
Kina menyudahi pertemuan nya dengan Akmal, ia benar-benar sudah bertekad akan melupakan segala perasaannya kepada Akmal dan kalau ia bertemu dengan Akmal maka ia berniat tidak akan lagi mengingat perasaan nya dahulu dan akan berusaha menjadikan Akmal sebagai temannya. Namun, ia benar-benar berharap untuk tidak bertemu dengan Akmal lagi.
Laki-laki itu sudah lebih dahulu kembali ke ruangannya tentu saja dengan permintaan Kina, karena ia sangat tidak ingin menimbulkan masalah lagi jika sampai Ages melihat itu.
Namun, siapa sangka Ages datang disaat yang sangat tidak tepat. Ia datang dan melihat Akmal juga Kina berpisah dari tempat duduk itu. Jelas ia ingat gadis itu sangat lemah kini namun kenapa ia berkeliaran diluar malam-malam begini?.
"Sayang kenapa kamu tidak di ruangan mu?" Tanya Ages menghampiri Kina yang masih duduk itu.
Akmal sendiri yang hendak berlalu itu langsung menghentikan langkahnya melihat kearah Ages yang baru saja datang lalu berjongkok dihadapan Kina. Memeriksa keadaan gadis itu, Akmal bisa melihat kalau Ages benar-benar telah berubah dari caranya juga ekspresi wajahnya benar-benar berubah dari Ages yang ia lihat sejak dahulu saat ia bekerja dengan laki-laki itu.
Ages sendiri sebenarnya sangat kesal dan marah melihat Kina yang bertemu dengan Akmal namun dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk tetap tenang karena ia tidak ingin membuat Kina ketakutan juga marah kepadanya. Barus aja gadis itu terlihat mau di dekatnya ia sangat tidak ingin menghancurkan kepercayaan Kina lagi.
"Aku baik-baik saja mas, kenapa mas pulang begitu larut?" Tanya Kina pelan.
"Ada sedikit masalah dikantor tadi, lihatlah kamu benar-benar membuat mas khawatir. Selama di kantor tadi aku benar-benar tidak berhenti mengkhawatirkan mu, kenapa diluar jam segini? Bagaimana kalau bayi kita masuk angin?" Tanya Ages khawatir.
"Mas tidak usah lebay begitu, aku baik-baik saja dan akan menjaga bayi ini agar baik-baik juga."
"Yasudah kalau begitu kita masuk sekarang,kamu harus istirahat yang banyak agar cepat pulih. Lihatlah kamu masih pucat Begitu sayang, akhh membuat ku tidak bisa berhenti untuk khawatir."
Akmal masih saja berdiri di tempatnya melihat pemandangan itu, hatinya jelas sakit namun ia sedikit lega karena apa yang diucapkan oleh gadis itu ternyata benar. Ia dan Ages terlihat sangat serasi juga menimbulkan chemistry yang sangat indah. Gadis itu benar-benar sudah bahagia sekarang.
Akmal tidak bisa lagi memungkiri bahwa Kina sepertinya sudah mulai melupakan dirinya, apa hanya dia seorang yang masih saja terpuruk dengan kisah cinta mereka semasa di kampung dahulu? Gadis itu sudah bahagia dengan Ages sekarang.
"Mas ihhh tinggal dorong kursi roda aja apa susahnya, kok malah gendong aku sih?" Kaget Kina karena Ages yang tiba-tiba saja menggendong dirinya.
Ages hanya diam saja dan membawa Kina menuju ruangannya, mengabaikan Akmal yang masih berdiri disana dengan infusnya sendiri. Kina sendiri sebenarnya merasa tidak enak namun ia memilih untuk mengabaikan Akmal juga, karena ia sudah memutuskan untuk menjadi wanita jahat Dimata Akmal.
"Maafkan aku dan kuharap lupakan aku!" Batin Kina sebelum pintu ruangan miliknya benar-benar sudah tertutup rapat oleh Ages.
Akmal sendiri masih terdiam di tempatnya, merenung dan pikirannya seolah kosong begitu saja. Ia tidak tahu bagaimana setelah ini, apakah ia akan berhasil melupakan Kina? Gadis itu sungguh sangat bahagia saat ini. Akmal tidak boleh jahat sampai merusak kebahagiaan nya.
Hatinya sakit karena melihat itu namun disisi lain ia juga lega karena akhirnya melihat kina benar-benar bisa merasakan kebebasan juga kebahagiaan.
"Aku akan berusaha, kuharap kamu benar-benar akan bahagia dengan nya."
"Loh? Kok kamu disini mal? Kapan kamu sadar?"
Tiba-tiba saja Afri datang dari arah pintu depan wajah begitu hancur, matanya bengkak dan ia terlihat sangat kelelahan. Akmal bisa melihat Afri yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja dan jelas itu karena dirinya.
"Apa aku harus mengikuti saran kina? Ta,,tapi aku sama sekali tidak menginginkan gadis itu."
Akmal hanya diam saja memperhatikan Afri yang begitu kacau itu, dimana Afri yang terkesan elegan dan juga modis? Kini ia seperti seseorang yang baru saja kehilangan harapan nya.
"Mal! Kok kamu malah diam? Kita keruangan sekarang," ucap Afri membantu Akmal berjalan menuju ruangan sedangkan laki-laki itu hanya menurut saja mengikuti langkah Afri yang berusaha menuntun nya itu.
"Kamu baru sadar loh mal! Kenapa kamu berkeliaran begitu? Apalagi saat ini kamu sedang di infus."
Akmal hanya diam saja matanya tidak hentinya melihat kearah Afri,mata gadis itu terlihat sangat sembab dan jelas ia baru saja menangis.
"Apa dia menangis seharian? Kenapa matanya sampai bengkak begitu?" Batin Akmal.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini aku akan mencoba mencari sesuatu untuk kamu makan, sejak tadi kamu belum makan kan?"Afri keluar dari ruangan Akmal dan laki-laki itu tidak hentinya melihat kearah Afri yang mulai menghilang dibalik pintu.
"Kenapa dia begitu baik saat aku selalu saja membuat ia sakit hati?" Gumam Akmal dengan pelan.
Kina baru saja dibaringkan oleh Ages diatas ranjang yang berukuran lumayan besar itu dan memang sih kina berada di ruangan VIP jadi mendapatkan banyak sekali fasilitas yang baik. Gadis itu hanya diam saja ia masih saja memikirkan Akmal dan juga ekspresi laki-laki itu sangat menyedihkan tadi.
Dengan cepat kina menggeleng dan Ages kini malah sibuk menyelimuti gadis itu. Ia sebenarnya memiliki banyak sekali pertanyaan, kenapa mereka bisa bersama tadi? Apa sebenarnya yang mereka bahas? Dan masih banyak lagi list pertanyaan nya namun Ages menyimpan itu semua. Ia tidak ingin terkesan terlalu agresif hingga Kina merasa tidak nyaman nantinya.
"Istirahat lah sayang, kalau butuh sesuatu aku ada di sofa yah!"
Ages berjalan pelan menuju sifat sedangkan Kina masih saja terdiam dengan perasaan yang tidak karuan. Ia benar-benar dibuat hampir goyah oleh Akmal. Laki-laki itu benar-benar masih bisa membuat Kina kembali jatuh hati hingga kina sedikit kebingungan sekarang ini. Sudah bukan saatnya ia untuk mengharapkan Akmal lagi mengingat begitu banyak nya hal yang menentang itu.
Kina buru-buru menggeleng mencoba menghilangkan pikiran itu, ia sungguh tidak ingin lagi terperangkap dengan kisah cinta lama itu. Bukankah ia juga sudah mengatakan untuk Akmal secepatnya melupakan dirinya namun kenapa ia malah berlarut-larut dalam mengingat Akmal.
Mata gadis itu bergerak melihat kearah Ages yang hendak berbaring disofa itu, bukankah lebih baik ia seharusnya memperbaiki hubungan nya dengan Ages saja. Dengan begitu i tidak akan menyakiti Afri dan Akmal juga sangat pantas dengan gadis itu.
"Mas!"
Akmal yang hendak berbaring itu langsung bangkit dengan panik dan mendekat kearah Kina dengan wajah khawatirnya.
"A,,ada apa sayang? Apa ada yang sakit? Kami butuh sesuatu?" Tanya Ages dengan panik.
Kina menggeleng tersenyum, benar-benar tidak menyangka Ages benar-benar sudah sangat berubah total. Ia benar-benar sangat mengkhawatirkan Kina sampai segitunya.
"Aku baik-baik saja mas," ucap Kina pelan hingga Ages menghela nafas lega.
Gadis itu kemudian menepuk pelan sisi ranjang yang kosong itu, Ages melihat tidak mengerti dan memasang wajah kebingungan.
Kina berdecak sebal karena Ages sama sekali tidak mengerti namun ia terlalu gengsi untuk mengatakan langsung agar Ages berbaring diranjang nya.
"CK,, mas bodoh atau gimana sih? Masa gitu aja gak ngerti?" Kesal Kina membuang muka.
Ages malah semakin tidak mengerti karena Kina bahkan sampai merajuk. Gadis itu benar-benar kesulitan mengendalikan emosinya akhir-akhir ini. Apa karena pengaruh kandungan yah?.
"Yasudah sebentar yah sayang, mas keluar dulu ngajuin ranjang yang baru biar kamu merasa nyaman."
"Ihhh ngeselin banget sih mas, aku tuh gak minta ganti ranjang. Aku mau mas ikut tidur disini, ranjang nya terlalu lebar untuk ku seorang diri," ucap kina dengan wajah memerah.
Langkah kaki Ages terhenti dan ia segera berbalik dengan wajah tersenyum kearah kina, apa ia tidak salah dengar? Kina mengajak ia untuk tidur seranjang?.
"Ka,,kamu yakin?" Tanya Ages dengan wajah berbinar.
"Yasudah kalau mas tidak mau, aku tidur saja!"
Ages Langsung naik keatas ranjang hingga Kina merasakan jantungnya sangat berdebar kencang. Jujur saja setelah ini bukankah suasana akan semakin canggung saja? Kina benar-benar menyesal karena sudah membuat ide gila itu.
Ages sendiri terdiam sejenak dan merasa tidak nyaman dengan suasana canggung itu, ia sendiri bingung kenapa mereka terkesan sangat kaku satu sama lain.
Ages berbalik dan melihat kearah Kina yang kebetulan sedang berbalik kearahnya. Gadis itu kaget saat wajah Emre begitu dekat dan mata yang hampir bertemu.
Gadis itu hendak berbalik namun ditahan oleh Ages hingga kini mereka benar-benar saling berhadapan satu sama lain.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba kamu mengizinkan ku untuk tidur diranjang ini dengan mu?" Tanya Ages dengan wajah serius namun terkesan lembut.
Kina benar-benar grogi dan juga tidak tahu harus menjawab apa, ia sendiri tidak mengerti kenapa dengan bodohnya bibir itu menawarkan hal semacam itu kepada Ages.
"Ke,, kenapa memangnya?" Tanya Kina dengan ketus berharap Ages tidak melihat kecanggungan itu.
Ages semakin mendekat kearah Kina hingga gadis itu semakin merasa canggung sampai ia bahkan menelan ludahnya saking gugupnya.
"Kenapa kamu bertanya? Kalau kamu meminta ku untuk tidur disini dengan mu maka aku akan salah faham. Aku akan menganggap kamu memberikan aku kesempatan untuk lebih dekat dengan mu dan aku akan menganggap kamu sudah menerima ku,"ucap Ages dengan wajah serius dan menatap mata Kina yang sedikit bergetar itu.
"Ja,,jangan salah faham! A,,aku hanya tidak ingin mas tidur di sofa. Dan ranjang ini terlalu luas, bukankah tidak ada masalah jika aku berbagi?" Ucap Kina mencoba membela dirinya.
"Nah, begitu tepatnya! Kenapa kamu menawarkan hal seperti ini kepada ku? Bukankah akan sangat wajar jika aku salah faham?" Tanya Ages semakin mendekat.
"Terserah mas saja. A,,aku ngantuk!"
Kina hendak berbalik namun ditahan oleh Ages lagi, ia melihat kearah kina dengan tatapan yang sangat intens hingga Kina benar-benar tidak bisa lagi menahan kegugupan itu.
"Baiklah kalau kamu mengatakan segalanya terserah ku. Jadi tolong jangan salahkan aku untuk ini,"ucap Ages dengan tiba-tiba.
Satu tarikan ia buat hingga kini pinggang Kina sudah ia peluk dan gadis itu jelas sangat kaget bukan main.
Cup
Ages benar-benar tidak bisa menunggu lagi, kini bibirnya sudah berhasil menempel di bibir gadis itu. Biasanya Ages hanya berani mencuri ciuman di bibir kina saat gadis itu sedang tertidur namun kali ini ia melakukan hal itu saat kina sedang sadar dan bahkan benar-benar sadar hingga mata gadis itu terbelalak sangat lebar.
Kina kaget dan hendak berontak namun Ages dengan lembut menggerakkan bibirnya disana membuat kina terbuai dan mulai memejamkan matanya mencoba menikmati momen dan juga suasana itu.
Ages tersenyum pelan karena melihat tidak ada perlawanan dari Kina. Gadis itu bahkan ikut terbawa ke dalam gairah cinta di malam itu. Kina benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa menolak setiap gerakan bibir laki-laki itu.
Ages bergerak lincah disana, ia mengecup bibir kina berkali-kali dan juga menyesap menghisap juga melumatt nya dengan nikmat.
Kina yang tiba-tiba sadar langsung menjauhkan dirinya dari Ages, dengan cepat ia menutup dirinya dengan selimut karena malu.
Ages sendiri kaget dan melihat kearah Kina yang seperti sedang malu itu. Bibirnya tersenyum karena mengingat momen tadi.
"Apa kamu tidur?" Tanya Ages mencoba menggoda kina.
"A,Aku ngantuk mas hoammm, lebih baik kita tidur."
Laki-laki itu tersenyum gemas melihat Kina yang sepertinya sedang malu itu, sebenarnya kalau boleh jujur Ages masih kurang tapi sudahlah lebih baik menahannya untuk saat ini. Jangan terlalu agresif nanti Kina malah merasa tidak nyaman berada di dekat nya.
"Aku juga akan tidur hmmm."
Ages memilih untuk tidur jug
...🌼To be continued 🌼...
Heee Ages berenti modus ahh. Kamu tuh kerjaannya nyari kesempatan Mulu buat icip bibir kina. Huh! Licik banget kamu ges.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀