Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 107: Hari indah


__ADS_3

     Pesta pernikahan Akmal dan Afri berjalan sangat lancar dan mereka masih sangat sibuk dengan menyambut para tamu yang tidak kunjung berhenti berdatangan. Karena dia orangtua Akmal adalah orang-orang hebat dan juga memiliki banyak sekali relasi acara pernikahan putra mereka benar-benar sangat mewah dan juga meriah dengan jumlah tamu yang tak terkira jumlahnya karena sampai sore saat ini tamu masih saja berdatangan dan tak kunjung berhenti.


Afri terlihat sudah sangat lelah berdiri dengan wajah tersenyum menyambut para tamu, Akmal yang tepat berada di sampingnya benar-benar sadar akan hal itu karena melihat Afri yang terus saja bergerak tidak tenang dan kaki yang ia gerakkan untuk menghilangkan rasa pegal.


"Kamu pasti sudah kelelahan kan sayang? Sabar yah sebentar lagi kita akan segera beristirahat."


Akmal jelas merasa kasihan kepada Afri yang sejak tadi sudah menahan rasa lelah dan ia bahkan terlihat sangat tidak nyaman saat ini. Bagaimana kalau ia dan Afri masih harus berdiri lebih lama lagi? Ia mengatakan kepada Afri untuk bersabar walaupun sebenarnya ia tidak tahu kapan berakhirnya acara itu.


Afri dengan cepat menggeleng karena ia sa sekali tidak merasa terganggu. Berbohong memang kalau ia mengatakan tidak lelah, hanya saja Afri benar-benar tidak keberatan dengan keadaan saat ini. Ia tahu kalau ini adalah resiko yang harus ia ambil saat sedang melakukan acara pernikahan namun segalanya akan sangat indah jika sudah selesai melaksanakan nya.


Ia sangat bersyukur bisa berada disana dengan Akmal karena hal itu adalah bagian dari impiannya selama ini. Seperti mimpi dan terasa tidak nyata namun inilah kenyataan yang sebenarnya terjadi.


Kalau saja di ingat dan diputar kembali kisah cinta Akmal dan Afri sangat tidak bisa dipercaya sebagai keputusan mereka akan menikah saat ini. Karena tidak ada kemungkinan untuk mereka bisa bersama seperti saat ini.


Afri adalah gadis kota yang tumbuh dengan kasih sayang dan kehidupan yang sangat sempurna, saat pertama kali melihat Akmal di acara pertemuan keluarga ia sudah sangat jatuh akan pesona Akmal hingga memutuskan untuk melabuhkan hatinya kepada laki-laki itu.


Jatuh cinta kepada Akmal jelas bukanlah keinginan Afri dan itu timbul dengan sendirinya dalam perasaan Afri. Afri terus saja mencari cara untuk bisa bertemu dengan Akmal bagaimana pun caranya.


Seperti sebuah mimpi Afri tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa ia akan dijodohkan dengan Akmal hingga ia begitu kegirangan dan berteriak sangat bahagia. Ia ingin mengumumkan kepada dunia bahwa ia adalah gadis yang beruntung akan dijodohkan dengan laki-laki yang sudah lama ia taksir itu.


Ternyata kebahagiaan itu hanya sementara karena kenyataan yang ada dalam bayangan Afri sangat berbeda jauh dengan realita yang dihadapi oleh Afri saat ini. Karena setelah pertunangan mereka ia mengira Akmal akan membuka hati dan menerima kehadirannya sebagai seseorang yang istimewa.


Ternyata Akmal benar-benar tidak bisa bisa menerima kehadiran Afri dan mengatakan kepada gadis itu untuk berhenti mengejar dan mengharapkan nya. Mungkin karena terlalu mencintai Akmal Afri membuang jauh harga dirinya dan terus saja berusaha untuk mengejar Akmal meskipun sering terluka karena diabaikan dan dianggap tidak berharga oleh laki-laki itu.


Akmal memang laki-laki lembut dan tidak bisa menolak Afri dengan tegas, namun tidak menutup kemungkinan Afri tidak sakit hati karena Akmal selalu saja mengabaikan nya.


Afri tidak pernah berhenti untuk mengejar Akmal dan selalu saja berharap namun seketika ia seolah harus menghadapi kenyataan yang lebih sakit dan lebih menyayat hati. Tiba-tiba saja seseorang hadir di tengah-tengah mereka dan ternyata gadis itu adalah gadis yang selama ini bersemayam dalam hati Akmal.


Afri tidak menyalahkan Kina karena sudah menjadi gadis yang begitu dinginkan oleh Akmal sejak lama, karena ia juga mengakui sosok Kina sangat lah tangguh dan berhak mendapatkan banyak cinta dari banyak orang termasuk itu adalah Akmal.


Namun tetap saja Afri tidak bisa memungkiri rasa sakit dalam hatinya semakin dalam karena harus menghadapi kenyataan itu, seribu ahh sejuta kalipun Afri berjuang dan mencoba untuk memperjuangkan Akmal ia akan tetap kalah dengan seorang gadis yang dicintai oleh laki-laki itu meskipun ia sama sekali tidak melakukan apapun untuk mendapatkan Akmal.


Afri jelas sadar diri dan mencoba untuk berpikir lebih rasional lagi karena ia sudah tidak memiliki harapan untuk mendapatkan Akmal karena laki-laki itu semakin menunjukkan sikap yang sangat acuh dan tidak bisa menerima dirinya. Ia bisa melihat kasih sayang Akmal kepada Kina begitu dalam dan harapan untuk bersama dengan Akmal sudah sangat jauh untuk ia gapai layaknya bintang yang jauh dan ia hanya seekor semut yang tak mungkin bisa ke langit untuk menggapai nya.


Afri kemudian memutuskan untuk mengakhiri perjuangan nya dan akan mengucapkan kata-kata perpisahan kepada Akmal karena ia juga sudah tidak bisa bertahan dengan kenyataan yang pahit itu.


Seolah seperti sebuah mimpi lagi tiba-tiba saja Akmal menghentikan ia untuk mengakhiri perasaan nya. Afri sudah berusaha sekuat dan sebisa nya untuk menguatkan diri dan mengatakan perpisahan namun tiba-tiba saja Akmal berkata untuk ia tetap bersama nya dan menahannya.


Afri sempat berpikir ia seperti sebuah mainan yang seenaknya saja Akmal suruh untuk pergi dan ia suruh untuk tetap bertahan dengan nya.


Afri ingin menghukum Akmal dan pergi menolak permintaan laki-laki itu namun karena terlalu mencintai laki-laki itu Afri dengan mudah luluh dan melupakan segala rasa sakit yang ia terima sela ini. Mendengar Akmal meminta ia untuk tetap bertahan membuat Kina tidak bisa mengatakan apapun selain hati yang lega dan merasa senang mendengar itu.


Ia sangat tidak percaya kata-kata seperti itu akan muncul dan keluar dari bibir Akmal. Karena selama ini Akmal sangat tidak membutuhkan dan memperhatikan nya, jadi mendengar kata-kata Akmal ingin ia tetap bertahan adalah seperti sebuah mimpi yang tidak nyata.


Setelah Akmal meminta ia untuk bertahan Afri juga mencoba untuk tetap mencintai Akmal dan melihat apakah Akmal benar-benar akan berusaha mencintai dan menghargai nya? Dan ternyata ia tidak salah menerima Akmal kembali.


Setelah ia berkata akan mencoba untuk mencintai Afri dan memperjuangkan nya. Akmal benar-benar membuktikan dengan segala perhatian dan juga penuh cinta kepada Afri hingga gadis itu bisa melupakan segala rasa sakit yang selama ini ia rasakan.


Cinta dan kasih sayang sudah ia dapatkan dari Akmal dan ia sudah mendapatkan kebahagiaan setelah bersama dengan Akmal.


Setiap hari ia menerima cinta dari laki-laki itu baik perhatian dan juga diberikan kasih sayang yang penuh dari Akmal.


Hingga tiba suatu hari Akmal membuat air mata Afri tidak bisa berhenti mengalir karena rasa haru yang tidak bisa ia bendung lagi. Afri mendengar langsung dengan telinga nya bahwa Akmal mengucapkan kalimat indah yang meminta ia untuk menjadi pasangan hidup laki-laki itu.

__ADS_1


Tentu saja air mata sudah tidak bisa ia bendung lagi karena terlalu senang dengan apa yang saat ini ia hadapi. Akmal benar-benar akan sah menjadi miliknya karena laki-laki itu sudah mengatakan ingin hidup bersama dengan nya.


Dan hari ini adalah hari dimana ia akan resmi menjadi pasangan hidup Akmal dan menjadi istri dari laki-laki yang sudah sangat lama ia taksir dan impikan.


"Benarkah kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Akmal lagi memastikan keadaan Afri.


Afri tersenyum mengangguk kearah Akmal karena sudah kali kedua laki-laki itu bertanya. Afri jelas semakin merasa senang karena mendengar Ages begitu perhatian terhadap dirinya.


"Mas aku benar-benar baik-baik saja, aku malah senang karena tamu begitu banyak dan menghadiri acara bahagia kita ini."


"Aku juga sangat senang sayang, awalnya mas kita kita tidak akan kedatangan tamu sebanyak ini. Ternyata ada juga yah gunanya relasi dari kedua orang tua kita."


Afri tersenyum mengangguk karena ia juga setuju dengan argumen yang dikatakan oleh Ages tadi. Karena memang kedua orang tua mereka begitu aktif dalam meningkatkan solidaritas juga relasi diberbagai tempat.


"Aku juga sangat bahagia karena hari yang sangat ku tunggu dan ku nantikan akhirnya tiba juga mas, sejak dahulu aku tidak pernah membayangkan akan bisa menjadi istri dari laki-laki yang selama ini sangat aku inginkan. Mas adalah laki-laki pertama yang membuat ku jatuh cinta dan selalu ingin bersama dengan mas,"ucap Afri dengan wajah penuh haru dan melihat kearah Akmal dengan mata berbinar.


Akmal yang mendengar itu seketika memegang tangan Afri dan melihat kearah mata istrinya dengan lekat. Rasa bersalah juga masih ada tapi Akmal tidak ingin berlarut dalam hal itu karena saat ini prioritas utama nya adalah harus menghargai dan membahagiakan Afri bagaimana pun caranya.


"Aku juga sangat menantikan hari ini datang sayang, bersama dengan mu adalah suatu keberuntungan untuk ku. Terima kasih karena sudah memberikan aku kesempatan kedua dan tetap bertahan dengan ku, maafkan aku sayang karena sudah membuat mu menderita selama ini. Aku berjanji akan membahagiakan mu sayang,"ucap Akmal dengan wajah penuh rasa bersalah.


Afri tersenyum dan memeluk Akmal karena mendengar hal itu, ia juga berterima kasih sebanyak-banyaknya karena Akmal telah berusaha untuk membahagiakan ia bagaimanapun caranya.


"Aku akan selalu berusaha untuk menjadi suami yang terbaik untuk mu seperti janji pernikahan kita tadi sayang, kalau aku salah maka tidak ada salahnya kamu menegurku."


Mereka berpelukan sangat erat di tengah-tengah undangan yang tak kunjung habis hingga beberapa tamu ikut tersenyum dan merasa lucu dengan mereka.


"Lihatlah mereka pah, apa yang sedang mereka lakukan dihadapan para tamu? Apa sudah tidak sabar dan tidak bisa menunggu sampai malam tiba?" Tanya mamah Afri yang tidak sengaja melihat kelakuan putri dan menantu nya itu.


"Biarkan saja jeng, biar kita secepatnya dapat cucu hehehe. Afri akan menjadi seorang ibu yang melahirkan putri kecil yang cantik dan tampan."


"Apa sudah tidak sabar untuk nanti malam? sebentar lagi hehehe."


Seketika Akmal dan Afri langsung sadar dengan keadaan mereka saat ini. Mereka sedang berada di depan umum dan dihadapan banyak tamu undangan. Untung saja hanya sebatas pelukan saja tidak lebih dari itu. Kalau saja mereka sampai lupa diri melakukan hal yang lebih maka mereka akan semakin malu.


"Aduhh aku gak sadar kita lagi ada di pelaminan mas hehehe, aku gak sadar kita sedang diperhatikan banyak orang saat ini. Akhh benar-benar memalukan sekali,"ucap Afri menutup wajahnya karena malu.


Mereka saling menatap malu satu sama lain dan kembali mencoba untuk menetralkan ekspresi mereka yang sudah terlanjur malu itu.


"Bukankah mamah dan papah sangat ingin cucu secepatnya? Kami hanya sedang simulasi saja untuk nanti malam hehehe."


"Mas ihhh, kok malah ngomong gitu?" Ucap Afri dengan cepat mencubit perut Akmal karena tiba-tiba saja Akmal berkata seperti itu kepada orangtuanya dihadapan banyak tamu.


Sejak kapan Akmal bisa berbicara tentang hak seperti itu? Ia benar-benar tidak sadar dan mengerti karena Akmal adalah laki-laki kalem dan tidak pandai dalam berkata seperti itu. Namun kali ini ia mendengar langsung bahwa suaminya ternyata bisa mengatakan hal-hal yang seperti itu.


"Kan mas ngomong yang sebenarnya sayang, kenapa malah cubit aku sih aduhhh "


"Mas ihh ngapain ngomong kayak gitu? Malu ahhh banyak yang liat lagi. Mas belajar ngomong kayak gitu dari siapa sih? Biasanya juga kalem tauuu."


Akmal tertawa karena mendengar ucapan istrinya ditambah lagi wajahnya yang memerah karena menahan malu. Biasanya Afri tidak sepemalu ini namun entah kenapa karena dihadapan banyak orang ia sangat malu mendengar nya.


Akmal mendekat dan hendak berbisik lagi kepada Afri hingga Afri semakin merasa malu dan gugup mendengar nya. Ia salah tingkah dan merasa hampir habis darahnya tidak berdaya.


"Dan sebenarnya mas juga tidak sabar untuk nanti malam sayang, apa kamu juga merasa hal yang sama?" Tanya Akmal mencoba untuk menggoda Afri yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


Akmal menunggu reaksi dari Afri namun gadis itu hanya diam saja dengan pipi memerah dan menahan malu.


"Kenapa hanya diam sayang? Kamu gak denger yah mas bilang apa?" Tanya Akmal memastikan karena tidak ada reaksi apapun dari Afri saat ia mengatakan hal-hal yang sangat ekstrim itu.


"A,Aku jelas mendengar kamu mas. Ta,,tapi kenapa mas harus mengatakan hal seperti itu sekarang? Aku benar-benar gugup membayang kannya saja aku sudah tidak sanggup." Ucap Afri dengan wajah yang sudah tidak bisa ia kondisikan.


Akmal tertawa mendengar itu karena Kina sungguh tidak bisa lagi ia tenangkan. Wajahnya terlihat sangat gugup hingga wajahnya memerah padam seperti seekor kepiting yang direbus dan warnanya memerah.


"Malam ini akan aku tunjukkan kepada mu bagaimana kenikmatan yang sesungguhnya sayang, mas sudah belajar beberapa hari sebelum ini."


Awalnya Afri benar-benar gugup namun karena mendengar ucapan Akmal yang mengatakan ia baru saja belajar membuat ia tertawa terbahak namun secepatnya ia menutup mulut karena malu dilihat oleh beberapa tamu.


"Kenapa kamu malah tertawa sayang? Apa ada yang lucu?" Tanya Akmal yang tadinya memasang wajah nakal dan juga cool seketika memasang wajah polos dan kebingungan.


"Kenapa mas harus belajar segala? Kan itu bisa datang dengan sendirinya."


"Benarkah? Mas tentu harus belajar untuk tau apa yang akan aku lakukan nanti malam sayang, bagaimana kalau mas tidak belajar dan mas kebingungan memulai dari mana."


Gilaaa Afri mengira Akmal sudah sangat pandai karena sejak tadi ia sudah sangat berubah dengan mengatakan hal-hal yang sedikit vulgar dan bisa berkata buaya dihadapan nya ternyata ia masih Akmal yang sama. Benar-benar tidak tahu apapun tentang hal seperti ini.


"Jadi mas sudah belajar?" Tanya Afri lagi mematikan kepada Akmal.


Akmal mengangguk dengan cepat karena ia benar-benar sudah belajar beberapa hari terakhir ini.


"Belajar apa kalau boleh tau,"ucap Afri tersenyum karena melihat wajah Akmal yang berupa 100 persen total dari ekspresi evil nya menjadi ekspresi wajah yang sangat lucu.


"Mas belajar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ituuu."


"Mas belajar dari mana?"


"Dari artikel sayang, banyak artikel yang mengatakan dan menjelaskan nya."


Afri tak kuasa menahan tawa karena Akmal, benar-benar sangat tidak bisa ia ungkapkan lagi.


"Mas benar-benar sangat lucu tolonggg, aku hampir saja tertawa keras dihadapan banyak tamu."


"Kenapa kamu tertawa saat tau mas belajar? Mas kan berusaha untuk menciptakan malam pertama yang Indah dengan mu sayang."


Afri mengangguk dengan cepat dan mengelus punggung Akmal dengan lembut "Bagus mas bagus, aku bangga dengan semangat mas heheh. Awalnya aku sempat gugup namun seketika hilang karena mas begitu lucu,"ucap Afri dengan tawa yang tertahan.


Mereka saling menggoda satu sama lain membuat para tamu tertawa melihat kelakuan kedua sejoli itu.


"Mereka terlalu bersemangat dan terlihat sangat serasi."


Beberapa tamu Sibuk makan dan juga melihat lihat suasana aula pernikahan itu dan melihat kearah mereka dengan tatapan ikut bahagia.


Hari ini adalah hari yang indah bagi Akmal juga Afri karena hari ini hari dimana mereka akan menjadi suami istri yang saling melengkapi satu sama lain.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo Akmal kamu tuh suwamiable banget tauu, kalau mau nyari bini kedua sini yah aku mau daftar wkwkw. Jangan lupa yah ada aku yang mau daftar.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2