Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 95: Induk buaya


__ADS_3

Kina sudah selesai mandi dan bersiap-siap, sedangkan Ages hanya duduk ditepi kasur menunggu istrinya selesai berdandan. Memang Kina bukanlah termasuk ke dalam gadis yang terlalu lama memoles dirinya karena memang Ages yang meminta agar Kina tidak usah memakai berbagai macam make up cukup lipstik dan bedak saja karena ia tidak ingin membagikan kecantikan istrinya untuk orang lain.


"Sudah siap mas heheh, lama yah nungguin aku?" Tanya Kina dengan pelan.


Ages menggeleng namun ia berjalan kearah Kina hingga gadis itu langsung melihat kebingungan. Apalagi saat ini Ages terlihat berjalan begitu cepat kearah nya.


"Ada apa mas?"tanya Kina karena saat sampai dihadapan Kina Ages hanya diam saja sembari memandang kearahnya.


Ages diam saja dan terus melihat kearah Kina hingga gadis tu semakin merasa gugup seolah ada yang sala dengan dirinya saat ini.


"A,,apa ada yang sala diwajahku mas?" Tanya Kina lagi sembari melihat kearah cermin yang berada di belakang nya.


Ages Langsung mendekat kearah Kina dan memegang pinggang gadis itu, biasanya Ages akan menarik pinggang gadis itu namun melihat keadaan Kina yang sudah mulai kewalahan dengan perutnya maka Ages tidak ingin membahayakan anak mereka.


Cup


Mata Kina terbuka sangat lebar karena tiba-tiba saja lisannya sudah dikuasai oleh Ages. Bibir laki-laki itu memang hanya menempel saja dan tidak bergerak sama sekali begitu juga dengan Kina yang hanya diam saja menunggu langkah apa yang akan dilakukan oleh suaminya saat ini.


Kina memang sudah sangat sering dicium oleh Ages secara mendadak seperti ini, namun bukan berarti ia tidak akan kaget karena ia tetap merasa gugup dan tidak terbiasa dengan hal itu. Jantung nya masih sama berdebar nya hingga ia sampai kesulitan untuk bernafas.


Ages melepaskan kecupannya kemudian melihat kearah Kina dengan lekat hingga gadis itu kembali kebingungan karena Ages.


"Ada apa mas?"tanya kina dengan wajah memerah malu setelah menerima kecupan dari Ages.


"Lipstik mu terlalu tebal sayang, mas tidak ingin orang lain melihat nya dan malah tergoda. Aku saja sampai tidak tahan bagaimana dengan orang lain?" Rutuk Ages kemudian mencoba mengusap bibir Kina dengan jempolnya.


"Nanti malah belepotan loh mas! Padahal aku makenya dikit kok mas bilang tebal?" Bingung Kina melihat kearah kaca.


Dan benar saja lipstik nya menjadi belepotan karena ulah Ages yang mengusapnya dengan jempol.


"Tuh kan mas! Jadi belepotan gini huuu."


Ages tersenyum cengengesan karena melihat Kina menatap kesal kearahnya. Memang itu jelas kesalahan nya dan ia hanya bisa cengengesan agar Kina tidak terlalu marah.


Ages dengan cepat mengambil tissue dan mengusap bibir Kina secara perlahan membersihkan sudut bibir Kina yang terkena usapan lipstick tadi. Kina hanya diam saja melihat kesal kearah Ages hingga laki-laki itu tidak hentinya tersenyum dan juga tertawa pelan.


"Liat papah tuh sayang, masa udah salah masih berani ketawa! Kita apain tuh papah yah biar kapok?" Tanya Kina sembari mengusap perutnya yang benar-benar buncit itu.


Ages tersenyum dan berjongkok dihadapan perut Kina setelah membersihkan bibir Kina. Kina diam saja menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya disana.


"Papah gak nakal kok sayang, papah cuma cemburu aja tadi, emang kamu mau mamah diliat sama orang lain? Gak kan? Papah juga gak mau sayang. Kamu belain papah kan?" Tanya Ages dengan lembut sembari mengusap Perut istrinya.


Kina benar-benar tidak bisa menyembunyikan haru dan bahagia saat itu. Ia tersenyum melihat Ages yang mencoba untuk berinteraksi dengan buah hati mereka yang masih di dalam kandungan itu.


Ages bangkit dari tempat nya setelah mengecup pelan perut Kina dan kina yang awalnya tersenyum tadi langsung berpura-pura kesal lagi.


"Sayang kok masih cemberut begitu? Mas kan udah bersihin tuh!"

__ADS_1


"Mas sih aku kan udah susah dandan malah dihapus gitu, kalau polos begini aku benar-benar terlihat sangat jelek mas. Bagaimana kalau ada yang roasting aku dengan ucapan kalau istri mas itu sangat jelek dan tidak pantas untuk mas?" Kesal kina.


Ages tersenyum lagi dan bahkan hampir tertawa mendengar alasan Kina tidak ingin riasan nya dihapus oleh Ages. Bagaimana bisa ia memikirkan hal yang tidak seharusnya ia pikirkan?.


"Tidak akan ada yang berani mengatakan itu sayang , seluruh manusia di kantor tahu kalau yang cinta mati itu adalah mas. Semua tahu kalau mas yang paling paling cinta dan tidak ingin kehilangan kamu sayang, kamu adalah wanita tercantik dan tidak ada yang bisa menandingi itu. Untuk apa kamu memikirkan hal seperti itu hmmm?" Ucap Ages memegangi tangan Kina dan mengusapnya.


Kina benar-benar tidak habis pikir kalau suaminya itu ternyata sangat ahli dalam menggombal hingga Kina bahkan merasa tenang setelah mendengar itu.


"Mas ihh kelihatan banget sifat buayanya!" Ucap Kina dengan pelan sembari memukul bahu Ages.


Ages tertawa mendengar itu dan berbisik kearah Kina" Mas cuma bisa gini sama kamu doang sayang. Gatau kenapa kalau sama kamu mas bisa banget ngegombal hehehe."


"Alesan doang ihh. Kita gak jadi ke kantor nih mas? Udah mau telat nih." Kina hendak berjalan dengan pelan namun ditahan lagi oleh Ages hingga ia semakin kebingungan.


"Tunggu sayang!"


Kina seketika terhenti dan berbalik kearah Ages namun ia kaget karena Ages mengecup bibir nya lagi dengan tiba-tiba.


"Ada sesuatu dibibir mu sayang," senyum Ages.


Kina masih kaget dan melihat tidak percaya kearah Ages hingga kemudian Ages melanjutkan kata-katanya.


"Ada cinta eakkk,,"


"Paan sih mas! Makin kesini makin norak ahhh,"ucap Kina malu dan berjalan dengan pelan menuju pintu.


"Sayangkuu ihh tungguin Abang dong,"ucl Ages dengan nada manja mencoba menggoda istrinya itu.


"Sayang bagaimana ini? Papahmu seperti nya butuh obat." Gumam Kina mengelus perutnya.


Ages kemudian meraih tangan istrinya yang hendak menuruni tangga "hati-hati sayang, kenapa begitu terburu-buru? Biar mas gendong yah!"


"Gamau mas, aku malu ihh berat kan?" Tanya Kina dengan pelan.


"Gak ahh, kamu malah ringan banget sayang untuk ukuran seseorang yang hamil."


"Yang jelas aku berat gak mas?" Tanya Kina lagi memastikan.


"Gak ahh kamu gak berat sayang, masa kamu gak bisa tahu mas aja angkat kamu enteng gini."


Kina menggeleng dan lebih memilih untuk diam saja karena Ages jelas akan tetap menjawab hal yang sama.


"Udah ah mas turunin aku sekarang, aku mau jalan sampai mobil."


Ages menurut dan berjalan disamping istrinya sembari memastikan keadaan Kina. Kina sebenarnya baik-baik saja hanya saja Ages yang terlalu over protective kepada nya hingga ia lebih sering digendong oleh laki-laki itu.


"Kamu gak kesulitan untuk berjalan kan sayang?" Tanya Ages dengan ekspresi yang khawatir.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja mas,"ucap Kina tersenyum sembari memegang tangan suaminya.


"Tapi mas khawatir sayang, gimana kalau hari ini mas bolos aja. Kita istirahat dirumah."


Kina langsung menggeleng karena ini bukan pertama kalinya Ages meliburkan diri hanya karena ingin Kina beristirahat. Meninggalkan Kina sendirian dirumah juga bukanlah ide yang bagus. Ages sangat dilema.


"Tuh kan mas mulai lagi, aku baik-baik aja mas. Aku gamau yah mas bolos lagi dengan alasan yang menyangkut aku. Dokter juga ngasih saran kan mas agar aku lebih aktif dan jangan terlalu lama berdiam diri, "ucap kina mencoba meyakinkan Ages.


"Tapi mas khawatir sayang, kamu beneran baik-baik aja kan?" Tanya Ages lagi memastikan.


Kina tersenyum dan mengangguk kearah Ages"iya suamiku sayang. Aku baik-baik aja begitu juga dengan buah hati kita, mas gak usah khawatir lagi yah."


Ages tersenyum dan merasa lega setelah mendengar itu dari Kina"Kalau begitu mari berangkat sayangku."


Ages dan kina masuk ke dalam mobil tentu saja dengan Ages yang begitu hati-hati membantu istrinya masuk ke dalam mobil memasangkan sabuk pengaman agar tidak menganggu perut Kina dan tidak lupa juga ia mengelus perut Kina sebelum menjalankan mobil menuju kantor.


Sepanjang perjalanan Kina hanya diam saja sembari mengelus perut nya melihat kearah jalan raya yang saat ini sedikit basah karena tiba-tiba saja gerimis datang membasahi jalanan.


"Wahh tiba-tiba saja hujan sayang, padahal tadi hari sangat cerah yah?"


Kina mengangguk setuju karena ia juga sebenarnya ikut heran karena melihat perubahan cuaca yang begitu tiba-tiba itu. Mereka jelas bisa melihat betapa cerahnya hari tadi namun kini berubah menjadi hari berhujan.


"Kamu gak kedinginan kan sayang?" Tanya Ages dengan wajah khawatirnya lagi.


Kina hampir saja tertawa karena melihat itu, Ages benar-benar begitu mengkhawatirkan nya hingga menanyakan hal tidak masuk akal itu.


Itu hanya gerimis dan bahkan tidak begitu deras, lalu apakah itu akan berpengaruh? Kina sama sekali tidak merasa kedinginan sedikitpun. Wahh Ages benar-benar luar biasa kalau dalam urusan perhatian.


"Aku baik-baik saja mas."


Ages mengangguk tersenyum "Syukurlah sayang, kalau tiba-tiba kamu ngerasa gak nyaman atau semacamnya secepatnya kabari mas yah. Mas gamau kamu kenapa-napa,"ucap Ages dengan wajah lembut nya.


Kina mengangguk dan menahan senyumnya karena merasa lucu dengan suaminya itu.


"Iya suamiku sayang, mas fokus nyetir yah aku malah lebih takut kita terlibat kecelakaan karena mas ngeliat kesini Mulu dari tadi ."


"Habisnya kamu cantik banget sih sayang,mas kan gak bisa berpaling kearah lain hehehe."


"Bisa aja induk buaya, mas ihh makin lama makin suka yah ngegombal gitu? Belajar dari mana sih?" Tanya Kina sedikit penasaran karena Ages bersikap seperti ini belum lama terjadi. Laki-laki tidak seheboh dan sesering ini menggombal saat dahulu.


"Gak ada yang ngajarin cuma bakat mas baru aja kebentuk, kenapa sayang? Mas benar-benar hebat yah?"


Kina menggeleng dan tidak habis pikir dengan suaminya itu. Bagaimana bisa ia bangga hanya karena pintar menggobal? Aduhh bisa gila Kina.


...🌼To be continued 🌼...


Ngakak awokawok, si bapack malah berubah jadi kang gombal. Ahahaha mana gombalan nya norak semua lagi. Yang sabar yah kina lakik mu emang agak laen dari yang lain. Kamu kudu kuat. Kalau gak sanggup lagi bisa alihin ke aku aja udah gapapa, siap lahir batiykok ngadepin Ages heehhe

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2