Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 56: Teringat Akmal


__ADS_3

     Kina benar-benar sudah berusaha semampu nya selama satu Minggu terakhir ini untuk melupakan Akmal juga menghilangkan segala rasa yang masih tersisa dalam benaknya. Kina hampir saja berhasil walaupun sebenarnya ia masih sangat sering teringat dengan wajah laki-laki yang sudah lama menghiasi hatinya itu.


Terkadang kina bahkan melihat bayangan laki-laki itu saat tersenyum kearahnya, bersikap lembut kepada nya dan juga memuji segala sesuatu hal yang kecil tentang nya. Kina benar-benar merasa sangat disayangi dan dicintai saat berada di sekitar Akmal.


Namun, kina sudah tidak seharusnya mengingat Akmal. Ia tidak pantas untuk tetap berharap akan cinta Akmal karena laki-laki itu terlalu hebat untuk ia yang sama sekali tidak memiliki sesuatu hal untuk dibanggakan. Jujur saja Kina kesulitan untuk lupa dan ia benar-benar sangat tersiksa dengan harapan nya sendiri.


Seperti saat ini, detak jantung nya berdebar sangat kencang dan juga ia merasa sakit diulu hatinya saat mendengar pujian dari Ages, bukankah seharusnya saat seseorang mendapatkan pujian ia harusnya senang dan berbangga diri. Kina malah merasakan sebaliknya, ia merasa sangat sakit saat mendengar pujian itu dari Ages.


Layaknya Dejavu, kina langsung teringat dengan wajah Akmal yang pernah berada didepan meja makan berdua dengan nya. Kina seolah sedang melakukan perjalanan waktu namun dengan orang yang berbeda kini. Kina teringat jelas adegan dimana ia memasak berbagai jenis makanan dan Akmal memuji nya seperti yang dikatakan Ages tadi.


"Kenapa kamu menangis? Aku mengatakan kalau masakan mu enak. Apa hal itu perlu ditangisi?" Tanya Ages khawatir.


Kina bahkan sampai tidak sadar ia meneteskan air mata karena terlalu merindukan Akmal, hatinya hancur dan ia benar-benar sangat kesulitan mengendalikan perasaannya saat ini.


Dengan cepat ia mengusap air matanya menggeleng kearah Ages "A,,aku sedang kelilipan mas," ucap Kina beralasan.


Ages jelas tahu itu adalah sebuah alasan klasik yang bukan pertama kalinya ia dengar, kina sedang menangis kini. Ages khawatir karena tidak tahu penyebabnya sama sekali.


"Jelas kamu sedang menangis, apa yang membuat mu menangis? Tanya Ages lagi dan lagi.


Kina masih berusaha untuk tidak menangis namun mendengar pertanyaan Ages ia semakin tidak bisa membendung perasaan nya lagi."


"Maaf mas, silahkan makan nya dilanjutkan saja. Aku harus ke kamar mandi sebentar,"ucap Kina dengan cepat berlari ke kamar mandi ruang tamu.


Ages masih saja terdiam menatap kepergian Kina, gadis itu jelas sedang menangis karena sebuah masalah kini. Ages benar-benar tidak tahu apa penyebabnya hingga Kina tiba-tiba menangis.


"Bagaimana bisa aku lanjut makan saat dia menangis begitu? Apa sebenarnya yang terjadi? Apa aku menyakiti nya lagi?" Bingung Ages semakin tidak bisa mengendalikan pikiran nya karena khawatir.


Kina sendiri langsung terduduk di kamar mandi dengan bahu bergetar, ia membenci dirinya karena masih saja tidak tahu diri sampai kini. Bukankah ia sudah tidak seharusnya mengingat Akmal atau bahkan mengharapkan laki-laki itu.


Kina tidak seharusnya mengkhianati Afri yang begitu baik kepada nya, kalau ia berharap sama saja ia menyakiti Afri.


"Kenapa dengan mu kina? Kenapa kamu begitu bodoh seperti ini?"


Kina mengusap air matanya dengan kasar, mencoba menghilangkan rasa rindu yang menjalar itu. Rasanya benar-benar sangat sesak ditambah lagi dengan kenyataan yang begitu pahit.


"Kina,,"


Suara Ages terdengar dari arah meja makan, kina dengan cepat mengusap air matanya dengan cepat. Melihat pantulan dirinya di cermin. Dengan kasar ia mencuci wajahnya mencoba menghilangkan sembab diwajahnya itu.


"Kina,,"


"I,,iya mas, ada apa?" Tanya Kina datang dengan wajah sembabnya namun ia mencoba menormalkan dirinya.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan mu? Apa aku salah kepamu? Aku sama sekali tidak mengerti."


"Sudahlah mas, tidak ada apa-apa kok," ucap kina mencoba untuk membatasi nya.


Namun sudah dasarnya Ages yang keras kepala dan tidak akan menyerah sampai kina menceritakannya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kebohongan mu kina, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu tiba-tiba menangis tadi? Apa aku ada salah bicara kepada mu?" Tanya Ages kembali.


Kina benar-benar kesal kepada Ages, sejak kapan ia begitu perduli dengan kehidupan kina bahkan ia menangis bukanlah suatu hal yang harus ia perhatikan seperti sebelumnya.


"Mas tidak usah tahu, aku baik-baik saja mas."


"Bagaimana kalau aku sangat ingin tahu?" Tanya Ages lagi mencoba untuk mencari tahu.


"Mas tidak perlu tahu, ini tidak ada hubungannya dengan mas."


"Aku tetap ingin tahu, kamu menangis tiba-tiba dihadapan ku. Bukankah aku berhak untuk tahu akan hal itu?"


Kina memutar bola matanya kesal, Ages benar-benar semakin membuat ia tidak mood lagi. Hatinya sedang berkalut saat ini kenapa laki-laki itu sangat tidak peka sampai masih saja ingin berdebat dengan nya.


Ages tahu kalau saat ini Kina sama sekali tidak ingin menceritakan apapun kepada nya, dan memaksa gadis itu bukanlah jalan yang baik.


"Baiklah kalau kamu tidak mau cerita, coba sini mendekat!"


Kina menggeleng karena ia sangat curiga dengan kelakuan Ages, ia benar-benar diluar kendali serta berbuat sesukanya saja.


"CK, kenapa kamu sangat bandel ha? Cepat kemari ada yang ingin ku katakan."


"Mas katakan saja sekarang secara langsung," ucap kina masih diposisi awal duduk dihadapan Ages.


"Cepatlah mendekat kemari, aku benar-benar harus membisikkan ini karena tidak boleh ada yang mendengar nya selain kamu."


"Tidak akan ada yang dengar mas, orang kita cuma berdua di rumah ini."


Kina takut Ages akan marah karena ia terus saja membangkang setiap apapun yang diperintahkan oleh Ages terhadap nya. Dan mau tidak mau kina harus menurut bangkit lalu berjalan mendekat kearah Ages.


"Mas mau mengatakan apa?" Tanya Kina saat ini sudah berada di dekat Ages.


"Bukankah aku menyuruh mu lebih dekat? Aku akan kesulitan jika berbisik sejauh itu."


Kina benar-benar sangat kesal karena banyak sekali permintaan Ages terhadap dirinya, dan kini mau tidak mau kina harus mendekat kearah laki-laki itu.


Pushh.


Kina malah dikagetkan dengan Ages yang mengusap bekas air mata diwajah gadis itu.


"Kenapa kamu menangis tadi? Matamu jadi sembab begini."


Kina benar-benar merasakan kelembutan ujung jempol Ages yang menerpa kulitnya mencoba untuk menghilangkan bekas air mata diwajahnya.


"Jangan menangis,wajah cantikmu bisa luntur jika berakhir sembab begini."


Suara lembut Ages benar-benar merdu terdengar ditelinga Kina ditambah lagi tangannya dengan lemah lembut mengusap area mata Kina hingga pipi seolah sedang membersihkan wajah kina dari bekas air mata.


"Aku tidak tahu apa sebenarnya yang membuat mu menangis seperti tadi, tolong jangan lagi menangis tiba-tiba seperti itu hmmm. Aku tidak tega melihatnya,"ucap Ages dengan pelan.

__ADS_1


Kina dengan cepat mundur dan menjauh dari Ages, sikapnya begitu aneh serta nada bicara juga ucapannya membuat Kina merinding sepertinya ini bukanlah Ages.


"Ma,,mas benar mas Ages kan? Kenapa bersikap begitu berbeda? Apa kamu mas Ages yang palsu? Dimana mas Ages yang asli?" Tanya Kina dengan wajah penuh curiga.


Ages tertawa melihat reaksi Kina itu, wajahnya benar-benar sangat menghibur saat sedang kaget,kesal dan bahkan saat sedang curiga saja ia tetap terlihat lucu Dimata Ages.


"Kenapa mas malah tertawa? Mencurigakan!"


"Sudahlah, kamu lanjutlah makan dahulu. Jangan sampai tidak makan, aku saja sudah mulai menghabiskan isi piring ku."


Kina sampai lupa dengan makanan dipiringnya karena kejadian tadi, tapi jujur saja sekilas Ages benar-benar berhasil membuat ia melupakan Akmal walaupun kenangan itu kembali kembali lagi.


"Kamu makanlah yang banyak, lihat tubuhmu begitu ringan."


"Emang mas tuh berat banget,"balas Kina lanjut makan.


Lagi dan lagi Ages tertawa karena mendengar sindiran Kina, ia tidak bisa berbohong lagi. Bersama Kina ia benar-benar sangat bahagia merasa sangat senang dan juga gadis itu selalu saja berhasil membuat ia terus saja tertawa dengan berbagai tingkah lucunya.


"Kenapa aku tidak menyadari sisi lucunya sedari dulu? Kina benar-benar gadis yang sangat menarik."


"Mas lanjut makan saja, kenapa memandangi ku seperti itu? Mas mau tambah?"


"Gak ah, nanti aku makin berat kamu kesulitan membawaku kemana-mana."


"CK, memang nya mas gak niat sembuh apa? Kan tidak mungkin aku selalu membawa mas kemanapun itu."


"Niatnya sih begitu heheh," goda Ages membuat Kina membelalak.


"Canda loh canda, matanya biasa aja nanti keluar kan berabe gak punya mata lagi."


Kina sedikit tersenyum dan melanjutkan makannya, Ages bisa melihat senyuman tipis itu. Ternyata pagi ini percakapan mereka sedikit lancar dari beberapa hari terakhir.


"Entahlah,aku hanya ingin pagi ini terhenti sejenak. Aku menyukai momen apapun dengan nya kini."


Kina sendiri lanjut makan sembari mengabaikan Ages yang terus saja memandangi nya saat sedang makan, Kina sedikit risih namun lebih baik memilih diam karena ia malas untuk berdebat.


...🌼To be continued 🌼...


Hemmm hemmm Sudah mulai timbul nih benih-benih cintehh. Ages kamu rada gesrek yah kalau lagi fall in love.


"Author masih kesel sama Ages gara-gara udah jahatin Kina, gimana kalau Kina kita kasih ke Akmal aja ha?" Author.


"Sekate-kate lu Thor ah, kina jangan kasih ke Akmal dong. Kan aku mau berubah nih Thor, kasih kesempatan dong."Ages dengan muka pasrah.


"Hemm tapi kesalahan kamu itu gak mudah untuk dimaafkan loh ges, kayaknya Kina gak bakal Nerima kamu deh."author


"Makanya bantuin Napa Thor, readers juga mau gak bantuin aku? Kina gak boleh sampai sama Akmal." Ages dengan wajah manjah meminta bantuan para pembaca.


"Giliran butuh aja muka lu gitu helehhh,"

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2