy sudah menggeram gemas..


" Baskaraaa! Awas kamu ya...!" Sasi tertawa, Baskara yang sudah jauh berbalik badan sambil memberikan cium jauhnya untuk Sasi, sengaja memprovokasi Tommy.


Tommy mengepalkan tangannya ke arah Baskara, tapi pemuda itu malah tertawa-tawa. Sasi menggamit lengan Tommy yang membawa koper besar. Berjalan menuju ruang keberangkatan bandara. Bali we're coming!


Di sudut bandara yang lain, dua orang pemuda tampan berjalan beriringan menuju ruang keberangkatan yang sama dengan Sasi dan Tommy.


Pemuda yang satu tampak gagah berjalan agak di depan. Sementara yang satunya berjalan agak dibelakang pemuda pertama.


" Semua bahan meeting dengan klien sudah kamu bawa Mas? "


" Sudah pak!"


Keduanya bergegas sambil membawa koper masing-masing.


Tak lama keduanya sudah duduk di dalam.pesawat yang akan membawa mereka ke Bali.


Saat menaruh tas ke kabin tiba-tiba..


" Sasi...!"


Sasi mendongak ke atas mendengar namanya di sebut. " Rangga?!"


Tommy dan Sasi memekik bersamaan hingga menarik perhatian beberapa orang penumpang pesawat.


Keduanya terkejut mendapati Rangga lah yang duduk tepat di belakang kursi mereka. Apa lagi ini? Tommy dan Sasi merutuk dalam hati masing-masing.


Wajah Sasi langsung memucat. " Apa dia menguntitku?" batinnya .


Sementara Tommy tak kalah resah. " Apa dia mengikuti Sasi" batin Tommy bertanya-tanya.


" Wah kebetulan sekali ketemu disini. Kalian mau honeymoon ke Bali? " tanya Rangga.


Tommy dan Sasi cuma tersenyum masam. Sepertinya bulan madu mereka tak akan seindah bayangan mereka. Belum juga sampai di Bali sudah diganggu kehadiran orang yang tak diharapkan.


" Hmm...pak Rangga ngapain ikutan ke Bali? Eh maksud saya ada perlu apa ke Bali? " Tommy menggaruk tegkuknya sendiri.


" Saya ada meeting dengan klien besar. Minta ketemu di Bali karena dia mau langsung ke Kalimantan. Daripada proyek hilang, ya sudah ikut boss saja..Happy flight Sasi" bisik Rangga lalu duduk.


Ehh...berani -beraninya menggoda istri orang di depan suaminya. Apa maksudnya? Nggak mau menyapa suaminya malah menyapa istrinya. Apa dia mau mengibarkan bendera perang? Apa aku harus menonjoknya sekarang juga? Bgaimana kalau dianggap mengganggu penerbangan dan diturunkan dari pesawat? Wahh bisa batal bulan madu impianku...?


Tommy menggerutu dalam hati. Tapi Sasi mendinginkan dengan suara lembutnya. Melingkarkan tangannya ke lengan Tommy lalu mengecup pipi suaminya mesra.


Tommy menatap Sasi. Segala kemarahan dalam hatinya luruh ke dalam bola mata Sasi yang bening dan berbinar penuh cinta.


" Sabar sayang. Kita bicarakan nanti. Kalau tak bisa lagi dibicarakan, baru mas boleh hajar dia. Orang ini mulai kurang ajar. Aku nggak suka. Tapi aku lebih nggak mau kalau gara-gara orang gak jelas itu suamiku yang tampan berurusan dengan aparat."


Tommy tersenyum lalu mengecup singkat bibir Sasi. " As your wish baby" bisiknya di telinga Sasi. Bahagia sudah.


Sasi menyandarkan kepalanya ke bahu Tommy. Pria itu lalu memyelimuti kaki dan bagian bawah tubuh istrinya dengan selimut yang sudah disediakan maskapai. Tangannya melingkari pinggang Sasi.

__ADS_1


" Tidur nyenyak Sayang...lumayan bisa istirahat sebentar, nanti aku yang bangunin kalau kamu benar - benar tidur. " Tommy lagi-lagi mengecup kening Sasi.


__ADS_2