
...   Hai guyss sorry yah udah gak up selama beberapa hari, selama tiga hari yang lalu aku lagi sibuk ngurus persiapan buat seminar dan Alhamdulillah hari Rabu 30 November lalu aku sudah selesai melaksanakan seminar proposal saya. Dan Alhamdulillah juga segala nyaa berjalan dengan lancar. ...
...Ehh lanjut aja yuk heheheh....
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
   Kina sejak tadi hanya duduk disofa sembari meminum teh yang dibuatkan oleh office girl tentu saja itu adalah perintah dari asisten pribadi milik Ages. Kina juga memakan beberapa Snack yang sudah disiapkan diatas meja untuk mereka.
Setelah lelah makan dan minum Kina berlatih melihat ponselnya sesekali, ia sebenarnya sudah mulai bosan karena Ages juga terlihat sangat sibuk mempersiapkan produk baru yang belum selesai dirakit itu.
Walaupun tangannya masih sakit dan juga perih jika digerakkan Ages tetap profesional dengan perlahan mencoba menyelesaikan rakitan itu. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh tim pengembangan usaha melakukan hal itu namun seorang Ages tidak akan pernah puas dengan produk baru mereka jika bukan ia sendiri yang merakit nya.
Kina hampir saja tertidur namun tiba-tiba saja ia kaget dan tersentak saat mendengar Ages sedikit meringis disampingnya.
"Loh! Kenapa mas? Apa tangan mas terasa sakit?" Tanya Kina mendekat kearah Ages kemudian duduk disamping laki-laki itu sembari memeriksa tangan Ages.
Ages sendiri benar-benar bisa merasakan kasih sayang dari Kina, perhatian gadis itu jelas tidak seperti biasanya. Sepertinya Kina benar-benar sudah sepenuhnya membuka hati untuk nya.
"Tidak apa sayang, mas baik-baik saja. Hanya tadi mas tidak sengaja menyenggol nya dengan tangan mas yang sakit."
"Apa mas harus mengerjakan ini sendirian? Bukankah mas memiliki banyak sekali karyawan kenapa mas memaksakan diri saat sedang tidak baik-baik saja begini?"khawatir Kina.
Ages tersenyum karena melihat raut wajah khawatir istri nya itu, ia benar-benar tidak bisa berkata-kata karena rasa senang itu. Kina sendiri tidak sadar telah membuat Ages berdebar begitu kencang karena sikap nya yang perhatian itu.
"Mas baik-baik saja sayang, ini adalah produk baru yang kami ciptakan. Mas harus merakitnya sendiri agar tahu dimana kurangnya dan bagian mana keunggulan nya."
Kina mengerti namun ia sama sekali tidak bisa membiarkan Ages melakukan hal itu lagi, tadi hanya tersenggol saja bagaimana jika nanti malah semakin parah?.
"Apa tidak bisa sampai tangan mas sembuh dahulu? Aku benar-benar tidak bisa tenang membiarkan mas melakukan hal itu. Untung saja tadi hanya tersenggol saja."
Ages tersenyum dan hampir saja tertawa mendengar nya dari kina"Mas akan lebih berhati-hati sayang, ini bukanlah pekerjaan yang berat hehehe tenanglah istriku."
Kina akhirnya menyerah saja, laki-laki itu seperti sangat teguh dengan pendirian nya "Baiklah mas, pokoknya jangan terlalu memaksakan."
Ages mengangguk dengan semangat lalu tersenyum senang kearah istrinya. Dan ia kembali fokus mengerjakan rakitan itu hampir dengan satu tangan karena tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk menyangga saja.
Lagi dan lagi gadis itu kembali dilanda rasa bosan, ia awalnya hanya memandangi Ages bekerja namun lama kelamaan ia mulai mengantuk.
__ADS_1
Ages bisa melihat itu dan tersenyum pelan, gadis itu sepertinya sangat bosan sampai mengantuk begitu.
"Sayang, kamu tidur saja ini tidak akan lama lagi,"ucap Ages dengan pelan.
Kina menggeleng dan berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri, benar-benar memalukan sampai mengantuk dihadapan Ages yang sedang giat bekerja itu. Bagaimana bisa ia tidur saat Ages sibuk bekerja dengan keadaan sakit itu.
"Aa,,aku tidak ngantuk mas, aku hanya sedang meditasi sembari memejamkan mata." Gadis itu jelas sedang beralsan.
Ages hampir saja tertawa karena melihat kina yang mengelak ucapan nya itu, padahal siapapun tahu kalau Kina sudah sangat mengantuk dan hampir saja tertidur. Mungkin gadis itu terlanjur malu sampai tidak mau mengakui hal itu.
"Ooh benarkah? Mas kita kamu mengantuk sayang. Kalau memang mengantuk tidak apa kamu tidur saja dulu sayang,"ucap Ages lagi sedikit menggoda kina.
"Kenapa mas malah menyuruh ku untuk tidur saat aku sama sekali tidak mengantuk?" Ketua Kina sedikit kesal padanya sebenarnya ia sedang mencoba untuk menutupi rasa malunya.
"Duhh memalukan sekali Kina, Bagaimana bisa kamu mengantuk saat menemani mas Ages bekerja?" Rutuk Kina kepada dirinya sendiri.
Ages memilih untuk mengangguk dan menghentikan acara menggoda Kina karena wajah gadis itu bahkan sampai memerah karena merasa malu.
"Jelas sekali dia sedang malu heheh." Gumam Ages kemudian kembali merakit produk itu.
"Akhh,,sst."
Kina yang sibuk melihat beberapa foto yang terpajang disana, beberapa foto itu terlihat sekali Ages yang begitu sukses karena sudah melakukannya sekali kerjasama dengan beberapa CEO dari perusahaan ternama. Namun pandangan itu teralihkan saat mendengar Ages meringis lebih keras dibandingkan yang tadi dan bahkan ia merasakan kalau ringisan itu sedikit lebih lama.
"Mas,,mas kenapa?" Tanga kina mendekat kearah Ages lalu berjongkok dihadapan laki-laki itu.
Ia memeriksa lengan Ages dan melihat sedikit luka bakar itu terbuka. Sepertinya itu akan sangat perih sekali, Ages benar-benar sangat sulit untuk ia tahan dan lihatlah hasilnya. Ages benar-benar melukai dirinya sendiri.
"Tu,, tunggu sebentar mas."
Kina sempat melihat kotak P3K di dekat nakas paling sudut dan dengan cepat gadis itu mengambilnya karena khawatir dengan keadaan Ages. Ages jelas bisa melihat itu dengan seksama.
"Tidak apa kok sayang, mas baik-baik saja."
Kina langsung melirik kesal kearah Ages karena laki-laki benar-benar sangat keras kepala. Bukankah Kina sudah mengatakan untuk ia jangan banyak bekerja dulu lihatlah hasilnya ia terluka lagi.
Ages sendiri langsung diam dan mengunci rapat bibirnya, ia jelas melihat Sirat marah dari arah Kina.
__ADS_1
"Mas kenapa bandel sekali sih? Udah jelas tangan mas masih sakit begini malah maksa buat kerja. Ngeselin banget sih gak mau dengerin istri sendiri, mas mau luka mas makin parah?" Tanya Kina dengan wajah kesal.
Bukannya takut Ages malah merasa kalau Kina benar-benar sangat lucu saat ini, istrinya sepertinya benar-benar sangat mengkhawatirkan dirinya.
Kina benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa ia tersenyum saat Kina sedikit serius saat ini? Laki-laki itu sedang terluka karena memaksa bekerja.
Kina langsung menepikan bahan-bahan dari rakitan itu dan menyimpan nya disudut. Ia tidak ingin Ages mengerjakan itu lagi dan berakhir dengan terluka lagi.
Ages sendiri hanya diam saja sembari tersenyum dengan ulah istrinya sepertinya Kina benar-benar tidak bisa lagi membiarkan bekerja.
"Mas udah dulu kerjanya, aku gamau mas terluka lagi nanti. Kalau perlu aku aja mas yang ngerjain tapi mas yang nuntun aku,"ucap Kina dengan wajah khawatirnya.
"Luka mas masih belum sembuh jadi jangan dipaksain dulu, kenimas sangat susah untuk diberitahu? Mas tuh banmmpphh..."
Cup
Ages tidak tahan lagi melihat bibir Kina yang sejak tadi menganggu fokus nya, bibir gadis itu tidak hentinya bergerak dan membuat Ages tidak bisa menahan hasratnya lagi.
Kina sendiri yang sejak tadi sedang sibuk menasehati Ages langsung terdiam dan tidak bergeming sama sekali.
Bibirnya dibungkam oleh Ages hingga tidak bisa ia melanjutkan kata-katanya lagi.
Ages tersenyum karena sepertinya Kina mengizinkan ia untuk melanjutkan hal itu, sebab gadis itu hanya diam saja saat ia mencium bibir nya.
"Apakah boleh?" Bisik Ages setelah melepaskan ciuman itu.
Deg,
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo apa nih yang boleh? Si mesum benar-benar ada aja caranya buat modusin Kina. Malu kek lu bapackkk.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
  Â
__ADS_1