
Semalaman Kina tidak bisa tidur dengan tenang walaupun sebenarnya matanya terpejam namun Ages yang menyaksikan itu benar-benar sangat prihatin melihat penampilan Kina yang tertidur seperti sedang diburu saja. Apakah ini semua karena ulah Ages? Setelah kejadian malam dimana Ages menggagahinya serta merebut hal dijaga oleh Kina selama ini hingga gadis itu bahkan melukai dirinya sendiri.
Gadis itu bergerak kesana kemari dengan sedikit ringisan, siapapun yang mendengar itu pasti merasa khawatir juga terganggu bukan? Begitulah Ages saat melihat keadaan Kina.
Hingga pagi menyapa kini Ages malah dibuat lebih kaget lagi saat ia merasakan ada sebuah dorongan juga teriakan dari arah Kina tepat didekat telinga nya. Dorongan itu berhasil membuat ia terjatuh dari ranjang rumah sakit.
Yah! Kina yang mendorong Ages sembari berteriak kaget, bagaimana mungkin ia tidak kaget saat melihat Ages sudah terbaring disampingnya sembari memeluknya. Ia memang sudah mulai membaik dan sudah mulai terbiasa lagi dai dekat Ages namun bukan berarti ia bisa memaklumi saat laki-laki itu tengah memeluk dirinya.
"Akhhh,,, kenapa kamu memukul juga mendorong ku?" Tanya Ages dengan wajah kesalnya.
Namun, ekspresi wajahnya yang awalnya tegang itu kini mulai mengendor dan semakin halus. Ia tidak bisa memasang wajah marah saat melihat ekspresi Kina yang seolah ketakutan itu.
"Aku tidak tertidur semalaman karena mu dan kamu memperlakukan ku seperti itu?" Tanya Ages dengan perasaan kesal. Namun dengan ekspresi sedatar mungkin.
Kina hanya diam saja mencoba untuk mengatakan sesuatu namun ia memilih untuk diam saja, ia takut kepada Ages entah kenapa.
Ages awalnya sangat ingin memarahi Kina karena untuk mengatakan maaf saja ia tidak mau namun ia tahu semua itu akan percuma saja. Kina sudah lebih dulu terlihat ketakutan.
Awalnya Ages sangat ingin memperingati Kina untuk berhenti bersikap lebay, namun ia sudah tidak bisa lagi mengatasi betapa hancurnya mental gadis itu.
"Kenapa aku malah bersikap lunak begini sih? Bukankah seharusnya aku tidak akan semudah ini untuk goyah?" Gumam Ages dengan perasaan yang merasa dirinya telah salah besar.
Kina hanya diam saja menjauh dari Ages, meringkuk disudut ranjang tempat ia terbaring itu. Ages sendiri memilih untuk diam saja karena ia tidak ingin membuat Kina semakin waspada kepada nya.
"Ahhh sudahlah, aku harus ke kantor saja kalau kamu tidak ingin melihat ku."
Ages dengan sedikit kesal karena reaksi kina yang selalu saja berlebihan saat ia berada di sekitar gadis itu.
"Saya ingin ke kantor bekerja, bisa tolong titip istri saya buk?" Tanya Ages dengan pelan kearah ibu-ibu yang dekat ke tempat nya saat ini.
Ibu-ibu yang disana buru-buru datang kehadapan Ages karena mendengar itu. Jujur saja Ages sedikit respect dengan toleransi mereka diruangan itu. Ages hanya meminta bantuan satu orang namun yang bersedia membantu malah empat orang.
"Tidak usah khawatir dengan hal itu, kami akan mengawasi juga memperhatikan nya. Kamu bekerja saja, biar bagaimanapun keuangan sangat penting bukan?" Tanya mereka dan dengan pelan Ages mengangguk.
"Terima kasih banyak buk, saya permisi."
__ADS_1
"Tunggu dulu!"
Ages yang hendak berlalu itu langsung terhenti langkahnya karena mendengar ucapan ibu tadi.
"Ada apa buk?" Tanya Ages sedikit penasaran.
"Apa kamu sudah pamit kepada istri mu?"
Ages dengan cepat mengangguk" Apa kamu sudah mencium keningnya?"
Ages dengan cepat menggeleng karena ia memang tidak melakukan hal itu apalagi kepada Kina.
"CK,,, bagaimana sih kamu ini? Istrimu butuh penyemangat dipagi hari. Apalagi kamu harus ke kantor maka ciuman itu akan jadi semangat menjalani hari."
Ages benar-benar tidak habis pikir teori apa yang tengah disampaikan oleh ibu itu. Apa hubungannya ciuman dikening dengan semangat menjalankan hari.
"Tidak apa buk, kami memang tidak biasa melakukan hal seperti itu."
"Jangan keluar dari ruangan ini kalau belum mencium kening istrimu!"
Saat Ages hendak mengabaikan ucapan mereka dengan cepat tangan laki-laki itu ditarik dan dibawa kearah Kina yang sedang duduk termenung itu.
"Ayo tunggu apa lagi?" Tanya mereka dengan wajah memerintah.
Ages benar-benar jengkel namun jika ia juga bersikeras dengan perspektif nya maka hal itu tidak akan ada ujungnya sebab the power of emak-emak memang tidak bisa diragukan lagi.
"CK,, kenapa semakin didiamkan mereka semakin menyebalkan?" Kesal Ages dalam hati.
Dengan cepat Ages mendekat dan mencium kening kina hingga gadis itu kaget bukan main. Ia meringkuk dan menjauh dari Ages, inilah yang membuat Ages sedikit malas untuk melakukan hal itu karena reaksi kina benar-benar sangat tidak biasa.
"Mas berangkat ke kantor dulu yah sayang, kamu mas titip kepada mereka. Jangan kemana-mana dan kalau butuh sesuatu beritahu saja mereka," ucap Ages dengan lembut.
Entahlah ia sama sekali tidak sedang bersandiwara kini karena ia juga merasakan ada yang aneh dalam dirinya.
Kina hanya diam saja tidak menjawabnya, ia sama sekali tidak ingin bersama dengan Ages. Ia tidak bisa melupakan semua yang sudah dilakukan oleh laki-laki itu kepada nya. Segala kebencian, rasa sakit dan juga hinaan itu masih saja terasa dalam ingatan kina.
__ADS_1
Ibu-ibu itu hanya diam saja sambil tersenyum, mereka gila atau bagaimana? Bisa-bisanya mereka melihat hubungan kina dan Ages romantis saat dilihat saja mereka sama sekali tidak akur.
"Kalau begitu saya pamit! Tolong jaga istri saya buk."
Ages berlalu begitu saja sebelum mereka semakin memerintahkan banyak hal.
"Tunggu!"
"CK,,apa lagi kali ini? Aku benar-benar sudah mulai habis kesabaran."
Ages dengan perasaan kesal juga enggan berbalik melihat kearah mereka namun ia malah dikagetkan dengan senyuman khas mereka.
"Semangat bekerja dan cepat pulang, istrimu menunggu."
Ages menggeleng dengan cepat lalu berlalu keluar menutup pintu depan perlahan.
Ia berdiri sejenak mengingat kembali kilas balik ucapan ibu tadi, cepat pulang istrimu menunggu! Entahlah Ages sendiri kebingungan dengan dirinya entah dengan alasan apa ia merasa sedikit bahagia mendengar itu.
Bagaimana bisa ia bahagia dengan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk disebut sebagai hal yang membuat kebahagiaan? Bukankah Kina ada gadis yang seharusnya ia benci? Kenapa ia malah memikirkan gadis itu.
Ages merasa dirinya sudah sangat jauh dari niat awalnya. Saat Kina sakit bukankah ia terlalu lunak kepada gadis itu? Seharusnya walaupun gadis itu sedang sakit ia tidak boleh melakukan pengecualian sama sekali.
Kina tetaplah kina, gadis yang sudah menghancurkan kebahagiaan Ages. Gadis yang mengambil segala sumber kebahagiaan nya.
"Aku tidak boleh goyah, kina tetaplah gadis yang sangat ku benci dan akan selamanya ku benci."
Ages berjalan dengan sedikit kesal lalu berlalu menuju mobilnya yang berada di parkiran.
...🌼To be continued 🌼...
Hadeuhhh ibu-ibu pada mau apa sih? Wkwkw ngerepotin Ages banget. Eh tapi author dukung kok ehheheh.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1